Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Tak Hanya Didik Karakter, LP Maarif NU Dituntut Cetak Ahli TI

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham 

Wakil Sekretaris PBNU H Masduki Baidlowi menegaskan tentang pentingnya pembentukan karakter karena bangunan tanpa fondasi yang kuat akan roboh. 

Tak Hanya Didik Karakter, LP Maarif NU Dituntut Cetak Ahli TI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Didik Karakter, LP Maarif NU Dituntut Cetak Ahli TI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Hanya Didik Karakter, LP Maarif NU Dituntut Cetak Ahli TI

"Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi kita untuk membangun fondasi itu dengan kuat," kata Masduki kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham seusai membuka Focus Group Discussion yang diselenggarakan LP Maarif NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

Menurutnya, hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam kaidah fiqh: maa laa yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib (perkara yang menjadi penyempurna dari perkara wajib, maka hukumnya juga wajib). 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Adapun paradigma pembangunan karakter Nahdlatul Ulama, kata Ketua Forum Komunikasi Alumni PMII periode 2002-2004 ini, adalah Ahlussunnah wal-Jama’ah.

Ahlussunnah wal-Jama’ah merupakan ideologi Nahdlatul Ulama dan menjadi jalan hidupnya dalam beragama karena itu jaminan dari Allah dan Rasulullah untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. 

"Itulah paradigma ideologi," jelasnya.

Sementara pada era digital seperti sekarang ini, menurutnya, kaidah fiqh tersebut harus didorong ke dalam persoalan Teknologi Informasi (TI). 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita gak mungkin berdakwah untuk saat ini dan ke depan meninggalkan prinsip itu," ujarnya. 

Pria kelahiran Bangkalan, Madura ini mengatakan, jumlah penduduk Indonesia lebih dari 260 juta jiwa dan sekitar 123 juta mengakses Internet. Berbagai transaksi, persebaran ilmu, dan tayangan hiburan sudah banyak diakses melalui Internet. 

Oleh karena itu, kata anggota DPR RI periode 2004-2009 ini, NU, khususnya LP Maarif NU harus menyiapkan lembaga pendidikannya, menyiapkan ahli-ahli TI untuk memasuki medan peperangan. 

"Lembaga Maarif harus menyiapkan lembaga pendidikannya yang secara khusus mendidik orang-orang yang menangani digital. Sehingga kita tidak kalah dalam bidang teknologi informasi," ujarnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Kyai, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

PCNU Pamekasan Apresiasi Peluncuran Madura Corruption Watch

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memberikan respon positif atas peluncuran Madura Corruption Watch (MCW) yang berlangsung di kabupaten Bangkalan, Rabu (19/2). Dukungan ini didasarkan pada konsistensi lembaga independen yang kencang menyoroti persoalan korupsi.

Hal demikian ditegaskan Ketua PCNU Pamekasan KH Abdul Ghoffar melalui sekretarisnya KH Abdurrahman Abbas saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menurut pria yang merangkap Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pamekasan ini, kehadiran MCW cukup memberikan angin segar guna memupus kasus korupsi di Pulau Garam.

PCNU Pamekasan Apresiasi Peluncuran Madura Corruption Watch (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pamekasan Apresiasi Peluncuran Madura Corruption Watch (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pamekasan Apresiasi Peluncuran Madura Corruption Watch

"Selama ini, ingar-bingar kasus dugaan korupsi di Madura khususnya di Pamekasan, kerapkali tidak jelas hasil penanganannya. Banyak sekali kasus dugaan korupsi yang berhenti dan mengambang penanganannya," ungkap Abbas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kehadiran MCW diharapkan bisa mengantisipasi sekaligus membongkar kasus-kasus dugaan korupsi. Terlepas dari harapan itu, Abbas menyatakan sangat menyayangkan bila di kemudian hari MCW hadir tanpa memberikan kontribusi jelas dan pasti terhadap bangsa ini. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sangat disayangkan bila nyatanya nanti MCW muncul dengan gelayut kepentingan politik dan pengusaha di dalamnya. Kami berharap, ini tidak sampai terjadi," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Sumedang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam rangka mencari dan menyeleksi bakat para qori dan huffaz, Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffaz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Rabu (26/7) menyelenggarakan musabaqoh tilawatil quran (MTQ) se-Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Kegiatan yang dikuti oleh 300 peserta ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.?

Ketua PC JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan bahwa MTQ yang diselenggarakan oleh JQH ini merupakan MTQ yang ke-4. Cabang yang dimusabaqohkan dalam MTQ tahun ini yaitu MTQ golongan anak-anak, MHQ golongan 1 dan 5 juz, serta musabaqah barzanji.?

“Kami menyadari bahwa JQHNU merupakan salah satu ruh yang ada di Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kami sebagai pengurus JQHNU akan terus berjuang memasyarakat Al-Quran agar NU terus hidup dan Indonesia semakin diberkahi dengan bacaan Al-Quran,” kata Ahmad.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Ketua PCNU Sumedang sekaligus pencetus kegiatan MTQ JQH di Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan, MTQ JQH NU dilaksanakan dalam rangka mencari bakat para qori dan huffadz khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang. Hasil dari MTQ ini nanti bisa disumbangkan untuk pemerintah.

Pencarian bakat para qori dan huffaz melalui ajang MTQ JQH ini terbukti maksimal. Sebagai contoh, di tahun 2011 PC JQHNU Kabupaten Sumedang menyelenggarakan MTQ JQH ke-1.?

Para juaranya diikutsertakan dalam MTQ JQH ke tingkat selanjutnya, dan ada satu orang peserta yang menjadi juara di MTQ JQH tingkat nasional golongan 5 juz, yaitu Rifdah Farnidah (22).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lalu Rifdah Farnidah mengikuti MTQ Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada MTQ Nasional 2016 Rifdah menjadi juara pertama cabang MHQ golongan 10 juz, dan di tahun 2017 dalam STQ Nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Utara dapat juara 1 lagi cabang MHQ golongan 30 juz.?

“Ini sebagai bukti bahwa pencarian bakat para qori dan huffadz melalui MTQ JQH NU ini berlangsung maksimal. Oleh karena itu MTQ JQH ini harus terus istiqomah dilaksanakan. Semoga kedepannya bisa berjalan lebih baik lagi dan cabang yang dimusabaqohkan semakin banyak,” tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Halaqoh, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Harlah Ke-30, Pengurus Pagar Nusa Wonogiri Dilantik

Wonogiri, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Momentum Hari Lahir (Harlah) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa ke-30 dan NU Ke-90, Pengurus Pagar Nusa Wonogiri masa khidmah 2016-2020 dilantik. Prosesi pelantikan diselenggarakan di Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Ahad (31/1).

Ketua PCNU Wonogiri H Mubarok mengatakan, ke depan Pagar Nusa di wilayah Wonogiri mesti lebih tertata, baik dari segi pendataan jumlah kader maupun penguatan antarperguruan yang bernaung di bawahnya.

Harlah Ke-30, Pengurus Pagar Nusa Wonogiri Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-30, Pengurus Pagar Nusa Wonogiri Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-30, Pengurus Pagar Nusa Wonogiri Dilantik

“Pagar Nusa Wonogiri ke depan harus lebih kuat sehingga paham radikal yang masuk ke Kabupaten Wonogiri bisa diminimalisasi,” tegas Mubarok.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Ketua baru Pagar Nusa Wonogiri Dian Fery Perdana menuturkan, pihaknya berharap dapat segera mengumpulkan kembali anggota Pagar Nusa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sebelumnya anggota Pagar Nusa di daerah Wonogiri sudah banyak, namun kurang terwadahi sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, turut hadir perguruan pencak silat antara lain Gasmi, IBI (Bunga Islam), dan Perkasa. Acara yang berlangsung meriah tersebut ditutup dengan atraksi dari para pendekar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

Sore itu Ujang mengobrol dengan Haji Yunus. Di meja beliau ada kitab Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Ujang lantas bertanya: "Banyak Ustad yang menekankan pentingnya kita ber-akhlak seperti akhlak Nabi Muhammad. Wak Haji, seperti apa sih akhlak Nabi kita itu?

Haji Yunus menarik sarungnya yang lusuh, lantas membuka kitab Ihya di depannya, "Mari Ujang kita ngaji bersama untuk menjawab pertanyaanmu itu". Haji Yunus membaca dan menerjemahkannya:

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nabi selalu memohon kepada Allah SWT supaya dihiasi dengan adab yang baik serta akhlak terpuji. Dalam doanya, beliau membaca: Ya Allah, baguskanlan rupa dan akhlakku. Dan beliau juga berdoa: "Ya Allah, jauhkan aku dari akhlak yang munkar," maka Allah mengabulkan doa beliau sesuai dengan firmanNya "Berdoalah kepada-Ku niscaya Kuperkenankan (permintaan) kamu itu" (QS al-Mumin: 60). Allah turunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dan dijadikan Al-Qur’an itu bahan pengajaran adab, maka jadilah akhlak Nabi Muhammad itu (seperti isi) Al-Qur’an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Said bin Hisyam berkata, "Aku masuk menemui Siti Aisyah RA dan bertanya tentang akhlak Rasulullah Saw." Aisyah menjawab dan bertanya, "Apakah engkau membaca Al-Qur’an?" Aku menjawab, "Iya." Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an."

**

Haji Yunus berkata: "Ujang, kalau akhlak Nabi itu Al-Qur’an, maka mari kita simak sejumlah ayat Al-Qur’an untuk memahami akhlak beliau SAW". Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ?} ? ? ? ?

Sungguh Al-Qur’an mengajarkan Rasulullah SAW adab kesantunan sebagaimana dalam ayat, "Jadilah Engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS al-Araf: 199)

Di lain ayat, Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS al-Nah,: 90)

Dan firman Allah, "Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS Luqman:17)

Begitu juga dengan ayat "Orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan" (QS Asy-Syura: 43) dan "Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS al-Maidah:13). Kemudian, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS al-Nur:22).

Lanjut dengan ayat "Dan yang sanggup menahan marahnya, serta orang- orang yang mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS Ali Imran:134) dan "jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain" (QS al-Hujurat:12).

Pada perang Uhud, gigi geraham Nabi patah sehingga darah mengucur keluar dan membasahi wajah beliau. Nabi berkata, "Bagaimana suatu kaum akan selamat jika mereka melumuri wajah Nabi mereka dengan darah, sedangkan Nabi mereka mengajak mereka kepada Tuhan" maka, Allah Swt menurunkan ayat, "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu" (QS Ali Imran:128). Ayat-ayat ini bermakna membimbing Rasulullah SAW atas kejadian yang tengah dihadapinya.

**

Haji Yunus mulai berkaca-kaca matanya. Ujang terdiam menundukkan kepalanya. Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ?}

Ayat yang senada seperti di atas banyak dijumpai dalam Al-Qur’an. Semuanya itu dimaksudkan mula-mula yaitu untuk membimbing dan mengarahkan Nabi Saw. Dengan itu, maka sinar pelajaran dari Al-Qur’an dapat menyebar ke seluruh manusia.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia". Setelah Allah menyempurnakan akhlak beliau, lalu Allah memujinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (QS al-Qalam:4).

**

Ujang mengangkat tangan, "Wak Haji, adakah contoh praktis dari akhlak Nabi SAW?"

"Iya, ada..." Haji Yunus kemudian lompat ke lembaran berikutnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketika didatangkan sekelompok tawanan Thayyi-in, di antara tawanan tersebut ada seorang gadis belia. Dia berkata, "Hai Muhammad, sudikah engkau membebaskan aku, dan tidak mengecewakan musuh-musuhmu serta tidak mempermalukan orang-orang Arab? Sesungguhnya, aku adalah putri seorang pemimpin di kaumku. Bapakku bertugas melindungi daerahku, membebaskan tawanan, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberi makan, menyebarkan salam dan tidak pernah mengusir seseorang yang datang kepadanya untuk suatu keperluan. Aku adalah putri dari Hatim al-Thai"

Rasulullah Saw berkata, "Wahai budak perempuan, yang kamu sebut adalah semuanya sifat orang-orang mumin. Andaikata bapakmu seorang Muslim, niscaya kami akan mendoakan rahmat baginya." Nabi lalu memerintahkan, "Bebaskan dia, sesungguhnya bapaknya menyenangi budi pekerti yang mulia." Lalu bangun berdiri Abu Bardah bin Niar, seraya-berkata : "Wahai Rasulullah! Allah menyukai akhlaq yang mulia!" Nabi Menjawab: "Demi Allah yang nyawaku dalam kekuatan-Nya! Tiada yang masuk surga kecuali orang yang bagus akhlaknya"

**

"Sampai di sini, mengertikah kamu, Ujang, bahwa Nabi pun memghormati akhlak non-Muslim dan menyanjungnya. Kita tentu malu sekarang kalau non-Muslim lebih banyak yang mengamalkan akhlak mulia ketimbang kita para pengikut Nabi Muhammad," tegas Haji Yunus. Beliau melanjutkan menerjemahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Muaz bin Jabal, Nabi Bersabda: "Sesungguhnya, Islam meliputi akhlak-akhlak yang terpuji dan perilaku yang baik." Adapun contoh dari akhlak yang terpuji adalah pergaulan yang baik, perbuatan terpuji dan perkataan yang lemah lembut, melakukan perbuatan yang maruf, memberi makan tamu, menyebarkan salam, menziarahi orang Muslim yang sakit baik yang akhlaknya baik maupun yang buruk, mengantarkan jenazah Muslim, berlaku baik kepada tetangga baik yang Muslim maupun yang Kafir, memuliakan yang lebih tua, menghadiri undangan perjamuan makan dan mendoakannya, suka memaafkan, senang mendamaikan, bersifat pemurah, mulia, toleran, memulai memberi salam, menahan amarah dan memberi maaf orang yang minta maaf.

**

Haji Yunus menghela napas. "Masih panjang pembahasan comtoh-contoh akhlak Nabi yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ini. Silakan dibaca sendiri. Tapi intinya kamu sudah paham belum?"

Ujang mengangguk: "Intinya adalah akhlak Nabi itu Al-Qur’an."

Haji Yunus berkata: "Benar! Maka kalau kita bertekad membela Al-Qur’an maka kita harus membelanya lewat akhlak Nabi Muhammad yang digambarkan begitu indah dalam Al-Qur’an. Tentu mengherankan kalau kita hendak membela Al-Qur’an tapi dilakukan dengan cara yang jauh dari nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an dan terwujud dalam contoh budi pekerti Nabi Muhammad yang agung."

Spontan Ujang berteriak: "takbiiirrrr!!!"

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Kyai, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 08 Januari 2018

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) akan bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar. Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kalangan pelajar mengharuskan keterlibatan banyak pihak mulai dari sekolah, keluarga, dan masayarakat.

"Saat ini ancaman narkoba sudah menjalari pelajar, bahkan kejahatan narkoba di kalangan pelajar saat ini sudah lebih terstruktur dan teroganisir sehingga ancaman narkoba menjadi viral bagi pelajar," kata Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid pada diskusi bulanan PP IPNU di Gedung GP Ansor Jakarta, Selasa (6/9).

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Menurut data yang diperoleh PP IPNU, saat ini terdapat sekitar enam juta pengguna narkoba di Indonesia termasuk di antaranya dari kalangan pelajar. Hal ini tentu menjadi prioritas utama kehadiran IPNU di sekolah-sekolah.

Idy Muzayyad yang juga menjadi narasumber diskusi bulanan ini mengatakan bahwa Pendiri NU KH Hasyim Asyari merumuskan konsep Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadi empat hal yakni tawasuth, tawazun, tasamuh, dan taaddul. Namun dari keempat tersebut ada amar makruf nahi munkar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Selama ini kita fokus pada amar makruf saja tapi lemah pada nahi munkar, padahal antara nahi munkar dan amar makruf harus seimbang," imbuh Idy, Wakil Ketua KPI periode 2013-2016 .

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahi munkar yang dijalankan IPNU adalah wa jaadilhum billati hiya ahsan. “Artinya kita melawan kemunkaran dengan cara-cara yang baik, tidak dengan kekerasan dan anarki," kata Idy.

Narkoba adalah satu ancaman bagi negeri ini. Ancaman ini yang akan menjadi salah satu prioritas IPNU dalam melawan kemungkaran.

"Kita akan mencoba bekerja sama dengan Maarif NU di seluruh Indonesia juga dengan seluruh sekolah yang terdapat komisariat IPNU di sana untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar," kata Idy. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, News, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 06 Januari 2018

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa” di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam  Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata “Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.”

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu “Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya” ungkap Tariq.

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme “Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain,” ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Qur’an dan Hadist. “Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Qur’an dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.”

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. “Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Qur’an sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi,” tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. “Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog “Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih,” ungkapnya.

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

“Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami.” Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. “karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Modern dengan Islam

Hindari Penipuan, Kemenag Sosialisasikan 5 Pasti Umrah

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Berbagai upaya dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait lima pasti umrah. Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat, langkah ini ditempuh dalam rangka meminimalisir potensi terjadinya penipuan yang belakangan banyak dilakukan oleh travel nakal.

Hindari Penipuan, Kemenag Sosialisasikan 5 Pasti Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Penipuan, Kemenag Sosialisasikan 5 Pasti Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Penipuan, Kemenag Sosialisasikan 5 Pasti Umrah

Salah satu yang dilakukan adalah dengan sosialisasi di arena pameran. “Ditjen PHU melalui Subdit Pembinaan Umrah ikut serta dalam pameran ‘Makasar Tour and Holiday’, untuk mengedukasi masyarakat tentang program lima pasti umrah,” terang Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis usai meninjau stand pameran di Makassar, Jumat (4/3).

Makasar Tour and Holiday digelar di salah satu tempat perbelanjaan di kota Ujungpandang. Dibuka hari ini, pameran dijadwalkan akan berlangsung sampai Ahad (6/3) mendatang. Pameran ini diselenggarakan oleh pihak swasta dan diikuti oleh travel wisata dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sejak dibuka siang tadi hingga malam ini, pengunjung stan kita cukup ramai. Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan informasi tentang umrah. Mereka tidak mau tertipu,” kata Muhajirin.

Menurut Muhajirin,  pengunjung pameran  rata-rata awalnya hanya menanyakan soal biaya umrah. Ada sebagian dari mereka yang bahkan belum peduli dengan keberadaan travel umrah, apakah berizin atau tidak, tapi yang terpenting adalah biayanya murah. “Masyarakat seperti ini menjadi sasaran sosialisasi kita. Sebab, selama ini yang tertipu umumnya adalah program umrah dengan biaya relatif murah dan dijanjikan bisa segera berangkat,” tutur mantan Kakanwil Gorontalo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam rangka  mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati, Kementerian Agama terus mensosialisasikan lima pasti umrah. Masyarakat yang akan berumrah, harus memastikan apakah biro travelnya memiliki izin resmi atau tidak. Selain itu, masyarakat juga harus memastikan maskapai penerbangan yang akan digunakan, akomodasi selama di Tanah Suci, serta  seluruh jadwal dan agenda perjalanan umrahnya, hari demi hari seperti apa. Tidak kalah penting juga adalah memastikan visa nya sudah ada ataukah belum.

“Semoga dengan pameran ini, sosislisasi tentang umrah akan semakin sampai kepada masyarakat,” harap Muhajirin. (Kemenag.go.id/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, News, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam perjalanan panjangnya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memberikan peran sangat penting bagi bangsa Indonesia. Lewat refleksi khittah yang ke 33 tahun, diharapkan sumbangsih dari organisasi sosial keagamaan tersebut kian dirasakan.

"Negara ini sangat membutuhkan kiprah NU," kata Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (12/1) sore.?

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Harapan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada kegiatan Halaqoh Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

"Inti ajaran NU adalah moderasi tidak hanya dalam keberagamaannya, juga sikap kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara," kata Lukman Hakim di hadapan undangan, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin.?

Ajaran tersebut diimplementasikan NU dengan sikap tasamuh atau toleran, tawazun yakni sikap seimbang yang selama ini dijunjung tinggi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"NU memiliki energi dan resource atau sumber daya manusia yang luar biasa. Sehingga sangat wajar kalau banyak harapan disematkan kepada NU," kata putra mantan Menag, KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, kelebihan umat Islam yang tentu saja di dalamnya adalah NU memiliki kearifan lokal yang selalu bermuatan agama.?

Kelebihan seperti inilah yang akhirnya membuat bangsa ini siap menghadapi berbagai perubahan. "Termasuk menghadapi revolusi teknologi komunikasi serta media sosial," jelas Lukman.

Di akhir sambutannya, Lukman berharap NU selalu menjadi lokomotif lewat ? pendekatan Islam yang promotif. "Maksudnya, Islam yang mempromosikan atau mengajak, bukan konfrontatif," katanya. Karena ajaran seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia dan menjadi model bagi peradaban dunia, pungkasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini, diantaranya Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH Afifuddin Muhajir, serta KH Raden Ahmad Azaim Ibrohimy selaku pengasuh pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Jadwal Kajian, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 01 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, News, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 06 Desember 2017

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebuah deklarasi damai oleh para pemuka lintas agama turut mengisi puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Jumat (23/12), di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memimpin proses pembacaan deklarasi yang diberi nama “Ikrar Ciganjur” itu. Setelah diteken, piagam Ikrar Ciganjur diserahkan kepada Jokowi selaku kepala Negara.

Para tokoh lintas agama yang secara serentak turut membaca ikrar tersebut di atas panggung adalah Pendeta S.A.E Nababan, Biksu Suryanadi Mahathera, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana, tokoh Hindu Yanto Jaya,? dan tokoh penghayat aliran kepercayaan Engkus Ruswana.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Prosesi deklarasi disaksikan mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para kiai, para seniman, dan ribuan hadirin yang hadir memadari lokasi acara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut adalah bunyi lengkap teks deklarasi “Ikrar Ciganjur”:

Demi tegaknya harkat dan martabat manusia, terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depa, serta demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI, kami umat beragama warga negara Indonesia berikrar:

1. Akan senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan, persaudaraan dan keadilan antar sesama umat beragama.

2. Menciptakan suasana sejuk, harmonis dan bebas konflik antar sesama umat beragama

3. Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama dan keyakinan yang ada di Indonesia secara tulus dan sungguh-sungguh

4. Menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama/keyaknian serta menolak anarki kekerasan dalam beragama

5. Mendukung pemerintah untuk menegakkan konstitusi yang melindungi hak warga negara dalam menjalankan agama dan keyakinannya

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi dan melindungi kita semua.

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Warta, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 29 November 2017

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren

Temanggung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Sifat genetik pohon secara alamiah akan diturunkan kepada buahnya. Hal itulah yang terlihat khas dan unik di STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Satu-satunya sekolah tinggi di Temanggung ini tumbuh dan berkembang dengan membawa corak pesantren dalam sistem perkuliahan dan kegiatan sehari-hari di luar kuliah. Hal ini tentu tidak mengherankan, mengingatTemanggung amat lekat dengan tradisi pesantren. 

Salah satu tradisi unik di STAINU Temanggung yang amat jarang ditemui di kampus-kampus lain adalah literasi dengan menggunakan kitab kuning, kitab wajib para santri di pesantren.

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren

Kitab kuning tidak hanya unik dari tulisan arabnya yang gundul tanpa harakat, namun juga karena tradisi membacanya yang khas menggunakan bahasa Jawa utawi iki iku. Menjadi pemandangan biasa dalam perkuliahan dan diskusi, dosen maupun mahasiswa mendasarkan pendapat mereka dengan menggunakan kitab kuning lengkap dengan terjemah Jawanya.

Dosen Ekonomi Syariah STAINU Temanggung, Najib, mengatakan, referensi kitab gundul dalam perkuliahan di STAINU Temanggung itu sudah menjadi kebiasaan, tentu tanpa mengesampingkan referensi-referensi utama lain dari buku-buku kontemporer. 

"Hal ini tidak terlepas dari para pengajar dan mahasiswanya yang berlatar belakang pesantren, ada yang nyambi ngajar, atau masih nyantri di pesantren di sekitar kampus STAINU Temanggung," ujar dia, Sabtu (14/10)

Makna tersembunyi unik dibalik cara membaca kitab kuning. "Membaca kitab kuning dengan menggunakan utawi iki iku itu unik. Selain dapat mengetahui langsung kedudukan gramatikal masing-masing kata, penggunaan bahasa Jawa krama memberikan kesan kesantunan dalam menerjemahkan kitab kuning," beber dia. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tidak hanya tradisi literasi pesantren, adat kebiasaan pesantren pun menjadi pemandangan lumrah di kampus, memakai peci, doa-doa ala pesantren dalam berbagai acara kampus, serta tak ketinggalan kebiasaan mencium tangan oleh mahasiswa kepada dosennya. Menjadi peraturan tak tertulis, tradisi mencium tangan ini akan selalu dijumpai sebelum dan sesudah perkuliahan. 

Bahkan, bukan menjadi hal yang aneh saat seorang satpam atau tukang kebun dicium tangannya oleh dosen muda dengan alasan menghormati yang lebih tua. Hal ini merupakan wujud nyata aplikasi penghormatan nilai-nilai moral. Bukan soal siapa yang lebih terhormat, melainkan soal sikap saling rendah hati, berlomba untuk menjadi yang lebih dulu memberi penghormatan.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri wacana pendidikan karakter menemui kebuntuan realisasi, kebuntuan target dan pelaksanaan terukur. Tidak dapat dipungkiri pula keluhuran ilmu pengetahuan yang tercermin dalam kedewasaan bersikap telah luntur keluhurannya. Ilmu pengetahuan ditampakkan dalam makna sempit sebagai kekayaan wacana semata. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Membudayakan tradisi pesantren di kampus merupakan wujud nyata realisasi pendidikan karakter. Membudayakan tradisi pesantren di kampus STAINU Temanggung selaras dengan visi STAINU Temanggung dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki keselarasan antara cita, rasa, karsa, dan keimanan, generasi dengan kepribadian lengkap baik dari segi keilmuan dan moralitas," paparnya.

Generasi-generasi dengan kelengkapan keilmuan dan kesantunan laku, kata Najib, tentu amat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini yang sedang dalam ujian besar darurat moral. Oleh karena itu, STAINU Temanggung meski statusnya berkembang tetap konsisten menerapkan pola dan corak kampus berbasis pondok pesantren. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 24 November 2017

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Bandung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus NU Jawa Barat mendukung upaya Kemenag memperbaiki penyelenggaraan haji. Evaluasi termasuk perihal pemondokan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan haji bagi para jamaah.

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Rosihon Anwar melihat beberapa hal yang perlu dibenahi Kemenag terutama masalah sarana. Meskipun tahun ini sudah ada perbaikan, pelayanan haji perlu terus untuk ditingkatkan.

“Saya kira persoalan yang paling penting bukanlah jarak, tetapi dalam konteks ini bagaimana jamaah haji asal Indonesia mempunyai akses yang mudah untuk ke Masjidil Haram,” kata Rosihon saatnya ditemui Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (18/9).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rosihon memaklumi kerepotan Pemerintah mengurusi jamaah haji Indonesia lantaran kuotanya paling banyak daripada jamaah asal negara lain. “Meskipun demikian, pemerintah berkewajiban memberi pelayanan maksimal sesuai kemampuan dan regulasi yang ada,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelayanan ibadah haji yang selama ini dimonopoli Kemenag, memang banyak kelebihan sekaligus kekurangannya. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan Kemenag menjaga amanah dan kepercayaan publik dalam melaksanakan tugas, terlepas apakah ada peluang atau tidak adanya praktk-praktik penyalahgunaan wewenang.

“Tetap amanah itu harus dijaga,” tegas Rosihon.

Ia berharap Kemenag melayani jamaah haji mulai dari persiapan pemberangkatan, selama di Makkah maupun Madinah hingga pemulangan ke Indonesia. (Muhammad Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Istilah kenduri biasanya merujuk pada sebuah kegiatan perayaan sesuatu, yang biasanya dibarengi dengan selamatan; berdoa agar hajat dikabulkan dan dilancarkan oleh Allah SWT.

Ahad (6/4) lalu, menyambut datangnya pemilu serta mendukung pelaksanaan pemilu yang aman lancar, tertib dan damai, sejumlah warga Kota Solo menggelar acara Kenduri Cinta Pemilu Damai di Gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo.

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo

Dalam acara tersebut, delapan tumpeng nasi kuning dibagikan kepada para pengunjung CFD. Sebelum dibagikan puluhan warga mengerumuni tumpeng nasi kuning untuk didoakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekda Kota Solo Budi Suharto, mengatakan doa ini juga ditujukan untuk kelancaran pemilu. “Harapan dari kota Solo, agar Pemilu betul-betul jujur dalam pelaksanaannya sehingga menghasilkan yang terbaik,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, tak jauh dari tempat tersebut, beberapa warga membentangkan spanduk bernada imbauan tentang pemilu. Di antaranya imbauan yang bertuliskan ‘Siap Menang, Siap Kalah’, ‘Tolak Serangan Fajar’, dan ‘Stop Money Politic’. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Amalan, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI

Grobogan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-71 di lapangan komplek pesantren setempat, Rabu (17/8).

Menurut Pengurus pesantren, Muhammad Mudrik, dari sekitar 2.200 santri, upacara yang dilaksanakan di dalam pesantren ini diikuti sekitar 150 santri salaf dan huffadz.?

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI

"Di sini hanya diikuti oleh santri salaf dan huffadz. Kalau yang santri sekolah formal upacaranya di lapangan desa Brabo bersama masyarakat sekitar," tandasnya.?

Ada yang menarik dalam kegiatan kali ini, semua petugas dan peserta upacara memakai sarung dan baju panjang selayaknya pakaian santri setiap harinya.?

Kiai Humaidi Ali selaku pembina upacara mengungkapkan bahwa hal ini merupakan bentuk kebanggaan santri dan manifestasi jiwa nasionalis santri yang tidak patut diragukan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya lihat santri pesantren salaf tidak kalah jiwa nasionalismenya dibanding santri atau siswa yang sekolah di madrasah formal, jujur saya merasa terenyuh melihat ini," tandasnya.?

Upacara ini merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan pitulasan? (tujuh belasan) dengan berbagai macam kegiatan sebelumnya. Di antaranya lomba sepak bola, balap karung, nontong film sejarah secara bersama-sama, serta aneka macam kegiatan yang lain.



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Mengenakan sarung juga dilakukan oleh para santri di seluruh pelosok negeri dalam melaksanakan upacara Hari Kemerdekaan RI ke-71 ini. Bahkan, kiainya masing-masing yang menjadi pembina upacara untuk memberikan amanat bahwa mencintai tanah air merupakan warisan para pahlawan yang digelorakan oleh kiai-kiai pesantren dan santri itu sendiri.? (Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

MA NU 03 Brebes, Suguhkan Sintren di Brebes Expo

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 03 Brebes menyuguhkan kesenian Sintren pada Brebes Ekspo 2015. Penampilan sintren sebagai upaya melestarikan budaya pantura yang telah dikenal sejak beratus-ratus tahun yang silam.

“Entah mengapa, kesenian sintren menjadi trade mark bagi masyarakat pantura barat,” terang Kepala MA NU 03 Brebes Sulawestio, usai pementasan sintren di pembukaan Brebes Expo di Stadion Karang Birahi Brebes, Selasa sore (18/8) lalu.?

MA NU 03 Brebes, Suguhkan Sintren di Brebes Expo (Sumber Gambar : Nu Online)
MA NU 03 Brebes, Suguhkan Sintren di Brebes Expo (Sumber Gambar : Nu Online)

MA NU 03 Brebes, Suguhkan Sintren di Brebes Expo

Masyarakat Brebes, lanjut Pa Tio-demikian biasa disapa-, mengenal sintren sebagai kesenian yang mengandung magis. Padahal suatu ketrampilan yang bisa dijalankan oleh siapa saja. Seperti halnya sulap, dan jenis-jenis ketrampilan ‘alam gaib’ lainnya. “Siswa kami ajarkan, kalau sintren itu bukan magis tapi suatu ketrampilan menarik dan berbudaya, apalagi diiringi dengan berbagai lagu-lagu yang bisa kita kemas untuk menyebarkan kebaikan, bukan syirik,” terangnya.

Menurut sejarah, Sintren atau juga dikenal dengan Lais adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, Banyumas, Kuningan, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso, akhirnya R Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan).?

Sintren juga mempunyai keunikan tersendiri yaitu terlihat dari panggung alat-alat musiknya yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bambu yang ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas.

Selain menampilkan kesenian sintren, sambung Tio, MA NU 03 juga ikut membuka stand pameran. Stand diisi dengan berbagai hasil kerajinan kreatifitas siswa, serta menampilkan berbagai prestasi siswa. Para siswa, juga menampilkan kesenian sisingaan yang berputar-putar diiringi music mengelilingi stadion karang birahi.?

“Kami ingin tampil sebaik mungkin demi menghibur masyarakat Brebes yang tengah menyaksikan Brebes expo,” tandasnya.?

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Wakil Bupati Brebes Narjo SH, Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, Forkopimda, para Kepala SKPD dan undangan lainnya melakukan sawer dan kunjungan ke stand. (Wasdiun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 14 November 2017

Betulkah Pesantren Bagian Integral Sistem Pendidikan Nasional?

Oleh Abdullah SIP

Alhamdulillah topik “Arti Strategis Bagi Pesantren jika Universitas Terbuka (UT) Buka Prodi Pendidikan Agama Islam” di Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham (1/3/2014) menjadi salah satu materi? Muskerwil PWNU Jatim pada 25 - 28 Februari 2014 di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang. Berangkat dari pesantren yang didirikan oleh KH Wahab Hasbullah itu, semoga muncul terobosan yang terus menggelinding dan menghasilkan rekomendasi sesuai jiwa pendirinya yang visioner dan inovatif.

Dukungan secara pribadi antara lain datang dari KH Hakim Mahfudz (PWNU Jatim), KH. Fuad Habib Dimyathi (Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan), M.Mas’ud Adnan (Sekjen Ikatan Alumni Tebuireng), KH.Zaim Ahmad Ma’shoem (Kordinator RMI Wilayah Barat meliputi Jawa dan Sumatera), Drs KH Ali Mufidz MPA (mantan gubernur Jateng), Mustasyar PWNU Jateng yang juga penyusun buku UT Pengantar Ilmu Administrasi Negara, waktu sowan ke ndalem KH A. Hamid Baidlowi Anggota DPA 1998-2004 masa kepresidenan BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid dan Megawati ? beliau ke Wonosobo, penulis diterima oleh Gus Ahfas putranya ikut mendoakan.

Betulkah Pesantren Bagian Integral Sistem Pendidikan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)
Betulkah Pesantren Bagian Integral Sistem Pendidikan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)

Betulkah Pesantren Bagian Integral Sistem Pendidikan Nasional?

Setelah surat terbuka kami kepada Mendikbud dan Menag mendapat konfirmasi dari Setjen akan menjadi masukan aspirasi dan akan dibahas oleh DPR RI tentang arti strategis bagi pesantren jika UT buka prodi PAI, kami menyampaikan terimakasih sebelumnya dan kita tunggu kapan pembahasannya, dan sampai sejauhmana perhatiannya terhadap pesantren?

UT diresmikan sebagai PTN ke 45 berdasarkan SK Presiden RI No.41 tahun 1984. Istilah “terbuka” dalam sistem pendidikan UT mengandung makna bahwa setiap orang termasuk santri dapat menjadi mahasiswa UT tanpa ada pembatasan, baik tahun kelulusan ijazah SLTA, usia, lama studi, maupun tempat tinggal atau pondok. UT terkait dengan sistem pendidikan “jarak jauh” yang mengandung pengertian adanya jarak antara yang belajar dan yang mengajar. Jarak ini dijembatani dengan media yang khusus, dikembangkan untuk sistem belajar jarak jauh, dengan cara tutorial tatap muka, tutorial online, atau belajar mandiri dengan membaca buku ajar.

Arti strategisnya bagi pesantren, bahkan? para peserta dapat mengikuti kuliah yang lokasinya di luar negeri. Seperti santri Ma’had Syaikh Muhammad Al Maliki Makkah dan Habib Zain Smith Madinah serta Darul Musthofa Yaman, jika santri dari pesantren tersebut berminat dapat kuliah PAI UT, adapun ujian persemesternya bertempat di KBRI negara tersebut.

UT diselenggarakan oleh Kemendikbud? melalui PTN dan cukup berpengalaman menyelenggarakan sistem belajar jarak jauh sejak berdirinya tahun 1984. Kini sudah waktunya prodi PAI dan studi Islam lainnya dapat bekerjasama dengan UIN atau Kemenag dapat menjalankan sistem yang sama dalam rangka pemerataan pendidikan/ perguruan tinggi bagi setiap warga negara, termasuk santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Surat Dirjen Pendidikan Islam Kemenag? 3 Oktober 2013 menyebutkan bahwa dari seluruh PTAI ada 69 PTAI yang bersih tidak menyelenggarakan kelas jauh dan ada 49 PTAI yang melakukan pelanggaran kelas jauh. Fakta yang cukup banyak itu membuktikan: Pertama, Kebutuhan kuliah prodi itu sangat besar, jumlah itu belum termasuk yang berminat, namun tidak berani atau nekat masuk kelas jauh.

Kedua, terjadi ketimpangan kurangnya jumlah PTAI yang dekat dengan domisili mahasiswa/pesantren, menunjukkan tidak merata, sangat terbatasnya SDM. Kondisi ini merupakan Darurat PTAI.

Maka perlu solusi legal dan cepat yang efisien dengan membuka PAI sistem belajar jarak jauh (SBJJ) seperti UT. Moratorium PAI mestinya tidak berlaku di SBJJ agar pesantren dapat segera menikmati akses perguruan tinggi. Bila perlu Presiden RI menerbitkan SK peresmian Universitas Islam Terbuka.? Pesantren dapat memanfaatkan/mensiasati? UT universitas negeri sambil menunggu kondisi ideal legalitas Ma’had Aly dan berdirinya ratusan STAINU atau PTAI di lingkungan pesantren yang butuh waktu lama, agar beberapa angkatan putra putri NU (santri) tidak kehilangan kesempatan menikmati pendidikan/ perguruan tinggi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

UT tersebut dapat merubah nasib guru madrasah. Sekarang jangan cuma menyalahkan mereka kalau masuk kelas jauh, tapi koreksilah dan tengoklah sudah berapa banyak PTAI yang didirikan menjadi tanggung jawab pemerintah, sementara belum ada solusi dengan mengeluarkan kebijakan pembukaan PAI SBJJ.

Jika ada moratorium PAI, tetap diusulkan dibuka PAI khusus SBJJ di samping prodi Fakultas Studi Agama? Islam lainnya seperti jurusan hukum Islam, Ushuluddin dan Ekonomi Islam. Moratorium tidak pernah berakhir kalau tidak ada usulan pembukaan prodi. Padahal PAI yang paling banyak menyedot mahasiswa/santri mau kuliah S1 agar dapat mengajar di? madrasah.

Moratorium PAI oleh pemerintah mohon ada pengecualian di UT, kejenuhan PAI belum mengakomodasi sistem belajar jarak jauh, belum membuka PAI yang dibutuhkan pesantren yang sesuai kondisi mahasiswa berlatar santri yang tidak bisa meninggalkan/melepaskan diri dari pesantren atau kiainya.Tidak mungkin secara dini boyong untuk kuliah ke UIN, kecuali mungkin ke UIN kalau untuk menempuh S2 sampai Doktoral. ? Membuka peluang pembukaan prodi S1 PAI di UT akan meramaikan kembali pesantren.

Usulan agar UT membuka PAI mudah-mudahan juga membuka pintu usulan prodi agama Islam lainnya. Pengalaman kami sebagai Pengelola Pokjar UT, banyak yang berminat mendaftar di PAI UT jika dibuka, namun hanya bisa menawarkan prodi umum, menutup kesempatan kuliah prodi agama terhadap santri terpandai.

Alhamdulillah UT memang sudah membuka prodi perbankan syariah, lengkapnya FEKON Prodi Manajemen bidang minat manajemen keuangan dan perbankan syari’ah, serta Prodi Ekonomi Pembangunan bidang minat ekonomi dan perbankan syariah. Diharapkan pihak UT dapat segera melengkapi ketersediaan buku ajar terkait modul perbankan syariah.

Bapak Presiden dan pihak-pihak terkait perlu mendengar jeritan hati kami dari dunia pesantren. Pesantren yang telah banjir darah selama masa perjuangan melawan penjajah, kemudian di masa kemerdekaan kembali ke pesantren, tidak mengambil kesempatan masuk TNI, tetap konsisten/istiqamah di dunia pendidikan. Ironis lulusannya tidak mendapat pengakuan ijazah pendidikan formal di semua tingkatan, bahkan juga sampai sekarang belum menikmati akses perguruan tinggi agama Islam sistem belajar jarak jauh, tidak seperti yang sekarang telah berjalan di UT hanya membuka prodi pengetahuan umum. Kalau terus begini nasibnya, betulkah pesantren bagian integral sistem pendidikan nasional implementasi dari UU Sisdiknas No.20 tahun 2003?

Kita menilai aspirasi dari dunia pesantren tersebut sebagai hal yang wajar, sesuai program UNESCO “pendidikan untuk semua”, dan bukankah Presiden RI dan para pejabat muslim dalam jajarannya juga mewakili populasi umat

Islam terbesar di dunia?

?

Abdullah SIP, Pengelola Pokjar Lasem Program Beasiswa Bidikmisi Universitas Terbuka, Pengurus PP IPNU 1992-1996, merintis Pesantren Pustaka Sambua.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Habib, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 12 November 2017

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember berkomitmen tidak akan memberikan peluang pada upaya eksploitasi tambang di bumi Jember. Pasalnya, eksploitasi tambang dinilai lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, Abdul Qadim Monembodjo di sela-sela sarasehan “Deklarasi Bersama Tolak Pertambangan” di aula kantor NU Jember, Rabu (17/12).

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Menurut Qodim, kebanyakan eksploitasi tambang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara masyarakat di sekitar area penambangan, justru menderita. Lingkungan rusak dan tercemar. Budaya dan moralnya juga tercemar karena biasanya karyawan dan pengelola  tambang juga membawa perilaku buruk di tengah masyarakat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Buktinya juga banyak. Bukan hanya lingkunganya yang tercemar, tapi moral masyarakat juga tak karuan. Pelacuran di sekitar tambang juga tumbuh subur,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember itu menambahkan, sejak dulu NU Jember tak pernah berubah haluan soal isu penambangan di Jember, terutama  galian B.

Dikatakannya, pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten  Jember sudah mulai bergulir sejak tahun 2013, namun tidak mulus karena adanya dua kubu yang menolak dan menyetujui eksploitasi tambang. Eksekutif menyetujui eksploitasi tambang, sedangkan sebagian besar anggota legislatif menolak tambang. “Kami dukung yang menolak tambang,” lanjutnya.

Sarasehan penolakan tambang itu diikuti oleh PCNU Jember (selaku penggagas), PCNU Kencong, PMII Cabang Jember, Ranting NU Paseban, SD Impres, KAPPALA Indonesia. Semuanya tegas dan kompak menolak eksplotisi tambang.

Sekadar diketahui,  saat ini pembahasan RTRW Kabupaten Jember sudah rampung dibahas oleh Pansus DPRD Jember. Hasilnya, mayoritas anggota pansus menolak eksploitasi tambang. Namun eksekutif (bupati) enggan mengesahkan Raperda RTRW tersebut karena RTRW itu tidak memasukkan ekslploitasi tambang. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 11 November 2017

Narkoba di Pesantren? Upaya Membaca Ulang Peran Pesantren

Oleh Asmawi Mahfudz

Menanggapi pernyataan Komjen Budi Waseso di beberapa media bahwa narkoba sudah masuk di Pesantren, penulis merasa tergugah untuk mengevaluasi diri dan menyatakan apakah sudah sedemikian parahnya narkoba di Indonesia, atau berita itu hanya sekadar isu yang perlu pembuktian dan pengumpulan barang bukti nyata?

Sejauh pengalaman penulis selama menjadi santri, pengurus pesantren, pengajar sampai kepada sekarang mendapat amanat (ketiban sampur) untuk meneruskan pengelolaan Pondok Pesantren al-Kamal Blitar Jawa Timur. Mulai dari tahun 1990-an sampai sekarang penulis mulai masuk dalam dunia pendidikan Pesantren. Terdapat dinamika di dalamnya, keunikan institusi, sistem belajar mengajar, aktualisasi ilmu (dakwah bil hal) yang dilakukan oleh pesantren sampai relasi hubungan pesantren dengan masyarakat sekitarnya. ? ? ?

Narkoba di Pesantren? Upaya Membaca Ulang Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Narkoba di Pesantren? Upaya Membaca Ulang Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Narkoba di Pesantren? Upaya Membaca Ulang Peran Pesantren

Pesantren adalah institusi tertua, yang menjalankan fungsi dan peran sebagai lembaga persemaian ajaran Islam di Indonesia. Sejak pertama kali Islam menginjakkan kaki di Indonesia, nampaknya para muballigh (penyebar) Islam telah memilih pesantren untuk menyampaikan ajaran-ajarannya. Ini tidak terlepas dari strategi para mubaligh tersebut, yang memandang bahwa penyampaian ajaran Islam ala pesantren lebih efektif, diterima, efisien, dan mempunyai kelebihan-kelebihan lain dibanding sistem yang lain. Misalnya dakwah dengan retorika saja, dengan uswah (contoh) saja, atau dengan pengajian bandungan saja. Pesantren nampaknya mengakomodasi semuanya demi terwujudnya sebuah sistem pengajaran Islam yang dapat diterima karakter orang Indonesia dengan Islam berwatak rahmatan lil alamin (memberi kasih sayang pada semua makhluk).

Sejak Islam datang abad ke-7 M, pesantren juga memulai dakwahnya. Ini berarti sudah 14 abad pesantren memulai dakwahnya di Indonesia. Dengan perjalanan panjang itu tentunya ditemui hambatan, tantangan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia. Mungkin tantangan dihadapi dari para penganut agama yang berbeda agama dan keyakinan, dari elemen tokoh masyarakat setempat, para penguasa tokoh politik yang berseberangan dan lain sebagainya. Dari berbagai tantangan yang berasal elemen masyarakat itu, nampaknya ? pesantren dapat menyikapinya dan menyelesaikannya tanpa ada gejolak konflik yang berarti. maknanya pesantren dilihat dari satu sisi teruji dari berbagai tantangan dan tentangan yang dihadapinya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Wacana itu mungkin kacamata pesantren pada zaman awal Islam masuk di Indonesia, yang disampaikan oleh para mubaligh unggul yaitu para sunan yang berjumlah sembilan orang (Wali Songo), mulai dari Sunan Ampel Raden Rahmatullah sampai periode Sunan Muria. Sikap dan strategi seperti yang dilakukan Wali Songo inilah yang perlu dijadikan qudwah (contoh) oleh para pengelola pesantren di era-era selanjutnya. Mereka menyampaikan ajaran Islam dengan santun, kolaboratif dengan masyarakat, akomodatif, yang mencerminkan misi Rasulullah yang ketika menyampaikan ajaran Islam dengan berbekal akhlakul karimah.

Di lihat dari perspektif kekinian, permasalahan dunia tabligh sudah semakin komprehensif. Mulai dari masalah persatuan umat yang semakin mengkhawatirkan, munculnya aliran-aliran baru yang membuat dakwah tidak hanya keluar tetapi juga bisa ke dalam (internal) untuk meluruskan ajaran-ajaran yang sekira dapat membahayakan umat Islam. Juga masalah sekularisme, efek dari prinsip hidup materialisme dan kapitalisme yang akhirnya menimbulkan perilaku liberal dalam diri umat Islam. Masalah materialisme ini pun pada akhirnya juga membuat ghirah (semangat) para da’i semakin berkurang, dikarenakan segala sesuatu diberi perpektif materi dan duniawiyah. Masalah politik yang semakin hari juga terus mendominasi khazanah perdebatan umat Islam di Indonesia. Untuk itu tantangan dunia Islam Indonesia sekarang ini sudah sangat berat sekali. Membutuhkan etos dan strategi yang juga komprehensif dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah-masalah umat itu.

Pesantren dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya dituntut untuk berperan lebih aktif dalam menyelesaikan problematika umat Islam khususnya di Indonesia. Mulai masalah politik, ekonomi, sosial, kemiskinan, ketidak adilan, seperti yang telah di praktikkan oleh para penyebar Islam di Indonesia ketika mengaktualisasikan ajaran Islam dalam bumi Nusantara. Ruh dan semangat perjuangan yang di praktikkan oleh Wali Songo sebagai model yang patut diteladani, di iringi dengan penyempurnaan-penyempurnaan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Taruhlah dunia modern sekarang ini, pesantren dihadapkan dengan berbagai ? tantangan terkait dengan materi pendidikan yang di sampaikan, perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, kebijakan-kebijakan politik pendidikan, juga masalah hubungan pesantren dengan masyarakat sekitarnya.

Dalam bidang materi ilmu yang disampaikan, kerapkali terjadi bias. Antara kandungan materi yang di sampaikan dengan kompetensi yang diharapkan oleh para pengasuh pesantren. Idealisme para pengasuh pesantren (kiai atau ustadz) santri diharapkan menjadi sosok pejuang (dai) yang serba bisa untuk terjun di masyarakatnya masing-masing. Mungkin ada yang menjadi praktisi pendidikan, politisi, ekonom, pengusaha, dokter, petani dan lain-lain. Tetapi kandungan materi kurikulum pesantren masih, terikat dengan madhab tertentu, ilmu-ilmu ubudiyah an sich, fiqih, nahwu. Yang itu semuanya sebenarnya hanya dapat menyelesaikan problematika umat yang berhubungan dengan sebagian dari ilmu Agama Islam saja, di luar masalah agama, para santri bisa jadi tidak mampu untuk menyelesaikannya atau menghindar untuk menyikapinya. Karena dalam masalah ke-Islaman saja, kadang juga harus melibatkan ilmu-ilmu lain di luar ilmu keIslaman, untuk menambah pendekatan atau perspektif sehingga masalah-masalah keIslaman lebih bisa diselesaikan dengan komprehensif. Contoh yang nyata mungkin ? adalah untuk menemukan status hukum tentang dunia perbankan kita, tidak dapat hanya dengan perspektif fiqih saja, melainkan juga harus melibatkan ilmu-ilmu sosial, ekonomi, praktisi ekonomi, sehingga status hukum yang diambil dalam ajaran Islam lebih tepat sasaran dengan sesuai dengan nilai-nilai keadilan yang menjadi ruh (esensi) dari transaksi ekonomi Islam itu sendiri.

Berhubungan dengan ilmu manajemen tidak bisa pesantren hanya mengandalkan seorang figur kiai yang mempunyai banyak keterbatasan sebagai manusia biasa, juga harus melibatkan partisipasi elemen masyarakat di luar pesantren. Misalnya para stakeholder yang ada di sekitar pesantren, meliputi pengusaha, politisi atau pejabat setempat, masyarakat secara umum, praktisi-paktisi dalam berbagai bidang kehidupan. ? Dengan adanya ? hubungan yang nyata dari berbagai pihak, pesantren akan lebih mampu melibatkan diri dalam berbagai posisi-posisi strategis di masyarakat sehingga akan lebih berperan sesuai dengan fungsinya yang rahmatan lil alamin. Pesantren bisa memposisikan sebagai praktisi pendidikan, kekuatan politik di masyarakat, sebagai institusi atau simbol keagamaan yang selalu dinilai luhur oleh masyarakat sekitarnya, dan pesantren sebagai anggota masyarakat secara umum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu pengelolaan pesantren dalam perspektif kekinian membutuhkan inovasi, akselerasi, dan kreativitas oleh berbagai pihak dalam rangka memperbaiki peran-peran, strategi, muatan materi dan managemen yang diterapkan di Pesantren, untuk mewujudkan institusi pesantren yang menjalankan berbagai ? fungsinya di tengah-tengah masyarakat global.

Apalagi kalau dihadapkan dengan dinamika perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini, kehidupan kebangsaan dan ketatanegaraan kita seolah-olah juga mengalami perubahan yang sampai ke sendi-sendinya. Sistem politik yang mengarah kepada demokrasi liberal memberikan ruang yang sangat lebar bagi warga Negara Indonesia untuk mengekspresikan aspirasi politiknya. Akhirnya elemen-elemen masyarakat Indonesia menyampaikan suara politiknya melalui jalur-jalur partai politik yang di prediksi dapat menerima dan melaksanakan unek-uneknya. Bagi umat nasara atau Kristen katolik menyampaikan aspirasinya kepada parpol yang sekeyakinan, bagi umat Islam menyampaikan kepada parpos yang mempunyai jargon Islam, bagi yang nasionalis, juga sama menyampaikan suara politiknya kepada parpos yang nasionalis. Tak ketinggalan adalah lembaga pesantren menyampaikannya kepada parpol yang notabene dapat mem-backup pendidikan pesantren.?

Untuk kasus yang terakhir pesantren dituntut untuk jeli dan hati-hati untuk menentukan sikap politiknya. Jangan sampai pesantren didekati oleh partai-partai politik hanya sekedar menjadikannya lumbung suara, tetapi tidak diimbangi dengan kebijakan-kebijakan politik yang berpihak kepada pesantren. Sikap politik yang ikhtiyath (hati-hati) dengan mengakomodasi semua partai politik yang ada, akan lebih bermanfaat dan dapat menanamkan sikap mengayomi semua golongan, disbanding dengan fanatik dengan partai politik tertentu, tetapi di belakang hari tidak memberikan kemaslahatan kepada umat Islam secara keseluruhan (kaffah).

Problematika Sikap politik pesantren akhir-akhir ini kadang menjadikan lembaga itu menjadi tujuan para pemimpin-pemimpin parpol mencari dukungan dan legitimasi politik untuk mencari simpati umat Islam secara keseluruhan. Semakin besar sebuah pesantren, dengan jumlah santri-alumni banyak, semakin sering pesantren dan pengasuhnya menerima tamu dari parpol-parpol. Tetapi di sisi lain juga akan menimbulkan mis persepsi dari umat Islam awam yang berada di akar rumput (grass root). Mereka akan bingung untuk menetapkan hati kepada panutan figur pesantren yang diikutinya. Kadang pesantren menerima tamu dari parpol nasionalis, kadang agamis atau malah kadang non muslim. Pemikiran orang awam semacam ini adalah wajar, hanya saja melakukan pendidikan politik umat dengan diimbangi dengan pencerahan sikap politik yang dibawa oleh pesantren, akan lebih memposisikan pesantren sebagai primadona bagi semua golongan yang ada di Indonesia. ? ?

Akhirnya pesantren dalam konteks sekarang sebenarnya sudah menempatkan dirinya sebagai institusi yang multitalenta. Pesantren dapat memposisikan diri sebagai lembaga pendidikan, juga bisa masuk ranah politik, bidang ekonomi, sosial dan lain-lain. Pesantren yang semula hanya sebagai penyampai ajaran Islam secara formal ubudiyah, nampaknya dengan dinamika kehidupan pesantren dengan berbagai tantangannya, merubahnya menjadi sebuah lembaga yang melaksanakan program-program pemberdayaan umat dari berbagai bidang. Ini terbukti dengan adanya lembaga ekonomi di pesantren seperti koperasi, juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), politisi, advokat (praktisi hukum), dokter rumah sakit dalam keluarga pesantren, teknokrat dan lain sebagainya. Semoga dengan paradigma pesantren yang berubah ini juga diikuti oleh semua elemen masyarakat dalam memberikan perspektif tentang pesantren, baik oleh internal pesantren sendiri maupun orang-orang yang berada di luar (eksternal) pesantren. Sehingga pesantren yang umurnya sudah tua itu? menemukan relevansinya dalam memberikan kontribusi kepada kehidupan umat Islam di Indonesia secara khusus, maupun umat Islam secara keseluruhan, atau bahkan memberikan manfaat bagi seluruh alam, rahmatan lil alamin. Wallahu alam bisshawab.

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kamal Kunir Blitar, Jawa Timur, Pengajar di IAIN Tulungagung, Email: asmawi_mahfudz@yahoo.com.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock