Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.



Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Sedikitnya 100 ibu-ibu anggota Muslimat NU Jakarta Utara menjadi peserta kegiatan bertajuk Penyuluhan Konsumen Cerdas di Kantor MUI Jakarta Utara, Selasa (28/2) lalu.

Acara ini terselengara atas kerja sama Muslimat NU Jakarta Utara dan Kementerian Perdagangan RI. Forum ini menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Diah Palupi yang berbicara perihal pentingnya mutu produk terhadap keamanan konsumen dan praktisi perlindungan konsumen Jakarta Aman Sinaga dengan materi peranan badan penyelesaian sengketa konsumen.

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Selain itu, Ketua PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh SEY juga hadir dan menyajikan materi Perlindungan Konsumen Perspektif Hukum Islam.

Aniroh menegaskan pentingnya Muslimat NU melakukan peningkatan perlindungan kepada konsumen serta mengupayakan tersedianya makanan yang sehat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkualitas perlu dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk dalam penyediaan makanan yang dikonsumsi keluarga,” kata Aniroh.

Sekretaris Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruchyati menyampaikan pada Kamis (3/2), acara tersebut sangat penting untuk menggerakkan peran Muslimat NU DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman betapa perlunya perlindungan bagi konsumen.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Agar anggota Muslimat bisa menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengertian serta pemahaman hukum Undang-undang perlindungan konsumen,” ujar Yayah. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ubudiyah, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah?

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Allah itu Maha Mengawasi dan Maha Melihat atas semua yang diperbuat hambanya. Karena Allah Maha Melihat maka kita perlu melakukan ikhtiar melalui seluruh indera kita agar kita bisa menerima pandangan atau cahaya Allah.?

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah?

“Aku harus selalu mencintai Allah supaya Allah tidak lepas dari pandanganku”. Salah satu metode untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam pandangan kita adalah melalui Muraqabah, kata KH Luqman Hakim dalam acara Kongkow Sufi, Rabu (9/11) di Jakarta.

Menurutnya pakar tasawuf tersebut, muraqabah adalah metode untuk melaksanakan Al-ihsan (antabudallah ka annak taroka fainlam tarak fainnahu yarak) supaya kita bisa memandang dan dipandang oleh Allah. Lalu ada proses dan tahapan selanjutnya setelah muraqabah adalah Musyahadah dan Marifah.?

Untuk bisa melakukan muraqabah yang dibutuhkan adalah sebuah kesadaran. Kesadaran bahwa ia sedang dan selalu dipandang oleh Allah. Ketika Allah memandang diri kita, Allah memandang dengan mataNya yang mewakili ekspresi dari asma, afal dan sifat-Nya.?

Agar seseorang siap untuk dipandang, Allah memberikan kepada hambanya istidadul abdi (kesiapan untuk dipandang) yang membutuhkan beberapa tahapan ikhtiar atau proses. Ketika seorang hamba tidak siap untuk bisa menerima cahaya pandangan Allah maka ia bisa terbakar.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dan sebaliknya ketika seorang hamba sudah siap dipandang dan menerima cahaya Allah maka ia siapkan cermin yang bersih untuk memantulkan cahaya Allah dan itulah yang disebut Nurun ala nuurin (Cahaya di atas Cahaya).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Proses perjalanan hamba untuk bisa memandang dan menerima cahaya pandangan dari Allah kalau digambarkan dalam bentuk grafik menyerupai sebuah Kurva. Persiapan diri kita dari titik awal kiri bawah perlahan-lahan bergerak naik ke arah kanan atas menuju Allah.?

“Tahapan pada psoses ini bernama Mujahadah yakni sebuah proses perjuangan hamba melawan hawa nafsu untuk bisa berjumpa dan memandang Allah,” tutur Kiai Luqman.

Ketika seorang hamba sudah mencapai titik atas mampu memandang Allah yang disebut dengan Marifat, maka tahapan berikutnya adalah perjalanan turun dari atas pendakian namun sudah dibarengi dengan cahaya Allah. (Akhlis/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pahlawan, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 31 Januari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam status Facebook-nya beberapa waktu lalu, KH Drs Habib A Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul Yogyakarta, menyampaikan kebanggaannya telah berkhidmah kepada Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal Abidin Munawwir sejak awal masuk Krapyak hingga akhir hayat beliau.

Habib menyatakan betapa khidmah sebagai santri beliau tersebut merupakan salah satu bentuk pendidikan yang ia terima. Misal, saat pertama kali mondok di Krapyak, Habib mengisahkan, tidak sedikit pelajaran yang ia petik dari Kiai Zainal.

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

“Ketika mengarang kitab Muqtathafat min Jawamii Kalimihi Shallallahu Alaihi wa Sallam, kira-kira tahun 1987-an, saya berkesempatan mengetik naskah tersebut di kertas sheet yang zaman itu dipergunakan untuk mencetak,” kenang Habib.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Habib melanjutkan, “Lantaran mengetik naskah kitab itu, ada banyak hal yang saya dapat, mulai dari ilmu yang ada di dalamnya sampai dengan kelancaran saya dalam mengetik teks Arab. Hasilnya, ternyata dari sinilah antara lain yang membuat saya dipercaya untuk mentahqiq beberapa kitab karya ulama nusantara tempo dulu oleh Depag RI.”

Habib yang di masa awalnya nyantri di Krapyak, tahun 1976, sudah ndherek KH Zainal Abidin Munawwir dan menempat di salah satu kamar di ndalem beliau. Waktu itu satu rumah masih ditempati bersama Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Hajjah Sukis (istri kedua Romo Kiai Munawwir, ibunda KH Zainal Abidin Munawwir, Ny. Hj. Hasyimah dan KH Ahmad Warson Munawwir), Ny. Hj. Jamalah (almh) bersama dua anaknya, dan keluarga baru Al-Maghfurlah KH A Warson Munawwir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Habib juga mengisahkan, “Waktu itu, beliau masih menjadi anggota DPRD DIY dari Partai Nahdlatul Ulama. Yang istimewa, kalau ke kantor DPRD di Bantul, beliau naik sepeda onta lanang. Beliau sama sekali tidak kesengsem dengan kendaraan sepeda motor yang biasa dipakai oleh para anggota DPRD pada saat itu.”

Kesederhanaan dan kehati-hatian Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal dalam masalah harta memang sudah sedari awal didengar Habib dari Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Sukis. “Misalnya ketika beliau ndherekke ziarah haji ibundanya di tahun tujuh puluhan. Ternyata, berdasarkan kisah Nyai Sukis kepada saya, waktu mendaftar haji itu ternyata beliau menabung dengan mengumpulkan uang di dalam besek yang disimpan di atas pyan atau loteng. Sungguh sebuah perbuatan yang penuh dengan kehati-hatian.”

Habib juga tak lupa pesan terakhir beliau kepadanya sebelum beliau wafat menghadap Yang Maha Kuasa. Habib menyatakan bahwa pesan tersebut hampir mirip dengan pesan KH Ali Maksum ketika beliau memerintahkannya untuk membaca kitab di hadapan para santri.

“Pesan Pak Zainal kepada saya, ‘Bib... kowe kudu istiqamah anggonmu mulang. Aja nganti semangatmu kendho nek sing tok wulang ki ming sithik, wong siji loro’ (Bib, kamu harus istiqamah dalam mengajar. Jangan sampai semangatmu kendur jika yang kamu ajar itu hanya sedikit, satu atau dua orang saja-red.),” ujar Habib.

“Sementara pesan Pak Kiai Ali Ma’sum, ‘Atimu kudu padha antarane mulang wong siji karo wong sewu. Aja rumangsa luwih wibawa yen mulang wong sewu’ (Hatimu harus sama antara ketika mengajar satu anak dan seribu anak. Jangan merasa lebih berwibawa saat mengajar seribu orang-red.),” lanjut Habib. (Yusuf Anas/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Pertandingan, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Pekalongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Radio Aswaja FM yang mengudara di jalur 107.8 M.Hz siap melakukan siaran perdananya pada tanggal 6 Mei 2013 mendatang dengan format siaran religius, edutainment dan news dengan dikawal 10 penyiar.

Radio dengan tagline "Radione Warga NU Pekalongan" akan mengudara mulai jam 05.30 pagi hingga 23.30 malam dengan program program yang telah disiapkan antara lain pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai, baiti jannati dan lain lain.

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Penaggungjawab Radio Aswaja FM, H. Muhtarom kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Senin (15/4) mengatakan, beberapa program unggulan radio aswaja telah disiapkan dan siap memberikan hiburan dan pencerahan wawasan keagamaan ala ahlus sunnah wal jamaah di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Program pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai dan dialog interaktif ummat bertanya kiyai menjawab telah disiapkan untuk warga Kota Pekalongan," ujarnya di tengah tengah melakukan persiapan.?

Dikatakan, saat ini Aswaja FM masih melakukan uji coba audio serta pembenahan teknis yang diharapkan pada akhir bulan April ini bisa dirampungkan.

Tarom berharap, kehadiran Aswaja FM di Kota Pekalongan dengan format dakwah dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang merindukan siaran radio dengan gaya yang santun dan tahu kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan yang religius.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya berharap kehadiran Aswaja FM dapat menjadi pelengkap dan memenuhi keinginan masyarakat, khususnya warga nahdliyyin dalam hal siaran yang edukatif religius dengan format menyajikan informasi Islam yang ramah bukan Islam yang marah," katanya.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap Radio Aswaja FM dapat menjadi sarana penyebaran ajaran Islam ala ahlus sunnah wal jamaah di tengah tengah masyarakat Kota Pekalongan yang religius, sehingga NU tidak saja berkecimpung dalam kegiatan keagamaan semata, lebih dari itu NU dapat membantu memberikan pencerahan keagamaan melalui media radio.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 06 Januari 2018

Ajaran Islam Transnasional Harus Ditangkal Sejak Dini

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pendidikan Islam di Indonesia harus diselamatkan dari ajaran Islam yang anti toleransi. "Saat ini aliran Islam non moderat masuk melalui oknum guru agama dan kegiatan kerohanian Islam. Kementerian Agama sekuat tenaga menangkalnya sejak dini,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin.

Hal ini dikatakannya pada puncak acara Hari Guru Nasional (HGN) ke-72 tahun 2017 yang digelar di Hotel Novotel Tangerang, Jumat (8/12/2017) pukul 20.00 WIB.

Ajaran Islam Transnasional Harus Ditangkal Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajaran Islam Transnasional Harus Ditangkal Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajaran Islam Transnasional Harus Ditangkal Sejak Dini

Acara ini mengangkat tema "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Etos Kerja dalam Menguatkan Pendidikan Karakter".

Kamaruddin Amin menyampaikan, malam puncak HGN ini  merupakan rangkaian Hari Guru Nasional 2017.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pihaknya memberikan penghargaan kepada guru-guru agama berprestasi yang menjaga keberlangsungan Indonesia dengan mengajarkan moderasi Islam secara konsusten.

Di tengan suasana politik dunia Islam yang kurang menguntungkan, Indinesia harus waspada terhadap arus radikalisme dan terorisme yang berimplikasi disintegrasi bangsa.

"Kementerian Agama adalah tangan pemerintah yang harus hadir menjaga ideologi pancasila dan nilai islam rahmatan lilalamin," lanjut Kamarudin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelumnya, Ditjen Pendidikan Islam telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan  HGN, yaitu, pertama, pemberian Anugerah Konstitusi pada guru Pendidikan Kewarganegaraan.

Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi dan Kemendikbud ini diselenggarakan pada 6-11 November 2017

Kedua, antri corruptin teacher supercamp bagi para guru madrasah  bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketiga, jalan sehat guru RA/Madrasah bersama Menteri Agama pada 18 November 2017.

Keempat, grand final kompetisi guru, kepala, dan tenaga pendidikan RA/Madrasah berprestasi yang berlangsung pada 21 - 24 November 2017. Kelima, Pameran Pendidikan Islam Guru Madrasah pada 21 - 24 November 2017.

Malam Puncak Peringatan HGN ke-72 tahun 2017 ini dihadiri Pejabat Eselon II, sejumlah Kakanwil, serta lebih dari 500 Guru, Pustakawan, Laboran, dan pengawas Madrasah. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November, bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 24 Desember 2017

Jihad NU Melawan Korupsi

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah.?

Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).

Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.

Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad NU Melawan Korupsi

Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan.?

NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi.?

Info Buku

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia

Penulis : Rumadi Ahmad, dkk

Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim

Penerbit : Lakpesdam PBNU

Tahun : 2016

Tebal : XVI + 194

ISBN 978-979-18217-8-0

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebanyak 32 naskah peserta lomba esai Islam Nusantara, dalam rangka International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIl) telah ditetapkan masuk sebagai naskah buku. Ke-32 naskah ini berasal dari penjurian tahap ke-3.

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Naskah-naskah tersebut dipilih karena dinilai memberi sumbangsih tema dan gagasan pada kajian Islam Nusantara, sesuai dengan tema diangkat oleh panitia ISOMIL PBNU, yakni “Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia”. ISOMIL menjadi agenda untuk mengampanyekan Islam moderat di dunia internasional.

Koordinator Publikasi ISOMIL dan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, H Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa peserta yang lolos 32 besar, menulis tema Islam Nusantara dari pelbagai perspektif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Islam Nusantara itu dapat didekati dari berbagai perspektif yang unik. Banyak naskah-naskah dari peserta yang sebenarnya bagus dan memberi respon yang baik dalam sumbangsih ide untuk pengembangan kajian Islam Nusantara. Juga, banyak naskah yang ditulis secara baik, namun terlalu jauh dari tema, sehingga tidak masuk dalam kurasi buku,” terangnya.

Buku “Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” rencananya akan dibagikan pada penyelenggaraan ISOMIL dan menjadi tawaran gagasan kepada forum dialog antar peserta. Editor buku ini, Munawir Aziz, mengungkapkan bahwa kajian tentang Islam Nusantara yang ditulis oleh beberapa peserta sangat beragam dan kaya data.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Naskah dari peserta melengkapi khazanah Islam Nusantara yang telah ditulis beberapa peneliti sebelumnya. Juga, melengkapi mozaik kajian Islam Nusantara, yang sudah dipublikasi dalam beberapa buku dan media. Buku ini, menyumbangkan gagasan dan menambah puzzle dalam konfigurasi ide tentang Islam Nusantara,” ungkap Munawir Aziz, yang menjadi editor buku ini bersama Dr. H. Juri Ardiantoro. ?

Pengumuman pemenang lomba esai Islam Nusantara, rencana akan ditampilkan di website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham pada Ahad (08 Mei 2016) malam ini. Peserta lomba dipersilakan memantau terus update berita dari website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Berikut, nama-nama peserta dan naskah yang masuk dalam 32 besar, yang akan diterbitkan dalam buku ‘Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” pada agenda Isomil PBNU, 9-11 Mei 2016 ini.

Judul naskah dan nama penulis:

1. Wali Songo dan Wajah Islam di Bumi Nusantara sebagai Inspirasi Dunia |Egi Sukma Baihaki

2. Model Dakwah Kebudayaan Sunan Kalijaga dalam Syiar Islam Nusantara | Inggar Saputra, M.Si

3. The Beauty of Brotherhood in The Town of Kudus: Sang Sunan sebagai Katalisator Penyebaran Islam | Dani Puspitasari

4. Formula Abah Sepuh (1905-1956) dalam Mewujudkan Kerukunan Beragama dan Bernegara: Dari Zaman Kolonial sampai Pasca Kemerdekaan Indonesia | Deni Kusuma | hal.

5. Tasawuf dan Semangat Berbangsa : Kontribusi Kiai Ihsan Jampes Pembumian Tasawuf Nusantara | Dr. Wasid, SS., M.Fil.I

6. Prinsip-Prinsip Kebangsaan Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Ulama Nasionalis-Religius dari Indonesia Timur | Hulaimi Al Amin

7. Pandangan Keagamaan Sayid Usman bin Yahya dan KH. Hasyim Asy’ari Akhir Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20 | Ahmad Athoillah, MA

8. Titik Strategis Islam Nusantara dalam Menyongsong Peradaban Dunia: Islam sebagai Etika Publik di Era Globalisasi (Pemikiran Abdurrahman Wahid) | NORA FARIDATIN

9. Pemikiran dan Nilai Keteladanan KH. MA. Sahal Mahfudh tentang Perdamaian, Moderatisme, Toleransi dan Prinsip Kebangsaan sebagai Inspirasi Peradaban Dunia | DR. Jamal Ma’mur, MA

10. Nasionalisme Kaum Sufi | Zakki Amali

11. Memaknai ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ |Isnai Ilham Aufadhuha

12. Toleransi Keagamaan Sebagai Sub Sistem Dakwah dalam Menjaga Keutuhan NKRI: Kiprah Al-Habib Luthfi bin Yahya | Ali Subhi Waliyanto

13. Etika Gusdurian, Merayakan Islam yang Toleran | Desiderio Julio Sudirman

14. Pancasila Jiwa Islam Nusantara | Fr. Mathias Jebaru Adon, SMM

15. Islam Nusantara sebagai Media Resolusi Konflik (Kajian Penerapan Adat pada Masyarakat Muslim Indonesia) | Siti Rahmawati

16. Gerakan Pemuda Ansor sebagai Benteng Pemuda dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia | Pipit Widiatmaka

17. Formasi Nalar Islam Nusantara: Upaya Meneguhkan Paradigma Pengkajian Islam Berkeindonesiaan |Muhammad War’i

18. Membangun Landasan Perskriptif bagi Islam Nusantara | Dr. Rosidin, M.Pd.I

19. Islam Nusantara; Pertautan Pengetahuan dan Nilai Melalui Asimilasi dan Sinkretisasi | Muttaqin Khabibullah, S.Pd.I., M.Pd.I

20. Islam Nusantara sebagai “Al-Aadatu Al-Muhakamah” |? Mochammad Abdul Kholiq

21. Kedamaian Universal (as-Silmi Kaffah): Watak Dasar Islam Nusantara yang Menginspirasi Dunia | Eko Andrianto

22. Aksara Pegon; Media Nahdlatul Ulama Untuk Membangun Peradaban Islam Nusantara | Sahal Mahfudh

23. Islam Nusantara dari Indonesia Untuk Peradaban Dunia (Gagasan Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia ) | Pipin Armita

24. Islam Nusantara: Investasi Islam Kedamaian | Matroni Musèrang

25. Kesaksian Para Pastor Gereja Katolik Asia Pasifik (Sharing Pengalaman Menyebarkan Kehidupan dan Praktik Islam Indonesia) | Greg Soetomo

26. Diplomasi Indonesia Menciptakan Perdamaian melalui Konsep Islam Nusantara | Ahjar Rifa’i

27. Islam Nusantara: Berbaur dengan Budaya, Berdamai dengan Sesama | Abdul Waid

28. Islam Nusantara dan Deradikalisasi Islam di Indonesia | Mokhamad Ali Ridlo

29. Merawat Islam Nusantara, Menjaga Masa Depan Islam | Masduri

30. Gagasan Islam Nusantara: Dialektika antara Nash Syariat dengan Kebudayaan Nusantara? | Nabalah Al Batul

31. Pluralitas Konfigurasi Islam Nusantara: dari Islam Santri, Abangan, hingga Priyayi| Mohammad Takdir Ilahi

32. Internasionalisasi Islam Nusantara: Mengembalikan Konfidensi Islam Indonesia sebagai Rujukan Dunia | Libasut Taqwa





(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Nusantara, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

Naik Unta Saja!

Seorang yang konon dipanggil sebagai ustaz, hendak bersilaturahim ke rumah temannya di daerah Solo. Karena baru datang di Solo, ia memanggil taksi untuk mengantarkan ke alamat yang dituju.

Supir taksi bergegas menghampiri ustaz.

“Selamat Siang. Mau ke mana pak?” sapa supir.

Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Unta Saja!

“Ini pak, ke daerah Ngruki,” jawabnya sambil menunjukkan sebuah kartu nama.

“Oh, iya”

Taksi mulai berjalan. Supir memutar musik, kebetulan yang diputar lagu-lagu barat. Tiba-tiba..

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maaf, mas tolong dimatikan musiknya,”

“Iya pak, tidak suka ya dengan lagunya?” kata supir sembari mematikan musik.

“Iya.? Dan kalau menurut saya itu bukan musik Islami, tidak ada zaman nabi,”

“Oh, begitu ya. Lha kenapa tidak naik onta saja, Pak. Taksi kan juga tidak ada di zaman nabi?” tanya supir berseloroh.

Sak karepmu pir (terserah kamu)!” jawabnya ketus. (Ajie Najmuddin)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Makam, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, Makam, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 13 Desember 2017

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelatihan Kader Penggerak Aswaja yang Berwawasan Kebangsaan yang dihelat Pimpinan Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta, Senin dan Selasa, 14-15 Agustus 2017 ? di Hotel Bintang, Jakarta Pusat berlangsung sukses. Sedikitnya 150 orang mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka adalah perwakilan PP Muslimat NU, PW Muslimat NU DKI Jakarta, PW Muslimat NU Lampung, PC Muslimat NU se-DKI Jakarta, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan GP Ansor.

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta

Maghfiroh, aktivis Muslimat NU dari Kecamatan Matraman Jakarta Timur, mengungkapkan ada pengalaman-pengalaman baru yang ia dapatkan dari kegiatan tersebut.

“Paling menarik tentang keaswajaan, itu sangat penting bagaimana kita sebagai aktivis Muslimat NU mengenalkan keaswajaan kepada anak-anak muda,” katanya.

Menurutnya anak-anak muda sekarang banyak yang jauh dari pengenalan keaswajaan ala NU karena lebih terpukau dengan penampilan yang mereka lihat dari kelompok di luar NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita sebagai orang NU harus memberikan contoh sebagai anutan. Kalau kita contohkan yang baik tentu mereka akan suka,” katanya saat ditanya bagaimana mengenalkan keaswajaan yang ia dapatkan dari pelatihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peserta lainnya, Kholifah, aktivis Muslimat NU Jakarta Barat, mengungkapkan materi dalam pelatihan semakin memantapkan dan menambahkan wawasan.

“Terutama pengetahuan bahaya terorisme dan adanya paham-paham radikal. Penting kita ketahui dan kenalkan kepada masyarakat agar waspada,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan KH Musthofa Aqil Siroj dari Syuriyah PBNU, perwakilan BNPT, Kemenag, dan Pemda DKI Jakarta. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Habib, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Klaten, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Komunitas Gusdurian Klaten memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ketujuh dengan serangkaian acara dipusatkan di alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2) sore.

Acara tersebut tak hanya diprakarsai Gusdurian Klaten, tetapi juga didukung bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur.

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Klaten, Marzuki, acara kali ini bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Klaten. “Konsep acaranya peringatan Haul Gus Dur, doa kebangsaan lintas iman, dan Cap Go Meh,” ujar Marzuki, di sela acara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dipaparkan Marzuki, dalam acara ini ditampilkan aksi seni budaya asli warga Klaten. “Dengan mengkolaborasikan karya-karya seni dan budaya dari seluruh pelosok wilayah Klaten menjadi pertunjukan yang mendidik dan menginspirasi” kata dia.

Ia juga berharap agar acara ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, tentang arti dari sebuah kebersamaan dalam keragaman.

Turut hadir dalam kesempatan ini, salah satu puteri Gus Dur, Yenny Wahid beserta sejumlah tokoh dari Kota Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Berita, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 30 November 2017

Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang

Banyumas, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan NU se-Kecamatan Ajibarang mengikuti kegiatan Jambore Hari Santri Nasional Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Ajibarang di Lapangan Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jumat-Ahad (20-22/8).

Selain santri, jambore ini juga diikuti oleh kader-kader IPNU-IPPNU, GP Ansor, Banser, Fatayat, dan Fatser yang tergabung dalam Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FK GMNU) Kecamatan Ajibarang.

Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang

Ketua panita kegiatan Kunarso mengatakan "Kegiatan Jambore Hari Santri ini bertujuan untuk mengenang peristiwa Resolusi Jihad para santri dan kiai 22 Oktober."

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam jihad mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia, lanjut Kunarso di hadapan ribuan peserta Jambore, Jumat (20/8) sore.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Slamet Ibnu Ansori, Kordinator Generasi Muda NU Ajibarang berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti untuk menggunakan acara jambore ini sebagai tempat silaturahmi dan konsolidasi antarbadan otonom dan selalu nahdliyin di Kecamatan Ajibarang.

"Intinya, harus menggunakan momentum ini untuk saling bersilaturahmi dan merapatkan barisan," kata Slamet ketika ditemui usai upacara pembukaan jambore.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta jambore agar mengikuti semua kegiatan yang ada dari awal sampai penutupan.

"Hari Ahad nanti ada apel hari santri, semua peserta harus ikut," pangkas pria yang juga menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas itu. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 29 November 2017

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk memutus penghambat kemajuan desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun infrastruktur dasar di kawasan perdesaan. Tidak hanya itu, pembangunan prasarana penunjang juga dilakukan seperti halnya transportasi, komunikasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan.

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

"Salah satu penghambat terbesar kemajuan desa dan kawasan perdesaan adalah rendahnya ketersedian infrastruktur dasar. Selain fokus di desa, pembangunan yang menghubungkan antar desa juga perlu dilakukan agar desa-desa ini bisa saling berinteraksi," ujar Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar.

Menteri Marwan mengatakan, anggaran terbesar kawasan perdesaan tahun 2015 digunakan untuk penyediaan akses transportasi kawasan, berupa pembangunan jalan dan dermaga di 13 kabupaten, kemudian pembangunan jalan antardesa dan dermaga antarpulau di 10 kabupaten. ? Seperti halnya pembangunan dermaga antar pulau di Kabupaten Gorontalo Utara, senilai Rp20,4 Miliar.

"Pembangunan dermaga dengan kategori under develop lain dilakukan di Almahera Selatan, Button, Toli-Toli dan Almahera Tengah. Pembangunan ini lebih kepada potensi ekonomi. Bicara kawasan, dermaga ini menjadi akses antardaratan," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain itu lanjut Menteri Marwan, juga telah dilaksanakan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa-desa tertinggal di 41 kabupaten. Di mana, dalam satu unit PLTS dapat memasok kebutuhan listrik sebanyak 300 rumah tangga.

"Selain itu, juga kita berikan penyediaan peralatan jaringan radio komunikasi antar penduduk, pesawat televise, dan parabola desa tertinggal di 16 kabupaten," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan di Tahun 2016 dimanfaatkan untuk melanjutkan beberapa program kegiatan pada tahun sebelumnya, dengan sasaran sebanyak 168 kabupaten.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita akan membangun penyediaan listrik di 57 kabupaten, dan penyediaan sarana air bersih bagi 12 kabupaten. Selebihnya, berupa jalan, penyediaan jaringan informasi desa, dan alat pendukung pendidikan," ujarnya.

Menteri Marwan mengatakan, program–program kawasan perdesaan di tahun 2016 fokus pada program prioritas. Pertama pengembangan sarana dan pra sarana kawasan perdesaan; kedua pembangunan ekonomi kawasan perdesaan melalui pasar kawasan perdesaan, Usaha Bersama Komunitas (UBK); dan Badan Usaha Usaha antar Desa (BUMADes); ketiga pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan; keempat penyelenggaraan perencanaan pembangunan kawasan perdesaan; kelima peningkatan kerjasama dan pengembangan kapasitas. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Quote, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).

Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Berita, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 17 November 2017

NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) mengimbau Muhammadiyah untuk tetap mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama Jakarta bersama elemen ormas-ormas Islam lainnya, MUI dan para pakar astronomi. Sidang itsbat merupakan cara terbaik untuk menyatukan awal bulan Ramadhan.

NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat

“Kita himbau Muhammadiyah untuk tetap ikut sidang itsbat dalam kebersamaan untuk mencari titik temu,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Jakarta, Ahad (8/7).

Seperti diwartakan, Muhammadiyah melalui ketua pimpinan pusatnya Din Syamsuddin pada Rabu (27/6) lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. Menurutnya, sidang isbat tidak perlu karena pemerintah dianggap tidak mengayomi seluruh umat yang berbeda pendapat.

Sidang Itsbat akan digelar pada Kamis (19/7) sore. Meski telah menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat, Kementerian Agama seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil tetap mengirimkan undangan kepada PP Muhammadiyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Kiai Ghazali, sidang itsbat yang didasarkan pada hisab dan rukyat merupakan keputusan Ijtima’ Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 16 Desember 2003 lalu yang juga dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah. Waktu itu Muhammadiyah antara lain diwakili Dr Amin Suma dan Abdul Fatah Wibosono.

Ditambahkan, ijtima’ Ulama MUI itu juga dilanjutkan dengan beberapa pertemuan antar ormas, antara lain, pada 2011 diadakan lokakarya yang diselenggarakan oleh Kemenag di Cisarua Jawa Barat. Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan penting yang ketua tim perumusnya adalah Prof Susiknan Ashari dari Muhammadiyah.

“Dalam pertemuan itu disepakati bahwa kriteria imkanur rukyat untuk taqwim (kalender) yang bisa diterima adalah tinggi hilal di atas 2 derajat dengan jarak antara matahari dan bulan 3 derajat. Lalu dalam pertemuan berikutnya di Semarang ditambahkan ketentuan mengenai umur hilal,” kata Kiai Ghazali.

Menurut Kiai Ghazali, tidak ada alasan bagi Muhammadiyah untuk tidak mengikuti sidang itsbat hanya karena telah menetapkan awal Ramadhan sendiri.

“Kita mengenal konsep imamatul uzhma dan ulil amri. Maka kita ikuti sidang itsbat bersama pemerintah. Kalau Muhammadiyah mendahului pemerintah itu namanya tidak mau diajak musyawarah,” pungkasnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock