Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Prihatin Tawuran, IPNU Taktakan Gelar Penyuluhan Pelajar

Serang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Taktakan, Serang, Banten, mengadakan penyuluhan tindak kekerasan di lingkungan pelajar, Sabtu (11/3). Kegiatan ini juga diisi dengan dialog pelajar dengan Polsek dan Danramil Taktakan.

Acara yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Taktakan itu berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya kejadian kekerasan seperti tawuran di lingkungan masyarakat dan pelajar khususnya di Kota Serang. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian acara pelantikan PAC IPNU Kecamatan Taktakan.

Prihatin Tawuran, IPNU Taktakan Gelar Penyuluhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Tawuran, IPNU Taktakan Gelar Penyuluhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Tawuran, IPNU Taktakan Gelar Penyuluhan Pelajar

"Kami berharap dengan dilaksanakannya acara ini, para peserta dapat memahami bahwa menjaga kesatuan dan ukhuwah sangatlah penting, demi terciptanya keamanan dan ketertiban sosial," kata ketua pelaksana, Suharyadi.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Serang Alan Maulana Yasir mengatakan, pelajar seharusnya menjadi garda terdepan untuk membentengi masyarakat dari tindak kekerasan yang dapat memicu konflik horizontal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sekarang bukan saatnya lagi adu adu otot, tapi adu otak untuk menghindari hal-hal yang bersifat anarkis," terang Alan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga berharap, dengan diadakannya penyuluhan tersebut, tidak terjadi lagi kekerasan di lingkungan masyarakat dan pelajar khususnya di Kota Serang.

"Marilah sama-sama kita bangun Kota Serang dengan kegiatan-kegiatan positif agar dapat mengharumkan nama Kota Serang di mata publik dan menjadikan Kota Serang yang Madani," pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh camat dan pengurus MWCNU Kecamatan Taktakan, serta beberapa pelajar SMA dan santri di kecematan setempat. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Sulitnya Menghukumi Riswah

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para peserta sidang pembahasan masalah keagamaan atau bahtsul masail diniyyah kecewa. Bahtsul masail MWCNU Kecamatan Lasem, Rembang, dinilai kurang memuaskan lantaran pembahasan soal riswah atau suap dinyatakan mauquf, alias belum menghasilkan keputusan.

Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sulitnya Menghukumi Riswah

bahtsul masail di pondok pesantren Al-Hamidiyah itu harus ditunda, hingga selapan (40 hari) mendatang. Bahtsul masail, Sabtu (26/10) malam itu merupakan kali keempat dalam satu tahun periode kepemimpinan Pengurus Wakil Cabang NU Lasem.

Pokok permasalahan yang dibahas terkait dengan pertanyaan masyarakat yang sering timbul setiap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang serentak di Kabupaten Rembang, dan juga jelang Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2014 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembahasan mengerucut pada pemberian materi dari tiga calon kepala desa di mana? ketiganya mempunyai hubungan dekat dengan penerima. Misalnya, calon A saudara. B teman dekat. C tetangga dekat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana hukumnya menerima materi dari tiga calon itu dengan alasan menjaga tali persaudaraan yang sudah terjalin. Dan bagaimana pula hukumnya memberikan sesuatu jika kita adalah calon kades?

Sampai waktu yang telah disepakati, pembahasan belum rampung. Masih ada yang mengeluarkan argumentasi untuk menguatkan statemen masing-masing meski tidak menggunakan pengeras suara.

Suwardi (45) asal ranting NU Desa Bonang mengatakan, ini seharusnya takperlu ditunda dalam mengambil keputusan, sebab terlihat jelas, merpakan many politik.

Rasa kecewa juga dirasakan oleh Muhamad Hasan, asal ranting Sriombo yang sudah membawa dalil hasil Muktamar NU di Makasar. Padahal rujukan dari keputusan PBNU itu sangat mutlak haram, yang menurut Muhamad Hasan layak dan patut dijadikan acuhan.

Moderator Agus Ni’am Adib, menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil keputusan mauquf, dengan berdallih ittiba’ (mengikuti) para kiai sepuh yang tak terburu-buru dalam setiap menentukan keputusan. Ini merupakan keputusan yang sangat berat, mengingat budaya seperti ini sudah menjadi tradisi dan budaya dikalangan masyarakat.

Lebih lanjut Gus Ni’am menyampaikan, pihaknya tik peduli mau dianggap kurang tegas dalam menentukan keputusan. “Namun yang jelas kami menginginkan keputusan yang baik dan benar, karena jika salah nerakalah menjadi konsekwesinya,” pungkas Ni’am. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 25 Januari 2018

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepengurusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo masa khidmah 2015-2016 resmi dilantik, Ahad (10/1). Pelantikan yang digelar di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Probolinggo ini dipimpin oleh Anwari Ilham dari PKC PMII Jawa Timur. Kepengurusan yang baru dilantik akan memperketat kaderisasi.

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Hadir dalam pelantikan ini PMII se-Probolinggo, PMII se-Situbondo, PMII se-Bondowoso, PMII se-Lumajang serta PMII dari Rayon Sastra Unej Jember. Hadir pula Ketua PMII Probolinggo Fajar Ilyas, Ketua IKA PMII Probolinggo Badrus Sholeh, dan Ketua Mabincab PMII Probolinggo Abdur Rohman Mawardi.

Fajar Ilyas menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh para mahasiswa di Probolinggo dengan harapan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan para mahasiswa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Fokus utama kami setelah dilantik adalah proses regenerasi organisasi. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah memperketat kaderisasi di semua tingkatan di Probolinggo,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demi mewujudkan hal itu, Fajar Ilyas mengharapkan doa dan dukungan serta kerja sama dari semua pengurus PMII Probolinggo. “Tanpa dukungan dan kerja sama, sebagus apapun program tidak akan berjalan dengan maksimal,” jelasnya.

Sementara Anwari Ilham mengharapkan agar pengurus PMII Probolinggo yang baru dilantik dapat bekerja lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Terlebih saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa di tengah perkembangan zaman yang semakin maju.

“Kader-kader PMII yang baru saja dilantik harus mampu memberikan warna baru dalam kegiatan mahasiswa di kampusnya masing-masing. Semoga PMII Probolinggo mampu menciptakan kader yang berkualitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

NU Belanda Promosikan Islam Moderat ala Nusantara

Amsterdam, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Islam Nusantara di Indonesia diyakini telah memberikan kontribusi besar terhadap terjaganya kemajemukan masyarakat Indonesia. Islam ini bahkan telah menjelma menjadi modal sosial-politik bagi keberlangsungan bangsa. Atas dasar ini, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda memandang penting untuk mempromosikan dan sekaligus merefleksikan ulang pengalaman Islam Nusantara tersebut, terutama kepada publik Eropa.?

NU Belanda Promosikan Islam Moderat ala Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda Promosikan Islam Moderat ala Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda Promosikan Islam Moderat ala Nusantara

Upaya itu diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan konferensi internasional mengenai Islam moderat di Indonesia dengan tema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: from Local Relevanceto Global Significance. Pelaksanaan kegiatan ini pada 27 Maret 2017 bertempat di kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda.

Rais Syuriyah PCINU Belanda, KH Nur Hasyim dalam siaran pers di Masjid Al-Hikmah, Den Haag, baru-baru ini mengatakan bahwa konferensi internasional ini merupakan konferensi pertama mengenai Islam Nusantara di luar negeri dan diharapkan dapat menjadi agenda dua tahunan yang diusung oleh PCINU bersama Pemerintah RI dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.?

“Selain fokus pada dakwah dan pengembangan masyarakat Muslim diaspora di Eropa secara umum, PCINU tetap konsisten untuk melakukan penguatan akademik dan intelektualitas dalam rangka menunjukkan wajah Islam Indonesia yang berbeda dari image Islam yang dominan di media massa Barat,” tegas beliau.

Katib Syuriyah PBNU, KH Zulfa Mustofa, dalam kesempatan yang berbeda memberikan apresiasi dan berharap ajang ilmiah ini dapat mengkaji relasi diskursus dan praktik Islam di Indonesia dengan dinamika dan tantangan kemanusiaan di ranah regional dan global. Beliau menekankan tantangan PCINU Belanda dan yang ada di beberapa negara lain untuk mendiseminasi praktik Islam yang ramah, toleran, namun juga sensitif terhadap problem ketidakadilan sosial dan ekologis.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut M. Shohibuddin, Katib Syuriyah PCINU Belanda dan sekaligus pengarah konferensi, kegiatan akademik ini dibagi menjadi dua bagian, yakni forum pleno dan diskusi panel. Pada sesi panel, yang dibagi menjadi delapan panel, beberapa peneliti muda dari berbagai negara akan membahas Islam Nusantara dari berbagai sudut pandang, yaituakar intelektual dan relevansi kekinian, pendidikan, hukum dan ? adat, demokrasi dan HAM, krisis sosial dan ekologi, media baru dan kontestasi otoritas keagamaan, serta terakhir dialog dengan lokalitas termasuk dalam konteks Eropa.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan menghadiri dan membuka kegiatan ini. Beliau juga akan menyampaikan pidato kunci sebagai wacana pembuka yang menekankan peran Islam dalam merawat kebinekaan di Indonesia.?

Dalam konferensi ini, beberapa duta besar dan pengkaji Islam dihadirkan sebagai pembicara. Prof Thijl Sunier (VrijeUniversiteit) akan menyampaikan perkembangan Islam di Eropa. Duta besar Aljazair, Safira Machrusah, akan menyorot kiprah dan peran Muslimah Indonesia dalam pembangunan bangsa. Prof Karel Steenbrink (Utrecht University) di akhir kegiatan akan menyampaikan catatan kritis atas semua topik dan isu yang didiskusikan. Selain itu, beberapa ahli dan guru besar dari berbagai universitas di Belanda dilibatkan sebagai pembahas di setiap diskusi panel.?

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda, Fachrizal Affandi, kegiatan konferensi ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Konferensi Cabang (Konfercab) kedua PCINU Belanda. Konfercab itu sendiri akan dilaksanakan esok harinya di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Pesan-pesan kunci dari konferensi internasional ini akan menjadi bahan rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh forum Konfercab,” kata kandidat PhD di LeidenUniversity ini menegaskan.

Melihat siginifikansi kegiatan ini, beberapa pihak memberikan dukungan, yaitu KBRI Den Haag, VrijeUniversiteit Amsterdam, Persatuan Pemuda Muslim Eropa, dan Kementerian Agama RI. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 16 Desember 2017

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Kalimat penutup pidato dan surat-menyurat khas warga NU sebelum salam penutupan. Arti harfiahnya: “Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.” Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah Billahit taufiq wal-hidayah. Namun karena Billahit taufiq wal hidayah kemudian digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam, maka ia merasa kekhasan untuk orang NU tidak ada lagi. 

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq (Sumber Gambar : Nu Online)
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq (Sumber Gambar : Nu Online)

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Untuk itu ia menciptakan istilah baru, Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq yang dirasakan cukup sulit ditirukan oleh orang non-NU.

KH Ahmad Abdul Hamid adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohannya, masyarakat Kendal menyebutnya sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiprah Kiai Ahmad, demikian panggilannya sehari-hari, di lingkungan NU dimulai dari tingkat daerah sampai PBNU. Beberapa posisi penting di NU yang pernah didudukinya adalah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH Sahal Mahfudz), dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU. Ia juga tercatat sebagai distributor majalah Berita NO, yang terbit tahun 1930an. Dalam sebuah tulisan, Kiai Sahal Mahfudz menyebutkan bahwa Kiai Ahmad menyimpan dokumen-dokumen majalah NU seperti Buletin LINO (Lailatul Ijtima Nadhlatoel Oelama)

Kiai Ahmad termasuk sangat produktif menulis dan menerjemahkan kitab-kitab. Kitab-kitabnya umumnya ditulis dalam bahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon. Salah satu tulisannya yang cukup fenomenal adalah terjemahan Qanun Asasi Hadlratus Syech KH Hasyim Asy’ari yang ia terjemahkan atas permintaan Sekretaris Jenderal PBNU Prof. KH Saifudin Zuhri. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Terjemahan tersebut telah dimulai oleh KH Mahfud Sidiq, tetapi tidak selesai sehingga PBNU meminta Kiai Ahmad untuk menyelesaikannya. Terjemahan itu oleh Kiai Ahmad dinamakan Ihyau Amalil Fudlala’ Fi Tarjamati Muqaddimatil Qanunil Asasi li-Jam’iyati Nahdlatil Ulama. 

KH Ahmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H. (Sumber: Ensiklopedi NU)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Ubudiyah, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 13 Desember 2017

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Sukabumi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi berupaya berperan di tengah-tengah masyarakat baik secara jam’iyah maupun jama’ah. Untuk peran tersebut, GP Ansor perlu meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda, salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Dua GP Ansor yang bertetangga tersebut menggelar PKD untuk pertama kalinyaa di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kampung Cihurang RT 3/8, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan pada (25/2) dengan tema Membentuk Pemuda Ansor yang Cerdas demi Kokohnya Persatuan Kebangsaan.?

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Menurut Ketua PAC GP Ansor Simpenan Tendi Satriadji berharap kegiatan itu menjadi titik awal kemajuan GP Ansor Kecamatan Simpenan dan Palabuhan Ratu dan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi PAC lainnya.?

Saat ini, kata dia, di Simpenan dan Palabuhanratu, pemuda dari mulai berumur 17 tahun sudah mulai jauh dari pondok pesantren sehingga membaca dan memahami Al-Qur’an sangat rendah. Tak hanya itu, kepedulian mereka terhadap kegiatan hari hari besar keagamaan sangat minim.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami sangat khawatir moral dan paradigmanya ini bisa terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu yang berbau SARA dan menebar konflik mengatasnamakan Islam,” katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jumat (3/3).

Berdasarkan kehawatiran ini, lanjutnya, sehingga kami mengambil sikap untuk meraih para pemuda dengan cara mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ? yang ? dalam AD/ART Organisasi, yaitu sebagai tujuan organisasi menegakan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mengambil Non-Muslim sebagai Auliya’, Haram?

Oleh Khoirul Himmi Setiawan

Catatan kali ini bisa jadi sangat panjang. Namun pendekatan itu diperlukan agar kajian yang saya sajikan berimbang. Catatan ini bukan kajian politik, meskipun saya akui salah satu alasan formulasinya ditengarahi oleh gema Pilkada DKI 2017. Kajian ini berbasis referensi kitab-kitab tafsir, yang saya himpun dari penelaahan pribadi maupun hasil diskursus pemikiran yang saya ikuti.

Sampai saat ini, masing-masing pihak yang mengharamkan dan tidak mengharamkan non-muslim sebagai auliya’ berada dalam kutub biner, yang seringkali terkotak pada bias pemikirannya sendiri dan cenderung keukeuh menolak pemikiran pihak lain. Sehingga saya pikir, catatan kali ini akan mengetengahkan kajian yang berorientasi pada solusi ketimbang polemik, dan juga mendialogkan antara komitmen terhadap agama dan negara.

Mengambil Non-Muslim sebagai Auliya’, Haram? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengambil Non-Muslim sebagai Auliya’, Haram? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengambil Non-Muslim sebagai Auliya’, Haram?

Kenapa solusi? Sebelum menjawabnya, saya ajukan pertanyaan terlebih dahulu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Inferensi nash (teks) Alqur’an adalah larangan (haram) mengambil non-muslim sebagai auliya’. Kata auliya’ sendiri adalah kata isytirak, kata dengan banyak makna, yang bisa diartikan pemimpin; sekutu; teman dekat (sahabat); kekasih; pelindung; penguasa; pemilik dan penolong.

Pertanyaanya: Apakah keharaman tersebut bersifat mutlak, atau terbatasi (muqayyad) pada konteks (illat) tertentu?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jika anda berkeyakinan haram mutlak, maka ini problematik. Bisa jadi saat ini anda memiliki sahabat dekat, kolega kerja (pimpinan atau karyawan) dan akademik (profesor, pembimbing akademik, guru, mitra riset) dan bahkan tetangga non-muslim. Meyakininya sebagai haram mutlak yang tak terbatasi konteks akan membuat anda --yang berada dalam situasi tersebut-- melakukan keharaman harian.

Lalu, apakah haramnya tersebut muqayyad? Menentukan ini tidak mudah, karena memerlukan adanya penjelasan (qarinah), batasan (qayyid) dan petunjuk (dalalah) yang jelas. Jika tidak, kita akan terjebak pada hipokrisi dan inkonsistensi pemikiran dan tindakan.

Dari sinilah catatan ini diniatkan untuk digoreskan, untuk menyajikan kajian tengah (wasatiyah) yang berorientasi ilmiah.

Saya menggunakan beberapa kitab tafsir, namun rujukan utama pembahasan ada pada 4 kitab tafsir berikut:

1. Tafsir Jami’ al-bayan fi ta’wil al-qur’an, karya Imam Muhammad bin Jarir at-Thabary rahimahullah (225H/839M – 310H/923M). Kitab ini dikenal dengan sebutan Tafsir At-Thabary.

2. Tafsir al-Qur’an al-Adzim, karya Imam Isma’il bin Umar bin Katsir al-Syafi’i rahimahullah (701H/1301M – 774H/1372M). Kitab ini dikenal dengan sebutan Tafsir Ibn Katsir.

3. Tafsir al-Maraghi, karya Syeikh Ahmad Musthofa bin Muhammad al-Maraghi Beik rahimahullah (1300H/1883M – 1371H/1952M).

4. Tafsir al-Munir: Fi al-aqidah wa al-syari’ah wa al-manhaj, karya Syeikh Prof. Dr. Wahbah bin Mushthafa al-Zuhaili rahimahullah (1351H/1932M – 1437H/2015M).

Dua tafsir pertama adalah tafsir klasik (salaf) yang ditulis dengan corak tafsir bil ma’tsur, yaitu menafsirkan ayat alqur’an dengan penjelasan ayat yang lain, riwayat hadist Nabi, atsar (riwayat/pendapat) sahabat Nabi melalui pemikiran (ijtihad) mereka, atau pendapat tabi’in (generasi setelah sahabat Nabi) yang diakui kedalaman ilmunya. Sedangkan dua tafsir terakhir adalah tafsir kontemporer (khalaf), tafsir zaman kita, yang ditulis dengan kombinasi corak bil ma’tsur dan bil ra’yi, yaitu tambahan penjelasan (idhah) pengarangnya dengan basis pemikiran (ijtihad), keyakinan (i’tiqad), dan analogi (qiyas).

Semoga tulisan ini menjadi catatan amal kebaikan dan membawa kemanfaatan ilmu.

Tentang Auliya’: kata dan makna

Akibat polemik pidato Basuki Tjahaya Purnama, titik perhatian penafsiran kata auliya’ ada pada Q.S. al-Maidah (5): 51. Padahal, kata ini disebut setidaknya 36 kali di 35 ayat dari 19 Surat dalam Alqur’an. Arti kata auliya’, yang merupakan bentuk jamak dari kata wali, menurut kamus al-ma’any diartikan sebagai:

1.? ? ? Penguasa, pemimpin, pemangku kuasa (kullu man waliya amran au qaama bihi)

2.? ? ? Penolong, pelindung (an-nashiir)

3.? ? ? Kekasih (al-muhib)

4.? ? ? Teman (al-shodiq, dimana kata wali berarti teman laki-laki; dan waliyah adalah teman perempuan)

5.? ? ? Sekutu (al-haliif)

6.? ? ? Kerabat keluarga disebabkan pernikahan (al-shihru)

7.? ? ? Tetangga (al-jar)

8.? ? ? Orang yang terlibat komitmen/perjanjian (al-aqiid)

9.? ? ? Pengikut, anak buah (al-taabi’)

10.? ? ? Orang yang taat, patuh (al-muthi’)

Dikarenakan multi-makna, dalam catatan ini saya akan menggunakan kata auliya’ atau wali secara langsung, bukan terjemahan atau padanan katanya. Kenapa demikian? Karena untuk menghindari bias makna. Ketika suatu kata itu musytarak (multi-makna), tidak menutup kemungkinan makna kata tersebut dalam satu ayat berbeda padanan maknanya dengan kata yang sama di ayat yang lain.

Sebagai contoh: Ibnu Jarir al-Thabary mengartikan “auliya’ al-syaitaan” dalam Q.S An-Nisa’ (4): 76 sebagai “pengikut-pengikut, mereka yang patuh kepada setan dan saling tolong-menolong dalam jalan kesesatan”. Kata auliya’ dalam ayat tersebut telah tersandarkan (mudhaf) pada kata al-syaitaan, sehingga padanan maknanya bisa ditafsirkan sebagai al-muthi’, dan an-nashiir. Sedangkan dalam Q.S. Al-Ankabut (29): 41, kata auliya’ oleh at-Thabary diterjemahkan sebagai pelindung dan penolong (sesembahan selain Allah).

Namun, jika kata tersebut berdiri sendiri tanpa sandaran (idhofah) dan sifat, maka akan sulit mendefinisikannya dalam satu padanan makna. Hal ini kita temui dalam ayat-ayat Alqur’an yang melarang mengambil non-muslim sebagai auliya’. Maka mengutip terjemahan saja tidak cukup. Menjadi keharusan untuk mengacu pada rumusan ulama’-ulama’ tafsir dalam memahami ayat-ayat tersebut dengan benar.

Tafsir ulama’ terkait larangan mengambil non-muslim sebagai auliya’


Ibnu Katsir, dalam menafsirkan Q.S. Ali Imran (3): 28 menyatakan bahwa Allah melarang orang-orang yang beriman untuk ber-muwalah (mengambil wali) orang kafir, menjadikan mereka auliya’ dan berpaling dari kaum mukmin. At-Thabary mengartikan auliya’ dalam ayat ini sebagai teman dekat dan penolong (a’wan dan anshar). Dalam lanjutan keterangannya, Ibnu katsir menjelaskan siapa saja yang dilarang untuk dijadikan auliya’: yaitu orang kafir (Q.S. An-Nisa’ (4): 144; Al-Anfal (8): 73), orang Yahudi dan Nashrani (Q.S. Al-Maidah (5): 51), dan mereka-mereka yang memusuhi Islam (Q.S. Al-Mumtahanah (60): 1).

Ibnu Katsir menjelaskan tentang muwalah (mengambil wali) non-muslim yang dilarang dalam tafsiran ayat Q.S. An-Nisa’ (4): 144, yaitu saling bersahabat dan saling berkonsultasi atas dasar kecintaan, serta menyerahkan urusan-urusan internal kaum muslim. Syeikh Al-Sa’dy (Tafsir Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan), dalam tafsirnya menjelaskan kaum mukmin dilarang mengambil wali non-muslim atas dasar kecintaan, tolong-menolong dengan mereka terkait urusan-urusan umat Islam. Mengambil wali non-muslim dalam hal itu dianggap tak sinergis dengan esensi keimanan, yang meniscayakan muwalah kepada Allah dan sesama kaum mukmin untuk saling tolong-menolong dalam menegakkan agama Allah dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya.

Ibnu Katsir tidak merinci, urusan-urusan internal kaum muslim yang seperti apa yang dimaksud dalam tafsir beliau. Namun dengan menyelaraskan dua penjelasan (Ibnu Katsir dan al-Sa’dy) tadi, kita bisa menarik indikasi bahwa urusan kaum mukmin yang dimaksud adalah “penegakan agama Allah (iqamatu dinillah) dan perjuangan melawan musuh Allah (wa jihadu a’daillah)”. Hal ini senada dengan tafsir Ibnu Katsir atas Q.S. Al-Maidah (5): 51, tentang larangan mengambil wali dari kalangan Yahudi dan Nashrani, diberi batasan “alladzina hum a’dau al-islam wa ahlihi” yaitu mereka di antara kaum Yahudi dan Nashrani tersebut yang memusuhi Islam dan kaum muslimin. Tidak merujuk kepada seluruh kaum Yahudi dan Nashrani, hanya mereka yang memusuhi kaum muslimin lah yang dilarang untuk dijadikan auliya’. Dalam Q.S. Al-Maidah (5): 82, Alqur’an mengabadikan bahwa diantara kaum Nashrani negeri Habsyah (Ethiopia) adalah mereka yang memiliki kedekatan dan cinta kasih kepada kaum muslim, “walatajidanna aqrabahum mawaddatan lilladzina amanu

al-ladzina qalu inna nashara”, dan menyebut kaum Yahudi arab dan musyrik arab sebagai orang-orang yang besar permusuhannya (Lihat Tafsir al-Munir (4): 5). Konteks larangan muwalah (mengambil wali) non-muslim menurut Ibnu Katsir dan Al-Sa’dy ada pada permusuhan mereka terhadap agama Islam dan kaum muslimin.

Penjelasan Wahbah al-Zuhaili lebih spesifik mengenai ber-muwalah (mengambil wali) seperti apa yang dilarang. Yaitu mengambil pertolongan dan saling membantu dengan kaum kafir dikarenakan kedekatan dan kecintaan, dengan disertai rusaknya keyakinan (aqidah). Hal ini dikarenakan dengan ber-muwalah kaum kafir berarti menganggap baik jalan [keagamaan] mereka. Dan juga dilarang ber-muwalah dalam arti ridho [rela dengan disertai keyakinan] atas kekufuran mereka. Karena ketika rela dengan kekufuran, berarti kita telah menjadi kafir. (lihat Tafsir al-Munir (2): 216-217).

Senada dengan Al-Zuhaili, Musthafa al-Maraghi juga menegaskan larangan ber-muwalah (mengambil wali) dalam persoalan-persolan keagamaan dan mendahulukan kemaslahatan non-muslim di atas kemaslahatan kaum mukmin. Kemaslahatan yang dimaksud al-Maraghi dalam konteks mengutamakan urusan keyakinan non-muslim di atas kaum muslim dan membantu urusan keimanan mereka (lihat Tafsir al-Munir (2): 216 dan Tafsir al-maraghi (3): 132). Keduanya sepakat bahwa titik larangan mengambil wali non-muslim ada di konteks “hilangnya kemaslahatan” kaum mukmin, atau dalam bahasa lain, adanya diskriminasi hak dan jaminan sosial-keagamaan kaum muslimin. Al-Maraghi dan al-Zuhaili menjelaskan illat (kausa hukum) larangan mengambil wali non-muslim adalah kezaliman, yaitu berlaku tidak adil yang menyebabkan hilangnya kemaslahatan dan pengkhianatan terhadap kepentingan kaum muslimin (Lihat Tafsir al-Maraghi (6): 137 dan Tafsir al-Munir (3): 578).

Konteks “kemaslahatan” ini disebut dalam penjelasan al-Zuhaili dan al-Maraghi tentang muwalah (mengambil wali), muhalafah (bersekutu), saling tolong-menolong (munasharah) dengan non-muslim seperti apa yang dibolehkan dalam Islam. Keduanya berpendapat, boleh selama per-wali-an dan persekutuan tadi dilakukan untuk kemaslahatan kaum muslimin (lihat tafsir al-Munir (2): 217), dan dalam urusan-urusan dan kemaslahatan duniawi tanpa diikuti kerelaan mengikuti keagamaan mereka (lihat tafsir al-Maraghi (3): 132 dan Tafsir al-Maraghi (6): 136-137). Keduanya mengambil rujukan dari tindakan Rasulullah SAW yang bersekutu dengan kabilah (suku) Khaza’ah dalam permusuhan kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy, dan suku Khaza’ah saat itu tetap berada dalam kesyirikan keyakinan mereka.

Lalu, jika tafsiran keempat imam tafsir terhadap mengambil non-muslim sebagai auliya’ tersebut merujuk kepada pertemanan, pertolongan dan persekutuan, dan tidak menyebut secara spesifik mengenai permasalahan kepemimpinan, bagaimana ayat-ayat tersebut saat ini digunakan sebagai dalil dalam melarang mengambil non-muslim sebagai pemimpin?

Jawabannya, para ulama’ menarik simpulan hukum haramnya memilih non-muslim sebagai pemimpin, didasarkan pada atsar (riwayat) yang dinukil dari sahabat Umar ibn Khattab dan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallah anhuma, sebagaimana tersebut dalam tafsir Ibnu Katsir Q.S. Al-Maidah (5): 51, dari riwayat Ibnu Abi Hatim. Mari kita cermati kisah dan ulasannya.

Atsar Khalifah Umar r.a seputar larangan mengangkat non-muslim sebagai auliya’

Khalifah Umar r.a meminta kepada Abu Musa al-Asy’ari r.a (gubernur di Bashrah, Irak) untuk menyampaikan laporan pendapatan pengeluaran dalam pengelolaan negara. Saat itu Abu Musa telah mengangkat seorang Nasrani sebagai Katib (sekretaris), dan mereka menghadap kepada Khalifah Umar. Sang Khalifah sangat kagum atas catatan laporan Abu Musa, dan memujinya. Khalifah Umar: “[laporan] Ini sangat rapi, apakah mungkin dia (sekretaris) juga mengkaji catatan laporan di Masjid [Nabawi] yang datang dari Syam (Suriah)”. Abu Musa menjawab, “Dia (sekretaris) tidak diperbolehkan masuk masjid”. Khalifah Umar bertanya, “Apakah dia sedang junub (menanggung hadats besar)?” Abu Musa menjawab, “Tidak, dia seorang Nashrani”. Seketika Khalifah Umar bereaksi keras dan menepuk paha Abu Musa, “keluarkan dia (akhrijuhu)”, lalu membacakan Q.S. Al-Maidah (5): 51.

Pengertian auliya’ dalam kisah di atas dapat dipadankan dengan pemegang kuasa atas sesuatu (man waliya amran au qama bihi), atau sering dinisbatkan kepada pemimpin, pemegang wewenang.

Membaca kisah tersebut, membawa kita kepada diskusi mengenai kedudukan atsar (riwayat yang dinukil) dan qaul (pendapat keagamaan) sahabat nabi sebagai hujjah (dalil, landasan) dalam hukum Islam. Sebagaimana kita tahu, keempat madzhab ahli sunnah wal jama’ah bersepakat bahwa riwayat/pendapat sahabat bisa dijadikan sumber hukum Islam, namun berbeda-beda dalam memandang kedudukan tindakan/pendapat sahabat tersebut.

• Imam Abu Hanifah rahimahullah berpegang pada Alquran dan Sunnah. Bila tidak mendapatkan rujukan pada keduanya, maka beliau akan merujuk pada qaul (pendapat) sahabat, dan apabila terjadi perbedaan pendapat (ikhtilaf), maka beliau akan mengambil pendapat dari sahabat manapun yang beliau kehendaki.

• Imam Malik rahimahullah berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah Rasul yang beliau pandang sah, Ijma’ (kesepakatan umum, tanpa ditemukan riwayat penolakan dan ikhtilaf, perbedaan pendapat) penduduk Madinah (kadang-kadang beliau menolak hadist apabila ternyata berlawanan/tidak diamalkan oleh penduduk Madinah).

• Imam As-Syafi’i rahimahullah berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, kemudian jika tidak ditemukan berpegang pada pendapat keagamaan sahabat yang telah menjadi ijma’ (kesepakatan umum, tanpa ditemukan riwayat penolakan dan ikhtilaf, perbedaan pendapat diantara mereka), lalu tindakan/pendapat al-Khulafa al-Rasyidin (Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum), baru kemudian pendapat-pendapat yang diperselisihkan (ikhtilaf) diantara sahabat dan menimbang mana yang kuat untuk dijadikan dalil.

• Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengambil hukum dari Alquran, Sunnah, baru kemudian pendapat sahabat yang tidak bertentangan dengan Alqur’an dan Sunnah.

Dari keempat imam tersebut, saya lebih condong kepada pendapat Imam As-Syafi’i, yang saya anggap paling komprehensif dalam mengklasifikasikan tingkatan riwayat/pendapat sahabat sebagai dalil, yakni: mengacu pada ijma’ sahabat, tindakan/pendapat khulafa’ rasyidin (4 khalifah setelah Rasul), baru kemudian memilah pendapat sahabat yang unggul.

Di dalam kisah yang saya bawakan di atas, ada dua pendapat sahabat, yaitu: (1) Pendapat Abu Musa al-Asy’ari yang mengangkat seorang Nashrani sebagai katib (sekretaris), dan (2) Pendapat Khalifah Umar yang melarang dengan reaksi keras (intahara). Jika merujuk kepada metode pengambilan hukum Imam As-Syafi’i, maka kedudukan tindakan/pendapat Umar di atas menjadi sangat kuat sebagai dalil, lebih unggul dari tindakan/pendapat Abu Musa al-Asy’ari. Pertama, tidak ditemukan riwayat penolakan atas tindakan Umar tersebut dari sahabat yang lain, sehingga kedudukan riwayat/tindakan Umar tersebut bisa diklasifikasikan sebagai ijma’ sahabat. Kedua, Umar adalah Khalifah Rasyidah, lebih diunggulkan dibanding sekedar pendapat perorangan sahabat nabi.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang menjadi illat (alasan penetapan suatu hukum atau kausa hukum) dibalik tindakan Khalifah Umar tersebut. Ibnu katsir menjelaskan bahwa pelarangan mengangkat katib (sekretaris) dari kalangan non-muslim adalah kekhawatiran bocornya informasi-informasi penting pemerintahan Islam kepada musuh-musuh Islam. Suasana politik masa itu, dan keadaan khilafah Islam yang relatif baru, membuat perkara ini sangat penting dan genting. Dari sini, Dr. Nadirsyah Hosen hafidzahullah (Monash University, Australia/Syuriah PCI-NU Australia dan Selandia Baru) berpendapat, kausa hukum pelarangan mengambil non-muslim sebagai auliya’ tadi adalah “pengkhianatan”, yang juga sesuai dengan konteks riwayat sebab turunnya (asbabun nuzul) ayat-ayat Alqur’an tentang hal itu. Lain lagi dengan K.H. Afifuddin Muhadjir hafidzahullah, ulama’ pakar ushul fiqh dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Situbondo, Jawa Timur) yang berpendapat kausa hukum tindakan Umar adalah “kekafiran”.

Penentuan kausa hukum dalam hukum Islam sangat penting, karena berimplikasi pada praktek penerapan hukum. Salah satu kaidah ushul fiqh yang sangat populer adalah “al-hukmu yaduuru ma’a illatihi wujuudan wa adaman”, yang berarti hukum itu berputar mengikuti kausanya; jika kausanya ada maka berlaku hukum tersebut, bila kausanya tidak ada maka hukumpun tidak ada. Ada tidaknya kausa, bisa dipengaruhi oleh perubahan situasi dan kondisi. Jika anda mengikuti pendapat Dr. Nadirsyah Hosen, maka selama pengkhianatan tak mungkin terjadi, maka larangan mengambil pemimpin non-muslim menjadi tidak ada. Namun, jika kekafiran yang anda yakini menjadi kausa, maka penerapan larangan hukum ini baru gugur jika sang kafir masuk Islam.

Kita menjadi paham, sedemikian penting menentukan kausa hukum, karena implikasi penerapan hukumnya bisa jauh berbeda.

Saya sendiri dalam menyikapi perbedaan kausa hukum dua pakar di atas, lebih memilih mengembalikan pada konteks ayatnya, dan memilih pendapat Syeikh Musthafa al-Maraghi dan Dr. Wahbah al-Zuhaili yang memandang kezaliman dan tak terjaminnya kemaslahatan kaum muslimin sebagai kausa hukum pelarangan mengambil non-muslim sebagai pemimpin, bukan kekafiran.

Kenapa demikian? Jika kekafiran yang menjadi kausa hukum, maka ini bertentangan dengan apa yang dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW sendiri, yaitu Beliau bersekutu dengan suku Khaza’ah, dan Rasulullah tetap membiarkan mereka dalam kesyirikan. Meskipun konteks muwalah dengan non-muslim yang dilakukan Rasulullah adalah dalam konteks “pertemanan dan persekutuan” dan bukan kepemimpinan, justru ini menunjukkan bahwa yang dilakukan Khalifah Umar menggunakan Q.S. Al-Maidah (5): 51 dalam pelarangan pengangkatan non-muslim sebagai Katib (sekretaris) adalah persoalan ijtihadiyah pada lingkup tertentu. Persoalan yang ditimbang berdasarkan pemikiran beliau, demi tercapainya kemaslahatan umum sesuai konteks dan kondisi yang beliau hadapi.

Apa yang dicontohkan oleh para ulama’, pejuang dan cendekiawan Muslim dalam mendirikan Negara Indonesia dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah bentuk ejawantah dari Sunnah Rasulullah sendiri. Bekerja-sama dengan non-muslim dalam bernegara tanpa condong kepada kekufuran, dan tetap mengacu pada maqashid (tujuan-tujuan fundamental) syariat Islam: Ketuhanan yang Maha Esa (Tauhid, hifz al-din); kemanusiaan yang adil dan beradab (hifz al-nafs dan hifz al-aql), persatuan (ukhuwwah dan selalu bersama dengan jama’ah), permusyawaratan (syura) dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat (hifz al-mal dan hifz al-nasl wal ‘ird) tanpa adanya diskriminasi hak-hak warga negara untuk mewujudkan kemaslahatan umum.

Wallahu a’lam.



Kyoto, Ahad, 30 Oktober 2016



Khoirul Himmi Setiawan, anggota Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama, Jepang



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Satkorwil Banser Jawa Tengah menurunkan anggotanya di sepanjang ruas tiga lintasan arus mudik Lebaran 2014. Mereka mendirikan posko terpadu untuk membantu keamanan dan kelancaran arus mudik di jalur utara, tengah, dan selatan di Jateng.

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Setiap Satkorcab Banser di Jateng mendirikan tiga sampai enam posko. Dalam posko itu, anggota Banser menyediakan tempat istirahat dan makanan ringan. Hal ini tampak terlihat dari posko Satkorcab Banser Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

"Walau dengan keadaan terbatas , kami selaku Banser merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam arus mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, ini adalah salah satu tugas banser dalam membantu masyarakat," kata Agus Subekti, anggota Banser dari Satkoryon Belik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami siap membuka layanan selama H-7 sampai dengan H+5," tambah Aupeiyadi dari Balalin setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Posko Banser ini ditempatkan terutama di daerah yang padat dan ramai serta tempat yang rawan. "Kami tempatkan Banser di daerah alternatif Karangreja yang banyak tanjakan dan tikungan untuk menunjukkan arah di jalur alternatif setelah jembatan Comal belum normal 100%. Penempatan ini diharapkan berdampak positif sera mengurangi risiko kecelakaan pemudik," kata Kasatkorcab Banser Purbalingga, Musalim.

Satkorwil Banser Jateng mengapresiasi kesigapan Banser cabang. "Kami menaruh respek yang tinggi kepada sahabat Banser yang tanpa kenal waktu, tenaga, dan pikiran 24 jam nonstop seharian untuk membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Satkorwil Jateng Faizin Maryadi yang sempat mengontrol anggotanya di sejumlah posko.

Didampingi Ketua GP Ansor Jateng Ikhwanudin, Faizin berharap kerja sosial ini menimbulkan empati dan rasa tanggung jawab moral di tiap-tiap cabang. (Herry Budhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Kajian, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Media kini muncul dan membanjiri dunia maya, seiring dengan terbukanya kran kebebasan pascareformasi 1998. Ada semangat baru dalam menyuarakan gagasan, yang hampir selama 32 tahun Orde Baru terbungkam.?

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Sistemik Menyelamatkan Dunia Maya

Meski demikian, hal itu tak diimbangi dengan semangat membangun peradaban Indonesia yang lebih konstruktif. Ini bisa dilihat dari munculnya ribuan situs dan media sosial yang mengatasnamakan Islam, namun menebar ? benih kebencian dan hasutan. Jika ini dibiarkan, lambat laun akan menjadi bom waktu. Dan bahkan, percikan dan letupan - efek dari media - itu, sudah banyak meledak.





Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana Kita Merespon?

Ada beberapa cara dan hal yang menurut saya mesti dilakukan. Salah satunya adalah, membuat media alternatif dan pembanding untuk menaggulanginya.

Khusus untuk yang ini, perlu adanya konsolidasi yang terstruktur dan masif dari pemangku kepentingan, yaitu negara dan ormas Islam yang juga memiliki spirit nasionalisme.

Setidaknya, ada tiga sektor yang perlu digarap. Pertama situs atau media sosial yang berisi konten keagamaan yang lebih menekankan akidah, hukum (fiqh) - baik yang bersifat ubudiyah maupun muamalah - dan nilai hikmah keteladanan dalam Islam. Hal ini mengingat pengakses terbesar di dunia maya adalah orang Islam "menengah-kebawah," yang tak sempat mencari informasi hukum ? dll, dari kiai atau ulama moderat.

Kitab-kitab dasar seperti Aqidatul Awam, Fathul Qarib, Nashaihul Ibad dan berbagai kisah inspiratif dalam al-Quran maupun Hadits, yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah, perlu ditulis dan disadur ulang dengan kemasan baru, untuk memenuhi kebutuhan ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, situs dan konten (dalam medsos) yang khusus untuk menggarap generasi muda, remaja, atau lebih populernya generasi millenials. Konten disini harus berisi ajaran Islam dan semua tentang keislaman yang disajikan dengan kemasan muda, gaul, beken, trendi, kece dan kekinian. Jika hal ini alpa digarap, wajar kalau banyak remaja kita terjerumus paham radikal.

Ketiga, website yang khusus menangani wacana Islam, politik, sejarah dan sosial budaya. Ini diperuntukkan untuk merespon isu-isu keislaman kontemporer, yang cenderung "melangit" dan jarang disukai orang awam. Meski demikian, situs ini akan banyak diminati, seperti bagaimana tinjauan Islam tentang isu-isu kepemimpinan, HAM, Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, penyelamatan SDA dll.

Sepertinya, gagasan ini mustahil bisa dilakukan tanpa tiga komponen. Pertama, dikonsolidasikannya penulis dan pemuda yang aktif bikin konten kreatif, menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan yang massif. Kedua, adanya pendanaan yang memadahi, sebagai sebuah supporting system. Ketiga, literasi atau buku rujukan yang memadahi.

Bagaimana yang sudah ada?

Banyak memang, yang sudah melakukan ketiganya. Namun demikian, masih banyak masuk wilayah yang ketiga, yaitu konten yang dikhususkan untuk pertarungan wacana. Padahal, mengapa orang menjadi radikal banyak dimulai semenjak kecil-remaja, dengan mengkonsumsi ajaran dasar dalam Islam. Ini bisa dilihat, misalnya, dimana banyak sekali orang yang mencari tatacara shalat di google, juga hal yang terkait hukum.

NU sudah memulai dengan kopdar-kopdar kecil di berbagai daerah. Namun, hemat saya, itu masih kurang efektif. Jika ingin melaksanakan ketiganya, saya kira PBNU sangat mampu, dengan jaringannya yang sangat luas. Beberapa websitenya juga masih banyak didominasi oleh berita, yang hemat saya, itu kebanyakan dilirik oleh warga NU sendiri. Meski demikian, ini tetap dan sangat penting sebagai informasi dan aikap resmi, juga rujukan organisasi.

Hal yang perlu dilakukan, hemat saya, adalah mengumpulkan penulis dan pembuat konten kreatif, sambil terus mengadakan pelatihan di berbagai pesantren. Kemudian, yang perlu dikuati ketiga situs dengan target pembaca yang disebut di muka, tidak membuat banyak media. Tak perlu banyak namun perlu dikuati sehingga menjadi media maenstream, yang diikuti dan menjadi rujukan banyak orang.

Saya sangat berharap, ada orang baik atau syukur-syukur PBNU mau benar-benar menggarap serius soal ini, mengingat media hari ini merupakan sarana yang efektif, baik untuk berdakwah maupun mempropagandakan kebencian.?

Saya banyak melihat, medi mereka digarap dengan serius dan tepat sasaran, dengan pengikut yang mencapai jutaan masyarakat Islam. Dan meski tak banyak, kita masih punya waktu, sebelum semuanya benar-bemar terlambat. Untuk wajah Islam rahmatan lil alamin, dan untuk Indonesia tercinta.









Penulis adalah kader muda NU. Menulis di blog: ahmadnaufa.wordpress.com dan aktif di beberapa media sosial.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Cerita, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Intervensi asing dalam tata perekonomian Indonesia tidak hanya terjadi saat ini. Indonesia sudah menganut sistem ekonomi kapitalisme sejak masa Orde Baru.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fajrul Falakh kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di sela-sela acara Munas dan Konbes NU di Surabaya, Ahad (30/7) lalu, menanggapi pertanyaan seputar munculnya keinginan beberapa kalangan untuk kembali ke UUD 1945 yang belum diamandemen.

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Menurut ahli hukum Universitas Gajah Mada itu, persoalan utama dalam tata ekonomi Indonesia adalah praktik pembangunan yang menganut sistim kapitalisme. Orde Baru memakai berbagai cara untuk dapat menerapkan sistem itu. “Ada deregularisasi ini dan itu, ada debirokratisasi, wah lalu sambil berteriak-teriak ‘Secara Murni dan Konsekwen!’ lalu kita menandatangani APEC, WTO, dan lainnya itu kenapa nggak dikritik, kog baru sekarang,” kata Fajrul.

Dikatakan Fajrul, undang-undang susulan yang berkutat soal privatisasi dan swastanisasi tidak hanya bergantung pada amandemen undang-undang dasar. “Kita sudah biasa itu bikin undang-udang ini dan itu nggak usah nunggu amandemen koq, tergantung yang bikin saja,” katanya.

Lembaran Negara

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Para penolak amandemen yang dikomandani oleh mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan amandemen UUD belum dimasukkan kedalam lembaran negara. Menurut Fajrul, dalam dunia hukum tidak ada keharusan untuk memasukkan undang-undang yang telah dibuat ke dalam lembaran negara.

“Tergantung orang-orang yang membuat hukum itu menyaratkan atau tidak. UUD 45 dari awal tidak membuat persyaratan. Naskah dokumen UUD ada dalam lembaran negara tapi dalam bentuk keputusan presiden (kepres) tentang Dekrit Presiden 5 Juli, dimana kepres itu antara lain berisi bubarkan parlemen dan pemberlakuan UUD 45 sebagaimana terlampir, dan seterusnya,” kata Fajrul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaran negara, demikian Fajrul, adalah salah satu cara untuk membuat produk hukum itu terumumkan. Karena itu, mestinya ada cara lain, misalnya ditempel di gedung-gedung, atau diumumkan di media massa, tergantung kepada keinginan para pembuat undang undang.

“Kalau amandemen UUD tahun 2002 waktu itu seingat saya Ketua MPR (Amin Rais) sambil bilang gini, dengan ini naskah UUD berisi ini dan ini diberlakukan mulai waktu ini, tidak ada syarat harus masuk lembaran negara,” kata fajrul. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Cerita, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelatihan menulis kreatif dan ramah IT yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Mataram mendapat respon positif dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menurutnya, kegiatan tersebut patut dilanjutkan untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda.

"Teruskan, kami akan support. Ini sejalan dengan program pemuda," katanya melalui surat elektronik, Senin (1/11).

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram

?

Kegiatan yang berlangsung dua hari di Warung Sawah Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu diikuti oleh sejumlah pemuda dan remaja Kota Mataram. "Kegiatan ini sejalan dengan arahan PBNU dan program? Pemerintah Kota Mataram agar pemuda makin ramah dengan teknologi informasi dan beginilah cara NU Mataram meningkatkan pengetahuan warga," jelas Ketua PCNU Mataram Fairuz Abadi.

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

NU Kota Mataram mempercayakan kepada Komunitas Bintang Sembilan (Kombinasi) untuk melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan ini merupakan upaya menjawab tantangan globalisasi masa kini dan masa datang.

?

"Menulis itu berdakwah dengan tangan, sedangkan pengenalan internet itu agar tak gaptek (gagap teknologi) menghadapi tantangan masa depan," tegas Fairuz saat menutup acara pelatihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kegiatan pelatihan yang digelar 29-30 November ini ditargetkan akan menghasilkan berbagai tulisan yang rencaanya akan dikumpulkan menjadi buku. "Bahkan tulislah sesuatu yang tak ingin ditulis, kalian akan terlatih untuk menulis," demikian Fairuz memotivasi.

Selain pelatihan menulis kreatif, NU Kota Mataram dalam beberapa waktu ke depan juga akan mengadakan pelatihan ekonomi kreatif berbasis IT. Ini juga sebagai upaya agar teknologi bisa dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi.

"Ya, kami akan memberi motivasi warga melalui pelatihan ekonomi kreatif untuk memanfaatkan IT ke arah lebih positif dan bermakna," katanya

Menurut Koordinator Kombinasi Baharuddin Al Ghazali, pelatihan ekonomi kreatif mendatang akan menghadirkan inspirator muda kreatif bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah berpengalaman dari Kota Mataram.

"Kita banyak punya pemuda yang potensial di Mataram, mereka itulah yang akan menjadi instrukturnya. Agar lebih jelas contohnya," jelas Baharuddin. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 12 November 2017

Korban Bencana Alam di 4 Wilayah Memerlukan Bantuan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Indonesia tengah dilanda musibah. Beberapa daerah diterpa bencana alam; banjir bandang, tanah longsor, tanah gerak, puting beliung, serta erupsi gunung berapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, (perubahan) cuaca ekstrem telah menyebabkan bencana di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali.

Daerah Istimewa Yogyakarta

Korban Bencana Alam di 4 Wilayah Memerlukan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Bencana Alam di 4 Wilayah Memerlukan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Bencana Alam di 4 Wilayah Memerlukan Bantuan

Selama beberapa terakhir, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguyur hujan dan menyebabkan bencana banjir serta tanah longsor di 114 titik di 5 kabupaten/kota, yakni di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulonprogo. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, lainnya luka-luka. Hingga saat ini ribuan warga DIY terdampak bencana tinggal di pengungsian. Sejak Rabu (29/11), Pemda DIY menetapkan status siaga darurat bencana.

Pacitan

Sedikitnya 11 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sulitnya akses dan curah hujan yang tinggi membuat tim evakuasi sulit turun ke lokasi. Hujan dengan debit yang tinggi sejak Senin (27/11) dan adanya tanggul yang jebol menyebabkan bencana tak terhindari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gunung Agung, Bali

Mengutip data BNPB, akibat letusan Gunung Agung, Bali menyebabkan jumlah pengungsi mencapai 59.820 jiwa. Mereka tersebar di 238 titik pengungsian. Warga di 22 desa harus keluar dari radius berbahaya sejauh 8-10 kilometer. Para pengungsi terancam awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Ancaman itu sangat berbahaya dan mematikan. 

Lombok Timur

Banjir bandang, terjadi pada Sabtu (18/11) pukul 17.30 WITA. Permukiman dan lahan pertanian digenangi banjir. Kondisi ini melanda 15 Desa di 4 Kecamatan (Lombok Timur, Keruak, Jerowaru, dan Kecamatan Sakra). Banjar bandang ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 367 bangunan porak poranda. Total 2280 warga terdampak langsung bencana banjir bandang di Lombok Timur.

NU Care-LAZISNU pada Senin (20/11) malam, menjelang Munas dan Konbes NU terjun langsung ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak. Hal itu merupakan program rescue atau tanggap bencana yang dilakukan oleh NU Care-LAZISNU, untuk kemudian dilanjutkan ke tahap recovery yakni membangun kembali beberapa rumah warga tidak mampu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

(Baca: Malam-malam, NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Lombok Timur)

Salah satu bantuan diberikan kepada Nenek Munah (80 tahun) yang hidup sebatang kara dan kini rumahnya raib dilahap banjir.

(Baca: Hidup Sebatang Kara, Nenek Ini Dibangunkan Rumah)

NU Care-LAZISNU terus mengajak masyarakat yang peduli bencana tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak melalui NU Care-LAZISNU Program Siaga Bencana.

Bantuan berupa uang tunai dapat dikirimkan melalui rekening BRI: 0335.01.000.735.303; atau BNI: 010.857.6.48; atau BCA: 0680.1926.77. Semua rekening atas nama Yayasan LAZISNU.

Info dan konfirmasi donasi, dengan menyerahkan struk/bukti transfer ke nomor WA 0813 9892 6900 (Call Center NU Care-LAZISNU). Format konfirmasi *Nama* (spasi) *Alamat* (spasi) *Donasi* (nama daerah/lokasi bencana: *Yogyakarta, Pacitan, Gunung Agung, Lombok Timur*).

Mari bergerak bersama untuk bencana yang melanda Indonesia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Hikmah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 11 November 2017

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musibah erupsi Gunung Kelud membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang mengadakan aksi kemanusiaan. Selain mengumpulkan donasi uang dan barang, para aktivis mahasiswa Unipdu juga bergerak sebagai relawan.

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Ada enam mahasiswa Unipdu yang rela bergabung dengan relawan erupsi Gunung Kelud. "Mereka akan berada di posko Kelud sekitar satu minggu," kata Dianti Ninda Putri, Gubernur BEM FIA kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (20/2).

Para relawan akan mengawal seluruh bantuan dari masyarakat untuk disampaikan kepada korban. "Mereka yang akan memberikan informasi terbaru kondisi dan barang apa saja yang paling mendesak untuk diberikan kepada pengungsi," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada saat yang sama, para aktivis Unipdu juga terus berupaya menghimpun dana dari masyarakat di sejumlah titik strategis. BEM FIA Unipdu berkomitmen akan terus menggalang dana bantuan selama masih dibutuhkan. Selain mahasiswa, donasi juga datang dari para dosen dan pimpinan fakultas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Secara khusus, Dianti? mengajak segenap warga untuk turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan bagi erupsi Kelud.

"Namanya makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang sekitar, semuanya saling berkaitan," tandasnya seraya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan korban. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 23 Oktober 2017

Di Bali Puluhan Alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Doa untuk Muslim Rohigya

Badung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, yang berada di Bali, menggelar istighosah dan doa bersama atas tragedi kemanusian yang terjadi di Myanmar. Doa bersama ini bertempat di Desa Kedonganan, Kuta Selata, Badung Bali, Ahad (10/9) malam. 

Para alumi Pondok Pesantren Nurul Jadid ini, dengan khusyu memanjatkan doa agar tindakan kekeras militer Myanmar pada etnis Rohingya yang diduga sekitar 290.000 orang Rohingya, yang melarikan diri dari Rakhine agar mendapat pertolongah Allah SWT.

Ach Yani Zeen, salah satu senior alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengatakan bahwa penindasan pada etnis Rohingya bukan persolan agama, karena banyak pihak yang mengaitkannya dengan isu agama. Mengingat mayoritas masyarakat Myanmar memeluk agama Budha dan Rohingya beragama Islam. 

Di Bali Puluhan Alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Doa untuk Muslim Rohigya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bali Puluhan Alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Doa untuk Muslim Rohigya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bali Puluhan Alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Doa untuk Muslim Rohigya

"Konflik di Myanmar sama sekali ini bukan persoalan agama. Ada konflik kepentingan ekonomi di balik persoalan Rohingya. Kita tahu banyak di media memberitakan ada jalur sumber energi, minyak dan gas. Kepentingan itu yang dibungkus dengan konflik agama. Kita doakan saja, semoga tragedi kemanusian di Myanmar segera selesai," ucapnya.

Hal senada juga dikemukakan kordinator Istighosah, Misdawi. Menurutnya tragedi yang menimpa etnis Rohingya adalah luka dunia. Setiap manusia katanya, harus diperlakukan secara manusiawi.

"Kami sebagai santri, turut prihatin pada tragedi di Myanmar. Karena bagaimanapun penindasan itu tidak boleh terjadi. Dengan adanya istighosah dan doa bersama pada Allah SWT. Kami harapkan segala penindasan pada manusia segerah berkahir, khususnya pada etnis Rohingya," ujarnya. (Misdawi/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Pesantren, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 05 Oktober 2017

BPUN Way Kanan Bantu Cari Ayah Denada

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) PC Ansor Way Kanan Lampung bersimpati pada Oktavia Denada Arolla Kusuma Putri (17) yang mencari ayahnya, Supriyadi alias Dapri yang dilahirkan di Jetis, Bantul, Yogyakarta pada 1965.

Ketua Alumni Sanlat BPUN 2016 Riky Ryan Saputra, di Blambangan Umpu, Selasa (14/6) menjelaskan, Denada merupakan warga RT 003,RW 002, Kampung Sumber Tani, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan.

BPUN Way Kanan Bantu Cari Ayah Denada (Sumber Gambar : Nu Online)
BPUN Way Kanan Bantu Cari Ayah Denada (Sumber Gambar : Nu Online)

BPUN Way Kanan Bantu Cari Ayah Denada

"Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan Pak Supriyadi bisa menghubungi nomor 081540890056," kata Riky.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Denada melanjutkan, sekitar 1997, ayahnya Supriyadi merantau ke Jawa. Setelah beberapa waktu mengirim surat pada kakeknya yang bernama Suraji meminta dijualkan tanah untuk bekal kerja di Korea, namun permintaan tersebut ditolak.

"Saya anak tunggal, ibu saya namanya Murniati. Setelah cerai dengan ayah pada 1998, ibu kembali ke Belitang, Sumatera Selatan, sejak itu tidak ada lagi kabar mengenai ayah saya," ujar Denada yang dilahirkan di Bekasi, 12 Oktober 1997 itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Terkait upaya pencarian ayahnya? setelah usia 17 tahun. Denada mengaku ingin memastikan ayahnya masih hidup atau sudah tiada. "Saya juga ingin mendengar apa alasannya meninggalkan dan melupakan saya selaku anak kandungnya," tuturnya.

Selain itu, Denada juga ingin memecahkan belenggu hidupnya selama ini. "Apakah saya harus membenci atau menyayanginya karena tidak pernah menghiraukan saya. Kenapa saya mencarinya setelah umur 17 tahun karena saat inilah saya memiliki keberanian untuk mencari. Saya hanya ingin seperti anak-anak pada umumnya yang mengetahui dan dekat dengan ayahnya. Saya ucapakan terima kasih kepada pemuda Nahdlatul Ulama tergabung dalam alumni Sanlat BPUN yang memprakarsai gerakan mencari ayah saya melalui media sosial dan media massa," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 01 Oktober 2017

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hari ini meluncurkan buku putih bertajuk “Benturan NU-PKI 1948-1965”. Buku itu merupakan respon dan klarifikasi (tabayyun) atas berbagai informasi dan propaganda yang muncul akhir-akhir ini.

Buku putih diluncurkan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (9/12) siang, dihadiri antara lain Hermawan Sulistyo (LIPI-peneliti peristiwa 1965), Kiki Syahnakri (PPAD), Agus Sunyoto (Sejarawan), dan KH Miftakhul Akhyar (Rois NU Jatim).

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Menurut Panitia Peluncuran Buku Putih, Adnan Anwar, buku itu antara lain adanya dramatisasi jumlah korban PKI dalam peristiwa 1965. Dikatakannya, dari sekitar belasan atau puluhan ribu korban disebutkan berjumlah ratusan ribu, bahkan peneliti barat mengasumsikan jumlah korban menyentuh angka hingga satu juta orang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tim buku putih mengungkapkan adanya proses dramatisasi jumlah korban itu. Bahkan di beberapa daerah yang menjadi basis PKI, jumlah korban yang disebutkan itu lebih banyak dari jumlah penduduk yang terdata waktu itu. Ini harus diluruskan,” kata Wakil Sekretaris PBNU itu, Ahad (8/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Buku itu mengungkapkan bahwa rentetan peristiwa 1948 dan 1965 merupakan konflik horisontal. Korban dan pelakunya berasal dari banyak pihak. Buku itu secara khusus melampirkan korban dari kalangan NU yang hampir tidak pernah dicatat oleh para peneliti barat.

Menurut Adnan, buku itu diterbitkan untuk melanjutkan proses rekonsiliasi (islah) telah terjadi secara alami, terutama di antara NU dan keluarga korban 1965.

“Jangan sampai propaganda dan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu dapat mengganggu proses terjadinya rekonsiliasi yang terjadi alami. Kita tidak bisa membiarkan ada orang luar terus mengadudomba bangsa Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, buku itu juga ditujukan untuk kader NU. “Generasi NU yang lahir belakangan harus mengetahui sejarah secara menyeluruh agar tidak goncang dan resah dengan berbagai informasi yang beredar,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Makam, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 September 2017

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Sejak masih kecil, Ahmad Tohari mengaku sudah hafal ayat "Lahu ma fis samawati wal ‘ardli" (Hanya milik-Nya lah segala apa yang di langit dan di bumi). Ia menghayati benar makna ayat ini saat mendatangi acara kenduri yang kerap membaca Ayat Kursi.

Kang Tohari –sapaan akrabnya– mendatangi kendurian bukan untuk mendengar apalagi menghafal ayat tersebut. Ia menghadiri kenduri karena mengharapkan tumpengan yang disajikan. Ia mengucapkan kalimat itu sambil terkekeh.

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Tapi kemudian di masa dewasanya ia menghayati ayat itu dengan kalimat lain yaitu, “kata adalah makhluk ciptaan Allah yang tak kurang nilainya dari makhluk yang lain. Orang seperti Kiai D Zawawi Imron ini memelihara makhluk Allah (kata) dengan baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dan alhamdulillah, D Zawawi Imron ini adalah Kiai NU,” ungkap Ahmad Tohari, novelis NU dalam sambutan acara Pidato Kebudayaan D Zawawi Imron di Aula PBNU lt.8, tahun lalu.

Kang Tohari karenanya dengan jelas dan tandas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para kiai NU yang telah mentradisikan upacara kenduri. Hanya karena upacara ini, ia dapat menghafal dan menghayati makna Ayat Kursi tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penghayatan atas Ayat Kursi ini, menderetkan nama Kang Tohari dalam jajaran terdepan sastrawan nasional. Menimba dari tradisi kaum santri, keberkahan dalam bentuk khusus mengucur deras kepadanya.

Ahmad Tohari juga termasuk pemilihar kata yang baik. Untuk itu mari kita simak Pidato Kebudayaan Ahmad Tohari di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jumat malam 28 Maret. Ia akan menyampaikan pokok pikiran dengan judul “Membela dengan Sastra”. (Al Hafiz Kurniawan-Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Cerita, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 16 Agustus 2017

Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. “Menulis adalah ekspresi dari sebuah pemikiran. Setiap orang yang ‘waras’ tentu punya pemikiran, karena hanya orang gila yang tidak punya pemikiran. Jadi pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menulis”.

Demikian pernyataan dari pemateri Muhammad Mustafied, dalam mengawali diskusi mingguan yang berlangsung di perpustakaan Pesantren Aswaja Nusantara, Mlangi, Nogotirto GMP, Sleman, Yogyakarta, Kamis malam (02/05).

Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis

Diskusi ini merupakan program mingguan Pesantren Aswaja Nusantara, yang dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jum’at, pukul 20.30 sampai selesai. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tema yang diusung kali ini adalah “Menulis Itu Indah dan Mudah”, dan disampaikan oleh Kang Tafied – sapaan akrab Muhammad Mustafied – yang tak lain merupakan pimpinan Pesantren Aswaja Nusantara itu sendiri. 

Kang Tafied menyampaikan sembilan trik bagaimana untuk memulai menulis. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pertama, hilangkan dulu stereotip bahwa menulis itu berat dan menyeramkan. Kedua, pengorganisasian ide-ide, untuk kemudian diambil satu ide sebagai fokus. Ketiga, membuat peta pemikiran dari ide-ide, terutama pada ide yang dijadikan fokus. Keempat, data-based-writing, yakni perlunya kekayaan data, dan kekuatan analitik dan imajinatif dalam menulis. Kelima, gunakan perspektif teori dan konsep yang jelas, kuat dan relevan. Keenam, mulailah menulis. Ketujuh, editing. Kedelapan, pengendapan, dan kesembilan, berbagi dengan teman sejawat

Diskusi tersebut berlangsung santai dan cukup aktif. Terbukti dengan adanya beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta kepada pemateri. Salah satunya adalah Rahmat, yang meminta pendapat tentang adanya asumsi bahwa penulis yang baik, bisa dipastikan dia pembaca yang baik. Namun, belum tentu pembaca yang baik itu pasti penulis yang baik.

Menanggapi hal itu, kang Tafied mengatakan bahwa ia sepakat dengan asumsi tersebut.

“Penulis yang baik adalah penulis yang bisa mengungkapkan gagasan yang runtut. Nah, untuk bisa runtut itu tidak bisa hanya mengandalkan imajinatif saja, tapi juga harus membaca”, tandas pria lulusan Filsafat Universitas Gadjah Mada pada malam itu.

Di akhir sesi diskusi, kang Tafied memaparkan perihal ‘mengapa harus menulis’. Setidaknya terdapat lima hal utama. Pertama, media atau tulisan merupakan kekuatan keempat setelah Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Kedua, tulisan mampu membuka kesadaran masyarakat . Ketiga, sarana dakwah. Keempat, mengembangkan kepemimpinan gagasan, dan kelima, mewarnai arena transaksi wacana, gagasan, dan ide di ruang publik.

Maka, sudah saatnya bagi kalangan pesantren untuk mentradisikan menulis sejak dini. Maraknya kitab-kitab karangan ulama klasik, merupakan bukti betapa produktifnya para ulama dalam hal menulis saat itu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Cerita, IMNU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 14 Agustus 2017

Konfercab Perdana PCINU Tunisia Gunakan Sistem Ahlul Halli

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia mengadakan konferensi cabang perdana di Tunis pada Kamis, (20/8). Peserta konferensi memakai mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dalam pemilihan pemimpin PCINU Tunisis sesuai amanat Munas NU 2015.

Konfercab Perdana PCINU Tunisia Gunakan Sistem Ahlul Halli (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Perdana PCINU Tunisia Gunakan Sistem Ahlul Halli (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Perdana PCINU Tunisia Gunakan Sistem Ahlul Halli

Pada konfercab ini, tim Ahlul Halli PCINU Tunisia yang terdiri atas 5 orang sepakat mengamanahkan Dede Ahmad Permana sebagai Rais Syuriyah periode 2015-2017. Sedangkan Ketua PCINU Tunisia diamanahkan kepada Ahmad Muntaha Afandi setelah melalui pemungutan suara yang diikuti para peserta konfercab.

Pada sambutan perdananya, Muntaha menegaskan pentingnya peran PCINU sebagai duta NU di dunia internasional, “Terutama dalam rangka mengenalkan model keberagamaan yang toleran sebagaimana diusung jamiyyah Nahdlatul Ulama.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Konfercab itu sendiri dimulai pukul 17.00 waktu setempat dan berakhir pada 22.45. Sebanyak 37 peserta menghadiri acara ini, dari total 50an anggota yang terdaftar di PCINU Tunisia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Forum ini menjadi konferensi perdana mengingat usia PCINU Tunisia yang baru sekitar 2 tahun. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 12 Juni 2017

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Selain menunaikan rukun, seorang jamaah haji perlu memerhatikan juga tentang Wajib Haji. Dalam masalah haji, penting untuk membedakan istilah rukun dan wajib haji. Keduanya adalah perkara yang harus dilaksanakan, tetapi ada perbedaan di antara keduanya.

Pada rukun haji, ketika seseorang tidak melaksanakannya, maka hajinya batal dan harus diulang. Sedangkan pada wajib haji, orang yang tidak melaksanakannya bisa menggantinya dengan membayar dam.

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Berdasarkan kitab Al-Fiqhul Manhaji lil Imam As-Syafi’i, wajib haji mencakup lima hal berikut.

1. Memulai Ihram dari Miqat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seseorang yang memulai haji akan melaksanakan ihram, dengan berniat, lalu mengenakan pakaian ihram. Amaliyah ihram ini harus dilakukan di miqat yang telah ditetapkan.

Miqat dibagi menjadi dua, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani ini adalah waktu bagi seorang jamaah haji untuk memulai ihram, mulai bulan Syawwal sampai bulan Dzulhijjah. Kemudian, selain memerhatikan waktunya, penting diketahui untuk miqat makani adalah lokasi tempat dimulainya ihram. Lokasi miqat makani ini berbeda-beda berdasarkan daerah masing-masing, dan disebutkan tiap-tiap patokannya dalam berbagai kitab fikih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

2. Menginap (Mabit) di Muzdalifah

Kegiatan ini dilakukan seusai ritual wukuf di Arafah, tepatnya saat terbenamnya matahari. Muzdalifah ini adalah lokasi di antara Arafah dan Mina. Hendaknya menginap di sana sekiranya sebagian malam saja, tidak wajib sampai Subuh esok hari tiba.

3. Melempar Jumrah

Setelah menginap di Muzdalifah seorang jamaah haji menuju tempat-tempat jumrah, dan melempar masing-masing tujuh kerikil. Waktunya merentang sejak tengah malam Idul Adha sampai waktu maghrib. Jumrah sendiri ada tiga macam: Jumrah ula, jumrah wustha dan jumrah aqabah.

4. Menginap di Mina pada dua malam hari Tasyriq

Setelah ritual melempar jumrah, jamaah haji menuju Mina dan menginap di sana pada hari Tasyriq. Menginap ini diartikan untuk bermalam pada sebagian besar waktu pada dua hari Tasyriq di Mina itu.

5. Thawaf wada’

Thawaf ini dilakukan setelah menunaikan semua amalan haji, dan hendak keluar dari Mekkah.

Jika wajib haji itu tidak dilaksanakan, maka orang tersebut wajib membayar dam. Dam dalam kitab Matan Taqrib karya Syekh Abu Syuja’ terbagi atas beberapa kriteria, sesuai dengan larangan haji yang dilaksanakan atau kewajiban haji yang ditinggalkan. Kriteria dam untuk orang yang meninggalkan wajib haji dalam Matan Taqrib adalah sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dam wajib disebabkan meninggalkan ibadah (dalam hal ini wajib haji) dipilih secara berurutan (sesuai kondisi). Yang pertama, dengan seekor kambing. Jika tidak ada kambing, maka ditunaikan dengan berpuasa sepuluh hari. Tiga hari ketika berada di Mekkah, dan tujuh hari ketika kembali ke kampung halaman.”

Dengan demikian, wajib haji kiranya perlu diperhatikan agar ibadah haji menjadi lebih sempurna dilaksanakan. Semoga jamaah haji sekalian menjadi haji yang mabrur dan diterima Allah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ubudiyah, Tegal, Cerita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock