Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan

Balikpapan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendorong para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap bidang, tak terkecuali olahraga.?





Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan

Hal itu ia katakan saat membuka secara resmi turnamen Liga Santri Nusantara (LSN) di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/8) sore.?

"Santri tak cuma bisa ngaji, ngimami istighotsah, atau ngimami tahlilan. Di bidang olahraga, santri tak boleh ketinggalan," ujarnya di hadapan ribuan santri yang memeriahkan ajang nasional tersebut.

Alumnus Pesantren Lirboyo ini menambahkan, kiai-kiai terdahulu juga telah membuktikan perannya yang tidak semata di pondok pesantren. Ia menyebut sedikitnya ada 20 kiai pada masa revolusi yang aktif sebagai anggota batalion. Keterlibatan ini menurutnya menunjukkan luasnya bidang garap yang bisa diisi oleh kaum santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mengajak para santri untuk membuktikan diri sebagai pribadi yang serba bisa. "Ngaji bisa, musbaqah tilawatil quran juara, sepak bola juga pandai," katanya memotivasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Insyallah ke depan santri akan ada yang menjadi bintang PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)," imbuh Kiai Said.

Sementara Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin menjelaskan bahwa LSN merupakan ajang penjaringan kader santri yang unggul di bidang sepakbola. Ia optimis santri bisa mewarnai olahraga nasional. Menurutnya, saat ini saja beberapa atlet Indonesia juga berlatar belakang pesantren.

Pembukaan LSN 2016 ditandai dengan pemukulan lima beduk diiringi lantunan lagu resmi Gerakan Nasional Ayo Mondok. Turnamen tingkat nasional ini bakal diikuti lebih dari 650 pesantren dari 34 provinsi. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 15 Februari 2018

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi

Lumajang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Klinik kesehatan milik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang telah lama digadang-gadang warga akhirnya terwujud.

Prosesi peresmian klinik tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kamis (19/3), dan disaksikan ribuan warga NU, Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur H Thoriqul Haq, Bupati Lumajang H Asat Malik beserta jajaran muspida kabupaten, dan para pimpinan partai politik Lumajang.

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi

Dengan ditandatanganinya prasasti oleh Wakil Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang, klinik NU langsung beroperasi. Terdapat 8 kamar dengan 8 bed untuk rawat inap, 2 bed unit gawat darurat, dan sebuah ambulance siap dijalankan. Ada 3 orang dokter yang siap melayani pasien dibantu 11 perawat dan 7 bidan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam acara yang diadakan di halaman Masjid Al Kautsar depan kantor PCNU setempat itu, Thoriqul Haq selaku ketua Komisi C DPRD Jatim menyerahkan bantuan dana 15 juta rupiah dan sebuah sepeda motor untuk kegiatan operasional klinik baru. Sementara Bupati Lumajang turut menyumbang sebesar 10 juta rupiah.

Ketua PCNU Syamsul Huda menyampaikan terima kasih terutama kepada H Thoriqul Haq, warga NU asli Lumajang, yang ikut memprakarsai berdirinya klinik sejak awal. Tahun anggaran 2015 Provinsi Jatim melalui APBD akan membantu 1 Miliar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ke depan, PCNU merencanakan pengembangan klinik menjadi sebuah rumah sakit NU dengan pembebasan lahan di belakang klinik. Hingga saat ini sudah terkumpul donasi warga sebesar 460 juta.

Gus Ipul berharap kekurangan dana bisa segera teratasi dengan keterlibatan Bupati Lumajang yang juga ketua MWCNU di salah satu kecamatan setempat.

“Dimana-mana pemimpin itu, termasuk bupati, harus komunikasi. Teko-muni-kasih (datang-bicara-memberi),” sentil Gus Ipul kepada bupati disambut gerr hadirin. “Jangan berlagak datang-bicara-langsung pergi (tidak memberi bantuan),” lanjutnya disambut tawa hadirin yang kian ramai. (Saiful Ridjal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Lomba, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pembacaan qunut nazilah disunahkan saat umat Islam mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan. Qunut nazilah–sebagaimana dimaklum–dibaca setelah doa i‘tidal pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut nazilah tidak disunahkan lagi ketika bencana yang dialami umat Islam juga surut.

Qunut nazilah disunahkan dibaca ketika shalat wajib sendiri atau shalat wajib berjamaah. Pada saat membacanya, kita dianjurkan untuk menengadahkan tangan ke langit.

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pada saat doa berisi permohonan atas kebaikan untuk umat Islam maka, kita dianjurkan untuk menghadapkan kedua telapak tangan ke langit. Tetapi pada saat doa berisi permohonan keburukan untuk para penganiaya umat Islam atau berisi permohonan pelemahan pihak mereka, maka kedua telapak tangan dihadapkan ke bumi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Sunah mengangkat kedua tangan dalam qunut (nazilah) dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke langit saat meminta kebaikan dan membalik kedua telapak tangan hingga mengarah ke bumi saat berdoa tolak bala. Hal ini berlaku pada semua doa. Tidak disunahkan mengusap muka setelah doa di dalam shalat. Afdhalnya justru tidak mengusap muka ketika shalat, lain soal kalau di luar shalat,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 1999 M/1420 H, juz I, halaman 314).

Sebagai catatan terakhir, setelah membaca doa qunut kita tidak dianjurkan bahkan dimakruh mengusah wajah. Pada prinsipnya, mengusap wajah (setelah doa) di dalam shalat dimakruh. Lain soal kalau di luar shalat. Kalau di luar shalat, kita dianjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, RMI NU, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tak setuju jika pelaksanaan syariat Islam harus diikuti dengan pendirian negara Islam. Menurutnya, syariat Islam memang harus dilaksanakan, tapi tak perlu ada negara Islam.

“Syariat Islam itu diadakan untuk dilaksanakan. Tapi melaksanakan syariat itu tidak harus dengan adanya negara Islam. Ini bedanya,” tegas Gus Dur sebagaimana dilansir www.gusdur.net.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, pendapat tersebut pernah ia kemukakan juga suatu saat dirinya ditanya oleh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), soal kewajiban melaksanakan syariat Islam.

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

“Saya itu setiap hari bersyariat. Saya nggak pernah meninggalkan syariat. Tapi saya tidak pernah menjadi orang seperti mereka itu (menginginkan negara Islam, Red),” tambah Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Formalisasi syariat Islam ini juga masih diperjuangkan oleh partai berasas Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kekhawatiran itu, kata Gus Dur membuat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran untuk organisasi otonomnya, supaya tidak menjalin kerja sama dengan PKS.

“PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk kepentingan bersama sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih sempit. Itu alasannya! Itu bagus sekali,” kata Gus Dur menanggapi terbitnya Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakan Gus Dur, sejak awal NU dan Muhammadiyah adalah tulang punggung nasionalisme. “Maka, adanya surat edaran PP Muhammadiyah itu menjadi sangat penting sekali,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur menilai sikap nasionalisme inilah yang membedakan PKS dengan NU maupun Muhammadiyah. “Saya pernah ketemu almarhum Syeikh Abdul Aziz bin Baz. Menurut dia, kalau bukan negara Islam, ya bukan negara. Kalau itu yang diusung PKS, terus terang saja NU juga keberatan,” tandasnya.

Mengapa? Gus Dur menjelaskan karena pada Muktamar ke-9 di Banjarmasin tahun 1935, NU sudah menyatakan, untuk melaksanakan syariat Islam, itu tidak wajib adanya negara Islam. “Kalau mbalik (kembali) lagi nuruti (mengikuti) PKS, ya kita akan rugi,” imbuhnya.

Bukan Musuh

Pada saat sama, Gus Dur menyatakan kegembiraannya, karena kemampun organisasi Islam moderat kini kian baik dan disegani. “Kemampuan organisasi moderat Islam semakin baik, hingga mereka bisa mengatasi kaum garis keras,” ujarnya.

Namun demikian Gus Dur mengingatkan, bahwa massa garis keras itu bukanlah musuh, melainkan saudara. “Kita dudukkan masalahnya dulu. Yang kita tentang itu tindakan kekerasan itu, bukan orangnya,” pesannya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 11 Januari 2018

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Cirebon,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Herindra turut hadir pada pertemuan tokoh agama dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kota Cirebon, Subang, dan Karawang di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Mereka membahas radikalisme agama yang kian berkembang di Jawa Barat.

Herindra menganggap, paham radikalisme di Jawa Barat bisa mengancaman stabilitas keamanan. Oleh karena itu, ia meminta kepada kiai dan santri, membantu menangkal paham tersebut. “Kalau saya kan bukan ahlinya. Jadi, saya minta kepada para kiai dan santri, untuk membantu kami menangkal paham-paham tersebut,” ujar Herindra pada pertemuan Selasa (18/10) itu.

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Menurut pria yang baru menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi tersebut, silaturrahim ini merupakan salah satu penguat hubungan TNI dan tokoh agama di Jawa Barat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan sinergitas yang dilakukan para tokoh agama dan TNI, menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondusivitas di Jawa Barat. “Kita jangan lengah. Karena ancaman itu akan selalu ada,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, dikhawatirkan, paham-paham tersebut nantinya berkembang menjadi aksi terorisme. Sehingga, sudah seharusnya, paham-paham tersebut harus segera dieliminir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun meminta para kiai dan santri untuk menangkal paham radikalisme, namun TNI juga tidak akan tinggal diam. Jika nantinya orang yang bergabung dengan pahamradikalisme sudah melakukan ancaman keamanan, maka nanti TNI yang akan bertindak.

“Kalau berbicara masalah paham-paham, kiai ahlinya. Tapi kalau sudah menebar ancaman apalagi menggunakan senjata, nanti TNI yang akan turun tangan,” pungkasnya. (Rofahan-Arief/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 Januari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Khutbah, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Politik Identitas Islam di Jawa Barat

Oleh Amin Mudzakkir



Lebih dari sekadar unit administrasi kepemerintahanan, Jawa Barat dibangun di atas elemen-elemen yang kompleks. Tidak hanya secara etnis, tetapi juga agama, kelas sosial, orientasi politik, dan pengalaman sejarah yang berbeda-beda. Relasi di antara kelompok dalam elemen-elemen tersebut selalu berubah mengikuti perubahan konfigurasi kekuasaan. Sekarang, dalam konteks Indonesia pasca Soeharto, konfigurasi kekuasaan itu semakin rumit dan selalu berubah dengan cepat.

Politik Identitas Islam di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Identitas Islam di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Identitas Islam di Jawa Barat

Salah satu isu yang muncul di Indonesia pasca Soeharto adalah bangkitnya politik identitas dalam skala yang tidak terbayangkan sebelumnya, sehingga seringkali, dalam beberapa kasus, menimbulkan konflik yang membingungkan. Di Jawa Barat, isu mengenai politik identitas sebagian besar berangkat dari meluasnya sentimen agama. Di kalangan Muslim, muncul kelompok-kelompok yang hendak memperjuangkan aspirasinya lewat sejumlah kebijakan publik di tingkat lokal. Untuk beberapa kasus, aspirasi mereka tampaknya berhasil jika dinilai dari lahirnya sejumlah peraturan daerah yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ‘perda syari’ah’.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Akan tetapi, di luar jalur formal tersebut, lahir sejumlah kelompok massa berbasis agama, terutama Islam, yang gencar memperjuangkan aspirasi mereka dengan aksi-aksi jalanan yang sering berujung pada ketegangan. Kelompok-kelompok seperti FPI, MMI, dan FUI, misalnya, seringkali turun ke jalanan menyuarakan aspirasinya, bahkan mereka kadang tak segan untuk menyerang kelompok lain yang dianggap berseberangan dengannya. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural, apa yang diperlihatkan oleh aksi-aksi kelompok seperti FPI dipandang kaum pendukung pluralisme sebagai ancaman.

Berkaitan dengan fenomena tersebut, Jawa Barat sering menjadi sorotan. Secara historis, kelompok ‘Islam keras’ memang mempunyai jejak panjang di tengah dinamika masyarakat Jawa Barat. Bandung, ibukota Jawa Barat, telah sejak dulu terkenal sebagai kota yang melahirkan pemikir dan organisasi Islam keras. Salah satu yang paling terkemuka adalah A. Hasan dengan Persatuan Islam (Persis). Pada periode dekade-dekade awal abad ke-20, Persis dikenal sebagai organisasi Islam yang secara keras menyerang berbagai tradisi masyarakat Islam yang dianggapnya menyimpang dari Al-Qur’an dan al-Hadits. Bahkan jika dibandingkan dengan Muhammadiyyah, Persis jauh lebih keras dalam hal itu. Akan tetapi, alih-alah berakhir dengan konflik destruktif, kelahiran Persis pada masa itu di Bandung justru melahirkan kontroversi yang lebih konstruktif sifatnya. A. Hasan, misalnya, seringkali terlibat debat panjang dengan sejumlah kyai atau ajengan dari kalangan ‘Islam tradisi’.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Keberadaan ‘Islam tradisi’ di Jawa Barat agak berbeda sejarahnya jika dibandingkan dengan sejawat mereka di tempat lain, katakanlah di Tanah Jawa. Di Tanah Jawa, kalangan Islam tradisi sebagian besar tergabung dalam Nahdlatul Ulama (NU), sementara di Jawa Barat, kalangan Islam tradisi tersebar di beberapa organisasi. Selain NU, ada organisasi lain seperti Persatuan Umat Islam (PUI) yang didirikan KH Abdul Halim. Pengaruh NU di Jawa Barat terutama terkonsentrasi di Tasikmalaya dan Cirebon, paling tidak, jika dilihat dari capaian Partai NU pada Pemilu 1955. Akan tetapi, sekarang, fakta-fakta mengenai peta persebaran kelompok-kelompok Islam di Jawa Barat tentu saja harus dibaca ulang.

Khusus mengenai Bandung, kota ini menyimpan beberapa paradoks yang menarik. Kalau dikaitkan dengan isu pluralisme, terutama yang menyangkut keberadaan kelompok-kelompok ‘Islam keras’, Bandung memperlihatkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Pada satu sisi, Bandung telah sejak lama terkenal sebagai kota pelesir; masyarakat Kota Bandung sangat gemar dengan apa yang dalam konteks mutakhir disebut ‘budaya pop’. Sementara itu, di sisi lain, Bandung menjadi tempat yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok ‘Islam keras’.

Sampai tingkat tertentu, paradoks di atas tampaknya hanya bekerja di permukaan, karena, berdasar beberapa pendapat yang berkembang di kalangan masyarakat Bandung, terdapat struktur lain yang sebenarnya mempunyai pengaruh penting terhadap pembentukan identitas kota Bandung. Struktur lain itu adalah keberadaan pusat-pusat dan barak-barak militer di hampir seluruh penjuru Kota Bandung. Kepentingan militer jelas berorientasi pada stabilitas. Latar belakang ideologi tidak menduduki tempat puncak dalam hierarki kepentingan militer. Ketika kota-kota lain dipusingkan oleh konflik-konflik komunal yang terjadi di sekitar kejatuhan Orde Baru, Bandung adalah kota yang relatif aman tanpa gejolak serius.

Sorotan terhadap Jawa Barat yang dianggap tempat persemaian kelompok-kelompok ‘Islam keras’ memang mempunyai preseden sejarah yang kuat. Salah satu momen historis yang dalam konteks pasca Orde Baru menjadi penting adalah peristiwa pemberontakan DI/TII pada 1950an. Oleh para pendukung apa yang disebut ‘perda syrai’ah’ peristiwa ini dipandang sebagai preseden yang menunjukan bahwa ide dan aspirasi mengenai ‘negara Islam’ mempunyai akar dalam sejarah masyarakat Jawa Barat. Pendukung ide dan praktik ‘perda syari’ah’ di Tasikmalaya, misalnya, sering menggunakan argumen ini untuk mendasari perjuangan politiknya.

Kalau hendak ditelusuri lagi, perjumpaan ‘Sunda’ dan ‘Islam’ adalah wacana historis yang menunjukan bahwa Islamisasi adalah sebuah gerakan yang nyaris berhasil di Jawa Barat. Paling tidak, selain tidak ditemukan preseden yang memperlihatkan konflik fisikal selama gerakan Islamisasi awal berlangsung, fakta sosiologis menunjukan bahwa apa yang dalam konteks masyarakat Jawa disebut ‘sinkretisme’ ternyata tidak menemukan bentuknya di Tanah Sunda. Argumen ini, sampai tingkat tertentu, memang bersifat esensialis, seolah-olah ‘Islam’ dan ‘Sunda’ adalah dua entitas yang tunggal. Dari sisi yang lain, fakta sosiologis mengenai absennya sinkretisme dalam tradisi Sunda bisa dibaca sebagai bentik ‘ketidakjelasan ideologis’ dalam wacana kesundaan. Dapat dikatakan, kemudian, Islam adalah faktor terpenting yang membentuk identitas kesundaan, sebelum akhirnya Sunda harus berhadapan dengan wacana lain, yaitu modernitas Barat.

Argumentasi di atas dapat digunakan untuk memahami kosmopolitanisme kehidupan sosial kota-kota di Jawa Barat, terutama Bandung. Penjelasan lain sebenarnya datang dari analisis ekonomi-politik. Sejak masa kolonial, kota-kota di Jawa Barat adalah tempat tumbuhnya industrialisasi. Apalagi ditambah dengan kedekatan geografis dengan pusat kekuasaan di Batavia, lalu Jakarta dalam konteks pasca kolonial, kehidupan kota-kota di Jawa Barat didominasi oleh citra kelas menengah urban yang amat dipengaruhi budaya modern. Dari sudut pandang ini, afiliasi orang Sunda terhadap Islam sebenarnya terkait dengan ‘struktur kesempatan’ yang disediakan jaringan Islam bagi pertumbuhan ekonomi kelas menengah.

Karakter kelas menengah yang kosmopolit pada satu sisi, tetapi tetap menyisakan ambiguitas pada sisi lain, bisa ditemukan dalam wacana kebudayaan yang mendominasi ruang publik kota Bandung. Oleh karena itu, terutama di kalangan kaum muda, eksistensi kelompok-kelompok Islam keras di Kota Bandung tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Bagi mereka, Bandung adalah kota yang terlalu kosmopolit untuk ditundukkan di bawah satu identitas, apalagi yang sifatnya inward looking. Mereka tampak tidak terlalu peduli dengan isu-isu yang menyangkut identitas primordial. Identitas mereka sebagian besar dibangun di atas landasan popular culture yang sifatnya hibrid.

Sementara itu, Cirebon adalah pusat kota Jawa Barat bagian utara yang sebenarnya tidak masuk dalam wilayah kebudayaan Sunda. Selain itu, pengalaman sejarah masyarakat Cirebon berjalan melalui garis yang agak berbeda dengan sebagian besart garis sejarah masyarakat Jawa Barat lainnya. Secara budaya, Cirebon jelas menjadi bagian dari wilayah kebudayaan Jawa versi Cirebon—Jawa Cirebonan. Jika dilihat dari pusat kebudayaan Jawa di Jogja dan Solo, Cirebon adalah pinggiran. Fakta kebudayaan ini, sampai tingkat tertentu, paralel dengan orentasi politik dan konfigurasi kelompok-kelompok agama di Cirebon.

Khusus untuk konteks masyarakat Islam, Cirebon adalah bagian dari peta kultural Islam Jawa yang didasarkan pada persebaran jaringan pesantren. Koneksi pesantren-pesantren di Cirebon dengan sejawat mereka di Tanah Jawa jelas jauh lebih intensif jika dibanding dengan pesantren-pesantren di Tanah Sunda. Oleh karena itu, orientasi kelompok-kelompok Islam di Cirebon sebagian besar dipengaruhi model kepemimpinan kyai-kyai pesantren. Akan tetapi, bagaimanapun juga, perubahan-perubahan yang terjadi pasca Orde Baru merupakan faktor yang seringkali mengejutkan, sehingga pemetaan-pemetaan lama seperti ditulis di atas menjadi tidak memadai lagi.

Dalam konteks isu pluralisme, Bandung dan Cirebon adalah dua entitas yang mempunyai karakter bebeda. Selain argumen-argumen berdimensi jangka panjang sebagaimana telah ditulis di atas, terdapat ‘faktor-faktor jangka pendek’—kalau meminjam istilah Gerry van Klinken—yang mempengaruhi wacana komunalisme di Indonesia pasca Orde Baru. Jika ancaman terhadap pluralisme diandaikan datang dari eskalasi politik identitas berbasis komunalisme (terutama, agama dan etnisitas), pemahaman terhadap apa saja yang termasuk faktor-faktor jangka pendek dan bagaimana mereka bekerja merupakan pertanyaan penting yang harus dijawab segera.

Penulis adalah peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Setelah sebelumnya mengadakan penggalangan dana, keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Solo berencana hari ini menyerahkan bantuan yang sudah terkumpul sementara untuk korban banjir di daerah Pati dan sekitarnya. Bantuan diserahkan kepada Posko Bencana PCNU Pati.

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati

Seorang relawan dari PMII Solo Tohar Muhlasin mengatakan, bantuan yang akan diserahkan berupa uang. Dana itu merupakan sumbangan anggota dan alumni PMII Solo.

“Selain dari warga PMII sendiri, beberapa hari lalu kami juga menggalang dana dari masyarakat, dengan membuat kotak bantuan untuk korban bencana,” jelas Tohar, Senin (27/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tohar menambahkan, PMII Solo hingga saat ini masih membuka kesempatan bagi para donatur untuk ikut membantu meringankan para korban. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian PMII Solo untuk para korban musibah banjir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bantuan boleh berupa uang, baju layak pakai, makanan, dan lain sebagainya. Untuk yang mau ikut membantu bisa menghubungi panitia relawan PMII Solo (085728338385), tandas Tohar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Quote, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

Sanad Kitab ‘Sahih Muslim’ KH Hasyim Asy’ari

Kitab Shahih Muslim adalah salah satu di antara 6 (enam) kitab hadits yang menjadi rujukan kaum muslimin. Ia adalah kitab dalam tingkatan kedua setelah Shahih Bukhari di tinjau dari segi kesahihannya. Kitab ini juga banyak dikaji di pesantren. Bisa sebagai pengajian rutin, dan bisa pula sebagai pengajian kilatan khusus dalam mengisi waktu liburan atau bulan puasa.

Berikut ini adalah sanad kitab Shahih Muslim ini dari KH Hasyim Asy’ari sampai pada penulis kitab:

Sanad Kitab ‘Sahih Muslim’ KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab ‘Sahih Muslim’ KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab ‘Sahih Muslim’ KH Hasyim Asy’ari

1.? ? ? KH Hasyim Asy’ari

2.? ? ? Dari Syaikh Mahfud Termas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

3.? ? ? Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.

4.? ? ? Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5.? ? ? Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

6.? ? ? Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

7.? ? ? Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8.? ? ? Dari Syaikh Ahmad bin Abdil Fattah Al-Malawi

9.? ? ? Dari Syaikh Ibrahim bin Hasan Al-Kurdi

10.? ? ? Dari Syaikh Ahmad Muhammad Al-Qasyasyi

11.? ? ? Dari Syaikh As-Syams Muhammad bin Ahmad Ar-Ramli

12.? ? ? Dari Syaikh Zain Zakariya Muhammad Al-Anshari

13.? ? ? Dari Syaikh Abdirrahim bin Al-Furath

14.? ? ? Dari Syaikh Mahmud bin Khalafiyah Ad-Dimasyqi

15.? ? ? Dari Al-Hafidh Abdil Mu’min bin Khalaf Ad-Dimyati

16.? ? ? Dari Syaikh ABil Hasan Al-Muayyad bin Muhammad at-Thusi

17.? ? ? Dari Syaikh Abi Abdillah Muhammad bin Fadhil Al-Farawi

18.? ? ? Dari Syaikh Abdil Ghafir bin Muhammad Al-Farisi

19.? ? ? Dari Syaikh Abi Ahmad Muhammad Al-Juludi

20.? ? ? Dari Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan An-Naisaburi

21.? ? ? Dari Imam Al-Hafidh Abil Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi (penyusun)

Radliyallahu Anhum Ajmaiin.

Alfatihah.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid lima ala minal Asanid karya Syaikh Mahfudh Termas

(Ahmad Nur Kholis)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU

Yayasan Darul Qur’an berada di desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pesantren tersebut akan menjadi tempat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama  dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, Sabtu (2/11). Rencananya penutupan akan dihadiri Wakil Presiden H. Jusuf Kalla.

Pesantren itu resmi didirikan sebagai yayasan oleh TGH Shaleh Hambali pada tahun 1955. Berarti baru sekitar dua tahun ia menjabat Rais Syuriyah PWNU NTB. Sementara praktik belajar-mengajar, pesantren itu telah berlangsung sejak lama, dari tahun 1930. 

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU

Pada tahun 1930, Tuan Guru Bengkel baru pulang belajar dari Timur Tengah. Ia memulai berdakwah dengan pengajian umum kepada masyarakat setiap Rabu. Lama-kelamaan pengajiannya ramai dikunjungi masyarakat umum. Tak hanya itu, anak-anak mulai nyantri. Maka mulailah pengajian muallimin setiap pagi. 

Selama tahun 1930-an, santri-santri berdatangan dari seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Juga dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.  

Melihat perkembangan itu, Tuan Guru Bengkel membuka lembaga pendidikan formal Madrasah Ibtida’yah (MI) di tahun 1955. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Angkatan pertama santrinya itu termasuk almarhum TGH Mansur Abas, ayahnya TGH. Acmad Taqiuddin Mansur (ketua PWNU NTB sekarang), termasuk TGH Taqi juga nyantri di situ.

Tokoh-tokoh NU di Lombok saat ini, rata-rata pernah berguru ke Tuan Guru Bengkel, di antaranya TGH Lalu Turmudzi Badrudin, pengasuh pondok pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah. Saat ini dia merupakan salah seorang Mustasyar PBNU. 

Yayasan Darul Qur’an pernah mengalami kemunduruan, tapi bisa diatasi para pelanjutnya. Pada perkembangan selanjutnya, Yayasan Darul Qur’an membuka lembaga formal seperti MTs, MA, SMK Juruan Komputer dan Otomutif. Di bidang nonformal seperti tahfidzul Qur’an. 

Setiap tahun, lembaga pendidikan tersebut menerima siswa rata-rata 3 kelas. Jumlah keseluruhan terdapat 1.100 an murid. Padahal SMP Negeri dan SMA negeri ada di dekat pesantren itu, tapi masyarakat masih mempercayai Darul Qur’an sebagai tempat anaknya menimba ilmu.

Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren Darul Qur’an karena di yayasan tersebut masih tetap mengajari anak-anak dengan pelajaran Ahlussuna wal Jamaah ala NU. (Abdullah Alawi, disarikan dari berbagai sumber) 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Karim Raslan, kolumnis Malaysia, melakukan syuting film dokumenter tentang Indonesia. Jumat kemarin (17/1) pengambilan gambar dilakukan di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur Kegiatan ini melibatkan KH Khoiron Syuaib, dai yang aktif membina Pekerja Seks Komersial atau PSK.

Ya, semenjak berkenalan sekitar 10 tahun silam, Karim Raslan mengagumi kiprah KH Khoiron Syuaib yang mengentaskan para PSK di Surabaya dengan cara lembut. Bagi Karim, cara lembut nan elegan akan membuat orang terkesan dan terpikat hatinya.

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia

Tentang pesantren, ia menilai lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini adalah sentral pengajaran metode dakwah dan memperdalam kajian agama. Menurutnya, pesantren merupakan miniatur NU, dan NU adalah gambaran sikap elegan muslim Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya memahami keislaman dan keIndonesiaan dari diskusi dengan Gus Dur," kata Karim  di tengah-tengah pengambilan gambar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alumnus Universitas Cambridge ini menilai jika proses liputan di Pesantren Tebuireng merupakan bagian dari episode "Islam sebagai Rahmat" dalam serial "Ceritalah Indonesia", sebuah film dokumenter tentang Indonesia.

"Mengapa syuting di Tebuireng, karena Kiai Khoiron Syuaib alumni pondok ini, dan Tebuireng juga salah satu pesantren besar yang punya pengaruh signifikan dalam kehidupan berbangsa dan beragama," kata kolumnis ini.

Dalam babakan episode yang pengambilan gambarnya dilakukan di perpustakaan pondok dan komplek makam Gus Dur. Di hadapan kamera, Karim memberikan narasi singkat mengenai pesantren, Wali Songo, NU, dan Islam Indonesia.

Pesantren Tebuireng merupakan tempat pengkaderan Kiai Khoiron dan lokalisasi Bangunsari, Surabaya, menjadi medan dakwahnya. Dia juga menjelaskan bahwa Tanjung Perak, Surabaya, merupakan pelabuhan kuno dan menjadi titik temu peradaban dunia sejak ratusan tahun silam. Sosok Sunan Ampel dinilai sebagai penyebar agama Islam secara damai.

"Nilai-nilai Islam yang menyebarkan kasih sayang merupakan kunci mewujudkan Islam sebagai Rahmat," katanya.

Usai syuting di Tebuireng, pengambilan dokumentasi dilanjutkan ke bekas lokalisasi Bangunsari Pelabuhan Tanjung Perak, dan Makam Sunan Ampel. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Budidaya kacang panjang bisa menjadi solusi di tengah kian suramnya harga tembakau di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Inilah yang ditawarkan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Cabang Jember.

Memang, dalam beberapa tahun terakhir, petani tembakau kerap menjerit karena harga tembakau terus menurun, bahkan jauh di bawah biaya produksi.

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang

Menurut penasehat LPPNU Cabang Jember, H. Slamet Sulistiyono, budidaya kacang panjang tersebut sangat prospektif. Hasilnya lebih menguntungkan dibanding menaman padi, jagung dan bahkan tembakau yang selama ini sering membuat petani gigit jari.

“Kacang panjang dibeli perusahaan. Harganya tidak fluktuatif? karena ditentukan di awal. Jadi untungnya sudah kelihatan. Petani tinggal merawat agar kacang panjang tumbuh sehat dan subur,” ucapnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham via sambungan telepon seluler di Jember, Senin (19/12).

H. Slamet menambahkan, untuk keperluan tersebut, LPPNU Cabang Jember akan menjalin kemitraan dengan sebuah perusaan pembenihan swasta guna memproduksi kacang panjang. Untuk tahap awal, kemitraan tersebut bakal melibatkan petani, terutama pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting. Selain bantuan benih kacang panjang dari perusahaan sebanyak 20 kilogram/hektar, personil LPPNU yang sudah dilatih oleh perusahaan, juga siap memberikan pendampingan sejak penanaman hingga panen.

“Hasil panen, sepenuhnya milik petani. Tidak dibagi hasil. Pendamping juga gratis. Petani cuma membayar ganti rugi benih,” lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Program budidaya kacang panjang tersebut, kata H. Slamet, sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 1990, dan dikembangkan di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Dan ternyata program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Selain di Jember, saat ini juga sedang dikembangkan? di Lampung, Banten, Jawa Tengah dan Bali. Syaratnya juga gampang, petani hanya wajib menyediakan lahan seluas minimal 1.000 M2,” urainya pria yang juga Direktur PT. Benih Citra Asia itu. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Peringatan Sumpah Pemuda diperingati semarak di mana-mana. Aneka kegiatan diadakan dari yang bersifat formal seperti upacara hingga sampai yang bersifat hiburan. Setelah Pemkab Tasikmalaya menggelar apel yang diikuti sejumlah organisasi kepemudaan, GP Ansor Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya memiliki cara sendiri.

Mereka menggelar shalawatan dan doa bersama di Lapangan Jayaraga Kampung Jayaraga Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/10) malam. Sekitar 5000 warga dari berbagai daerah di Tasikmalaya menyemut di lapang tersebut.

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama

Menurut Ketua GP Ansor Leuwisari Agus S Wafa, shalawatan dan doa bersama merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Indonesia hari ini. Situasi Indonesia tengah kronis didera potensi perpecahan.

Untuk itu, GP Ansor Leuwisari memilih shalawatan dan doa bersama agar rahmat dan kasih sayang Allah tetap tercurah bagi masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita banyak melihat riak-riak perpecahan. Hujatan, isu, bahkan fitnah satu sama lain seringkali kita lihat. Terlebih di era digital seperti hari ini. Kita sejukkan dengan shalawat. Mintalah perlindungan hanya pada Allah," ujarnya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut. Ia mengharapkan setiap anak cabang GP Ansor mengadakan kegiatan serupa dalam mengisi hari besar nasional di Indonesia. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Aswaja, Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Klaten, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Komunitas Gusdurian Klaten memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ketujuh dengan serangkaian acara dipusatkan di alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2) sore.

Acara tersebut tak hanya diprakarsai Gusdurian Klaten, tetapi juga didukung bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur.

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Klaten, Marzuki, acara kali ini bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Klaten. “Konsep acaranya peringatan Haul Gus Dur, doa kebangsaan lintas iman, dan Cap Go Meh,” ujar Marzuki, di sela acara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dipaparkan Marzuki, dalam acara ini ditampilkan aksi seni budaya asli warga Klaten. “Dengan mengkolaborasikan karya-karya seni dan budaya dari seluruh pelosok wilayah Klaten menjadi pertunjukan yang mendidik dan menginspirasi” kata dia.

Ia juga berharap agar acara ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, tentang arti dari sebuah kebersamaan dalam keragaman.

Turut hadir dalam kesempatan ini, salah satu puteri Gus Dur, Yenny Wahid beserta sejumlah tokoh dari Kota Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Berita, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat atau UNU NTB telah diresmikan pada Sabtu (6/12) kemarin. UNU NTB menjadi salah satu dari 23 UNU di Indonesia didirikan pada periode ini di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. pada peresmian kampus UNU NTB di Mataram.

Peresmian dilaksanakan di halaman kantor pusat UNU NTB, di jalan Pendidikan No 6. Mataram, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum, didampingi Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur dan Mustasyar PBNU TGH LM Turmudzi Badaraudin, serta Wakil Gubernur NTB Muh. Amin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sepanjang sejarah berdirinya NU, baru 23 UNU yang didirikan langsung di bawah naungan NU. Berdirinya UNU atas kemudahan yang diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat periode kepemimpinanya yang kedua," kata? Said Aqil dalam sambutannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“SBY berpesan melalui Muh. Nuh pada saat itu agar UNU harus berdiri di seluruh Indonesia,” ungkapnya,

Sebelumnya dalam pengantar singkat Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur mengatakan, NU merupakan bagian penting masyarakat NTB, karena kiprahnya nyata di tengah masyarakat. Karena itu PWNU NTB dengan dibina PBNU berfikir bersama untuk mengembangkan UNU di wilayah NTB. "Semoga bisa berkembang lebih besar lagi," ujarnya.

Wagub NTB H Muh Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar NU karena dari bapaknya sampai dirinya pun bernah berkipran di organisasi NU.

“Saya merupakan keluarga besar NU karena saya pernah jadi ketua PC GP Ansor Kab. Sumbawa dan bapak saya pernah jadi komandan Banser di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya Muh. Amin .

“Kami mengharapkan dengan lahirnya kelahiran UNU NTB sebagai bentuk pengabdian NU bagi bangsa dan khususnya daerah NTB untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” harapnya.

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh TGH LM? Turmudzi Badaruddin, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kakanwil Kemenag Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Ketua BMPS DR. Fatoni dan sekitar 500 masyarakat umum termasuk pengurus badan otonom dan Lajnah NU yang ada di NTB.

Di tempat terpisah, Reto Sernopati, menjelaskan, proses pendrian UNU NTB sebenarnya sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2012. “Perdebatan nama juga cukup alot karena sering terjadi peubahan mulai dari naungan apa dan nama yang tepat apa,” urainya.

“Semula UNU ini akan diberikan nama Universitas Nahdlatul Ulama TGH. Moh. Saleh Hambali, nama itu dicantukkan sebagai pengakuan bahwa nama tokoh lokal harus dinaikkan. Tak lama itu ada tawaran menjadi nama Universitas Nahdaltul Ulama (UNU Mataram) yang detik-detik terakhir sebelum pengesahan dari Kementrian Pendidikan diminta menjadi Universitas Nahdaltul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB),” urainya

Ia menambahkan, UNU NTB semula akan berada di bawah naungan Yayasan Khitah 1926 yang di ketua oleh Ir. H. L. Winengan M Yunus, MM dan Bq. Muliahan, S.Ag, M.Pd.I sebagai sekretaris yayasan. Pada akhirnya juga NU NTB berada di bawah naungan PBNU,” tutupnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Olahraga, Khutbah, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 25 November 2017

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengingatkan semua pihak, khususnya pemerintah, agar tidak menganggap remeh ancaman disintegrasi bangsa.

"PMII melihat ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata jika kita tidak segera berbenah diri," kata Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Senin.

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi

Peristiwa penyusupan aktivis gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pada acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon, disusul pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua, dan deklarasi Partai GAM di Aceh yang terkesan berurutan, kata Hery, tak boleh dianggap angin lalu.

"Menurut saya, tentu peristiwa yang berurutan ini bukan suatu kebetulan. Ini by design. Terlalu luar biasa jika ini sekadar peristiwa kebetulan," katanya.

Menurut Hery, ancaman disintegrasi setidaknya datang dari dua kelompok. Pertama, dari kelompok separatis yang sangat giat dalam menggalang dukungan komunitas internasional.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Logika yang seringkali dipakai adalah pelanggaran HAM, diskriminasi, dominasi agama. Otonomi daerah sering disalahtafsirkan sebagai federalisasi," katanya.

Ancaman kedua muncul dari kelompok-kelompok radikal dalam agama yang menginginkan adanya pemerintahan global berbasis agama.

"Dalam pandangan mereka, negara bangsa adalah penghambat terwujudnya pemerintahan global. Karena itu, NKRI menurut kelompok ini harus digulingkan," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena itu, kata Hery, PMII melihat perlunya bangsa Indonesia segera melakukan pembenahan internal dan lobi-lobi internasional untuk mempertahankan tegaknya NKRI yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila yang mengakui berbagai perbedaan yang ada. (ant/mad) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pahlawan, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Media kini muncul dan membanjiri dunia maya, seiring dengan terbukanya kran kebebasan pascareformasi 1998. Ada semangat baru dalam menyuarakan gagasan, yang hampir selama 32 tahun Orde Baru terbungkam.?

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Meski demikian, hal itu tak diimbangi dengan semangat membangun peradaban Indonesia yang lebih konstruktif. Ini bisa dilihat dari munculnya ribuan situs dan media sosial yang mengatasnamakan Islam, namun menebar ? benih kebencian dan hasutan. Jika ini dibiarkan, lambat laun akan menjadi bom waktu. Dan bahkan, percikan dan letupan - efek dari media - itu, sudah banyak meledak.





Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana Kita Merespon?

Ada beberapa cara dan hal yang menurut saya mesti dilakukan. Salah satunya adalah, membuat media alternatif dan pembanding untuk menaggulanginya.

Khusus untuk yang ini, perlu adanya konsolidasi yang terstruktur dan masif dari pemangku kepentingan, yaitu negara dan ormas Islam yang juga memiliki spirit nasionalisme.

Setidaknya, ada tiga sektor yang perlu digarap. Pertama situs atau media sosial yang berisi konten keagamaan yang lebih menekankan akidah, hukum (fiqh) - baik yang bersifat ubudiyah maupun muamalah - dan nilai hikmah keteladanan dalam Islam. Hal ini mengingat pengakses terbesar di dunia maya adalah orang Islam "menengah-kebawah," yang tak sempat mencari informasi hukum ? dll, dari kiai atau ulama moderat.

Kitab-kitab dasar seperti Aqidatul Awam, Fathul Qarib, Nashaihul Ibad dan berbagai kisah inspiratif dalam al-Quran maupun Hadits, yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah, perlu ditulis dan disadur ulang dengan kemasan baru, untuk memenuhi kebutuhan ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, situs dan konten (dalam medsos) yang khusus untuk menggarap generasi muda, remaja, atau lebih populernya generasi millenials. Konten disini harus berisi ajaran Islam dan semua tentang keislaman yang disajikan dengan kemasan muda, gaul, beken, trendi, kece dan kekinian. Jika hal ini alpa digarap, wajar kalau banyak remaja kita terjerumus paham radikal.

Ketiga, website yang khusus menangani wacana Islam, politik, sejarah dan sosial budaya. Ini diperuntukkan untuk merespon isu-isu keislaman kontemporer, yang cenderung "melangit" dan jarang disukai orang awam. Meski demikian, situs ini akan banyak diminati, seperti bagaimana tinjauan Islam tentang isu-isu kepemimpinan, HAM, Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, penyelamatan SDA dll.

Sepertinya, gagasan ini mustahil bisa dilakukan tanpa tiga komponen. Pertama, dikonsolidasikannya penulis dan pemuda yang aktif bikin konten kreatif, menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan yang massif. Kedua, adanya pendanaan yang memadahi, sebagai sebuah supporting system. Ketiga, literasi atau buku rujukan yang memadahi.

Bagaimana yang sudah ada?

Banyak memang, yang sudah melakukan ketiganya. Namun demikian, masih banyak masuk wilayah yang ketiga, yaitu konten yang dikhususkan untuk pertarungan wacana. Padahal, mengapa orang menjadi radikal banyak dimulai semenjak kecil-remaja, dengan mengkonsumsi ajaran dasar dalam Islam. Ini bisa dilihat, misalnya, dimana banyak sekali orang yang mencari tatacara shalat di google, juga hal yang terkait hukum.

NU sudah memulai dengan kopdar-kopdar kecil di berbagai daerah. Namun, hemat saya, itu masih kurang efektif. Jika ingin melaksanakan ketiganya, saya kira PBNU sangat mampu, dengan jaringannya yang sangat luas. Beberapa websitenya juga masih banyak didominasi oleh berita, yang hemat saya, itu kebanyakan dilirik oleh warga NU sendiri. Meski demikian, ini tetap dan sangat penting sebagai informasi dan aikap resmi, juga rujukan organisasi.

Hal yang perlu dilakukan, hemat saya, adalah mengumpulkan penulis dan pembuat konten kreatif, sambil terus mengadakan pelatihan di berbagai pesantren. Kemudian, yang perlu dikuati ketiga situs dengan target pembaca yang disebut di muka, tidak membuat banyak media. Tak perlu banyak namun perlu dikuati sehingga menjadi media maenstream, yang diikuti dan menjadi rujukan banyak orang.

Saya sangat berharap, ada orang baik atau syukur-syukur PBNU mau benar-benar menggarap serius soal ini, mengingat media hari ini merupakan sarana yang efektif, baik untuk berdakwah maupun mempropagandakan kebencian.?

Saya banyak melihat, medi mereka digarap dengan serius dan tepat sasaran, dengan pengikut yang mencapai jutaan masyarakat Islam. Dan meski tak banyak, kita masih punya waktu, sebelum semuanya benar-bemar terlambat. Untuk wajah Islam rahmatan lil alamin, dan untuk Indonesia tercinta.









Penulis adalah kader muda NU. Menulis di blog: ahmadnaufa.wordpress.com dan aktif di beberapa media sosial.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Cerita, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock