Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Lomba, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Pengusaha Dubai Bangun Masjid Madrasah NU

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pengusaha asal Dubai, Dr Taisyeer Ismail Ramadlan kembali mengunjungi Madrasah nahdlatul Ulama Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus, Sabtu (19/10) kemarin. Pada kunjungan yang kedua kalinya ini, Dr Taisyeer meletekkan batu pertama sebagai tanda mengawali pembangunan masjid di komplek madrasah tersebut.

Pengusaha Dubai Bangun Masjid Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Dubai Bangun Masjid Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Dubai Bangun Masjid Madrasah NU

Menurut Rouyani Farchan yang menjadi penterjemah bahasa Dr Taeseer mengatakan, pembangunan masjid ini merupakan bantuan dari pengusaha Dubai ini sebagai bentuk misi sosial dan pengembangan agama Islam di Indonesia.

“Motivasi mereka membangun masjid ini,hanya karena keyakinan dan  tanggungjawabnya  bahwa masjid adalah rumahnya diakhirat kelak,” terangnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rouyani menjelaskan pengusaha ini tidak hanya membangun masjid di kota kudus melainkan juga pada beberapa  daerah luar jawa seperti kota Palu, Maluku dan lombok.

“Di kudus membangun masjid di dua tempat yakni desa Temulus Mejobo dan desa Samirejo Dawe di Komplek Madrasah Ibtidaul Falah ini,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dr Taeseer menambahkan bantuan masjid ini berasal dari Syech Cholaf Syughoiri Abu Said Al Chumaidi asal negara Uni Emirat Arab (UEA). “Semua biaya pembangunan masjid  mulai awal sampai akhir ditanggung oleh Syech Cholaf,” katanya singkat tanpa menyebut jumlah nominalnya.

Pihak madrasah menyambut dengan senang hati bantuan pembangunan masjid ini. Sesepuh madrasah KH Ahmad Thoha mengatakan masjid yang dibangun pengusaha Dubai di kompleks madrasah ini berukuran 14x13 m2 yang lokasinya terletak di sebelah pintu gerbang masuk madrasah.  

“Masjid ini nantinya tidak hanya dipergunakan untuk lingkungan madrasah saja melainkan bisa dimanfaatkan kegiatan keagamaan masyarakat Desa Samirejo,” ujarnya yang didampingi Wakil Kepala Kurikulum MANU Ibtidaul Falah Aep Saepulloh.

Usai peletakan batu pertama, Dr Taeseer didaulat menjadi pembicara seminar bertema Implementasi ilmu Al-Qur’an pada era globalisasi di aula madrasah setempat. Sebelumnya, kedatangan Dr Taeseer disambut shalawatan dengan iringan rebana kemudian dirangkai acara khotmil Qur’an. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Di dunia kesusastraan Indonesia, nama Ahmad tohari Tidak asing lagi. Nama Tohari membumbung tinggi berkat karyanya berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Mengetengahkan tema kemanusiaan di tengah dan setelah prahara politik 1965-1965, Ronggeng Dukuh Paruk dinilai orisinil, berani, dan tepat.

Lebih dari itu, Ahmad Tohari mendapat pujian sebagai orang yang membuka pintu kebudayaan, karena dia telah membuka ruang gelap, menyentuh tema sensitif, menyuarakan yang diam, dan memecahkan kebekuan.

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Selain mengetengahkan kemanusiaan dari perspektif politik, Ahmad Tohari juga mengangkat kemanusiaan dalam prosa-prosa dari segi ekonomi. Ia mengisahkan dengan detil kemiskinan di kampung-kampung yang mengkuruskeringkan tubuh anak manusia, merusak alam, mematikan tradisinya, menjegal cita-citanya. Sebaliknya, Tohari juga menunjukkan kebengisan lintah darat, ketengikan penguasa, hingga ketulian para punggawa agama.

Tak berhenti dengan menulis, dalam persoalan ekonomi, Ahmad Tohari mewujudkan pembelaannya pada kaum papa dengan menegakkan lembaga-lembaga keuangan, dengan harapan mampu memutus mata rantai ketidakadilan hubungan antara lintah darat dengan kaum lemah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sampai di sini, Ahmad Tohari dapat disejajarkan dengan raja cerita pendek bernama Anton Chekov yang tidak cuma menulis di atas meja, tapi turun tangan meringankan rakyat yang sengsara. Chekov mengumpulkan dana bagi pembangunan sanatarium guru dan pelajar. Sebagai dokter, Chekov juga bekerja secara sukarela mengobati rakyat menderita karena penyakit. Dengan kemampuan dan kondisi yang berbeda Ahmad Tohari telah melakukan hal yang sama dengan Anton Chekov.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam banyak kesempatan, Tohari memang sering mengemukakan bahwa karya-karya sastra didedikasikan untuk mengangkat manusia-manusia yang disepelekan, untuk menegakkan nilai-nilai yang dihancurkan, untuk mengabarkan peristiwa-peristiwa yang telah dimanipulasi.

Dengan tegas Ahmad Tohari yang pada bulan Juni nanti berumur 65 tahun itu menyatakan,”Saya memang membela dengan sastra.”

Dengan latar seperti itulah, Nahdlatul Ulama mengundang Ahmad Tohari untuk menyampaikan gagasannya tentang sastra dalam acara pidato kebudayaan bertempat di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (28 Maret 2014) pukul 19.00-22.00. Pidato kebudayaan yang diselenggarakan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya D. Zawawi Imron (Maret 2012) dan M. Jadul Maula (Maret 2013).

Secara khusus, tema “Membela dengan Sastra” diharapkan membuat sastra Indonesia lebih berwibawa dan bermakna. Secara umum, NU sebagai penyelenggara, dapat terisi. Dan Indonesia, sebagai bumi yang dipijak, makin kokoh. (TIM Redaksi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Pondok Pesantren, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 Januari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Khutbah, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 Desember 2017

Mendes Sebut Transmigrasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Luar Jawa

Bulungan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo menyambut kedatangan 175 KK (Kepala keluarga) transmigran di Desa Sepunggur Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (25/10). Dalam kesempatan tersebut, ia membongkar kepiawaian transmigran dalam mengolah hutan menjadi desa produktif dan maju.

Mendes Sebut Transmigrasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Sebut Transmigrasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Sebut Transmigrasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Luar Jawa

"Program transmigrasi sudah lama dilakukan dan telah membuktikan berhasil menjadi motor penggerak perekonomian di luar Jawa. Sudah ada 1100 lebih desa mandiri yang asalnya dari daerah transmigrasi. Ada 114 ibu kota kabupaten juga asalnya dari kawasan transmigrasi. Bahkan ada 2 ibu kota provinsi termasuk Kaltara (Kalimantan Utara) yang dulunya hutan sekarang maju karena adanya transmigrasi," ungkapnya melalui siaran pers.

Mendes Eko meyakini, sebanyak 175 KK transmigran yang telah ditempatkan di Kaltara tersebut akan mampu menyulap kawasan tersebut menjadi desa maju. Terlebih, kawasan tersebut berada di tanah yang subur dan tidak kekurangan air.

"Transmigrasi kalau dulu bisa menciptakan lebih dari 1000 desa mandiri, saya harapkan transmigran di Kaltara juga punya keyakinan bahwa daerah ini bisa menjadi kota maju dan mandiri. Karena saat ini, ada sebanyak 17 kementerian yang juga akan mengeroyok transmigrasi," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut,Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, transmigrasi di Kaltara sudah ada sejak Tahun 1950-an. Ia mengakui, Keuletan dan ketekunan transmigran telah teruji keberhasilannya. Manfaatnya pun tidak hanya berefek pada pengembangan wilayah namun juga aktivitas ekonomi masyarkat setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Penduduk Kalimantan Utara jumlahnya 700 ribu, sangat sulit mengakselerasikan pembangunan dengan wilayahnya yang sangat luas. Transmigrasi di Kaltara mampu meningkatkan pemerataan daerah. Isu transmigrasi memang rentan isu politisasi, maka harus ada sosialisasi untuk masyarakat yang belum memahami transmigrasi," ujarnya.

Adapun jumlah transmigran yang ditempatkan di Satuan pemukiman Desa Sepunggur adalah sebanyak 175 KK (Kepala Keluarga). Di antaranya 100 KK transmigran asal Jawa Tengah, 50 KK dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan 25 KK merupakan transmigran dari daerah setempat.

Mayoritas transmigran berpendidikan SD dan SMP, dengan pekerjaan awal sebagai petani. Meski demikian, beberapa di antaranya juga ada yang mengenyam pendidikan tinggi seperti D3 dan S1, bahkan 1 di antaranya ada yang bekerja sebagai TNI. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Korupsi E-KTP, Nasionalisme, dan Amanah Rakyat

Oleh Muhammad Aras Prabowo

Korupsi adalah masalah yang terus menggerogoti sebuah Negara. Penyakit ini menjadi perhatian serius semua negara di dunia. Indonesia adalah salah satu Negara yang tidak luput dari virus korupsi, baik dalam bentuk penyalahgunaan wewenang sampai korupsi dalam bentuk penggelapan dana (uang).

Lembaga Transparency International (TI) merilis data indeks persepsi korupsi (corruption perception index/CPI) untuk tahun 2015. ? Sebanyak 168 negara menjadi sampel dalam penelitian tersebut dengan ketentuan semakin besar skor yang didapat, maka semakin bersih negara tersebut dari korupsi. Skor maksimal adalah 100.

Korupsi E-KTP, Nasionalisme, dan Amanah Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi E-KTP, Nasionalisme, dan Amanah Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi E-KTP, Nasionalisme, dan Amanah Rakyat

Negara di peringkat teratas adalah Denmark, Finlandia, Swedia, Selandia Baru, Belanda, dan Norwegia. Adapun Indonesia menempati peringkat ke-88 dengan skor CPI 36. Skor tersebut meningkat dua poin dari tahun 2014 yang berada di peringkat ke 107.?

Tingginya angka korupsi di Indonesia, menjadi tanggung jawab besar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK merupakan representasi pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, dituntut menjadi lembaga yang mampu membersihkan dan meniadakan korupsi di tubuh bangsa ini. Independensi, integritas, kompetensi dan keberanian adalah modal dasar bagi komisioner KPK dalam mengungkap skandal korupsi di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kasus korupsi di Indonesia melibatkan beberapa lembaga, mulai pemerintah tingkat pusat, pemerintah daerah sampai dengan korupsi di tingkatan desa. Kasusnya bervariasi, ada yang dikakukan secara perseorangan dan berjamaah.

Kasus korupsi yang masih hangat dibicarakan adalah skandal mega proyek E-KTP. Sekitar 2,3 triliun kerugian yang dialami Negara atas kasus tersebut. Dana diduga mengalir ke sejumlah pejabat pada saat itu, termasuk beberapa anggota DPR RI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut beberapa nama berdasarkan dakwaan yang disusun jaksa KPK: Gamawan Fauzi (saat itu Menteri Dalam Negeri), Diah Anggraini (saat itu Sekretaris Jenderal Kemendagri), Drajat Wisnu Setyawan (Ketua Panitia Pengadaan e-KTP), Husni Fahmi, Anas Urbaningrum, Melcias Marchus Mekeng (saat itu Ketua Banggar DPR) Olly Dondokambey, Tamsil Linrung (anggota DPR RI), Mirwan Amir, Arif Wibowo, Ganjar Pranowo (anggota DPR RI), Agun Gunandjar Sudarsa (anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI),Rindoko, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramain, Djamal Aziz, Jazuli Juwaini (Kapoksi pada Komisi II DPR RI), Ade Komarudin, dan banyak lagi yang lainnya.

Daftar di atas, menunjukkan sejumlah nama dari wakil rakyat yang diusung oleh masyarakat Indonesia. Kabarnya sebanyak 37 anggota Komisi II ikut menikmati aliran dana E-KTP tersebut. Kasus mega proyek E-KTP merupakan kasus korupsi terbesar sepanjang sejarak korupsi di Indonesia.?

Keterlibatan wakil rakyat dalam kasus E-KTP kembali mencoreng nama baik lembaga legistatif. Lembaga yang memiliki tanggung jawab membuat dan menjalankan regulasi pemerintah, justru mereka yang melanggar aturantersebut.

Berdasarkan survei Global Corruption Barometer (GBC) mengenai lembaga terkorup di Indonesia, DPR menempati status sebagai lembaga terkorup di Indonesia, disusul dengan polisi dan birokrasi. (sumber : www.ti.or.id).

Kasus dan survei tersebut akan menjadi dasar penilaian kinerja bagi masyarakat terhadap legislator. Hal ini tentunya menjadi bahan renungan bagi masyarakat selaku pengusung, untuk tidak mengamanahkan tanggung jawab rakyat kepada legislatoryang tidak memiliki integritas.

Wakil rakyat yang memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi dapat mewujudkan cita-cita kesejahteraan bangsa. Janji tidak cukup untuk mendapatkan amanah dari rakyat, sikap berdaulat kepada Negara sangat penting agar tidak tergiring pada kepentingan pribadi dankelompok.

Fenomena kepentingan pribadi dan kelompok, salah satu aspek yang mendorong anggota DPR untuk melakukan korupsi. Tuntutan konstribusi terhadapkelompok pengusung, menjadi salah satu faktor yang sering menjerat para Legislator duntuk melakukan tindak pidana korupsi.

Tapi, apapun cobaannya, sebagai pemegang amanah tentunya harus berpegang teguh atas tanggung jawab yang mereka terima dari rakyat. Apa pun konsekuensinya, amanah rakyat harus diperjuangkan. Kepentingan kelompokdan pribadi harus ditempatkan di bawah kepentingan rakyat.

Keterlibatan beberapa anggota DPR dalam kasus korupsi E-KTP juga menimbulkan pertanyaan mengenai sikap nasionalisme para Wakil Rakyat. Lebih jauh, kasus korupsi bukan hanya tentang sikap amanah DPR kepada rakyat, tapi bagi penulis hal tersebut adalah sikap yang melanggar nilai-nilai nasionalisme.

Dana negara yang dieksploitasi demi kepentingan pribadi dan kelompok sampai menimbulkan kerugian bagi Negara merupakan sikap yang bertentangan dengan jiwa nasionalisme. Sesungguhnya para pejabat pemerintah, termasuk anggota Legislator harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Sebab ditangan merekalah kemajuan bangsa diharapkan.

Alangkah celakannya bangsa ini, ketika para penyelenggara negaranya tidak memiliki sikap nasionalisme dan amanah kepada rakyat. Ketika betul seperti itu, korupsi bukan satu-satunya hal yang harus dipikirkan oleh bangsa ini. Tidak adanya jiwa nasionalisme dan sikap amanah dalam diri para Wakil Rakyat, bisa saja negara ini menjadi komoditas untuk diperjual-belikan kepada negara lain.









Penulis adalah kader PMII Makassar

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

Serang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepengurusan baru IPNU-IPPNU IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar rapat kerja di majelis Al-Hidayah KpSumur Putat, Cipocok Jaya, Serang, Sabtu-Ahad (12-13/9). Selama dua hari, mereka membuat rencana kerja dua tahun mendatang dan melakukan pembagian tugas sesuai bidangnya.

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

Ketua terpilih IPNU IAIN Sultan Hasanudin Sulaiman Rasyid meminta dukungan dari pengurus dengan soliditas di kalangan mereka.

“Ini suatu ujian yang harus dijalani melalui rempugnya pengurus yang dilantik agar bersama-sama menjalankan, menggerakan, dan menyukseskan bersama-sama agar tercapainya harapan.”

Ia mencoba dan mengajak seluruh pengurus agar lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Sarbini, mantan Ketua IPNU IAIN Sultan Hasanuddin menyampaikan keinginannya kepengurusan baru PKPT IPNU dan IPPNU untuk selalu menjalin komunikasi melalui koordinasi baik pimpinan cabang dan ormawa yang ada di kampus khususnya PMII.

“Juga harus meningkatkan kualitas selaku kader NU terlebih memantapkan pengetahuan Aswaja, ke-NUan, dan kebangsaaan, dan harus menjalin komunikasi dengan PKPT IPNU dan IPPNU Nusantara.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 01 Desember 2017

Majelis Dzikir Wahana untuk Memecah Kebuntuan Komunikasi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery (MDHW) Haryanto Azumi mengatakan, MDHW akan mematangkan organisasi dan mengembangkan jaringannya hingga ke daerah-daerah. Ia mengatakan hal itu ketika ditemui selepas deklarasi majelis yang diinisiasi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin di hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (14/7) yang dihadiri 700 kiai.

Majelis Dzikir Wahana untuk Memecah Kebuntuan Komunikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Dzikir Wahana untuk Memecah Kebuntuan Komunikasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Dzikir Wahana untuk Memecah Kebuntuan Komunikasi

Untuk tujuan itu, MDHW akan melibatkan banyak pihak untuk membesarkan majelis itu. “Karena kita sedang membangun infrastruktur organisasi nasional,” katanya, “akan melibatkan para habaib, para kiai untuk bergabung bersama-sama dalam . Ini kombinasinya para habaib, masyaikh, kiai-kiai kita,” jelasnya.

Menurut dia, majelis tersebut didesain tidak tersentral pada figurnya, tapi pada visi dan misi yang ingin menjadi jembatan untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, kebuntuan silaturahim yang hari ini terjadi. Banyak problem saat ini bukan terjadi karena subtansi masalah, tapi karena problem komunikasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita mencoba membantu mengatasi dari situ, mengatasi problem-problem dengan silaturahim. Dzikir itu kan bahasa spiritual, bahasa hati, bahasa bagaimana orang masuk ke dalam upaya meyelesaikan problem itu dari dalam dirinya sendiri, dan resistensi tidak ada,” katanya. ?

Dengan berdzikir, lanjutnya, dari partai mana pun, dari kelompok mana pun, mereka pasti suka. “Di situ kita masuk,” lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketika ditanya bagaimana problem komunikasi diselesaikan dengan cara dzikir, Hery menjelaskan, dzikir itu adalah wahana. “Kalau kita ketemu, yang kita omongkan kan macam-macam, bisa politik, ekonomi, bisa macam-macam. Intinya, kalau orang ketemu, pasti akan komunikasi. Nah, jangankan untuk ketemu, menyelesaikan masalah, cara komunikasinya pun, orang sekarang tidak bisa,” katanya.

Deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathon dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan ratusan kiai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial

Oleh: Achmad Faiz MN Abdalla. Dalam catatan Ahmad Erani Yustika (Kompas, Opini, 23/10), sejauh yang sudah tercapai selama dua tahun pelaksanaan program dana desa, sekurangnya lima hal pokok telah dirasakan di lapangan. Pertama, desa berdenyut kembali dalam kegairahan pembangunan yang ditandai oleh maraknya kegiatan musdes dan keterlibatan warga dalam perencanaan sampai eksekusi pembangunan. Kedua, transparansi anggaran menjadi keniscayaan baru sebagai bagian dari akuntabilitas penyelenggara pemerintahan desa.

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial

Ketiga, keswadayaan dan gotong royong terlihat kokoh karena seluruh program harus dijalankan secara swakelola, tak boleh diberikan kepada pihak ketiga. Keempat, munculnya aneka upaya memperkuat kapasitas warga dan pemberdayaan lestari dengan basis budaya dan pengetahuan lokal. Banyak desa yang menginisiasi munculnya sekolah desa, sekolah perempuan, peraturan desa untuk memproteksi sumber daya alam dan ekologi, pembuatan almanak desa, balai rakyat dan masih banyak lagi prakarsa lain.

Kelima, ongkos pembangunan menjadi amat murah karena dikerjakan oleh warga desa dengan semangat keguyuban. Pada 2016 lalu, terbangun hampir 67.000 km jalan, jembatan 511,9 km, dan PAUD 11.926 unit. Dana desa juga dimanfaatkan untuk posyandu 7.524 unit, polindes 3.133 unit, dan sumur 14.034 unit. Dana desa juga digunakan untuk pembangunan tambatan perahu 1.373 unit, pasar desa 1.819 unit, embung 686 unit, drainase 65.998 unit, irigasi 12.596 unit, penahan tanah 38.184 unit, dan ribuan BUMDes (PPMD, 2017).

Namun, harus diakui, meski penyerapan anggaran terbilang tinggi, yakni tahun pertama 82,72 persen dan tahun kedua 97,65 persen, dana desa sangat berpotensi menjadi sumber korupsi baru. ICW mencatat peningkatan kasus korupsi terkait dengan pengelolaan anggaran desa, yakni sekitar 106 kasus yang terjadi sepanjang 2015 sampai September 2017. Jumlah tersebut belum termasuk banyaknya laporan dugaan penyimpangan dana desa lainnya yang mencapai 600 di Satgas Dana Desa hingga periode Juli 2017.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu, pada 20 Oktober lalu, tiga institusi negara yakni Kementerian Desa PDTT, Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Rebuplik Indonesia sepakat mengawasi jalannya penggunaan dana desa di seluruh desa se-Indonesia. Inti dari kerjasama itu untuk mengawasi penggunaan dana desa yang jumlahnya kian meningkat dari tahun ke tahun. Maka, sejak kesepakatan ditandatangani, Kepolisian punya wewenang melakukan pengawasan dan bisa melakukan penanganan jika terjadi permasalahan penggunaan dana desa.

Beroperasinya Hukum

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ada beberapa faktor yang menentukan proses penegakan hukum, sebagaimana diungkapkan oleh Friedman (1998:44), yaitu subtansi hukum, struktur hukum, dan kultur hukum. Ketiganya saling berkaitan dan harus bergerak simultan agar penegakan hukum berjalan efektif. Cacat pada salah satu komponen akan menggagalkan atau mengurangi kualitas efektifitas penegakan hukum.

Subtansi hukum dimengerti sebagai kaidah atau norma hukum. Lebih sempit, ia sering diartikan sebagai peraturan perundang-undangan. Menurut Satjipto Rahardjo (2009:24), penegakan hukum dimulai pada saat peraturan hukum itu dibuat. Maka, ketika badan pembuat undang-undang membuat peraturan yang sulit dilaksanakan dalam masyarakat, maka sejak itu sebenarnya terjadi persoalan penegakan hukum. Peraturan yang dibentuk sangat menentukan proses penegakan hukum ketika berlaku.

Subtansi hukum yang berisi ide-ide abstrak tersebut tidak akan menjadi nyata apabila hanya dibiarkan sebatas tersusun di lembaran naskah serta diumumkan keberlakuannya. Untuk itu, struktur hukum diperlukan guna melengkapi subtansi hukum. Maka, negara sebagai penyelenggara hukum membentuk suatu badan atau organisasi yang bertugas menerapkan hukum, seperti, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lain-lain.

Adapun budaya hukum adalah keseluruhan faktor yang menentukan bagaimana sistem hukum memperoleh tempatnya yang logis dalam kerangka budaya milik masyarakat. Budaya hukum juga sering diartikan sebagai kesadaran masyarakat. Maka, budaya hukum juga dipahami sebagai kerelaan warga negara untuk tunduk pada hukum. Upaya membangun kesadaran masyarakat ini penting untuk penegakan hukum, karena hukum dibuat untuk mengatur masyarakat.

Membangun Budaya Hukum

Selama ini, banyak yang terjebak pada pemahaman bahwa penegakan hukum hanya seputar subtansi dan struktur hukum. Lebih sempit lagi, hanya dimengerti sebagai pidana dan sanksi. Penegakan hukum hanya diartikan sebagai reaksi terhadap pelanggaran. Ketika suatu aturan dilanggar, di situlah hukum harus ditegakkan. Pemahaman sempit inilah yang mengasingkan hukum sehingga hukum tak mampu menjawab persoalan sosial.

Padahal sesungguhnya, lebih luas, penegakan hukum harus dipahami dalam arti preventif. Ketika sebuah peraturan hukum disahkan dan berlaku, harus segera diimplementasikan. Peraturan tersebut harus segera dibumikan dalam kehidupan masyarakat. Dan itu harus menjadi gerakan sosial-kolektif. Karena tujuan hukum sendiri untuk mengatur masyarakat. Masyarakat harus diberi pengertian, dibangun kesadaran dan kepatuhannya, serta diajak bersama mewujudkan cita-cita hukum yang diusung oleh sebuah peraturan.

Hukum harus menemukan konteks sosialnya. Karena itu, budaya hukum harus diperhatikan. Dalam konteks UU Desa, partisipasi masyarakat harus dibangun. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mampu mengupayakan itu. Hal itu juga bagian dari penegakan hukum. Penegakan hukum yang memperhatikan budaya hukum dan kesadaran masyarakat, justru akan lebih efektif untuk mewujudkan ide-ide abstrak subtansi hukum itu sendiri. Hukum harus sedini mungkin menjadi gerakan sosial untuk mewujudkan tujuan bersama.

Untuk itu, masyarakat perlu dibekali beberapa hal tentang UU Desa. Hal itu akan menjadi modal bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Bukan saja untuk mengawasi, modal pengetahuan itu juga akan menyadarkan masyarakat akan hak-haknya sehingga pembangunan partisipatif terwujud. Bukankah itu yang diimpikan UU Desa? Yakni keterlibatan warga dalam perencanaan sampai eksekusi pembangunan. Kegotongroyongan sebagai nilai dan praktik yang hidup di desa, menjadi salah satu prinsip dalam UU Desa,.

Itulah yang disebut penegakan hukum dalam arti preventif-sosiologis. Mewujudkan ide-ide abtrak subtansi hukum dimulai sejak awal dengan mengkombinasikan terbangunnya tiga pilar penegakan hukum dengan baik, yaitu, subtansi, struktur dan kultur hukum. Kesadaran masyarakar harus dibangun, agar partisipasi masyarakat terwujud. Dengan begitu, dengan sendirinya telah terbangun pengawasan sosial. Hal itu jauh lebih menguntungkan daripada tereduksi pada pendekatan represif semata.

Dengan begitu, pembangunan, dari perencanaan sampai pelaksanaan, berjalan dengan baik karena memperhatikan prinsip-prinsip yang diatur oleh undang-undang. Hukum diimplementasikan sebagai sebuah gerakan sosial untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bersama. Bila sudah demikian, rasanya sangat kecil peluang terjadinya korupsi atau penyelewengan dalam praktik pemerintahan desa. Masing-masing pihak memainkan perannya dengan baik, yakni pemerintah dan masyarakat. 

Sebaliknya, ketika hukum hanya dimaknai secara represif, seringkali kultur hukum terabaikan. Hukum sekedar diartikan secara formal-legalistik, dan tak dibumikan dengan baik di masyarakat. Hukum hanya dimengerti sebagai kaidah yang beroperasi ketika terjadi pelanggaran. Di masyarakat desa yang kolektif dan masih kuat tradisi kekerabatannya, pendekatan hukum represif justru berpotensi memupuk resiko konflik yang besar. Ini yang perlu diperhatikan.

Penulis bukan menolak pelibatan polisi dalam pengawasan dana desa. Sebaliknya, penulis justru mendukungnya. Namun upaya itu, jangan sampai justru merusak budaya hukum di masyarakat desa. Masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Upaya-upaya litigatif masih terbilang tabu. Karena itu, pendekatan pidana harus benar-benar sebagai ultimum remidium atau upaya terakhir. Sebelum itu, gerakan sosial melalui budaya hukum harus terbangun dulu. Hukum harus dibumikan di masyarakat sehingga tidak mengalami keterasingan.

Terbangunnya peran masyarakat tersebut, juga dapat diinisiasi oleh masyarakat sendiri. Dalam hal ini, peran organisasi masyarakat seperti NU sangat strategis. Sebagai ormas terbesar, juga memiliki basis massa di desa yang besar, NU bertanggung secara sosiologis untuk turut membangun partisipasi masyarakat tersebut. Terlebih, NU juga berkepentingan untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan ketertinggalan di desa. Prioritas pembangunan desa oleh pemerintah harus dimanfaatkan NU dengan baik.

*

Penulis adalah pelajar NU di Gresik, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Lomba, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).

Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Berita, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Media kini muncul dan membanjiri dunia maya, seiring dengan terbukanya kran kebebasan pascareformasi 1998. Ada semangat baru dalam menyuarakan gagasan, yang hampir selama 32 tahun Orde Baru terbungkam.?

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Meski demikian, hal itu tak diimbangi dengan semangat membangun peradaban Indonesia yang lebih konstruktif. Ini bisa dilihat dari munculnya ribuan situs dan media sosial yang mengatasnamakan Islam, namun menebar ? benih kebencian dan hasutan. Jika ini dibiarkan, lambat laun akan menjadi bom waktu. Dan bahkan, percikan dan letupan - efek dari media - itu, sudah banyak meledak.





Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana Kita Merespon?

Ada beberapa cara dan hal yang menurut saya mesti dilakukan. Salah satunya adalah, membuat media alternatif dan pembanding untuk menaggulanginya.

Khusus untuk yang ini, perlu adanya konsolidasi yang terstruktur dan masif dari pemangku kepentingan, yaitu negara dan ormas Islam yang juga memiliki spirit nasionalisme.

Setidaknya, ada tiga sektor yang perlu digarap. Pertama situs atau media sosial yang berisi konten keagamaan yang lebih menekankan akidah, hukum (fiqh) - baik yang bersifat ubudiyah maupun muamalah - dan nilai hikmah keteladanan dalam Islam. Hal ini mengingat pengakses terbesar di dunia maya adalah orang Islam "menengah-kebawah," yang tak sempat mencari informasi hukum ? dll, dari kiai atau ulama moderat.

Kitab-kitab dasar seperti Aqidatul Awam, Fathul Qarib, Nashaihul Ibad dan berbagai kisah inspiratif dalam al-Quran maupun Hadits, yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah, perlu ditulis dan disadur ulang dengan kemasan baru, untuk memenuhi kebutuhan ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, situs dan konten (dalam medsos) yang khusus untuk menggarap generasi muda, remaja, atau lebih populernya generasi millenials. Konten disini harus berisi ajaran Islam dan semua tentang keislaman yang disajikan dengan kemasan muda, gaul, beken, trendi, kece dan kekinian. Jika hal ini alpa digarap, wajar kalau banyak remaja kita terjerumus paham radikal.

Ketiga, website yang khusus menangani wacana Islam, politik, sejarah dan sosial budaya. Ini diperuntukkan untuk merespon isu-isu keislaman kontemporer, yang cenderung "melangit" dan jarang disukai orang awam. Meski demikian, situs ini akan banyak diminati, seperti bagaimana tinjauan Islam tentang isu-isu kepemimpinan, HAM, Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, penyelamatan SDA dll.

Sepertinya, gagasan ini mustahil bisa dilakukan tanpa tiga komponen. Pertama, dikonsolidasikannya penulis dan pemuda yang aktif bikin konten kreatif, menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan yang massif. Kedua, adanya pendanaan yang memadahi, sebagai sebuah supporting system. Ketiga, literasi atau buku rujukan yang memadahi.

Bagaimana yang sudah ada?

Banyak memang, yang sudah melakukan ketiganya. Namun demikian, masih banyak masuk wilayah yang ketiga, yaitu konten yang dikhususkan untuk pertarungan wacana. Padahal, mengapa orang menjadi radikal banyak dimulai semenjak kecil-remaja, dengan mengkonsumsi ajaran dasar dalam Islam. Ini bisa dilihat, misalnya, dimana banyak sekali orang yang mencari tatacara shalat di google, juga hal yang terkait hukum.

NU sudah memulai dengan kopdar-kopdar kecil di berbagai daerah. Namun, hemat saya, itu masih kurang efektif. Jika ingin melaksanakan ketiganya, saya kira PBNU sangat mampu, dengan jaringannya yang sangat luas. Beberapa websitenya juga masih banyak didominasi oleh berita, yang hemat saya, itu kebanyakan dilirik oleh warga NU sendiri. Meski demikian, ini tetap dan sangat penting sebagai informasi dan aikap resmi, juga rujukan organisasi.

Hal yang perlu dilakukan, hemat saya, adalah mengumpulkan penulis dan pembuat konten kreatif, sambil terus mengadakan pelatihan di berbagai pesantren. Kemudian, yang perlu dikuati ketiga situs dengan target pembaca yang disebut di muka, tidak membuat banyak media. Tak perlu banyak namun perlu dikuati sehingga menjadi media maenstream, yang diikuti dan menjadi rujukan banyak orang.

Saya sangat berharap, ada orang baik atau syukur-syukur PBNU mau benar-benar menggarap serius soal ini, mengingat media hari ini merupakan sarana yang efektif, baik untuk berdakwah maupun mempropagandakan kebencian.?

Saya banyak melihat, medi mereka digarap dengan serius dan tepat sasaran, dengan pengikut yang mencapai jutaan masyarakat Islam. Dan meski tak banyak, kita masih punya waktu, sebelum semuanya benar-bemar terlambat. Untuk wajah Islam rahmatan lil alamin, dan untuk Indonesia tercinta.









Penulis adalah kader muda NU. Menulis di blog: ahmadnaufa.wordpress.com dan aktif di beberapa media sosial.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Cerita, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Intervensi asing dalam tata perekonomian Indonesia tidak hanya terjadi saat ini. Indonesia sudah menganut sistem ekonomi kapitalisme sejak masa Orde Baru.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fajrul Falakh kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di sela-sela acara Munas dan Konbes NU di Surabaya, Ahad (30/7) lalu, menanggapi pertanyaan seputar munculnya keinginan beberapa kalangan untuk kembali ke UUD 1945 yang belum diamandemen.

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Menurut ahli hukum Universitas Gajah Mada itu, persoalan utama dalam tata ekonomi Indonesia adalah praktik pembangunan yang menganut sistim kapitalisme. Orde Baru memakai berbagai cara untuk dapat menerapkan sistem itu. “Ada deregularisasi ini dan itu, ada debirokratisasi, wah lalu sambil berteriak-teriak ‘Secara Murni dan Konsekwen!’ lalu kita menandatangani APEC, WTO, dan lainnya itu kenapa nggak dikritik, kog baru sekarang,” kata Fajrul.

Dikatakan Fajrul, undang-undang susulan yang berkutat soal privatisasi dan swastanisasi tidak hanya bergantung pada amandemen undang-undang dasar. “Kita sudah biasa itu bikin undang-udang ini dan itu nggak usah nunggu amandemen koq, tergantung yang bikin saja,” katanya.

Lembaran Negara

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Para penolak amandemen yang dikomandani oleh mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan amandemen UUD belum dimasukkan kedalam lembaran negara. Menurut Fajrul, dalam dunia hukum tidak ada keharusan untuk memasukkan undang-undang yang telah dibuat ke dalam lembaran negara.

“Tergantung orang-orang yang membuat hukum itu menyaratkan atau tidak. UUD 45 dari awal tidak membuat persyaratan. Naskah dokumen UUD ada dalam lembaran negara tapi dalam bentuk keputusan presiden (kepres) tentang Dekrit Presiden 5 Juli, dimana kepres itu antara lain berisi bubarkan parlemen dan pemberlakuan UUD 45 sebagaimana terlampir, dan seterusnya,” kata Fajrul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaran negara, demikian Fajrul, adalah salah satu cara untuk membuat produk hukum itu terumumkan. Karena itu, mestinya ada cara lain, misalnya ditempel di gedung-gedung, atau diumumkan di media massa, tergantung kepada keinginan para pembuat undang undang.

“Kalau amandemen UUD tahun 2002 waktu itu seingat saya Ketua MPR (Amin Rais) sambil bilang gini, dengan ini naskah UUD berisi ini dan ini diberlakukan mulai waktu ini, tidak ada syarat harus masuk lembaran negara,” kata fajrul. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Cerita, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 17 November 2017

NU Jimatnya Negara dan Agama

Depok, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Hubungan antara negara dan agama merupakan sesuatu yang dinamis. Ada kalanya negara direpotkan oleh agama tetapi pada saat yang lain bisa saja agama direpotkan oleh negara. Karena itu keharmonisan antara negara dan agama sangat penting untuk menjaga kedamaian masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi ketika memberi sambutan dalam kunjungan Joko Widodo, presiden terpilih pemilu 2014, ke pesantren Al Hikam Depok dalam rangka halal bihalal dan halaqah pra munas dan konbes NU, Sabtu (30/8).

NU Jimatnya Negara dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jimatnya Negara dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jimatnya Negara dan Agama

Ia menyatakan, NU dalam hal ini memainkan peran penting untuk menjaga keharmonisan antara negara dan agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“NU itu jimatnya agama dan jimatnya negara,” katanya dihadapan para kiai dan ulama serta pengurus wilayah NU dari seluruh Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sayangnya, selama ini pemerintah kurang memperhatikan pentingnya aspek agama sehingga gerakan pembangunan tida memperhatikan aspek religiusitas. Akibatnya, timbul gap yang semakin lebar antara yang kaya dan miskin.

“Wawasan agama harus menjadi bagian dari wawasan pembangunan,” tandasnya.

Menurutnya terdapat dua hal perlu diubah di Indonesia. Pertama adalah kejujuran. “Jika semuanya jujur, maka separuh masalah sudah selesai.”

Kedua adalah, pola hidup sederhana. Jika para pemimpinnya menjalankan pola hidup sederhana, maka hal itu akan ditiru oleh jajaran dibawahnya.

Ia menegaskan bahwa Jokowi, telah mampu menunjukkan kedekatannya dengan rakyat dan kesederhanaan hidup.

“Jangan ragu-ragu mendukung Pak Jokowi-JK dalam memimpin bangsa,” tegasnya. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pahlawan, Anti Hoax, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 08 November 2017

Hukum Buka Puasa Bersama di Rumah Ibadah Non-Muslim

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham yang terhormat. Saya mendengar bahwa sepekan lalu, Kamis (16/6), kegiatan buka puasa bersama lintas iman yang rencananya dihadiri istri mendiang Gus Dur Hj Sinta Nuriyah terpaksa gagal di Gereja Katolik Kristus Ungaran, Semarang karena aksi penolakan sekelompok orang yang mengaku komunitas Muslim.

Hukum Buka Puasa Bersama di Rumah Ibadah Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Buka Puasa Bersama di Rumah Ibadah Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Buka Puasa Bersama di Rumah Ibadah Non-Muslim

Pertanyaan saya, apakah pandangan Islam terkait buka puasa di tempat ibadah non-Muslim? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr.wb. (Abdul Malik, Jakarta).

Jawaban

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Perihal kasus yang saudara Malik tanyakan, Penulis melihat ada sejumlah persoalan. Kita akan membicarakan kasus ini setidaknya dari penolakan oleh sekelompok yang mengaku komunitas Muslim itu.

Apakah yang dipersoalkan itu adalah makanannya, tempat berbuka puasanya, kebersamaan Muslim yang berpuasa dengan non-Muslimnya, atau siapa yang mengundangnya? Menurut dugaan kami, setidaknya empat pokok masalah ini yang dipersoalkan. Kita akan memulai satu per satu menguraikan empat masalah ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pertama masalah makanannya. Kalau makanan yang dihidangkan untuk berbuka puasa itu terbuat dari zat yang diharamkan seperti babi, anjing, khamar, dan segala bentuk makanan dan minuman, jelas memakan dan meminumnya adalah haram.

Tetapi kalau yang dihidangkan berupa makanan yang halal, maka tidak masalah mengonsumsinya meskipun itu disediakan non-Muslim. Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 5 sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Makanan Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal juga bagi mereka.”

Perihal ayat ini, An-Nasafi dalam tafsirnya Madarikut Tanzil wa Haqaiqut Ta’wil menjelaskan,

? ? ? ? ? ? ? } ? ? ? ? ? ? ? ? ? { ? ? ? } ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Makanan Ahli Kitab itu halal bagimu) maksudnya adalah hewan yang disembelih oleh mereka. Karena semua makanan itu tidak dihalalkan secara khusus untuk agama ini. (dan makanan kamu halal juga bagi mereka) sehingga tidak dosa kamu berbagi makanan dengan mereka. Karena seandainya makanan orang beriman itu haram untuk mereka, niscaya tidak boleh memberikan makanan itu kepada mereka,” (Lihat Abdullah bin Ahmad bin Mahmud An-Nasafi, Madarikut Tanzil wa Haqaiqut Ta’wil, Darul Fikr, Beirut).

Sedangkan kedua, masalah tempat sahur atau tempat berbuka puasa. Kita harus mengaitkan ibadah puasa dengan ibadah lainnya. Para ulama membedakan ibadah puasa dari lainnya. Kalau ibadah lainnya seperti shalat, umrah, dan haji, waktu dan tempat pelaksanaannya sudah ditentukan. Orang tidak bisa berhaji di sembarang tempat. Demikian juga shalat. Meskipun setiap jengkal tanah bisa menjadi tempat shalat, Rasulullah SAW memakruhkan shalat di tempat mendeku unta, kolam pemandian, tempat penampungan sampah, kuburan, atau di jalanan sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW melarang shalat di tujuh lokasi, tempat sampah, tempat jagal hewan, kuburan, di tengah jalan, kolam pemandian, tempat menderum unta, dan di atas Ka’bah,” (HR Ibnu Majah).

Adapun ibadah puasa hanya ditentukan waktunya yakni sejak terbit hingga terbenam matahari seperti disebutkan Al-Quran di Surat Al-Baqarah. Sedangkan perihal tempat, agama tidak membatasi orang yang berpuasa untuk melakukan sahur dan berbuka puasa di manapun. Jadi tidak ada larangan dalam Islam untuk bersahur dan berbuka puasa di tempat tertentu.

Sementara ketiga, kebersamaan dengan non-Muslim. Pergaulan antara Muslim dan non-Muslim tidak dipermasalahkan oleh Islam. Pada Surat Al-Mumtahanah ayat 8-9, Allah SWT menegaskan bagaimana seharusnya hubungan Muslim dan non-Muslim.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (8) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (9)

Artinya, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sungguh Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Pada ayat ini, kita dapat melihat sababun nuzulnya terlebih dahulu. Ibnu Ajibah membawa riwayat sebagai berikut.

? ? « ? ? ? ? » ? ? ? ? « ? ? ? ? » ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Diriwayatkan bahwa Qutailah binti Abdul Uzza (ketika musyrik) mendatangi anaknya, Asma binti Abu Bakar dengan membawa hadiah. Tetapi Asma tidak menerima pemberian ibunya dan tidak mengizinkan ibunya masuk rumah. Lalu turunlah ayat itu (Al-Mumtahanah ayat 8-9). Rasulullah SAW lalu meminta Asma untuk menerima pemberian ibunya, menghormati dan memuliakan ibunya,” (Lihat Ibnu Ajibah, Tafsir Al-Bahrul Madid).

Terakhir, adalah masalah siapa yang mengundang. Keterangan Abu Bakar bin Sayid Muhammad Syatha Dimyathi dalam Hasyiyah I’anatut Thalibin dapat membantu kita memperjelas persoalan ini.

( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Jika diundang oleh seorang Muslim), kafir (harbi) tidak masuk kategori Muslim.Kalau diundang oleh kafir harbi, Muslim tidak wajib mendatangi undangannya. Tetapi disunahkan mendatangi undangan dzimmi (non-Muslim yang hidup rukun dengan Muslim),” (Lihat Abu Bakar bin Sayid Muhammad Syatha Dimyathi, Hasyiyah I’anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut).

Dari empat pokok yang dipermasalahkan, kita ternyata tidak menemukan masalah di dalamnya. Memang benar tidak ada ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan kita untuk berbuka puasa atau sahur bersama non-Muslim. Tetapi kita juga tidak menemukan dalil Al-Quran dan hadits yang melarang buka puasa bersama di tempat ibadah non-Muslim.

Kami turut kecewa atas sikap penolakan sekelompok Muslim itu. Sebuah sikap yang memalukan. Saran kami, masyarakat Muslim mesti terus menggali perihal agama dan terutama hukum Islam secara seksama dan mendalam sehingga tidak asal berteriak ini munkar, itu munkar. Semuanya sudah jelas di dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama.

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ribuan jamaah dari pelbagai daerah menghadiri acara haul KH Baedlowi bin Abdul Aziz yang Ke-42, Ahad sore (2/9).?

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem

Haul yang digelar di pelataran Pondok Pesantren Al-Wahdah, Sumbergirang, Lasem-Rembang, Jawa Tengah, itu juga dihadiri sejumlah kiai. Diantaranya Mustasyar PBNU, KH Maemoen Zuber Sarang. Hadir pula Wakil Bupati Rembang, H Abdul Hafidz.

Dalam tausiyahnya, KH Maemoen Zuber mengatakan, bahwa KH Baedlowi merupakan penyebar tarekat Syattariyyah.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tarekat ini merupakan salah satu tarekat terpenting dalam proses islamisasi di Indonesia. Dzikir yang diajarkan oleh tarekat ini sangat cocok untuk orang awam," kata Mbah Maemun.

”Mbah Baedlowi, ikut mengembangkan tarekat syattariyyah,” lanjut Mbah Maemoen, yang juga menantu KH Baedlowi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada bagian lain, Mbah Maemoen menjelaskan hubungan antara orang yang hidup dengan orang yang sudah meninggal ibarat hubungan antara pengikal benang dengan layang-layang. "Dimana, orang hidup itu ibarat pengikal benang, sedangkan orang yang sudah meninggal ibarat layang-layang."

"Layang-layang bisa dinaikkan dengan mengendorkan benang dari pengikal benangnya. Sebaliknya, layang-layang bisa diturunkan atau dijatuhkan dengan menarik benang dari pengikal benangnya," jelasnya.

Orang yang masih hidup di dunia, lanjut Mbah Moen, bisa menaikkan arwah orang yang sudah meninggal. Sebaliknya, orang yang masih hidup juga bisa menurunkan arwah orang yang sudah meninggal.

”Jadi, meski sudah meninggal, masih ada hubungan dengan orang yang masih hidup,” tambahnya. ? ? ? ?

Dalam sejarah, KH Baedlowi memiliki peran yang cukup besar khususnya dalam upaya mempertahankan keutuhan NKRI. Salah satunya, beliau mengusulkan agar Presiden RI saat itu, Ir Soekarno diberikan gelar waliyyul al-amri ad-dharuri bi as-asyukah.?

Usulan KH Baedlowi itu terkait dengan munculnya persoalan politik di tanah air yang mempertanyakan sah tidaknya posisi Ir Soekarno sebagai presiden di Indonesia.

Akhirnya, usulan KH Baedlowi dibawa ke forum muktamar NU pada tahun 1947 di Madiun yang memutuskan bahwa Ir Soekarno adalah Kepala Negara Republik Indonesia sebagai waliyyu al-amri ad-dharuri bi as-syaukah. Artinya, pemegang pemerintahan yang bersifat darurat dengan kekuatan dan kekuasaan.

Selain KH Baedlowi bin Abdul Aziz, sejumlah masyayikh juga ikut dihauli. Antara lain Ny Hj Halimah bin Shiddiq, Ny Hj Hamdanah binti Ahmad Ke-31, KH Cholil bin Abdullah Umar Ke-13, dan Ny Hj Shofiyatun binti Abdubullah Sajjad Ke-13.

Selain itu, ada Ny Hj Roudloh binti Baedlowi, Kiai Abdul Bar bin Baedlowi, Ny Hj Afwah binti Baedlowi, Kiai Abdul Quddus bin Baedlowi, KH Abdul Halim bin Baedlowi Ny Hj Saudah binti Baedlowi, Ny Hj Fahimah binti Baedlowi, dan segenap sesepuh dan keluarga besar Pesantren Al-Wahdah, Lasem-Rembang.

Redaktur : Hamzah Sahal

Pengirim ? : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 27 Oktober 2017

Roadshow Perdana IPNU-IPPNU Geger Peroleh Antusiasme

Madiun, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Pimpinan Anak Cabang (PAC) bersama Ranting Purworejo Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengadakan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) perdana untuk kepengurusan masa khidmat 2016-2018 di Balai Desa Purworejo Kecamatan Geger, pada 08–09 Oktober 2016.

Roadshow Perdana IPNU-IPPNU Geger Peroleh Antusiasme (Sumber Gambar : Nu Online)
Roadshow Perdana IPNU-IPPNU Geger Peroleh Antusiasme (Sumber Gambar : Nu Online)

Roadshow Perdana IPNU-IPPNU Geger Peroleh Antusiasme

Kegiatan yang mengambil tema Menciptakan Generasi Pelajar yang Berilmu dan Berkualitas dengan Prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah ini diikuti 45 Peserta.

Ketua Panitia Makesta, Usnaful Jahuri mengatakan, materi yang disampaikan dalam Makesta adalah Aswaja, ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, dan kepemimpinan.?

“Roadshow Makesta ini merupakan progam kerja dari PAC IPNU-IPPNU Geger periode 2016-2018 yang memberikan pendidikan dan pengaderan bagi ranting-ranting yang ada di wilayah kecamatan Geger,” ujar Ketua PAC IPNU Geger Khafid Nur Prakoso.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sambutannya PC IPNU Kab. Madiun Hendrik Sulaksono berpesan, “Tantangan IPNU ke depan semakin besar, IPNU harus mampu berinovasi, dinamis, dan cepat merespon ? dengan situasi kondisi yang ada.” Ia menambahkan menambahkan, ”Organisasi Itu akan dianggap berhasil jika berhasil melaksanakan kaderisasi dan menjalankan program yang telah direncanakan,“ ujarnya.

Makesta ini dibuka oleh Dzanuji selaku ketua MWC NU Kec. Geger Madiun. “Insyallah pelajar yang ikut IPNU-IPPNU tidak hanya cerdas dan pandai saja, tetapi juga diimbangi dengan akhlak karimah dan sikap sopan, bermental kuat, serta pantang putus asa,“ ungkap Dzanuji. Red: Mukafi Niam

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Quote, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 25 Oktober 2017

Venezuela Dukung Kerjasama Energi

Caracas, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebagai negara exportir minyak keempat terbesar di dunia, Venezuela, Rabu (21/3), sepakat melakukan kerjasama dengan Trinidad dan Tobago dalam bidang energi. Kerjasama ini dimaksudkan untuk menyatukan cadangan gas di wilayah perbatasan di antara negara-negara tetangga.



Venezuela Dukung Kerjasama Energi (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Dukung Kerjasama Energi (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Dukung Kerjasama Energi

Perdana Menteri Trinidad Patrick Manning dan Presiden Venezuela Hugo Chaves kemarin menandatangani kerjasama terkait dengan penggunaan ladang hydrocarbon.

Perjanjian Unifikasi itu menetapkan sejumlah prinsip penyatuan seluruh ladang di luar batas kedua negara dan menggunakan seluruh hydrocarbon yang ada termasuk minyak, gas alam kental, dan cairan yang disadat dari gas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Adapun untuk manfaat dan biaya akan didistribusikan menurut persentase partisipasi masing-masing negara dalam ladang-ladang (minyak) guna menjamin kebijakan-kebijakan nasional untuk pembangunan kedua negara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kerjasama energi kedua negara ini adalah untuk menjadikan negara Karibia masuk dalam Organisasi Negara-Negara Penghasil dan Pengekspor Gas di Amerika Selatan, sebuah organisasi yang melibatkan Venezuela, Argentina, dan Bolivia.

Dalam pernyataannya, Chaves mengatakan bahwa Trinidad dan Tobago selain memiliki cadangan gas yang besar, negara ini juga dinilai memiliki kemajuan yang luar biasa dalam mengembangkan hyrocarbon dan kemampuannya untuk mempromosikan ke pasar. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Syariah, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 19 Oktober 2017

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat

Upaya meyakinkan bahwa agama Islam membawa pesan kebaikan harus senantiasa didengungkan. Berikut catatan Achmad Murtafi Haris, MFil.I yang tengah menimba pengalaman sebagai research scholar di Hartford Seminary Connecticut USA. Selama hampir empat bulan ia melakukan kunjungan ke negara Paman Sam.

Terkait keberadaan atau kehadiran Islam di Amerika terdapat versi yang mengatakan bahwa Islam telah hadir sebelum kedatangan Christopher Columbus pada abad ke-15. "Sementara versi yang umum diketahui orang adalah bahwa Columbus orang yang pertama menemukan benua Amerika ketika diperintahkan oleh Raja Philip II untuk mencari kawasan perdagangan baru," kata bapak kelahiran Surabaya, 4 Maret 1970 ini.

Terlepas dari kemungkinan Islam telah hadir sebelum Columbus, di mana Islam setelah Rasulullah wafat dengat cepat melesat sampai ke Eropa dan bertahan di Spanyol lebih dari tujuh abad. Di mana dimungkinkan dalam rentang waktu itu ada yang berlayar ke dataran Amerika, namun sejarah kontemporer menunjukkan minimnya imigran muslim jika dibandingkan yang lain.

"Setidaknya dalam Musium Imigrasi yang ada di Ellis Island tidak nampak tayangan kehadiran warga muslim," kata Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nashr (LTN) NU Jatim ini. Yang nampak adalah mayoritas warga Eropa dan Tionghoa. Selain itu terdapat warga Sikh India dengan ciri khas udeng sebagai penutup rambutnya.

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat

"Dengan demikian bisa dipastikan bahwa kedatangan umat muslim atau warga Arab terjadi pasca Perang Dunia II," kata dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Surabaya ini. Yaitu tatkala Amerika sebagai negara menjajikan lapangan kerja yang bagus bagi siapa saja, lanjutnya. Tidak mengherankan jika jumlah umat Islam Amerika terbilang kecil yaitu sekitar tujuh juta sesuai hitungan Hartford Seminary.

"Angka tersebut bukanlah data resmi pemerintah lantaran KTP di Amerika tidak mencantumkan agama sehingga untuk mengetahui jumlah penganut agama tertentu perlu penelitian tersendiri," tandas alumnus jurusan Shariah wal-Qanun, Fakultas Shariah wal-Qanun Universitas al-Azhar Cairo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Melawan Stigma Buruk

Citra umat Islam amatlah buruk pasca tragedi 11 September 2001. Kejadian yang meruntuhkan dua gedung kembar WTC di New York itu serta merta menimbulkan stigma negatif terhadap umat Islam. "Gara-gara kejadian itu mereka harus menghindari kegiatan berkumpul di mana pun, seperti shalat berjamaah, dan sebagainya," terangnya. Untuk memulihkan citra, umat Islam berupaya mengubah pandangan buruk terhadap Islam.Yaitu pandangan yang mengidentikkan Islam dengan kekerasan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Hal ini sungguh bukanlah hal yang mudah melihat banyaknya konflik terjadi di negara-negara Islam," sergahnya. Ada dua kata yang menjadi bahan propaganda anti-Islam di Amerika, yaitu: Jihad dan Syariah. "Jihad diasosiasikan sebagai ajaran dalam Islam yang mengajak umatnya berperang secara militer," ungkap Haris. Sedangkan syariah diasosiasikan sebagai ajaran dalam Islam yang mengandung hukuman yang menakutkan yang harus diterapkan meski hal tersebut bertentangan dengan tradisi setempat, lanjutnya.

Dua hal ini dijawab oleh umat Islam Amerika dengan menampilkan Islam sebagai agama toleran dan bersahabat dengan agama lain. Dua hal tersebut juga menuntut adanya reinterpretasi terhadap teks-teks yang berpotensi mengandung nilai intoleransi dalam Islam. Untuk pemahaman teks tidak lagi bisa terlepas dari konteks. Jika dalam salah satu hadits disebutkan, bahwa manakala berjumpa dengan kaum kafir maka? fadltarruhu ila adlyaqihi, maka persempitkanlah ruang mereka. Hadits semacam ini tidak mungkin diterapkan secara tekstual. "Sebab jika demikian justru akan merugikan umat Islam yang minoritas," terang alumnus strata dua konsetrasi Pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Bagaimana mungkin minoritas memper sempit ruang mayoritas atau penganut Kristiani di Amerika? Kecenderungan yang terjadi adalah sebaliknya, mayoritas mempersempit peluang minoritas. Dalam hal ini, apalagi pasca kejadian 9/11, terdapat sekolompok warga Amerika yang mendeskriminasikan mereka di banyak peluang. "Bahkan ada kelompok anti-Islam yang menginginkan umat Islam diusir dari Amerika," kata mantan koresponden Majalah Gatra untuk Timur Tengah ini menyanyangkan.

"Untuk itu pemaknaan ulang terhadap ajaran khususnya terkait hubungan antara muslim dan non-muslim menjadi sebuah keniscayaan," tandasnya. Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkannya pada sudut pandang yang seimbang antara kondisi sebagai mayoritas dan minoritas. "Jika tidak, maka akan terjadi sikap yang merugikan umat Islam sendiri terutama ketika mereka berada pada posisi minoritas," terangnya.

Relasi hubungan muslim dan non-muslim haruslah diletakkan dalam konteks situasi yang netral atau damai. Hal ini berbeda dengan situasi di masa Rasulullah hidup atau di awal kedatangan Islam yaitu era peperangan dan era penindasan penguasa terhadap rakyat kecil.

"Sebagai kelompok minoritas, umat Islam Amerika terlibat aktif dalam dalam kegiatan dialog antar umat beragama dan kegiatan pluralism," katanya. Sebagai warga negara yang baik, mereka terlibat dalam kegiatan bakti negara (civic responsibility) seperti yang dilakukan oleh Jaye Starr, seorang muallaf lima tahun yang lalu yang juga mahasiswa S2 di Hartford seminary, yaitu proyek penanganan pengungsi.

Umat Islam Amerika juga tidak segan-segan meleburkan diri dengan mayoritas Kristen Amerika dan mengekspresikan cinta kasih mereka. Seperti melalui kaos yang digunakan oleh seorang pemuda Muslim bertuliskan: "I love Jesus". Suatu hal yang seolah bertentangan dengan akidah Islam, padahal tidak. "Sebab selain untuk menunjukkan hubungan baik lintas agama, Jesus adalah Nabi Isa yang memang dicintai oleh orang Islam," ungkapnya. Sehingga mencintai Jesus tidak harus dimaknai sebagai mempercayai Jesus sebagai Tuhan, tapi dengan makna yang sesuai keyakinan Islam, lanjut kandidat doktor UGM ini.

Untuk mempromosikan Islam damai, dalil-dalil pro perdamaian baik dari al-Quran maupun? Hadits sering mereka tampilkan. Seperti bahwa Islam berarti damai; tidak ada paksaan dalam beragama; dan penghargaan terhadap budaya lokal. "Untuk yang terakhir, ditampilkan kisah Rasulullah ketika sedang di rumah melihat ada sekelompok pemuda Afrika yang bernyanyi dan menari dan Siti Aisyah pun ikut melihat di belakang beliau dari balik jendela," katanya. Rasulullah berkomentar, bahwa ini adalah hari raya mereka dan bahwa semua bangsa memiliki hari raya. Tanggapan Rasulullah ini menjadi landasan akan penghargaan terhadap budaya asing atau lokal dan pengakuan terhadap keanekaragaman. "Hal ini tercantum dalam konsep pergaulan warga muslim Amerika," pungkas peneliti Centre for Social Research and Advocacy (CeSRA) Surabaya ini. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Anam)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Lomba, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 September 2017

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 50 peserta pelatihan agen santri anti kejahatan terorisme di pesantren Kempek, mengidentifikasi situs jejaring sosial yang membawa semangat kekerasan dan keresahan. Mereka mendata situs jejaring sosial dengan aneka bentuk konten yang mengampanyekan kekerasan atas nama agama.

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

“Pada era digital seperti ini website kerap menjadi rujukan paling cepat dan mudah bagi masyarakat. Namun demikian, daya kritis tetap sangat diperlukan ketika seseorang mengakses gambar, video, atau tulisan di internet,” kata peniliti dari PAKAR, Badrus Samsul Fata memandu peserta pelatihan gerakan santri anti terorisme di pesantren Kempek, Cirebon, Senin-Rabu (29/9-1/10).

Situs jejaring anti aswaja, lanjut Badrus, memuat ajakan untuk berbuat kekerasan. Pengelola jejaring ini menarik simpati pengguna dengan mengabarkan pembantaian umat Islam dari pelbagai belahan dunia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Selain bercampur opini dan fakta, berita yang ditayangkan tidak bisa diverifikasi kebenarannya,” kata Badrus di hadapan santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Konten jejaring mereka menyuarakan paham anti demokrasi. Mereka menolak NKRI dan Demokrasi. Semangat jihad kekerasan begitu tinggi. Jejaring mereka tidak segan menyebut Pancasila dan NKRI sebagai sistem Thaghut.

Sejumlah website yang teridentifikasi mengarah pada terorisme, antara lain arrahmah, muslimdaily, attawbah, kiblat, voa-islam, nahimunkar, daulahislamiyah, kompas islam, salam online. Daftar ini, kata Badrus pada pelatihan yang difasilitasi RMI NU, bisa diperpanjang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock