Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. “Lihatlah, lihatlah tukang rosok itu. Dia tetap berusaha untuk makan meski keadaan sudah sangat menghawatirkan. Hanya tukang rosok itu yang? tidak mengeluh dengan keadaan desa ini.”

“Ini bukan masalah mengeluh ataupun sabar menghadapi ujian, Pak Bob. Masalah ini menyangkut warga saya. Saya bertanggung jawab dengan keadaan ini, Pak Bob.”

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Itulah sepenggal adegan dialog dari lakon "Hujan di Ujung Senja" yang? akan dibawakan kelompok terater Fatah dari Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Lakon "Hujan Di Ujung Senja" akan dipentaskan dalam rangka Haflah Akhiris Sanah, Khotmil Kutub, dan Muwaadaah atau upacara perpisahan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (13/5) malam, di halaman pesantren setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lakon “Hujan Di Ujung Senja” karya dari Miftahul Khoir memuat kritik terhadap menurunnya moral anak bangsa. Karya ini berawal dari puisi, yang kemudian diubah menjadi naskah drama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sebuah karya yang berawal dari puisi ketika saya galau di suatu senja melihat menurunnya moral anak bangsa dan akhirnya menjadi naskah drama ‘Hujan di Ujung Senja’,” kata Khoir.

Sang sutradara, Sholihul Hadi, juga akan menambahkan beberapa adegan yang menggelitik dan lelucon pada seni pertunjukkan yang semua para pemainnya adalah santri ini.

“Ya, walaupun waktu latihan sangat singkat sekali, hanya sebulan, kami yakin akan memberikan pengalaman baru bagi santri dalam pementasan terater nanti. Ini juga dalam rangka melestarikan pagelaran seni di lingkungan pesantren,” jelas Bang Khul, panggilan akrabnya.

Lakon ini nanti akan dipentaskan oleh 15 santri. Berbagai karakter dimasukkan dalam cerita tersebut.

“Banyak hal saya peroleh saat latihan seperti kedisiplinan, konsentrasi, tanggungjawab, dan lain-lain,” kata Adib Hidayatulloh,? mengungkapkan kegembiraanya atas pengalaman pertamanya ini. (Ben Zabidy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 20 Februari 2018

Agresif, ARSA Desak Myanmar Libatkan Rohingya dalam Pembuatan Kebijakan

Yangon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gerilyawan Muslim Rohingya mengaku tidak punya pilihan lain kecuali melawan apa yang mereka sebut sebagai terorisme yang disponsori oleh negara Myanmar. Hal itu dilakukan untuk membela komunitas Rohingya dan mendesak agar mereka dilibatkan dalam semua keputusan yang mempengaruhi masa depan Rohingya.

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Myanmar pada 25 Agustus, yang memicu operasi kontra-pemberontakan di wilayah utara Rakhine. Operasi bersenjata yang diwarnai aksi pembunuhan, pembakaran desa-desa, kekerasan seksual, dan lainnya itu memaksa terjadinya eksodus sekitar 650.000 etnis Rohingya ke Bangladesh.

Agresif, ARSA Desak Myanmar Libatkan Rohingya dalam Pembuatan Kebijakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agresif, ARSA Desak Myanmar Libatkan Rohingya dalam Pembuatan Kebijakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agresif, ARSA Desak Myanmar Libatkan Rohingya dalam Pembuatan Kebijakan

(Baca: Muslim Rohingya di Mata Komandan Militer Myanmar)Selanjutnya PBB mengutuk langkah militer Myanmar dan menyebut tindakan tersebut sebagai upaya pemusnahan etnis.

Tapi sejak serangan Agustus itu, kelompok pemberontak kecil tersebut telah meluncurkan beberapa serangan hingga Jumat kemarin. Aksi yang dilakukan baru-baru ini adalah penyerangan terhadap sebuah truk militer Myanmar yang melukai beberapa anggota pasukan keamanan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"ARSA tak memiliki pilihan selain memerangi terorisme yang disponsori oleh Burma (Myanmar) terhadap populasi Rohingya, untuk tujuan membela, menyelamatkan dan melindungi komunitas Rohingya," kata ARSA dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh pemimpin mereka, Ata Ullah dan diunggah di Twitter, Ahad.

"Rakyat Rohingya harus diajak berkonsultasi dalam semua pengambilan keputusan yang mempengaruhi kebutuhan kemanusiaan dan masa depan politik mereka," lanjutnya sebagimana dikutip Reuters.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

ARSA mengaku bertanggung jawab atas penyergapan pada Jumat itu namun tidak memberikan rincian perihal bentrokan tersebut.

(Baca juga: Lima Fakta yang Harus Diketahui di Balik Tragedi Rohingya)Pemerintah Myanmar menolak segera berkomentar dengan mengatakan bahwa pihanya belum membaca pernyataan tersebut. Hal yang sama juga dilakukan militer setempat. Mereka hingga kini belum berkomentar mengenai situasi keamanan di utara Negara Bagian Rakhine. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar diskusi tentang relasi media dan kekuasaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader agar menjadi konsumen media yang kritis.

Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Pelajar Santri Berprestasi (PASTI) sekaligus Jurnalis Kominfo Jatim, Lukman Hakim yang diundang menjadi narasumber dalam kesempatan ini mengatakan, ada tiga hal yang harus dipahami untuk membedah relasi media dan kekuasaan, di antaranya posisi? pemerintah, pengusaha (kapital), dan media. Idealnya, tiga komponen tersebut saling menjalankan fungsinya secara optimal.

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

“Sayangnya, hari-hari ini mudah kita jumpai pengusaha memiliki media, kemudian masuk ke pemerintahan. Akhirnya yang terjadi konten yang disajikan bias dan cenderung mengarah pada kepentingan tertentu,” paparnya, Kamis (7/4), di Selasar Masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, media seringkali disebut sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi. Melalui demokrasi, distribusi kekuasaan dengan mudah dapat dilakukan, baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Media, idealnya berperan sebagai sebuah alat kontrol sosial yang dapat mencegah munculnya monopoli kekuasaan oleh pihak tertentu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai mahasiswa, Lukman yang juga pengurus PW IPNU Jatim ini mengajak IPNU-IPPNU untuk tidak mudah terpengaruh oleh terpaan media. Sebaliknya, memahami isu yang dikembangkan media harus proporsional. Membiasakan diri untuk melakukan check and balance dengan melakukan komparasi berbagai media.

Ketua PKPT IPNU UIN Sunan Ampel, Ahmad Deni Saputra mengatakan, hasil dari diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan media buletin dan media sosial. Seluruh kader diupayakan dapat mengasah kemampuan menulis. Dengan begitu, tidak hanya tunduk dan berdiam diri terhadap media mainstream namun juga bisa menawarkan gagasan melalui media independen milik sendiri.

Ia menambahkan diskusi? mengenai isu aktual dan asah nalar kritis memang menjadi agenda rutin mingguan. Selain itu, setiap hari Senin juga dilaksanakan kajian keaswajaan. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan memang berorientasi pada penanaman nilai-nilai Islam rahamatan lil alamin dan memaksimalkan potensi intelektual.

“Sebagai garda terdepan pengkaderan di NU, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi bangsa. Tentu dengan kapasitas yang kami miliki,” tandasnya.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 06 Februari 2018

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Bandar Lampung,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan, keputusan politik setiap anggota untuk mengikuti sebuah partai ialah keputusan pribadi, bukan keputusan organisasi.

“Ansor bukan partai politik,” katanya saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan setelah meletakkan batu pertama pembangunan kantor Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Jumat (10/1).

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Jadi, kata dia, anggota GP Ansor yang berpolitik dengan mengikuti suatu partai ialah keputusan pribadi. Itu hak individu masing-masing.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ansor tidak pernah menyarankan anggotanya mengikuti suatu partai tertentu," lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nusron yang kini menjabat Kepala BNP2TKI dan pernah menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar mendapat pertanyaan tersebut sehubungan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama itu diidentikan publik dengan partai tertentu.

Berkaitan dengan itu, ia menegaskan jika organisasi dipimpinnya bukan partai politik atau parpol, sehingga keputusan anggota Ansor untuk terjun ke dunia politik ialah pilihan individu, bukan arahan organisasi. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di masa yang akan datang, Nahdlatul Ulama (NU) tak akan kewalahan lagi jika terjadi bencana alam. Karena, nantinya, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air ini akan memiliki sebuah modul tentang cara-cara efektif penanggulangan bencana alam berikut perangkat-perangkatnya.

Modul itu saat ini sedang dalam proses perumusan oleh Community Based Disaster Risk Management (CBDRM) NU melalui forum Roundtable Discussion Modul; “Pesantren Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama” yang digelar di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta, 20-23 Desember mendatang.

Forum yang dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Besar NU Andi Jamaro Dulung itu nantinya akan membuat modul penanggulangan bencana berbasis pesantren. Sejumlah pakar penanggulangan bencana dari berbagai lembaga bersama-sama CBDRM NU akan membuat modul versi NU tersebut.

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana

Project Manager CBDRM NU Avianto Muhtadi, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Shammengatakan, modul yang akan dirumuskan nanti bersifat penanggulangan sebelum terjadinya bencana alam itu sendiri. Menurutnya, hal itu penting guna mengurangi jumlah korban dalam suatu bencana.

“Bukan dalam pengertian tanggap darurat, rehabilitasi atau rekonstruksi. Tapi penanggulangan bencana sebelum terjadi bencana. Langkah antisipatif jika suatu saat terjadi bencana. Ini penting untuk mengurangi jumlah korban jika ada bencana,” terang Avin, begitu panggilan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung menyambut baik kegiatan tersebut. Diakuinya, hingga saat ini, NU belum memiliki ilmu dan pengalaman tentang penanggulangan bencana alam. “Kita ini  belum memiliki banyak referensi, ilmu dan pengalaman dalam hal penanggulangan bencana alam,” katanya.

Akibatnya, lanjut Andi—demikian ia akrab disapa, jika terjadi bencana alam, NU tidak mampu berbuat banyak. Gelombang pasang tsunami yang menghantam Aceh 2004 silam serta sejumlah bencana alam yang menyusul kemudian, menurutnya, cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi NU.

“Lima hari pasca-tsunami, kami (tim relawan NU) ke Aceh. Sampai di sana kami bingung. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Persiapan-persiapan yang kami bawa dari Jakarta, ternyata tidak banyak dibutuhkan di sana. Ini pelajaran bagi NU agar bisa lebih siap jika suatu saat dibutuhkan,” terang Andi. (rif)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Berkala Sarbumusi

Berkala Sarbumusi adalah majalah yang diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat Sarikat Buruh Muslimin Indonesia atau DPP Sarbumusi. Majalah tersebut pertamakali terbit pada tahun 1968, beralamat di Jalan Raya Kramat 164 atau kantor PBNU.?

Berkala Sarbumusi terbit ala kadarnya, ukurannya kertas polio, tata letaknya seperti bentuk surat, tidak dijilid layaknya sebuah majalah. Nama para awak redaksi pun tidak dicantumkan.

Berkala Sarbumusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkala Sarbumusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkala Sarbumusi

Edisi pertama mengetengahkan editorial berjudul “Pengangguran Sumber Ketegangan Sosial Paling Berbahaya”. Dalam tulisan itu juga disinggung kehidupan politik yang macet, demokrasi yang yang dikebiri. Disinggung pula RUU tentang Sawatantra dan hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah yang semakin jauh dari cita-cita otonomi seluas-luasnya bagi daerah.

Tulisan berjudul Prasarana Politik untuk Pembangunan Ekonomi karya HM Subhan ZE. Ada juga O. Hambali dengan tulisan Pedoman Tata Cara Penyelesaian Perburuhan. Tak lupa memuat berita seputar Sarbumisi, surat pembaca, serta ilustrasi-ilustrasi pignet. Nama-nama gerakan buruh yang tergabung dalam Sarbumisi diletakkan di halaman kedua.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari dokumen yang dimilik Perpustakaan PBNU, majalah ini konsisten menggunakan sampul 1 jenis, yakni lambang Sarbumi di sisi kiri, nama majalah Berkala SARBUMISI dilekakkan paling atas.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara seorang bertubuh keker, mengenakan kopyah, sedang mengajungkan tangan kirinya yang memegang hasil bumi, tangan kananya terkepal. Di bawah gambar tersebut ada masjid, cerobong pabrik, kereta api, dan kapal laut. Sampul itu tidak diganti hingga edisi ke-12, Juni 1969. Hanya saja warnanya berubah, kadang hijau, merah, biru, serta oranye.?

Tidak ada informasi secara pasti kapan berakhirnya majalah ini. Sebuah informasi mengabarkan bahwa National Library of AUstralia punya koleksi Berkala Sarbumusi. Besar kemungkinan, majalah ini tidak terbit seiring induknya mati suri karena dilarang melakukan aktivitas perlindungan terhadapa anggotanya oleh Orde Baru. Berkala SARBUMUSI terbit ketika DPP Sarbumi dipimpin KH Masykur dan Sutanto Martoprasono. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at

Jum’at termasuk hari yang dimuliakan dalam Islam. Bahkan, dalam hadits riwayat Ibnu Majah disebutkan, “Hari Jum’at adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam.”

Ada banyak keutamaan dan manfaat bila mengerjakan amaliyah sunah Jum’at. Sebab itu, Rasulullah menganjurkan memperbanyak ibadah dan melakukan amalan sunah di hari Jum’at.

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at

Di antara amalan sunah yang dianjurkan di hari Jum’at ialah membaca surat-surat tertentu pada saat shalat lima waktu, khususnya shalat Jum’at. Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {?} [? ?] {? ?} [? ?] ? ? ? ? ? ? ? {? ?} [? ?] ? ? {? ?} [? ?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Disunahkan bagi orang yang hadir (menetap) membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, atau surat Al-A’la dan surat Al-Ghasyiyah saat shalat Jum’at dan shalat Isya hari Jum’at. Dianjurkan pula membaca surat As-Sajdah dan surat Al-insan pada shalat Shubuh dan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas saat shalat Maghrib di hari Jum’at. Sementara bagi musafir dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas saat shalat Shubuh di hari Jum’at dan selainnya.”

Berdasarkan penjelasan Zainuddin Al-Malibari di atas dapat dipahami bahwa pada saat shalat Shubuh di hari Jum’at disunahkan membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan. Lebih afdhal lagi bila shalat Shubuh dilakukan secara berjamaah sembari membaca dua surat itu.

Pada shalat Jum’at, dianjurkan membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, atau membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah. Kedua surat ini juga dianjurkan membacanya ketika shalat Isya hari Jum’at. Sementara surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas disunahkan membacanya saat shalat Maghrib.

Orang yang sedang berpergian jauh, atau musafir disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas pada saat shalat Shubuh di hari Jum’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Sejarah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta mengadakan kaderisasi tingkat II Lakmud (Latihan Kader Muda) di Pondok Pesantren as-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat-Ahad tanggal 9-11 Oktober 2015.

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat mengisi stadium general pada acara itu mendorong kader IPNU agar tak terlepas dari ruh pesantren. "Kader IPNU harus memiliki jiwa seorang santri yang cerdas, santun, dan sabar untuk terus belajar dan berjuang dan tetap dilandasi ketaqwaan. Perjuangan kader IPNU adalah dengan menempa diri agar siap menjadi generasi pemimpin Bangsa dan NU dimasa yang akan datang," ujarnya.

Kang Said, sapaan akrabnya, yang saat itu didampingi ketua? IPNU DKI Jakarta Muhammad Said dan mantan ketua PW IPNU Jawa Tengah Hasan Chabibie juga menyatakan dukungan penuh ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, Hari Santri Nasional itu akan ditetapkan pada tanggal 22 Oktober karena hari itu merupakan momentum para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi penjajah Belanda.

Pada tanggal tersebut, kata Kang Said, Hadratussyaikh Hasyim Asyari mengumpulkan kiai-kiai Nusantara untuk mengeluarkan fatwa “Resolusi Jihad” bahwa membela tanah air adalah fardlu ain. Resolusi Jihad merupakan seruan perang suci menumpas penjajah yang hendak merebut kemerdekaan Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senada dengan Kang Said, Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Said? mendukung langkah PBNU? dalam mendorong Presiden Jokowi segera menetapkan Hari Santri Nasional. "Kita sangat mendukung hari santri nasional tanggal 22 Oktober dan kita akan ramaikan dengan berbagai program dan kegiatan agar bisa mengenang perjuangan santri dan kiai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya.

Peserta dalam latihan kali ini terdiri dari semua pengurus Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta dan para santri setempat. Makesta juga digelar sebelum didirikannya pimpinan komisariat IPNU di Pondok Pesantren as-Tsaqafah. (Red: Mahbib)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, IMNU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Kediri, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam pandangan Kepala Lembaga Pendidikan Karakter dan Agama Universitas Islam Kadiri (Uniska), keberadaan buku Khazanah Aswaja adalah referensi yang memang ditunggu khalayak. ? "Inilah buku yang kami tunggu," ? kata Dr H Imam Baehaki, Selasa (28/2).

Pandangan tersebut disampaikan Imam Baehaki pada kegiatan kajian Aswaja yang diselenggarakan kampus setempat. Apalagi buku tersebut diberi pengantar Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin, sehingga tidak perlu diragukan kandungan dan isinya.

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Sedangkan Pembantu ? Rektor III, Mustain, menyatakan, para mahasiswa butuh buku pintar Aswaja. "Buku Khazanah Aswaja akan disederhanakan agar lebih mudah dipelajari. Ya, semacam buku pintar Aswaja," katanya.?

Selanjutnya para dosen agama Islam di kampus tersebut harus mengajarkan Aswaja an-Nahdliyyah. "Karena memang kampus ini landasan dan bunyi statutanya Aswaja an-Nahdliyyah," jelasnya. ? Karena itu pula, kajian keaswajaan merupakan hal penting untuk diikuti para dosen untuk disampaikan kepada para mahasiswa.

Dan gayung pun bersambut lantaran kampus akan membuat buku ajar Aswaja bagi mahasiswa. "Karenanya, kajian awal ini akan ditindaklanjuti," jelasnya. ? Dan untuk berikutnya, tim penulis buku Khazanah Aswaja dari Aswaja NU Center Jawa Timur akan diundang kembali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan Ustadz Yusuf Suharto yang didaulat menjadi narasumber tunggal pada paparan awal ? menyampaikan ? pengertian Aswaja dan kelompoknya dengan mengutip As-Safarini. Dari pandangan tersebut dijelaskan bahwa kelompok Aswaja ada tiga: al-Atsariyah atau para pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal, Al-Asyairah serta Al-Maturidiyyah, jelas salah seorang penulis buku tersebut.

"Al-Atsariyah yang benar adalah yang konsisten dengan ajaran Imam Ahmad ibn Hanbal, yaitu pada ghalibnya memakai metode tafwidh atau menyerahkan makna ayat mutasyabihat kepada Allah sembari mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk," kata kandidat doktor UIN Maliki tersebut. Jika ada yang mengaku al-Atsariyah tapi melakukan tasybih atau tajsim, atau juga mudah mengafirkan, maka sesungguhnya itu bukan al-Atsariyah, yang berarti bukan Ahlussunnah wal Jamaah, lanjut Direktur PC Aswaja NU Center Jombang tersebut.

Penggagas kajian Aswaja, Kepala Bidang Agama Islam Uniska, yakni Dr H. Shalahuddin Fathurrahman menyatakan bahwa kajian sebagai bekal bagi sejumlah dosen agama Islam di kampus tersebut. "Agar menyelaraskan diri dalam Aswaja an-Nahdliyyah," harapnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Meme Islam, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

KH Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Siapkan Intelektual NU

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menyambut datangnya bulan lahirnya Nabi Muhammad saw, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukoharjo mengadakan acara maulid Nabi dan silaturahmi bersama salah satu pendiri PMII asal Solo, KH Nuril Huda.

Acara diselenggarakan secara sederhana di Kantor Kelurahan Ngadirejo Kartasuro Sukoharjo Jawa Tengah, Senin (13/1).

KH Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Siapkan Intelektual NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Siapkan Intelektual NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Siapkan Intelektual NU

Menurut ketua PMII Sukoharjo, Wahid Anderiyanto, acara ini diikuti oleh ratusan kader dan alumni PMII Sukoharjo dan beberapa tamu undangan dari NU Sukoharjo serta Banomnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Nuril menyampaikan bahwa organisasi adalah media perjuangan, serta alasan mengapa didirikannya PMII.

“PMII didirikan pertama untuk menyiapkan kader intelektual NU,” kata mantan Ketua pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain itu, PMII juga diharapkan menjadi salah satu elemen penyebar ajaran Aswaja, khususnya di kalangan mahasiswa. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 02 Januari 2018

?Pasca Tsunami, Kini Warga Aceh Makin Saleh

Lampuuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pagi itu, sebelum tsunami menyapu Desa Lampuuk, pesisir Aceh, Sulaiman tengah membantu-bantu persiapan sebuah acara pernikahan di Masjid Agung Lampuuk. Ia lalu menunaikan salat, kala ombak menghantam desa berpenduduk 7.000 orang itu. Banyak yang terseret. Tak terkecuali Sulaiman.

?Pasca Tsunami, Kini Warga Aceh Makin Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
?Pasca Tsunami, Kini Warga Aceh Makin Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

?Pasca Tsunami, Kini Warga Aceh Makin Saleh

Gelombang air setinggi belasan meter mengangkat tubuhnya. Spontan, Sulaiman menggapai sebuah kasur anak yang mengambang. Ihwal terakhir yang mampu ia lihat adalah bagaimana kubah Masjid Agung berada di atas permukaan laut. Ketika air surut, Masjid Agung menjadi satu-satunya bangunan yang tersisa di Lampuuk. Demikian laporan yang dilansir oleh Wall Street Journal.

Hidup melampaui bencana telah membentuk Sulaiman menjadi lebih saleh. Dalam tsunami 10 tahun silam, Sulaiman kehilangan istri dan putrinya yang beranjak remaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam keseharian, lelaki 61 tahun itu tak sekadar petani sederhana, seperti dulu. Jemaah telah memilihnya sebagai imam Masjid Agung.

“[Kini] kami lebih mematuhi ajaran Allah,” paparnya, seraya duduk bersila di atas lantai rumahnya. Dengan bantuan kemanusiaan asing, Sulaiman dapat merekonstruksi rumahnya. “Doa kini bergaung lebih kuat. Warga memohon supaya tak ada lagi bencana seperti yang lalu.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seperti korban selamat lainnya dalam tsunami Aceh, Sulaiman percaya bencana alam 10 tahun silam adalah ujian Tuhan. Di lain sisi, menurutnya, tsunami juga memberikan berkah. Anugerah itu termasuk bantuan dari negara-negara lain, juga kesepakatan perdamaian antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka. Kegiatan masyarakat Lampuuk kembali terbentuk, lewat donasi dari Turki.

Menurut Sulaiman, barisan rumah di Desa Lampuuk sekarang lebih baik dibanding sebelum tsunami. Meski, jumlah warga turun menjadi sekitar 1.500 orang, atau kurang dari seperempat populasi terdahulu.

 “Kami memiliki ruas jalan, fasilitas, dan infrastruktur yang lebih baik di sini,” paparnya.

Bagi korban selamat, sambut Sulaiman, rekonstruksi telah mengurangi kesenjangan antara warga kaya dan miskin di Lampuuk.

“Dalam konteks bangunan, semua hal tampak lebih setara di Lampuuk. Sebelum tsunami, kelihatan sekali ada barisan rumah bagus dan ada yang menyedihkan. Kini, semua warga memiliki standar pembangunan rumah yang sama.”

Aceh, provinsi dengan sekitar 95% warga Muslim, merupakan satu-satunya daerah yang menerapkan hukum syariah di Indonesia. Sejumlah orang menganggap Aceh sebagai tempat paling saleh di Nusantara. Saat ditanya alasan Tuhan memilih Aceh dalam tsunami, Sulaiman menjawab bahwa Tuhan hanya menguji orang-orang yang imannya paling kuat.

Hebatnya, Masjid Agung Lampuuk hanya mengalami kerusakan ringan dalam tsunami. Citra udara pada masa tsunami memperlihatkan bagaimana masjid itu berdiri sendirian di tengah-tengah puing. Sepanjang pemulihan, dua menara ditambahkan di Masjid Agung Lampuuk. 

Beberapa masjid, salah satu struktur bangunan terkuat di Aceh, bertahan di kawasan terkena tsunami. Sejumlah orang pun berkumpul di masjid setelah tsunami menghantam. Mereka menganggap bertahannya masjid sebagai isyarat kebesaran Tuhan.

Bahkan hingga kini, sepuluh tahun kemudian, Sulaiman masih memiliki ingatan tajam akan terjangan tsunami, serta bagaimana air setinggi 12 meter menyapu desanya.

“Sangat traumatis. Setiap orang di Aceh mengingat detik-detik kejadian itu,” papar Sulaiman. “Saya menganggap peristiwa ini sebagai ujian dari Allah. Supaya kita selalu mengingat-Nya.” (mukafi niam) foto: wsj

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, Tokoh, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional

Oleh Ulfatur Rahmah



Ketika menulis untuk pertama kalinya tentang pesantren, sekitar 50 tahun lalu, antropolog kondang Clifford Geertz mengutarakan rasa pesimismenya terhadap daya tahan pesantren dalam menghadapi gempuran modernitas. Bagi Geertz, pesantren akan mengalami crash dengan modernitas.

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional

Sekarang, kita dapat melihat, prediksi Geertz terbukti salah. Lukens-Bull dalam Teaching Morality: Javanese Islamic Education in a Globalizing Era (2000) menunjukkan secara jujur kepada kita bagaimana daya tahan pesantren dalam menghadapi modernitas. Menurutnya, pesantren mampu bertahan bahkan beriringan dengan modernitas tanpa harus menggadaikan prinsip-prinsip fundamental yang selama ini tertanam kuat di dalamnya.

Pesantren, tulis Lukens-Bull, kini mampu menjelma sebagai kontrol tak terduga terhadap sisi negatif modernitas dengan tetap mengarusutamakan pendidikan moral kepada setiap santri yang belajar di sana. Di pesantren, globalisasi hanya berpengaruh pada tataran sistem dan struktur, tidak sampai pada nilai dan kultur.



Lubang Hitam

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di lain pihak, lembaga pendidikan nonpesantren seperti keteteran membendung arus modernitas yang eksesnya terlalu cepat memengaruhi moralitas anak didik mereka. Salah satu bukti konkretnya adalah di pesantren tidak pernah terjadi tawuran antarsiswa atau antarsantri. Tawuran hanya terjadi di lembaga-lembaga pendidikan nonpesantren.

Dalam hemat penulis, pendidikan nasional hari ini sedang mengarah ke “lubang hitam” amoralitas. Terlampau banyak kejadian-kejadian di dunia pendidikan yang sama sekali tidak mencerminkan tindakan kaum terdidik. Pembunuhan yang dilakukan oleh mahasiswa UMSU terhadap dosennya beberapa waktu lalu, misalnya, adalah tamsil kecil betapa nilai-nilai moral telah merosot jauh ke tangga terendahnya.?

Belum lagi soal pemerkosaan, pemerasan, perundungan (bullying), pelecehan seksual, dan kekerasan yang semakin sulit dikendalikan di dunia pendidikan. Pemandangan itu sering kita saksikan di layar kaca televisi, dan banyak praktisi pendidikan kebingungan untuk mendatangkan solusi.

Tindakan-tindakah amoral yang terjadi di lingkungan pendidikan memberi indikasi kuat bahwa di satu sisi modernitas memiliki dampak yang besar terhadap pendidikan, dan di sisi lain pendidikan nasional belum sepenuhnya sanggup memberikan kesadaran etis terhadap anak-anak didik mereka. ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di luar sana, sopan santun dan perilaku jujur sudah nyaris menjadi makhluk langka. Hilangnya kejujuran dan sopan santun dalam dunia pendidikan adalah pukulan keras terhadap nilai-nilai fundamental pendidikan sebagaimana diamanatkan UUD 1945.?

Kembali ke Pesantren

Pada 2 November 1928, Ki Hadjar Dewantara menulis dalam Wasita. Tulisan yang berjudul Faedahnya Sistem Pondok? itu menegaskan bahwa “sistim pondok dan asrama itulah sistim nasional”. Ia melanjutkan, “Sudah teranglah di sini anak akan terdidik dengan sempurna, tidak menurut buku-buku pedagogik, tetapi menurut pedagogik yang hidup, yaitu menurut cara hidup yang nyata dan baik. Anak-anak sehari-harinya terus merasa anak rakyat, terus insyaf akan kemanusiaan, karena senantiasa hidup dalam dunia kemanusiaan…”

Ki Hajar Dewantara sendiri menyadari peran vital pondok dalam menumbuhkembangkan pribadi-pribadi terdidik. Dan memang benar, sepanjang sejarahnya, pesantren mempunyai peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.?

Namun, tantangan pesantren hari ini bukan semata soal ekses modernitas yang datang “dari luar”, melainkan juga pertumbuhan ideologi-ideologi radikal yang tumbuh “dari dalam”. Angela Rabasa dalam Islamic Education in Southeast Asia (2007), mencacat bahwa kelompok-kelompok radikal yang muncul di Indonesia banyak yang berasal dari pesantren.

Tetapi Rabasa memberi cacatan tambahan bahwa pesantren yang melahirkan teroris dapat dibedakan secara mencolok dari pesantren tradisional yang biasanya tumbuh subur di lingkungan orang-orang NU. Pesantren yang menjadi basis kelompok radikal biasanya sangat tertutup, antibid’ah dan antipemerintah. Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, merupakan contoh yang disebut Rabasa dalam penelitiannya.

Mengingat tantangan pesantren hari ini datang dari dua arah (dari luar dan dari dalam), maka pesantren dituntut untuk lebih peka lagi, tidak saja terhadap aspek kemerosotan moral di kalangan anak-anak muda, tetapi juga harus lebih cerdik dalam melakukan perlawanan terhadap pembelokan pesantren menjadi basis kelompok radikal.?

Sampai hari ini, pesantren memiliki kedudukan esensial dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, warisan kultural yang dibangun pesantren sangat cocok sebagai pemecah masalah terhadap dekadensi moral yang santer menggerogoti anak-anak muda.

Terlepas dari itu, menurut hemat penulis, perlu inovasi strategi pembelajaran di pesantren agar anak-anak muda yang hidup di lingkungan kota juga tertarik untuk menimba ilmu di pesantren, karena selama ini pesantren kebanyakan diisi oleh anak-anak yang tinggal di pedesaan.

Gerakan Nasional Ayo Mondok yang dikampanyekan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), dalam hemat penulis, sudah berada di jalur yang benar. Gerakan ini perlu diapresiasi dan didukung. Gerakan Ayo Mondok sesungguhnya adalah upaya mengajak anak-anak bangsa “kembali ke pesantren”.?

Sebab pesantren—sebagaimana disebut Ki Hajar Dewantara—sangat efektif untuk menjadikan anak-anak didik “insyaf akan kemanusiaan”, sehingga ini menjadi alasan kuat mengapa di pesantren tidak pernah terjadi tawuran.

Walhasil, pesantren perlu terus berbenah dan berinovasi dalam meng-upgrade sistem pembelajaran agar ia tidak terseok-seok menghadapi perubahan zaman serta mampu menghindari “lubang hitam” pendidikan yang mengancam aspek moral dan kemanusiaan.?

Penulis adalah alumnus Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya; Dosen UINSA dan STAIN Pamekasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Bagi-bagi HP

Suatu ketika Gus Dur membagi-bagikan handphone kepada sejumlah kiai NU. Beberapa kiai agak kikuk dengan teknologi telepon genggam itu.

Karena merasa sejumlah kiai koleganya sudah mendapatkan handphone, Gus Dur pun dengan mudah menghubungi mereka lewat telepon genggam tersebut.

Pada satu kesempatan, Gus Dur meminta kepada asistennya untuk mengirimkan SMS ke salah seorang kiai. Namun, lama ditunggu, jawaban dari sang kiai tak kunjung didapat. Alhasil Gus Dur pun menelepon sang kiai.

“Pak kiai, kalau ada SMS dari umat mbok ya dijawab,” kata Gus Dur.

Bagi-bagi HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-bagi HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-bagi HP

Lantas sang kiai menjawab, “Waduh Gus, saya nggak nulis di handphone ini, soalnya tulisan saya jelek.” (Ahmad Syaefudin-Staf Majalah Bangkit PWNU DIY)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sejarah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Indonesia Butuh Pemimpin Moderat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan perlunya pemimpin yang mau memperjuangkan prinsip wasathan atau moderat dan keseimbangan. Prinsip tersebut, menurutnya, merupakan sendi dari manhaj Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah yang sangat penting dikembangkan di Indonesia.

Selama ini ekonomi kita dikuasai oleh pihak tertentu saja. Karena itu Islam menolak politik ekonomi kartel. Di sinilah perlunya prinsip al-wasathiyah di bidang ekonomi. Ekonomi harus dibangun secara merata. Jangan hanya dikuasai sekelompok kecil orang saja,” papar Hasyim, dalam Bathsul Masail Raapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU, di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (28/5).

Indonesia Butuh Pemimpin Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Butuh Pemimpin Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Butuh Pemimpin Moderat

Selain Hasyim, Bathsul Masail bertajuk ‘Memilih Pemimpin Menuju Indonesia Bermartabat’ itu menghadirkan pengamat politik, Hamdi Muluk, dan? dimoderatori putri Gus Dur, Yenni Wahid.

Dalam paparannya Hasyim mengungkapkan pentingnya komitmen pemimpin bangsa dalam mempertahankan prinsip tawasuth dan keadilan karena menurut dia, sikap moderat dan adil saat ini hampir hilang di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Selain keadilan dalam akses ekonomi, dalam pendidikan prinsip ini juga diperlukan, agar anak bangsaa kita mempunyai keseimbangan dalam berpikir dan bersikap. Begitupun dalam budaya, hukum dan politiknya,” tandas Hasyim seraya mengungkapkan keprihatinan atas produk legislasi di Indonesia yang masih pro asing dan tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Saat ini ada 20 Undang-undang terkait tambang, minyak, pendidikan dan lainnya yang tidaak pro rakyat, tapi pro asing. Makanya kita butuh pemimpin yang mau berkomitmen dalam memperjuangkan ini,” imbuhnya.

Pengamat Politik Hamdi Muluk, mengungkapkan, dalam teori perilaku politik, sikap yang ditunjukkan para politisi saat ini menujukkan kelemahan dalam komunikasi politik. Ia mencontohkan maraknya kampanye busuk yang menyudutkan calon tertentu, yang malah menjadi serangan balik bagi sang penyerang. “Kampanye SARA yang marak ditujukan kepada Jokowi misalnya, sekarang malah jadi serangan balik buat Prabowo. Sebab bahasa yang disampaikan bersayap,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan perlunya kerja sama semua elemen, dalam membenahi Indonesia. “Kami sering berdiskusi, bahwa kita harus panggil orang-orang terbaik di negeri ini untuk turun tangan mengurus negeri ini. Karena itu, kita sempat menginventarisir? 19 tokoh publik yang berkompeten dan dipandang mampu menangani problem di negeri ini. Salah satu dari 19 tokoh tersebut adalah? ibu khofifah,” paparnya.? (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Tokoh, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 01 Desember 2017

Kemenpora Luncurkan Program Pemuda Maritim

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga baru-baru ini berencana akan meluncurkan program Pemuda Maritim. Program ini digagas sebagai upaya untuk mewujudkan Nawa Cita Presiden Jokowi di bidang kemaritiman.

Kemenpora Luncurkan Program Pemuda Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Luncurkan Program Pemuda Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Luncurkan Program Pemuda Maritim

“Program Pemuda Maritin merupakan program baru yang menjadi terobosan Menpora Imam Nahrawi di bidang kepemudaan,” tulis Kemenpora melalui rilisnya di akun twitter resmi Kemenpora RI, @KEMENPORA_RI.

Program ini juga menjadi semacam apresiasi pemerintah kepada para pemuda yang peduli dengan pengembangan daerah pesisir.

Tujuan progam ini, tulis akun tersebut, yaitu untuk mengembangkan daerah pesisir, pengelolaan SDA, dan pengembangan potensi wisata kemaritiman. Rencananya, program ini akan diluncurkan pada Maret 2016.

Selama tahun 2016, Kemenpora akan merekrut lebih dari 700 kader Pemuda Maritim yang tersebar di 15 kabupaten di daerah pesisir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kegiatan yang akan dilakukan dalam Program Pemuda Maritim ini adalah pendidikan dan kesehatan, pengembangan wisata maritim, dan pengembangan ekonomi produktif berbasis komoditas laut.

Kemenpora mengajak kepada para pemuda untuk bahu-membahu membangun NKRI, khususnya di bidang maritim dan daerah pesisir melalui peran pemuda Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 28 November 2017

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mantan anggota jaringan teroris Ali Fauzi Manzi menegaskan bahwa aksi-aksi teror itu bukan pengalihan isu. Teroris di Indonesia benar-benar riil.

Demikian disampaikan Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Menteng yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai (Aida) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Ali mengatakan, berita yang berkualitas harus memenuhi syarat obyektivitas. Sayangnya, banyak pernyataan dimunculkan setelah terjadinya aksi terorisme yang mengatakan ketidakmungkinan serangan teror dilakukan oleh teroris.

Misalnya ada seorang tokoh Indonesia setelah kejadian Bom Bali yang berpendapat bahwa seorang santri yang sederhana tidak mungkin dapat membuat bom seperti Bom Bali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tokoh tersebut mendasarkan alasannya bahwa ia sudah bertanya kepada teman-teman doktor fisika dan meyakini bom sebesar itu harus dibuat di laboratorium negara.

Pria yang memiliki keterlibatan yang cukup dalam jaringan terorisme sejak 1994 dan bertobat tahun 2006 menyebutkan kisah pertobatannya terjadi bukan dengan serta merta. Ali mengatakan, “sungai kehidupan” yang membawanya kepada keadaan seperti saat ini. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Tokoh, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Momen acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9), menjadi berkah bagi para pedagang, dari yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan ibadah, asesoris, batu akik, hingga pernak-pernik ke-NU-an.

Sebagian dari mereka menggelar tikar dan berderet di pelataran dan lingkungan masjid nasional itu. Sementara sebagian yang lain berjalan mondar-mandir di antara kerumunan massa atau di tepi jalan menuju pintu masuk.

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Salah satu pedagang asal Bekasi, Jawa Barat, Erma (40) mengaku senang dengan acara pelantikan ini. Siang itu ia menjejer kaos bergambar logo Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, 1-5 Agustus lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Erma, meski Muktamar NU telah berlangsung satu bulan yang lalu namun peminat kaos dagangannya masih cukup banyak. Sejenak saja ia duduk menunggu, pembeli sudah menghampirinya.

"Tapi ya nggak kayak Muktamar dulu. Waktu itu saya bawa 3000 kaos. Laris. Hanya sisa ratusan," kata Erma yang saat itu didampingi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal serupa juga dirasakan Heri (34), pemilik NU Distro, yang mangkal di tepi sungai depan Masjid Istiqlal. Pria asal Cirebon ini datang sejak pukul 11.00. Heri memang spealis menjual kaos bergambar logo NU atau tokoh-tokoh NU. Di lapaknya juga tampak stiker dan pin bernuansa ke-NU-an.

Kendati tak seberuntung ketika pembukaan Munas 2015 bulan lalu di tempat yang sama, Heri mengaku tetap meraup laba cukup banyak.

Ditanya tentang acara pelantikan PBNU periode 2015-2020, ia mengungkapkan harapannya kepada para pengurus baru. "Semoga lebih merangkul masyarakat, bekerja lebih keras, kembali ke Khittah (1926, red). Tidak ada agenda politik praktis," ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah. Sebagian besar datang berombongan dengan menggunakan bus. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 26 November 2017

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon

Karanganyar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menyongsong Ramadhan, GP Ansor Karanganyar mengadakan serangkaian kegiatan mulai dari silaturahmi akbar, pengajian,  ziarah, hingga penanaman pohon. Kegiatan yang berlangsung, Ahad (8/6), bertempat di pesantren Miftahul Ulum desa Pablengan Matesih, Karanganyar.

Kegiatan yang digelar keluarga besar GP Ansor Karanganyar ini, merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadhan.

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon

“Kegiatan rutin menjelang Ramadhan, kami harapkan ke depan bisa terus dilaksanakan secara istiqomah,” kata Ketua GP Ansor Karanganyar Jamaluddin saat memberikan sambutan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Silaturahmi dan pengajian ini yang diawali pembacaan maulid Simthud Duror, dilanjutkan dengan pengajian yang diisi Habib Hasan Al-Kaff dari Solo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelum penanaman pohon, para pengurus serta anggota Ansor berziarah ke makam Kiai Khusnan Rosyidi, pendiri pesantren Miftahul Ulum Matesih.  Kiai Khusnan tidak lain ialah tokoh dan penggerak NU di Karanganyar.

Pesantren Miftahul Ulum sendiri merupakan salah satu pesantren tua di Karanganyar. Sampai saat ini, pesantren itu masih eksis dengan beberapa jenjang pendidikan yang dimiliki. GP Ansor Karanganyar tercatat sudah tiga kali menggelar acara yang sama di pesantren ini. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock