Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Aswaja, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mendung duka menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Jember (UIJ). Pasalnya, mantan rektor perguruan tinggi milik NU itu, KH Imam Baidlawi? pergi untuk selamanya.? Ia wafat di rumah sakit Jember klinik, Selasa (14/6) di usia 74 tahun. Jenazah langsung dikubur di tanah leluhurnya, kompleks Yayasan Pendidikan Islam “Yasinat”, Wuluhan.

Menurut salah seorang rekan kerjanya, Sugiono, dalam beberapa hari terakhir, gula darah almarhum naik sehingga keluarganya dibawa ke rumah sakit. “Cuma semalam di rumah sakit, beliau wafat,” tukasnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham via ponsel.

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Kiai Imam dikenal sebagai sosok yang sederhana dan teguh pendirian. Sebelum menjabat sebagai rektor ketiga UIJ, ia pernah menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus yang terletak di Jl. Kiai Mojo tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kesederhanaan almarhum juga diakui oleh rektor UIJ saat ini, H. Abdul Hadi. Menurutnya, selain sederhana, Kiai Imam juga rendah hati dan mengayomi terhadap juniornya. “Saya tahu bagaimana beliau. Ketika beliau jadi rektor, saya adalah Sekretaris Dekan FISIP. Beliau adalah sosok yang patut diteladani,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun sudah tidak menjadi rektor, namun Kiai Imam tetap mendarmabakktikan tenaga dan pikirannya untuk UIJ. Selain masih aktif sebagai dosen UIJ, sehari-hari ia mengelola pesantren Ta’limun Nisa’ di Kelurahan Gebang, Jember. Di situlah ia tinggal bersama keluarganya sampai ajal menjelang. Ia dikaruniai 4 orang anak dari seorang istri .

Bagi Kiai Imam, pengabdian terhadap lembaga dan agama adalah sebuah keniscayaan. Itulah sebabnya, meski usianya sudah senja, tapi ia seolah tak pernah mengenal kata jeda untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Jabatannya sebagai? Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (yang membawahi UIJ) akhirnya lepas bersamaan dengan perginya sang kiai ke alam baqa. Oh, selamat jalan wahai jiwa yang tenang. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, IMNU, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beragam cara dilakukan masyarakat Solo dan sekitarnya dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-68 Republik Indonesia.

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Di Wonogiri, warga memeriahkan pitulasan sekaligus melestarikan seni tradisi. Warga Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Kota Wonogiri, menggelar lomba tradisional berupa Kothekan Lesung, Ahad (18/8).

Peserta lomba Kothekan Lesung seluruhnya perempuan. Mereka bersemangat menyanyikan lagu sambil memukulkan alu ke badan lesung dengan membuat irama tertentu. Persis seperti perempuan jaman dahulu ketika tengah menumbuk padi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Wuryatno, Kepala Desa Pokoh Kidul, ada filosofi tinggi dalam seni tradisi Kothekan Lesung. Yakni, kerja keras penuh semangat dengan saling membantu antar sesama demi meraih tujuan yang diinginkan. Sehingga, dia menyebut kesenian kothekan itu perlu dilestarikan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Memang keberadaan lesung dan alu untuk menumbuk padi sudah tergantikan mesin penggiling. Tapi, melihat filosofi tinggi di dalamnya, perlu kita lestarikan. Pastinya dalam bingkai seni tradisi dan budaya, ” kata Wuryatno.

Ada 13 kelompok Kothekan Lesung perwakilan seluruh dusun yang ambil bagian dalam lomba pitulasan tersebut. Diterangkan dia, bukan soal menang kalah dalam lomba itu, melainkan semangat mencintai tradisi. Terlebih seluruh peserta, baik yang menang maupun kalah menerima hadiah berupa peralatan masak.

“Selain lomba Kothekan Lesung, ada lomba jalan sehat, voli, bulu tangkis, dan klenengan (karawitan). Khusus tahun ini kami pusatkan di lapangan Dusun Gudang. Tahun depan berpindah ke dusun lainnya, demikian seterusnya,” beber Wuryatno.

Seribu Bendera

Sedangkan sebagian warga memilih memperingati Hari Kemerdekaan di Puncak Lawu. Mereka terdiri dari para pendaki dari luar kota dan masyarakat sekitar lereng Lawu.

Sabtu (17/8/) pukul 09.00 WIB itu, ratusan orang pendaki yang membentuk barisan rapi itu melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di Telaga Kuning, Puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Di tengah-tengah barisan tersebut. Sebuah tiang bendera yang ditegakkan dikelilingi oleh ratusan bendera kain merah putih ukuran mini. Di belakang barisan itu, ratusan bendera lainnya dipasang sejajar menjadi back ground barisan.

“Pengibaran 1.000 bendera ini untuk memeriahkan HUT ke-68 RI dan mendongkrak jiwa nasionalisme para pemuda,” terang salah satu pendaki, Nur Rizki.

Sehari sebelumnya, mereka juga melepas sebanyak 120 ekor burung jenis Cucak Jawa dan Kutilang dilepas di pos induk pendakian Cemoro Kandang. Hal itu menyusul berkurangnya jumlah populasi burung di Gunung Lawu sejak beberapa tahun terakhir. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sudah bukan rahasia, Ramadhan hampir selalu menjadi momen spesial bagi kalangan pesantren. Mereka umumnya mentradisikan pengajian kitab khusus selama bulan suci atau dikenal ngaji pasanan.

Begitu pula Pondok Pesantren Roudlotut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, asuhan Pj Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Ngaji pasanan menjadi agenda yang tak pernah luput setiap tahun.

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Muhammad Badi’ul Misbah, salah satu panitia pengajian, mengatakan, “Khususnya ngaji kitab bakda shalat tarawih selalu kitab yang bernuansa tasawuf. Seperti pasanan tahun ini memakai kitab Riyadhus Shalihin,” ujarnya, Sabtu (28/06).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, kitab-kitab yang diajarkan pada pengajian pasanan di antaranya, kitab Al-Halaqatur Rabi’ah, Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Jalalain, Tanqihul Qoul, Irsyadul Mukminin, Riyadhlu Badi’ah, Sullam Safinah.

Sedangkan Gus Mus sendiri mengampu kitab Burdah Al-Bushiri setiap setelah shalat Subuh, Idhatun Nasyiin setelah Dhuhur, Kimiyatus Sya’adah setelah Ashar, Riyadhus Shalihin setelah shalat tarawih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk durasi waktu ngaji pasanan, lanjut Badi’, umumnya sekitar 2 jam untuk setiap kali pengajian kitab. Tetapi untuk kitab Alfiyyah biasanya sampai 3 jam.

“Tahun-tahun sebelumnya rata-rata biasanya pada tanggal 17 Ramadhan setiap kitab khatam, atau paling lambat tanggal 20 Ramadhan,” tambahnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat ditemui di pesantren yang juga terkenal dengan sebutan Pondok Leteh.

Menurutnya, panitia tidak mempunyai target khusus kepada santri-santri pasanan.? “Yang penting mereka mau ngaji,” ungkap santri asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini.

Badi’ mengingatkan, ungkapan yang selalu dituturkan Abah Mus nama panggilan santri-santri kepada KH. Musthofa Bisri, ketika pengajian, “Santri-santri dimana pun boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai berhenti belajar”.

Untuk itu, secara pribadi santri ini berharap kegiatan pengajian pasanan dapat berlangsung dengan lancar. “Dan nanti, santri-santri yang pasanan dapat mengikuti pembukaan hingga penutupan,” tandasnya.

Hingga menjalang awal Ramadhan, sudah puluhan santri datang dari berbagai daerah di pulau Jawa untuk mengikuti pengajian kitab secara intensif khusus pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Pendidikan, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sistem pendidikan yang terbaik yang ada di Indonesia adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. 

"Di pondok pesantren, para santri diajarkan ilmu yang difokuskan kepada pembinaan mental dan sikap akhlaqul karimah," kata Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis dan Kependidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Dr HM Kusasi, M.Pd.

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Menurutnya kualitas sistem pendidikan di pesantren ini diakui juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kenapa anak zaman sekarang terkenal nakal tidak bisa diatur? Jawabannya karena para guru hanya fokus terhadap asupan otak dalam melakukan pengajaran," katanya, Selasa (20/10/15).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar saja namun guru juga harus mendidik. 

"Mendidik itu untuk hati mengajar itu untuk otak," jelasnya. Oleh karena itu para guru harus mencontoh sistem pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan kepada peserta didik untuk mendapatkan generasi cerdas dan berakhlaqul karimah.

"Selain mendidik dan mengajar, guru juga harus membimbing para peserta didik dengan mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang positif," terangnya. Hal ini disampaikannya di hadapan guru dari berbagai penjuru Indoneaia yang sedang melaksanakan diklat dari 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI Jakarta. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sunnah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Salah seorang Dewan Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, K M Mushthafa menyampaikan taushiyah kebangsaan pada upacara kemerdekaan, Rabu (17/8). Di depan para santri, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut menegaskan, guru adalah penggerak kemerdekaan Indonesia.

"Ingat, Budi Utomo sejak berdiri 1906 sampai 1926 masih tetap berbau Jawanisme (kesukuan). Dan alasan ini telah menggugurkan anggapan bahwa Budi Utomo merupakan penggerak nasionalisme Indonesia," ujar Kiai Mushthafa.

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Ditambahkan, kebangkitan kebangsaan melibatkan semua unsur di negeri ini. Kemerdekaan kita diilhami oleh kaum pelajar yang berprofesi sebagai pendidik. Pada tahun 1922, Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara adalah murni gerakan pendidikan kebangsaan.

"Semua aktivis pergerakan kemerdekaan, Soekarno, Hatta, Syahrir, Maramis, Subardjo, dan lain-lain adalah seorang guru," bebernya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Proses kelahiran Indonesia, ujarnya, juga diilhami oleh kalangan pendidik dunia pesantren. Sebut saja Pesantren Annuqayah? yang adalah lembaga pondok penyuplai pejuang dalam Hizbullah sekaligus melahirkan guru pejuang.

"Kita tidak ragu peran K. Sajjad dan K. Khazin dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kita pun tak pernah ragu peran KH. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur sebagai pejuang dan sekaligus pendidik," ungkapnya.

Keterlibatan guru, tukas Kiai Mushthafa, tidak terlepas dari pemahaman bahwa membangun bangsa adalah sebagian dari iman. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 02 Januari 2018

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 30 November 2017

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Nahdlatul Ulama, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 23 Oktober 2017

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren

Ciamis, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah KH Irfa’i Nachrowi menjelaskan jatidiri pondok pesantrennya yang bernama Kasepuhan Qasrul Arifan Atas Angin di perbukitan Sarok Landeuh, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Menurut dia, sistem di pondok tidak seperti di sekolahan. Pondoknya dalam istilah Jawa disebut “pondok sepuh”. “Kegiatan rutinnya pada bulan Muharam dan Rajab. Kegiatannya adalah riyadhoh atau mujahadah,” jelasnya di kediamannya ketika menerima tamu anggota DPR RI Fahri Hamzah, Rabu (10/8).

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren

Riyadhoh, tambah kiai yang juga tercatat di kepengurusan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (JATMAN), adalah pendidikan berbasis praktik, bukan teori. Di sini, bukan apa itu ikhlas, tetapi bagaimana ikhlas itu? “Bagaimana ikhlas itu adalah kamu saya suruh buka ini hutan,” katanya. Pondoknya memang terletak di atas gunung. Dialah yang “membabad alas” gunung itu untuk perkebunan sekitar 25 hektar yang di dalamnya ada pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Soal waktu, lanjutnya, pendidikan di pesantren tidak seperti sekolah. Waktu dalam pendidikan pesantren itu relatif. “Tidak ada ukuran jarak waktu dan kekuatan yang harus dimiliki. Ada yang bisa selesai dalam hitungan jam, hitungan hari, hitungan tahun. Bahkan ada yang sampai habis umurnya tidak selesai-selesai,” tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis tersebut menjelaskan tentang manusia. Menurut dia, turunnya kualitas manusia, karena rasio ditunggangi emosi dan nafsu. Rasio itu seharusnya mengendarai nafsu dibawah kendali nurani. Perangkat nurani inilah yang bisa kontak sambung ke Allah. Nuranilah yang harus memimpin rasio.

Maka ada fase nafsu dalam Tarekat Naqsyabandi. Dalam tahap ini murid harus belajar kepada Nabi Adam. Tingkatan pertama adalah latihan menghadapi nafsu amarah atau kebinatangan dalam diri. Di sini ada ego manusia yg harus dikendarai manusia, bukan sebaliknya manusia dikendarai ego.

Turunnya grafik ego otomatis naiknya sifat kebapakan atau leadership dalam diri sebagaimana sifat kebapakan Nabi Adam. Bila sifat kebapakan ini dominan dalam diri, maka akan memunculkan simpati orang yang ada di sekitar kita.

Kepada anggota DPR RI itu Kiai Irfa’i mengatakan, hidup ini adalah sandiwara, maka bersandiwaralah dengan baik. Menurut dia, sandiwara itu bisa dikatakan politik atau siyasah.

“Sandiwara itu kalau dihaluskan lagi bahasanya menjadi politik atau siyasah. Dalam menjalankan sandiwara tidak perlu kita mengikuti cara bersandiwara orang kafir; bersandiwaralah dengan cara yang diajarkan Islam,” tutup Rais Syuriyah Ranting NU Darmacaang ini. (Hakim Zayyan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Warta, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 03 Agustus 2017

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah. Salah satunya pada Selasa (22/11), ia ke Kota Tasikmalaya mengikuti Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jalan KH Zainal Mustofa.

Sebelum Istigotsah dimulai, Mantan Kepala BNPT itu menyampaikan bahwa Indonesia hari ini sedang menghadapi gelombang perpecahan. Tidak jeli menangkap peristiwa, bisa memicu perpecahan sesama bangsa.

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan

"Untuk itu kebersamaan dan kesatuan bangsa dari berbagai elemen masyarakat harus diperkuat kembali. Terutama kebersamaan TNI, Polri, Ulama dan Santri," kata Tito.

Menurut Tito, sejarah mencatat, penjajahan terusir dari Bumi Nusantara berkat kebersamaan. TNI, Polri, Ulama dan Santri saling bahu membahu menjaga keutuhan NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Nah, Indonesia saat ini tengah memasuki babak baru. Era dunia maya. Banyak postingan yang bernada provokasi berseliweran di media sosial. Mulai dari facebook, instagram, twitter dan media sosial lainnya. Jika dibiarkan bisa memicu perpecahan antar sesama bangsa," ujarnya.

Maka, kata Tito, kebersamaan menjaga NKRI dari perpecahan suatu kewajiban untuk dipertahankan.

Ketua PC GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf yang saat itu hadir mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Kapolri benar adanya. Ansor, ucap Ricky, senantiasa bersama TNI, Polri, Ulama dan Santri mengawal NKRI dari perpecahan karena sudah nyata cinta tanah air sebagaian dari Iman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ya sudah mulai ramai lagi akan ada aksi lanjutan 2 Desember. Kita lihat perkembangannya saja. Kalau NKRI dikoyak, Ansor Banser siap paling depan melawan pemecah belah bangsa," ujarnya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 28 Juli 2017

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rombongan dua bis dan dua mobil MPV bergerak dari halaman Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tepat pukul 11.00 WIB, Selasa (23/06) kemarin, bertepatan 29 Jumadal Tsaniyah 1433 H.



Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Rombongan dua mobil MPV yang berangkat lebih dulu, ditumpangi kepala Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum, KH Abd Nashir Fattah, para guru serta pengiring. Sedangkan 2 bis yang berangkat kemudian, diisi para siswa dan para guru Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum. Tujuan dari rombongan tersebut adalah kota Tuban. Kota pesisir utara Jawa yang memiliki bentangan pantai puluhan kilometer dari arah timur ke barat. 

Setelah memasuki kota Tuban, rombongan masih menuju ke suatu tempat, sekitar 10-15 kilometer ke arah barat dari kota Tuban. Tempat tersebut adalah pelabuhan Pt. Semen Gresik yang berada di wilayah kecamatan Jenu Tuban.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Angin yang berhembus kencang cukup terasa begitu rombongan keluar dari kendaraan. Hembusan angin tersebut, menghapus bayangan sebagian besar orang dalam rombongan yang sebelumnya melihat dari kejauhan teriknya matahari yang menerpa pelabuhan. Mereka membayangkan, suhu di pelabuhan pasti sangat panas. Tetapi setelah semua rombongan berada di pelabuhan yang menjorok ke tengah laut. Udaranya cukup sejuk bahkan cenderung terasa kebanyakan angin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rombongan yang diikuti oleh 100 siswa Muallimin, 15 orang guru dan 5 orang undangan tersebut, adalah dalam rangka praktek ruk’atul hilal mata pelajaran Ilmu Falak siswa Madrasah Muallimin. Karena menurut guru pengampu mata pelajaran Ilmu Falak di Madrasah Muallimin, KH. Mujib Adnan, sebenarnya Hilal sudah bisa terlihat kemarin sore (22/06).

“Tapi rupanya kemarin sorepun, hilal yang tingginya lebih dari 2 (dua) derajat belum bisa dilihat, karena tertutup mendung,” kata Kiyai Mujib.

“Namun karena ini adalah pelatihan bagi siswa-siswa, maka kita melakukan ru’yatul hilal pada hari ini. Karena pada hari ini, diperkirakan hilal sudah bisa terlihat dengan jelas. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengamati sendiri bagaimana wujud hilal sebenarnya,” tambahnya.

Maksum Chudlori, panitia pelaksana kegiatan ru’yatul hilal mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tidak hanya dalam teori tetapi juga dalam praktek.

Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan kader-kader ajaran Aswaja Annahdliyah dalam menentukan awal bulan dengan ru’yatul hilal. Karena bagi orang NU penentuan awal bulan selalu dilakukan dengan ru’yatul hilal, termasuk dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal.

Disamping itu, menurut pria yang akrab disapa Gus Maksum ini, praktek ini memiliki nilai akademik. “Praktek ru’yatul hilal ini merupakan bagian dari ujian yang harus dijalani siswa, karena nilai dari kegiatan ini akan menjadi nilai rapot,” tambahya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, PonPes, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 April 2016

Banser Jabar Kerahkan 1000 Personil untuk Konferwil NU

Garut, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat mengerahkan tak kurang dari 1000 personil untuk mengamankan jalannya Konferensi Wilayah NU Jawa Barat di Ponpes Fauzan 1 Sukaresmi Bayongbong Kabupaten Garut. Mereka akan disebar di sejumlah titik kegiatan, termasuk jalan raya.

Banser Jabar Kerahkan 1000 Personil untuk Konferwil NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jabar Kerahkan 1000 Personil untuk Konferwil NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jabar Kerahkan 1000 Personil untuk Konferwil NU

Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi mengatakan, sistem pengamanan dibagi tiga penjagaan. Ring satu masuk di lokasi kegiatan Ponpes Fauzan, ring 2 di sekitar ponpes dan ring tiga di luar arena menuju lokasi ponpes.

"Selebihnya kita acak di titik-titik belokan jalan sebagai penunjuk arah agar peserta tak ada yang nyasar," kata Yudi selepas Apel Gabungan Banser di Ponpes Fauzan, Senin (10/10/2016).

Menurut Yudi, 1000 personil Banser diambil dari setiap Banser Kota dan Kabupaten. Diwajibkan mengirim 50 pasukan, dan sisanya bersifat dibantukan. Kendati demikian, pengamanan Konferwil NU juga tak hanya melibatkan Banser, tetapi Kepolisian juga TNI serta Pagar Nusa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 24 Januari 2015

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ikut menjaga kesehatan ibu hamil. Langkah yang ditempuh antara lain dengan mengadakan sosialisasi tentang kesehatan Ibu Hamil pada setiap pertemuan mingguan di desa setempat.

“Kami tidak ingin kesehatan ibu hamil terganggu, akibat tidak mengetahui sisi kesehatan yang harus dijaga,” ujar Ketua Fatayat NU Dumeling Arifatul Makiyah di sela penyuluhan bagi ibu hamil di kantor sekretariat Fatayat NU setempat, Ahad (17/1).

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Dumeling Buka Penyuluhan Rutin untuk Ibu Hamil

Ia menyatakan prihatin atas sering terjadinya kematian bayi dan ibu melahirkan. Di samping itu, masyarakat Brebes terkhusus desa Dumeling merupakan warga Fatayat. “Fatayat itu sendiri, terdiri dari ibu-ibu muda yang masih memiliki kesempatan untuk melahirkan,” terangnya.

Jangan sampai, lanjutnya, anggota Fatayat tidak mengetahui tentang kesehatan ibu hamil. Dengan hidup sehat, kaum ibu tentu akan melahirkan keturunan yang cerdas, sehat, berkualitas dan tidak stunting. “Pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil perlu dimiliki seluruh warga Fatayat dan harus bertekad kuat melaksanakannya,” tutur Arifah.

Selain penyuhan Ibu hamil, Fatayat Dumeling juga sering mengadakan kegiatan penyuluhan pelbagai tema antara lain tentang Keluarga Berencana, Stunting, kesehatan secara umum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penyuluhan diikuti 70 anggota Fatayat se-Desa Dumeling, dengan pembicara dr Qonitatun Nahdliyah dari RSUD Gunung Jati Cirebon. Dengan seksama mereka mendengarkan dan berinteraksi nara sumber.

Dalam penyuluhannya, Qonitatun menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain menjaga pola makanan yang berimbang.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh ibu muda untuk selalu menjaga kehamilannya. Terutama untuk ibu hamil muda dengan usia di bawah tiga bulan. Berikut ini berbagai cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kehamilannya, antara lain pertama, konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin. Selain pemeriksaan rutin setiap bulannya, ibu hamil dengan kondisi tertentu harus lebih rutin dalam memeriksakan kandungannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, pola makan juga harus benar-benar dijaga saat trimester pertama. Ibu hamil harus memerhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam perutnya. Hal itu dikarenakan makanan yang dimakan ibu hamil tidak untuk dirinya sendiri melainkan untuk janinnya juga.

Ketiga, gaya hidup sehat sangat diperlukan bagi semua ibu yang sedang hamil dan tidak hanya hamil muda. Hindari bahaya merokok saat hamil, hindari asap rokok, jauhi alkohol dan hindari obat-obatan terlarang (narkotika).

Keempat, ibu hamil juga perlu beristirahat yang cukup. Istirahat yang paling baik adalah tidur dan itu adalah kunci kesehatan kandungan ibu serta janin di dalamnya. ? (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 21 Juli 2012

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Secara kelembagaan, saat ini terdapat 72 sekolah dari Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA) yang dikelola oleh satu unit eselon dua di Kementarian Agama, secara unit kerja, hal ini sudah tidak memadai. Upaya untuk membuat satu direktorat jenderal baru yang khusus menangani madrasah sudah digelindingkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan, upaya pembentukan dirjen baru ini tidak bisa hanya letupan saja, tetapi dibutuhkan kajian dan harmonisasi di level menteri antara Menteri Agama dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah

“Kalau kami tugasnya kan menyiapkan naskah akademik tentang urgensi transformasi dari Direktorat Pendidikan Madrasah menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah karena dianggap sebagai orang yang mungkin memahami seluk beluk dan proyeksi pengembangan madrasah ke depan.” 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menggambarkan, meskipun mengelola jenjang pendidikan yang sama, Kementarian Pendidikan sudah dipisah-pisah dalam berbagai direktorat jenderal seperti Dirjen PAUD, Dirjen Pendidikan Dasar yang mengurus SD yang didalamnya saja ada empat atau lima direktorat, selanjutnya ada pula Direktorat Jenderat Pendidikan Menengah yang mengurus SMP/SMA/SMK. Bahkan kini untuk pendidikan tinggi saja sudah dibentuk kementerian sendiri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan sumberdaya yang terbatas ini, tentu saja madrasah belum mampu mengimbangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mengatasi hal ini, Nur Kholis menjelaskan, pihaknya memberdayakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag untuk membantu pengembangan madrasah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 08 Mei 2012

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, para seniman dan pendekar sekabupaten bersama-sama menggelar pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Ainul Yaqin, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) NU Sidoarjo menjelaskan, peringatan harlah NU tahun ini dipelopori oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kreasi dan atraksi selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda.

Diawali dengan seminar budaya pada Sabtu (14/5) di Hall PCNU Sidoarjo, pentas seni pada Sabtu (21/5) di panggung seni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dan atraksi Silat Pagar Nusa serta lomba mewarnai pada Ahad (22/5) di alun-alun dan Pendopo kabupaten Sidoarjo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gelaran tersebut, lajut Yaqin, sekaligus menandai kebangkitan Lesbumi Sidoarjo yang selama puluhan tahun tidak tampak aktivitasnya. Selain itu, untuk menggali potensi seni, seniman, dan budayawan Kota Delta Sidoarjo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sudah puluhan tahun Lesbumi Sidoarjo tidak ada aktivitas. Harlah tahun ini merupakan momentum bagi Lesbumi membuktikan eksistensinya kepada masyarakat," tegas Ainul Yaqin saat ditemui usai gelaran berakhir, Ahad (22/5).

Turut hadir budayawan dan penulis buku, Ilung Sufi Enha, Sosiawan Leak, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifudin, serta ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Mas Wawan, sapaan Ketua DPRD Sidoarjo yang hadir menyaksikan acara pentas seni mengatakan, peran Lesbumi di Sidoarjo harus dioptimalkan karena banyak seniman yang perlu ditampilkan kreasinya. "Peran Lesbumi harus maksimal, karena itu saya rela didemo demi majunya kesenian Sidoarjo," tegasnya.

Senada, Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo yang merupakan mantan ketua PSNU Pagar Nusa Sidoarjo yang hadir menyaksikan atraksi Pagar Nusa mengungkapkan kegembiraannya, karena pada peringatan harlah kali ini para pendekar Pagar Nusa sekabupaten bisa berkumpul kembali dan menggelar aksi.

H. Saiful Illah saat memberikan sambutan berpesan kepada para pendekar agar kemampuannya digunakan untuk hal yang positif, dan membantu pemerintah menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo.

Ada sekitar 700 pendekar Pagar Nusa hadir dalam peringatan tersebut dan mereka menggelar atraksi tenaga dalam, bantengan, serta silat seni. Selain itu, di Pendopo Delta Wibawa juga ada 700 peserta lomba mewarnai dari TK/RA Muslimat sekabupaten setempat. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Oktober 2010

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Banyuwangi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Banyaknya aset yang diwakafkan kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi, mengundang langkah antisipatif dari Pengurus Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Banyuwangi untuk segera menyertifikasi aset-aset tersebut. Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi? dan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, LWPNU Banyuwangi mengadakan sosialisasi tentang sertifikasi tanah wakaf dan pembinaan kepada para nadzir di lingkungan NU Banyuwangi.

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Ketua LWPNU Banyuwangi Chaerudin menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, LWPNU menargetkan bisa menyertifikasi semua aset NU di Banyuwangi. Pada semester awal ini, LWPNU Banyuwangi gencarkan sosialisasi kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Banyuwangi.

“Ada dua tahap sosialisasi yang kita lakukan. Pada tanggal 17 Juli kemarin, kita sosialisasi untuk MWCNU wilayah selatan di SMA NU Genteng. Dan pada hari ini, kita sosialisasi kepada pengurus MWCNU di wilayah utara,” ungkap Chaerudin saat ditemui pada acara sosialisasi di MTs NU Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Ahad (24/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aset yang menjadi target sertifikasi meliputi gedung pendidikan, tanah aset pendidikan, TPQ, masjid, mushala, pesantren, kantor MWCNU maupun Ranting NU, hingga tanah kuburan. Untuk itu, LWPNU menggandeng BPN Banyuwangi sebagai mitra dan narasumber sosialisasi tersebut. Edi Suwignyo dan Mujiono dari BPN Banyuwangi menjabarkan tentang pentingnya sertifikasi pada berbagai aset tanah dan tentang mekanisme prosedural dalam mengurusnya. “Sertifikasi ini penting untuk menjadi bukti legalitas,” tutur Mujiono.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Banyuwangi memaparkan tentang berbagai persaolan hukum wakaf dalam perspektif fiqih dan perundang-undangan yang berlaku. “Ada aturan-aturan tersendiri bagi para nadzir dalam melakukan pengelolaan wakaf,” papar perwakilan Kemenag Banyuwangi KH Gufron Musyofa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Khozin Haris yang membuka acara tersebut menandaskan tentang pentingnya legalitas terhadap aset-aset yang telah diwakafkan ke NU. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kasus penyerobotan tanah dan alih nama pewakaf. “Terutama aset-aset masjid. Jangan sampai masjidnya NU justru diambil alih dan disertifikat oleh kelompok-kelompok lain,” tutur dosen IAI Darussalam tersebut.

Lebih lanjut, Khozin memaparkan, PCNU Banyuwangi tidak hanya menggencarkan sertifikasi aset masjid saja, namun juga melakukan pendampingan dalam pemberdayaan pengurus masjid. Melalui Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), PCNU terus menggenjot tata kelola masjid yang baik. Sedangkan untuk pendidikan terhadap pengurus takmir masjid dalam berbagai persoalan keagamaan dan keaswajaan, PCNU Banyuwangi mendelegasikan kepada Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Aswaja NU Center Banyuwangi. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Meme Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 09 Oktober 2008

Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari Pra-Peparprov Jateng 2017

Surakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dari ratusan atlet yang berasal dari 30 kabupaten/kota se Jawa Tengah, Yosita Bella Noveliasari mahasiswi semester 1 Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung berhasil menyabet Juara 1 dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng 2017 yang diselenggarakan pada Kamis-Sabtu, 23-25 November 2017.

Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari Pra-Peparprov Jateng 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari Pra-Peparprov Jateng 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari Pra-Peparprov Jateng 2017

Dari perlombaan itu, Yosita pada Jumat (24/11)berhasil menyabet Juara 1 cabang olahraga atletik lari.

Ia menceritakan sempat terkendala lantaran harus melepas kerudung karena sudah menjadi ketentuan panitia. Namun, sebelumnya ia meminta izin teman-teman sekelas dan meminta doa agar menjadi juara dan akhirnya semua itu terkabul.

Sesuai data yang disampaikan Priyono Ketua Panitia, sampai Rabu (22/11), ada sekitar 410 atlet dan oficial. Mereka berdatangan ke Asrama Haji Donohudan sebagai tempat penginapan bersama. Kemudian bertanding sesuai cabang olahraganya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tiga cabang olahraga yang dilombakan atau dipertandingkan pada kualifikasi menuju Peparprov Jateng III/2018 yakni atletik yang dilombakan di Stadion Sriwedari; bulu tangkis di GOR Sinar Kasih Solo; dan tenis meja di Gedung Pengkot Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) kawasan Manahan.

Usai juara, para atlet di cabang masing-masing akan maju ke ajang Paperprov Jateng 2018 mendatang.

"Alhamdulillah bisa menjadi juara, tapi sebenarnya saya juga malu. Berkat teman-teman, dan doa para dosen, saya bisa mewakili STAINU Temanggung juga dalam ajang perlombaan kali ini," kata Yosita.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Fadloli dosen penggagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga STAINU Temanggung merespons positif prestasi itu.

"Tentunya kita harus bangga mempunyai mahasiswa yang di luar dugaan ternyata mampu mengharumkan nama STAINU Temanggung lewat prestasi olahraga," katanya.

Semoga ke depan, lanjut dia, lebih banyak lagi mahasiswa kita yang mampu berprestasi di luar sampai tingkat nasional lewat jalur UKM Olahraga di kampus kita. 

Menurut dia, minggu depan juga akan dilaunching secara resmi UKM Olahraga STAINU Temanggung sebagai UKM baru yang menjadi wadah pengembangan bakat olahraga mahasiswa maupun mahasiswa. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 September 2008

Thoriqun Najah Taklukkan Kesebelasan Ar-Rizky NTB dengan Skor 3-0

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Thoriqun Najah unggul dengan skor 3-0 melawan tim kesebelasan Ar-Rizky NTB. Semua gol dicetak oleh nomor punggung 11 Muhammad Hayatul. Ia tampil memukau dengan hatrick 3 gol sekaligus dalam sekali pertandingan di stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (24/10).

Kesebelasan Thoriqun Najah tidak membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan gol. Tepat di menit ke-7, Muhammad Hayatul mencetak gol perdananya di turnamen Liga Santri Nusantara 2016.

Thoriqun Najah Taklukkan Kesebelasan Ar-Rizky NTB dengan Skor 3-0 (Sumber Gambar : Nu Online)
Thoriqun Najah Taklukkan Kesebelasan Ar-Rizky NTB dengan Skor 3-0 (Sumber Gambar : Nu Online)

Thoriqun Najah Taklukkan Kesebelasan Ar-Rizky NTB dengan Skor 3-0

Pertandingan sengit antara dua tim ini membuat kerja sama antarpemain diperlukan. Lagi-lagi Muhammad Hayatul kembali menjebol gawang lawan setelah lolos dari jebakan offside di menit ke-14. Hingga di babak pertama skor sementara 2-0.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Merasa tertinggal dari Thoriqun Najah, tim kesebelasan Ar-Rizky berusaha membalas? dengan mencetak gol di gawang lawan. Namun usahanya selalu tertangkis oleh penjaga gawang dari Tim Thoriqun Najah hingga di menit ke-60 skor masih tetap 2-0.

Di sesi tambahan waktu, serangan bola terbalik mengarah kepada Tim Ar Rizky. Lagi-lagi, Muhammad Hayatul mendapat peluang bagus dan membuahkan gol ketiga.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tiga gol yang diciptakan Muhammad Hayatul ke gawang Ar-Rizky adalah hatrick berkat permaianan indah dilakukannya dengan menadapatkan umpan-umpan dari kawan timnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor masih bertahan 3-0. Muhammad Hayatul banyak mandapatkan pujian dari pinggir lapangan, pelatih, dan official Tim Tharikun Najah. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock