Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Lombok Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) telah mencapai puncak acara pada Sabtu (25/11) di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Dalam pidato di acara penutupan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memaparkan ringkasan hasil Munas dan Konbes NU yang berlangsung pada 23-25 November 2017 di Lombok kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penutupan Munas.

Kiai Said menegaskan, hasil musyawarah para kiai ini akan segera disampaikan kepada pemerintah secara rinci sebagai bahan pengambilan kebijakan terkait sejumlah problem bangsa.

Seperti di bidang ekonomi, NU menurut Kiai Said mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatakan, ekonomi yang tidak hanya bepihak kepada konglomerat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun di bidang pendidikan, poin penting dalam Munas dan Konbes NU adalah mendorong disahkannya RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kurikulum pesantren,” jelas Kiai Said.

Kiai kelairan Kempek, Cirebon ini juga memaparkan hasil Munas di bidang kesehatan yang menyoroti problem gizi buruk akut (stunting) dan kaum penyandang disabiltas.

NU melalui forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, mendorong pemerintah agar menyediakan berbagai kemudahan, pendampingan, dan pengobatan serta akses kepada mereka agar tidak lagi ada diskriminasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Problem-problem penting lain banyak tertuang dalam hasil keputusan Munas dan Konbes NU 2017 yang terbagi dalam Komisi Bahtsul Masail, Rekomendasi, Program, dan Organisasi.

Munas dan Konbes NU 2017 mengangkat tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. 

Pembukaan pada Kamis (23/11) lalu dilakukan oleh Presiden Jokowi, sedangkan penutupan dilksanakan oleh Wapres JK. Sidang-sidang komisi diselenggarakan di lima pesantren, Pesantren Nurul Islam Mataram, Pesantren Darul Fallah Mataram, Pesantren Al-Halimy Lombok Barat, Pesantren Darul Hikmah Mataram, dan Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan bekal kepada  santri Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, Jumat (27/7) kemarin.

Kegiatan yang dikemas dengan Seminar Nasional yang dibuka Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi .

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Wakil ketua LKKNU Jawa Timur, Zahrul Azhar mengatakan, santri kini juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Karenanya kegiatan dikatakannya sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren, dan ini harus kita antisipasi sejak dini," ujar pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan.

Dalam kegiatan kemarin, sekitar seribu santri Nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman kampus Unipdu. Sebagai Nara sumber , Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso. Dikatakannya, kesehatan reproduksi perlu dikethui remaja sejak usia dini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai  proses reproduksi," terang Sudibyo seraya mengatakan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

Materi yang diberikan semisal bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana mereka dengan berani menghindarinya, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Saifullah yusuf yang juga ketua PBNU mengatakan, kalangan pesantren juga harus ikut berperan mengawasi santrinya agar tidak menjadi sasaran peredran narkotika. Karena peredaran narkotika kini sudah merambah pesantren. 

“Banyak transaksi yang juga dilakukan disekitar pesantren. Karenannya kita harus weaspada dan ikut mengantisipasi peredaran narkotika ini,”pintanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 03 Februari 2018

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tampil cantik tentu menjadi kebutuhan dan keinginan bagi banyak perempuan. Namun, tampaknya masih belum banyak kaum perempuan yang memiliki pemahaman yang utuh tentang makna kecantikan. Bahkan, makna kecantikan itu sendiri kerap dipahami dan dipersepsi yang salah.

Kopri  PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Kondisi inilah rupanya yang melecutkan semangat Pengurus Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) PMII Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, untuk menggelar Workshop Perempuan dengan tema "Mengupas Makna Cantik dalam Diri Perempuan", Rabu (16/5).

Ketua Kopri PMII Ushuluddin, Siti Aisyah mengatakan, selama ini kecantikan hanya dipahami secara lahiriah. Sebab, kecantikan lahiriah-fisik yang seringkali dijadikan standard umum dalam meraih kebahagiaan dan perhatian bagi diri perempuan. Padahal, tegasAisyah, kecantikan lahiriah secara fisik tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Ia akan menyusut dan memudar seiring perjalanan waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kendati demikian, diakui mahasiswi semester VI Jurusan Perbandingan Agama itu, kecantikan fisik tetap menjadi aset sangat berharga yang juga layak dipikirkan oleh kaum perempuan agar mendapat perhatian orang. “Tapi ini bukan kecantikan sejati dan abadi,” tegas perempuan berparas ayu asal Sidorajo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diakui, pada abad 21 ini telah tersedia beragam alat-alat kecantikan. Hampir tiap hari, muncul iklan menawarkan alat-alat kecantikan terbaru yang menghiasi beberapa media. Hanya saja, banyak yang belum mengetahui pilihan yang tepat serta tata cara penggunaannya.

“Maka kami merasa perlu memberikan pemahaman. Bagaiamana cara bermake up yang benar serta bisa memilih sesuai dengan kulit kita masing-masing,” ujar Aisyah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham disela-sela acara.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat aktivis PMII di kampus-kampus lain. Pasalnya, selama ini sangat sedikit yang menaruh perhatian dalam persoalan kecantikan dan alat-alat kecantikan.

“Ini penting. Saya kira kegiatan semacam ini baru Srikandi (baca: Kopri) PMII Ushuluddin. Yang lain belum,” kata Asiyah bangga.

Acara tersebut tampaknya mendapat respon yang luar biasa. Bukan hanya dari kalangan mahasiswi IAIN Sunan Ampel. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Ketua Jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin juga terlihat hadir bersama para dosen berbaur dengan ratusan peserta yang lain.

Hadir dalam kegiatan yang bertempat di Auditorium IAIN Sunan Ampel tersebut tiga narasumber. Yaitu dr Vikka Lestari (Dokter Spesialis Kecantikan), DR dr Hj Siti Nur Asiyah, M.Ag (Psikolog), dan Dra Yayuk Istichanah (Aktivis Perempuan Jawa Timur).

Suasana acara yang berlangsung sehari ini tampak cukup meriah. Pasalnya didukung oleh penampilan dari Hijab Class bersama MOYA, Make Up Class bersama Etty Sunanti (Owner Affadah, spesialis pernikahan muslim), serta Live Music Performance dengan Guest Star "SUNNI", Juara Girl Band Indonesia 2012.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat ? NU Kabupaten Nganjuk menggandeng Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nganjuk mengadakan pengajian rutin sebulan sekali di wilayah Nganjuk secara bergantian.

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Pengajian rutin setiap Ahad wage ini diisi oleh pengurus Fatayat dan Muslimat secara bergantian. Hingga kini semua kecamatan di Nganjuk sudah tersentuh.?

"Setiap Ahad wage, rutin di setiap kecamatandi wilayah Nganjuk," tutur Ketua PC Fatayat kabupaten Nganjuk ? ustadzah Tutik Malikhah di di balai desa Ngeringgin Lengkong kecamatan Lengkong Nganjuk, Ahad (14/6).

Pengajian yang dikemas dengan pembukaan, sambutan sambutan, mauidhoh hasanah dan doa ini berlangsung hidmat. Sekitar 5000 jamaah hadir dalam acara tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ustadzah Tutik Malikhah selaku ketua cabang Fatayat Nganjuk dalam sambutannya mengatakan "Selamat kepada ketua terpilih Pimpinan Cabang Muslimat NU Nganjuk periode 2015-2020, harapan beliau semoga bisa membimbing anak-anaknya yakni Fatayat, IPPNU dan bisa sinergi saling asah asih dan asuh,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan bahwa telah dibuka pabrik karung yang berada di kecamatan Lengkong dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 50 orang dengan spesifikasi dapat menjahit, “Karenanya bagi anggota yang berminat bisa menghubungi Fatayat setempat.”

"Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran dan memberdayakan kaum wanita supaya lebih produktif, kreatif dan inovatif,” pungkas mantan ketua PC IPPNU Nganjuk. (Atik Fatmawati/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Januari 2018

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya menegaskan bahwa kadar bobot cinta seseorang kepada bangsanya tergantung kecintaannya kepada tanah airnya. Dan sebaliknya kadar bobot cinta seseorang terhadap tanah airnya tergantung kecintaannya terhadap bangsanya.

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Hal ini disampaikan Habib Luthfi saat menyampaikan mauidzatul Hasanah yang bertemakan Harmoni Al Quran dalam Kebhinekaan pada Peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di Istana Negara di Jakarta, Senin (12/6) malam.

"Semoga kita tidak mudah terprovokasi segala bentuk yang akan memecah belah umat dan bangsa," harapnya pada Acara yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Habib Luthfi juga berharap Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya tidak akan menjadi bangsa dan umat yang mengecewakan serta memalukan para leluhur, ulama dan para pejuang yang ikut andil besar dalam memerdekaan bangsa Indonesia dihadapan Allah SWT.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ulama kharismatik ini mengatakan juga bahwa ia kadang bertanya kepada diri sendiri tentang sejauh mana pernah ikut andil dalam memerdekakan atau mengisi kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia ini.

"Seharusnya kita mensyukuri apa yang diberi Allah SWT didalam menjaga keutuhan dan melestarikan sehingga melahirkan regenerasi siap untuk menjawab tantangan ummat dan bangsa yang telah dicontohi oleh terutama Wali Sembilan yang ada di Indonesia ini," tegasnya.

Walaupun para Wali Songo telah meninggal dunia, lanjut Habib Luthfi, namun ada hal yang tidak bisa dipungkiri sampai sekarang bahwa mereka masih mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga ukhuwah umat.

"Yang datang, yang kumpul bisa diajak dekat dengan Allah SWT membaca Al Quran, tahlil dan bisa membuat ekonomi kerakyatan di lingkungannya. Padahal beliau sudah meninggal 500 tahun yang lalu," katanya.

Menurutnya, semua itu merupakan perjuangan para Wali Songo yang telah meninggalkan tapak tilas dan jejak yang mempunyai kandungan-kandungan mutiara yang tiada tara harganya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada para pemimpin kita, ulama kita, tokoh kita dalam mengemban amanat bangsa ini untuk menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur sehingga dijauhkan cobaan dari Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Pekalongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Radio Aswaja FM yang mengudara di jalur 107.8 M.Hz siap melakukan siaran perdananya pada tanggal 6 Mei 2013 mendatang dengan format siaran religius, edutainment dan news dengan dikawal 10 penyiar.

Radio dengan tagline "Radione Warga NU Pekalongan" akan mengudara mulai jam 05.30 pagi hingga 23.30 malam dengan program program yang telah disiapkan antara lain pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai, baiti jannati dan lain lain.

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Penaggungjawab Radio Aswaja FM, H. Muhtarom kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Senin (15/4) mengatakan, beberapa program unggulan radio aswaja telah disiapkan dan siap memberikan hiburan dan pencerahan wawasan keagamaan ala ahlus sunnah wal jamaah di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Program pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai dan dialog interaktif ummat bertanya kiyai menjawab telah disiapkan untuk warga Kota Pekalongan," ujarnya di tengah tengah melakukan persiapan.?

Dikatakan, saat ini Aswaja FM masih melakukan uji coba audio serta pembenahan teknis yang diharapkan pada akhir bulan April ini bisa dirampungkan.

Tarom berharap, kehadiran Aswaja FM di Kota Pekalongan dengan format dakwah dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang merindukan siaran radio dengan gaya yang santun dan tahu kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan yang religius.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya berharap kehadiran Aswaja FM dapat menjadi pelengkap dan memenuhi keinginan masyarakat, khususnya warga nahdliyyin dalam hal siaran yang edukatif religius dengan format menyajikan informasi Islam yang ramah bukan Islam yang marah," katanya.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap Radio Aswaja FM dapat menjadi sarana penyebaran ajaran Islam ala ahlus sunnah wal jamaah di tengah tengah masyarakat Kota Pekalongan yang religius, sehingga NU tidak saja berkecimpung dalam kegiatan keagamaan semata, lebih dari itu NU dapat membantu memberikan pencerahan keagamaan melalui media radio.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. SMP NU Sunan Kalijaga Adiwerna Kabupaten Tegal berupaya memuluskan jalan bagi anak-anak SD dan MI dalam menghadapi Ujian Nasional ? 2017. Ikhtiar yang digelar berupa Try Out UN SD/MI yang diperuntukan bagi siswa di wilayah Tegal dan Brebes.

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Diharapkan, mereka yang mengikuti try out bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, jujur dan mendapatkan nilai yang memuaskan. “Kami ingin membantu para siswa SD/MI dalam menghadapi UN 16-18 Mei mendatang,” ujar Kepala SMP NU Sunan Kalijagah Ripai, di sela kegiatan Rabu (23/3).

Try out, lanjutnya, bertujuan melatih para siswa dalam menghadapi ujian agar siap menteri sekaligus mental. Latihan ini sangat membantu sekolah karena bisa mengukur kesiapan para siswa itu sendiri dalam menghadapi UASBN 2017. “Ada 533 siswa yang berasal dari 35 SD dan MI di Kabupaten Tegal dan Brebes,” ujar nya.

Sudah seharusnya para siswa, orang tua, dan guru serta sekolah terkait kemampuan dan kualitas calon peserta ujian dalam menjawab soal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Panitia M Budi Santoso menjelaskan, Try out bagi SD/MI sudah digelar oleh SMP NU Sunan Kalijaga sejak 2013. Pada intinya, untuk mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Selain itu, juga untuk memperkenalkan sekolah NU dikalangan siswa SD dan MI.

Try out 2017 dibuka Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Adiwerna Tegal Wahidin Karirim. Dalam sambutannya, Wahidin menyambut baik kegiatan try out bagi siswa kelas VI SD/MI. “Kesiapan yang mendalam para siswa, akan menentukan keberhasilan siswa para saat ujian mendatang,” ujarnya.

Usai mengerjakan try out, mereka mendapatkan hiburan berupa pagelaran ekstrakurikuler seperti pentas pencak silat Pagar Nusa, marching band, hadrah dan lain lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 05 Januari 2018

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, KH. Sofiyan Hadi, berpesan agar usai Lebaran (Idul Fitri) ini, umat senantiasa menjaga empat hal, yakni tawadhu, qanaah, wara (wirai) dan yaqin.

KH. Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bi halal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7). Halal bi halal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP.) UMK, Rektor, para Dekan, dosen dan karyawan.

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

“Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,” ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bi halal yang dibuka oleh Rektor Dr. Suparnyo itu, Sofiyan Hadi mengemukakan, tawadhu atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki, pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qanaah (kaya hati). Lalu haru wara (wirai), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. “Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,” tambahnya.

Selain pesan-pesan itu, KH. Sofiyan Hadi mengingatkan agar senantiasa menghindari 4 M yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa alim. “Empat hal ini harus dihindari,” tuturnya. (Rosidi/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam perjalanan panjangnya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memberikan peran sangat penting bagi bangsa Indonesia. Lewat refleksi khittah yang ke 33 tahun, diharapkan sumbangsih dari organisasi sosial keagamaan tersebut kian dirasakan.

"Negara ini sangat membutuhkan kiprah NU," kata Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (12/1) sore.?

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Harapan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada kegiatan Halaqoh Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

"Inti ajaran NU adalah moderasi tidak hanya dalam keberagamaannya, juga sikap kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara," kata Lukman Hakim di hadapan undangan, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin.?

Ajaran tersebut diimplementasikan NU dengan sikap tasamuh atau toleran, tawazun yakni sikap seimbang yang selama ini dijunjung tinggi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"NU memiliki energi dan resource atau sumber daya manusia yang luar biasa. Sehingga sangat wajar kalau banyak harapan disematkan kepada NU," kata putra mantan Menag, KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, kelebihan umat Islam yang tentu saja di dalamnya adalah NU memiliki kearifan lokal yang selalu bermuatan agama.?

Kelebihan seperti inilah yang akhirnya membuat bangsa ini siap menghadapi berbagai perubahan. "Termasuk menghadapi revolusi teknologi komunikasi serta media sosial," jelas Lukman.

Di akhir sambutannya, Lukman berharap NU selalu menjadi lokomotif lewat ? pendekatan Islam yang promotif. "Maksudnya, Islam yang mempromosikan atau mengajak, bukan konfrontatif," katanya. Karena ajaran seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia dan menjadi model bagi peradaban dunia, pungkasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini, diantaranya Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH Afifuddin Muhajir, serta KH Raden Ahmad Azaim Ibrohimy selaku pengasuh pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Jadwal Kajian, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Pacitan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Luqman Harits Dimyathi berpesan, dalam membaca shalawat nabi jangan sampai meninggalkan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Saat ini, menurutnya, banyak masyarakat yang masih belum benar dalam membaca shalawat.

”Dalam membaca syair, bait itu juga harus menggunkan tajwid dan panjang pendeknya harus diikuti. Karena dalam ilmul arudl tidak boleh lepas dari makhorijul huruf, mad dan sebagainya,” paparnya saat mengisi ceramah dalam rangka kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor yang digelar oleh GP Ansor Pacitan di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Jumat malam (22/5).

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Kiai Luqman mencontohkan kalimat salam alaika, banyak masyarakat masih membaca kalimat saaalam alaika dengan memanjangkan huruf tsa’ nya. Seharusnya salam alaika huruf lam-nya yang dibaca panjang. Menjadi salaaam alaika sesui ilmul arud.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Banyak shalawat dan syair didalam kitab Al Barzanji yang oleh banyak masyarakakat bahkan para santri masih dibaca dengan ala kadarnya tidak memperhatikan tata cara membaca seperti yang telah diwariskan oleh para sesepuh terdahulu.

Ulama dan para sesepuh terdahulu sangat memperhatikan kaidah dan keindahan dalam membaca shalawat sehingga shalawat yang dibaca dengan kaidah ilmul arud akan mudah merasuk di dalam hati.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Melalui Kegiatan Rijalul Ansor ini, NU hadir untuk merawat peninggalan para masyayikh dan Walisongo,” tambah Kiai Luqman yang merupakan Pengasuh Pondok Tremas Pacitan.

Selain menjelaskan tentang tata cara membaca shalawat yang benar, ia juga menyinggung bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan langgam Jawa yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat.

Lebih lanjut, NU telah mendiskusikan kontraversi tersebut. membaca Al-Qur’an dengan langgam Jawa diperbolehkan asal tidak merubah sisi tajwid, makharij huruf, dan terpeliharanya orisinalitas makna al-Quran itu sendiri.

Kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Abdullah Sadjad. (zaenal faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 21 Desember 2017

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Padang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam program antisipasi penyebaran paham radikal kepada lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SMA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017), ketika penandatanganan MoU itu dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satunya bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mencintai tanah air NKRI, dan berakhlakul karimah. "Belakangan ini banyak tamatan SMA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai dan paham dari orangtuanya," kata Arianto.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Kehadiran UNU Sumbar menurutnya justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. "Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama," tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SMA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

"Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SMA harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

"Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar," kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ubudiyah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Alhamdulillah, Taman Bungkul Surabaya Kini Dilengkapi Masjid

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya resmi mengubah fungsi bangunan musala di Taman Bungkul menjadi masjid.

Peresmian masjid dikemas dalam acara Lailatul Qiraah yang dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (27/6) malam.

Setelah berubah menjadi masjid, bangunan yang berada dalam satu komplek dengan makam Sunan Bungkul tersebut akan mulai digunakan untuk ibadah shalat Jumat.

Alhamdulillah, Taman Bungkul Surabaya Kini Dilengkapi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Taman Bungkul Surabaya Kini Dilengkapi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Taman Bungkul Surabaya Kini Dilengkapi Masjid

Perubahan fungsi menjadi masjid itu diharapkan bisa lebih menghidupkan wisata religi Makam Sunan Bungkul di tengah ramainya kunjungan masyarakat.

Wagub Saifullah Yusuf dalam sambutannya mengatakan, wisata religi seperti ziarah ke makam wali dan ulama, sekarang menjadi tren masyarakat perkotaan dalam mencari ketenangan.?

"Bukti ziarah makam wali sudah menjadi life style bisa dilihat di makam Sunan Ampel. Pengunjungnya semakin banyak. Bisa mencapi tiga juta orang per bulan," terangnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua NU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri menambahkan, NU berkepentingan memberikan warna baru di Taman Bungkul. Selain tempat rileks, juga ada tempat wisata religi, yaitu makam Sunan Bungkul, yang lokasi berada di balik pagar Taman Bungkul.

"Malam ini, kami tingkatan fungsi musala menjadi masjid agar para peziarah bisa salat lebih tenang dan juga bisa menggelar shalat Jumat. Ini yang bisa dilakukan NU. Selebihnya adalah wewenang Pemkot untuk melakukan renovasi maupun tata kelola sekitar area makam Sunan Bungkul," ujar Muhibbin (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Ini adalah halaman sampul dan halaman pembuka dari kitab “I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik” karangan seorang ulama Nusantara dari Cibogo, Cibarusah (Bogor—Bekasi), yaitu Ajengan Raden Ma’mun Nawawi bin Anwar (dikenal dengan Mama Cibogo atau Mama Cibarusah, w. 1395 H/ 1975 M).

Sang pengarang, yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M, yaitu Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), Syekh Manshur ibn Abdul Hamid (dikenal dengan Guru Mansur Betawi), Syekh Muhammad Bakri ibn Sayyida (dikenal dengan Ajengan Sempur, Purwakarta), dan Syekh Mukhtar ‘Athârid al-Bûghûrî tsumma al-Makkî (ulama besar Makkah asal Bogor).

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Kitab “I’ânatun Nâsik” berisi kajian tentang fiqih manasik ibadah haji dan umroh secara lengkap dan komprehensif, termasuk menyinggung sedikit perbedaan hukum-hukum manasik haji menurut empat madzhab. Kitab ini ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab (dikenal dengan remyak atau pegon).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kolofon, didapati keterangan jika kitab ini diselesaikan di Cibarusah, pada 27 Muharram tahun 1374 Hijri (bertepatan dengan 25 September 1954 Masehi). Kitab ini kemudian dicetak oleh penerbit “al-Barokah” Bogor (tanpa tahun cetak). Versi cetakan kitab ini bertebal 91 halaman. Saya mendapatkan naskah kitab ini dari penerbitnya langsung yang juga sebuah kedai kitab di kawasan Pasar Anyar, dekat Stasiun Bogor, pada bulan Oktober tahun lalu (2016).

Dalam kata pengantarnya, KH. Ma’mun Nawawi mengatakan bahwa penulisan karya ini dilakukan karena adanya desakan dari beberapa kolega untuk tersedianya sebuah buku (kitab) yang dapat dijadikan panduan umat Muslim Sunda dalam permasalahan tata cara manasik ibadah haji dan umrah secara detail. Pengarang pun memenuhi permintaan tersebut dengan menuliskan karya ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana yang ditulis oleh pengarang;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka ngendika hamba anu kacida doipna Raden Haji Ma’mun Nawawi Cibogo, pamugi Allah ngahampura kana dosa-dosa manehna jeung kana kalepatana. Ku tina seringna sababaraha dulur-duluran anu keukeuh ka simkuring hayang dipangnuliskeun manasik sareng anu patali ka dinya kalayan Madzhab Syafi’i kalawan Bahasa Sunda// Maka berkatalah hamba yang sangat lemah, Raden haji Ma’mun Nawawi dari Cibogo, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan kesalahannya. Oleh karena seringnya beberapa saudara yang bersikeras meminta saya untuk dibuatkan sebuah risalah tentang manasik haji dan umrah dan hal-hal yang berkaitan dengannya dalam fiqih madzhab Syafi’i dalam bahasa Sunda …)

Dalam redaksi selanjutnya, dikatakan oleh KH. Ma’mun Nawawi bahwa dalam upaya penyusunan kitab manasik ini, beliau hanya mengutip dari beberapa kitab rujukan fiqih madzhab Syafi’i, tanpa melakukan penambahan di dalamnya. Sayangnya, kitab-kitab apa saja yang dijadikan rujukan di sini tidak disebutkan secara terperinci.

Pengarang kitab ini,yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi Cibarusah, sebagaimana telah disinggung di atas, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M. beliau dilahirkan di Cibogo, Cibarusah (perbatasan Bogor—Bekasi) pada tahun 1334 H/ 1915 M. ayahnya bernama KH. Raden Anwar, seorang ulama besar Pasundan dari Cibarusah.

Setelah mendapatkan tempaan pendidikan dari ayahnya sendiri, pada tahun 1930 (ketika berusia 15 tahun), Ma’mun Nawawi kemudian belajar kepada KH. Tubagus Bakri di Sempur, Plered, Purwakarta, yang kelak menjadi mertuanya. Di sana beliau belajar selama 7 tahun lamanya. Beliau kemudian pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji sekaligus bermujawarah di sana selama dua tahun (1937-1939). Di Tanah Suci, KH. Ma’mun Nawawi belajar kepada ulama-ulama besar Makkah.

Di antara guru-guru beliau di Makkah adalah Syekh Mukhtâr ‘Athârid al-Bûghûrî al-Jâwî tsumma al-Makkî, seorang ulama besar hadits di Masjidil Haram asal Bogor, juga kepada Syekh Bâqir ibn Nûr al-Jukjâwî tsumma al-Makkî, , seorang ulama besar di Masjidil Haram asal Yogyakarta. Selain kepada keduanya, KH. Ma’mun Nawawi juga belajar kepada Sayyid ‘Alawî ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Mâlikî al-Makkî, Syekh ‘Umar Hamdan al-Mahrasî, dan lain-lain.

Pada tahun 1939, KH. Ma’mun Nawawi pulang ke Cibarusah. Sang ayah, KH. Raden Anwar, menyuruh Ma’mun Nawawi untuk pergi ke Jawa Timur dan belajar kepada beberapa ulama di sana. Beliau pun belajar kepada Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng (Jombang) dan Syekh Muhammad Ihsan Dahlan (Jampes, Kediri). KH. Ma’mun Nawawi juga belajar lagi kepada KH. Manshur Abdul Hamid di Batavia (Guru Mansur Betawi).

Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1940, KH. Ma’mun Nawawi mendirikan pesantren “al-Baqiyatus Solihat” di kampung halamannya di Cibogo, Cibarusah. Pesantren tersebut pun segera berkembang menjadi salah satu pusat keilmuan Islam yang besar. Jumlah pelajarnya mencapai ribuan.

Ketika terjadi revolusi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, KH. Ma’mun Nawawi Cibarusah, bersama-sama dengan KH. Noer Ali Bekasi (pendiri Pesantren At-Taqwa Bekasi) dan KH. Raden Abdullah bin Nuh Cianjur (pendiri pesantren al-Ihya Bogor), atas perintah guru mereka Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, keduanya pun membentuk dan memimpin Laskar Hizbullah (tentara perjuangan kemerdekaan RI berbasis pesantren) region Krawang-Bekasi-Bogor dan sekitarnya. Pesantren Cibarusah pun menjadi markas utama pelatihan militer bagi ribuan Laskar Hizbullah.

Selain dikenal sebagai ulama pejuang, KH. Ma’mun Nawawi juga dikenal sebagai ulama yang produktif melahirkan karya tulis. Upaya ini meneruskan ikhtiar yang telah dilakukan oleh mertua beliau, yaitu KH. Tubagus Bakri Sempur Purwakarta, yang juga produktif menulis kitab. Kebanyakan karya KH. Ma’mun Nawawi ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab, dalam pelbagai bidang keilmuan Islam.

Di antara karya-karya beliau adalah; (1) I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik, (2) al-Taisîr fî ‘Ilmil Falak, (3) Bahjatul Wudlûh, (4) Hikâyatul Mutaqaddimîn, (5) Îdlâtul Mubhamât, (6) Risâlatuz Zakâh, (7) Kasyful Humûm wa al-Ghumûm, dan lain-lain.

KH Ma’mun Nawawi wafat di Cibarusah pada bulan Muharram 1395 Hijri (bertepatan dengan Februari 1975 M). Pesantren Cibarusah kini diampu oleh putra beliau, yaitu KH Raden Jamaluddin Ma’mun. Ilâ rûh KH Ma’mun Nawawi, al-Fâtihah. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Sunnah, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Oleh Munandar Harits Wicaksono

Islam sebagai agama, dianggap penting karena memiliki dua rujukan yang dengan keduanya manusia diatur sedemikian rupa. Al-Qur’an, sebagai rujukan yang pertama merupakan sebutan untuk lafadh yang Tuhan turunkan kepada Nabi Muhammad di mana bacaannya mengandung sisi ijaz (melemahkan; mukjizat) bagi penentangnya dan bernilai ibadah dengan membacanya. Sementara hadits, sebagai rujukan kedua adalah ucapan Nabi Muhammad pasca ia diangkat Tuhan menjadi utusannya.

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Keduanya merupakan wasilah Tuhan memperkenalkan diri-Nya, mengingatkan manusia mengenai hakikat hidup, dan tak luput mengatur segala aspek mulai dari skala mayor dan urgen seperti perkara ketuhanan, konsep interaksi dengan sesama manusia, hingga perkara kecil nan sepele seperti halnya berpakaian dan lain-lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di masa awal pembentukan syariat, keberadaan Nabi Muhammad sebagai penyambung lidah Tuhan sangat dibutuhkan. Hadits sebagai ucapannya punya kedudukan tidak hanya sebagai penjelas, tapi dalam berbagai masalah menjadi pijakan hukum atas hukum yang belum tersebut dalam Al-Qur’an. Maka ketika muncul suatu masalah yang belum diketahui hukumnya, mudah saja orang di masa itu akan segera bertanya kepada beliau. Kemudian dalam beberapa kasus Tuhan akan mengklarifikasi maupun memperkuat jawaban Rasulullah tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Meskipun demikian, Islam di masa itu tidak serta-merta menetapkan hukum sepihak semacam diktator. Dalam berbagai kesempatan Nabi Muhammad mengatakan, "Permudahlah, jangan mempersulit!" Bahkan ucapan itu diulang-ulang sampai tiga kali, menunjukkan betapa kuatnya anjuran tersebut.

Hal ini jelas kontradiktif dengan apa yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini. Kita dihadapkan pada fenomena merebaknya pemikiran-pemikiran kaku yang sangat enggan berinovasi dalam beragama. Menggunakan dalih hadits "Setiap perbuatan bidah atau yang tidak dicontohkan Muhammad adalah sesat" mereka seenaknya sendiri menyalah-nyalahkan golongan lain.

Padahal, hadits yang diucapkan ini sejatinya masih sangat global. Dalam redaksi bahasa Arab lafadh kullun yang memiliki makna setiap (seperti dalam hadits di atas) memiliki 2 padanan makna. Terkadang lafadh kullun ini digunakan untuk makna jam , yang berarti ia tidak menerima pengecualian. Kadang pula ia bermakna jami dimana ia menerima pengecualian.

Berkaca pada hal tersebut, para cendikiawan muslim moderat memberikan definisi yang relevan dengan makna bidah yang dikehendaki Nabi. Salah satu definisi yang adil menyebutkan bidah adalah sebuah ajaran baru yang dibuat-buat untuk menandingi syariat.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah semisal acara 40 hari memperingati kematian yang di dalamnya terdapat kandungan silaturahim, membaca Al-Qur’an bersama dan segala perbuatan baik lainnya dibuat untuk menandingi syariat? Tentu tidak.

Seperti inilah yang kami maksudkan sebagai fenomena pemikiran kaku dan enggan berinovasi di atas. Hal ini diperparah dengan masyarakat kita yang cenderung hanya melihat cover dan mengabaikan substansi sebenarnya. Padahal, sejatinya sudah menjadi maklum bersama, mengingat Wali Songo di masa penyebaran Islam di Tanah Jawa juga membungkus ajaran-ajarannya dengan budaya.

Satu yang menarik terkait inovasi dalam beragama adalah sebuah riwayat hadits yang disebutkan dalam kumpulan hadits Imam Nawawi dalam kitab Riyadlush Shalihin. Disebutkan suatu ketika seorang Baduwi melakukan tawaf mengelilingi kabah menyebutkan kata-kata yâ karîm (yang tentu tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad) berulang kali. Heran akan hal tersebut, Nabi Muhammad menghampirinya bersamaan dengan turunnya Jibril. Lalu terjadilah percakapan yang sejatinya melibatkan 4 subjek. Tuhan, Jibril, Muhammad dan orang Baduwi tadi.

Singkat cerita, Tuhan melalui Jibril, disampaikan oleh Muhammad, bertanya pada Baduwi tersebut, "Apakah kau kira dengan mengucapkan yâ karîm (wahai Yang Maha Mulia), Tuhan akan mengampuni dosa dan memperingan timbangan burukmu?" Secara spontan baduwi itu menjawab "Kalau Tuhan berani menimbang amalanku, akan kutimbang balik Ia!" Mendengar jawaban tersebut Nabi Muhammad kaget bukan kepalang. Lantas ia bertanya, "Bagaimana bisa?" Baduwi segera menjawab "kalau Tuhan menimbang amalan burukku, akan kutimbang pula rahmat dan kasih sayangNya. Saya yakin rahmat-Nya jauh lebih besar daripada dosa saya." Lalu apa kata Tuhan? Tuhan justru berkata "Muhammad, sampaikan pada Baduwi itu, aku tidak akan menimbang-nimbang amal buruknya."

Menarik. Ada dua poin utama dalam hadits tersebut yang bisa kita ambil kesimpulan. Yang pertama adalah bagaimana baduwi tersebut melakukan sebuah perbuatan yang tidak pernah diajarkan Nabi Muhanmad. Ia berinovasi dengan melakukan perbuatan yang membuat Rasulullah terheran-heran, namun secara substansial ia menyetujuinya.

Poin kedua adalah terkait pola pikir inovatif Baduwi tersebut. Bagaimana ia dengan cerdas justru hendak menggugat Tuhan. Pola pikir seperti inilah yang mati suri dalam masyarakat kita dewasa ini. Kita terlampau asyik dalam pola pikir jumud yang tidak kunjung usai. Padahal, justru dengan pola pikir inovatif dan sedikit “nakal” seperti inilah Islam bisa maju dan berkembang. Selama, ia tidak keluar dari batas koridor kewajaran.[]

Penulis adalah Alumnus MAPK Surakarta tahun 2013/2014. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Al Ahqoff, Tarim, Hadramaut, Yaman. Menyukai puisi, sastra dan sedikit kopi. Bisa dihubungi lewat akun twiter @munandarharits1



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Katib Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Yahya Cholil Staquf? (Gus Yahya) menyampaikan pidato pembukaan forum internasional Global Unity Forum yang diinisiasi GP Ansor di The Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/5) siang. Pada kesempatan ini Gus Yahya menegaskan bahwa forum ini merupakan bentuk kelanjutan dari semangat perdamaian dunia yang disuarakan NU pada forum internasional empat hari lalu, (9-11/5).

Pertemuan ini mengambil tema From the Battleground on Religious Radicalism to the Common Ground of Peaceful Coexistence: Manifesting the Unity of Mankind (Ummatan Wahidan) through Global Unity Forum.

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya

Menurut Gus Yahya, kita secara jujur dan tegas harus mengakui, sumber atau faktor yang paling mempengaruhi terjadinya krisis keamanan dunia adalah dari kesalahpahaman soal agama. Dalam hal ini, saat berbicara tentang ekstremisme Islam harus diakui bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah dari elemen Islam itu sendiri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Yahya menyebutkan, pengakuan yang jujur semacam ini belum pernah dilakukan oleh siapa pun, khususnya dari kalangan Islam saat membicarakan terorisme dan radikalisme. Selama ini yang sering kita dengar adalah penyangkalan dan pernyataan yang menolak hubungan antara masalah radikalisme dan Islam.

Penyangkalan semacam itu terbukti tidak pernah menghasilkan solusi atas masalah yang dihadapi. Itu sebabnya persoalan radikalimse Islam tidak pernah selesai. Padahal bila tidak jujur mengenai apa yang menjadi sumber masalah, kita tidak bisa mencari jalan keluarnya.

Menurut Gus Yahya, syarat pertama sebagai upaya jalan keluar dari krisis ini adalah kejujuran dalam memandang masalah. Harus diketahui pula masalah itu tidak berwajah tunggal, melainkan sangat kompleks yang mengandung dimensi terkait secara rumit. Strategi parsial tidak akan menghasilkan jalan keluar yang kita inginkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syarat kedua adalah pendekatan komperhensif, bahwa masalah harus didekati secara global karena sifat masalah ini juga global. Dalam Deklarasi NU disebutkan pula bahwa tekad NU adalah mengambil inisiatif dan melaksanakan strategi yang konkret dalam rangka mencari jalan keluar dari krisis Islam yang telah mewujud menjadi krisis kemanusiaan, terbukti dengan meninggalnya ratusan ribu atau bahkan jutaan orang.

Satu peradaban besar bisa hancur dan ini memang masalah yang luar bisa. Sayangnya hampir tidak ada pihak yang mempunyai gagasan inisiatif untuk memecahkan masalah. NU dan Indonesia punya potensi besar sekaligus posisi yang tepat memulai strategi pemecahan krisis kemanusianan ini.

Masalah tersebut tidak mudah dan pasti upaya yang ditempuh juga tidak mudah. Seorang kawan dari Kanada, demikian Gus Yahya, mengatakan bahwa gagasan NU sangat ambisius.

“Tapi saya katakan ini bukan soal ambisi. Masalahnya ini adalah satu-satunya titik terang yang kita lihat di kejauhan, di tengah-tengah sekitar yang seluruhnya gelap gulita. Kita tidak punya pilihan selain berjalan ke arah cahaya itu, apa pun halangan yang dihadapi, karena kita ingin bebas dari kegelapan.”

Global Unity Forum ini menandai dan sebagai langkah awal yang konkret bahwa NU sedang bergerak penuh tekad. Kita tidak akan berhenti sampai tujuan yang kita cita-citakan tercapai, kata Gus Yahya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari organisasi pemuda berbagai agama. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Satkorwil Banser Jawa Tengah menurunkan anggotanya di sepanjang ruas tiga lintasan arus mudik Lebaran 2014. Mereka mendirikan posko terpadu untuk membantu keamanan dan kelancaran arus mudik di jalur utara, tengah, dan selatan di Jateng.

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Setiap Satkorcab Banser di Jateng mendirikan tiga sampai enam posko. Dalam posko itu, anggota Banser menyediakan tempat istirahat dan makanan ringan. Hal ini tampak terlihat dari posko Satkorcab Banser Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

"Walau dengan keadaan terbatas , kami selaku Banser merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam arus mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, ini adalah salah satu tugas banser dalam membantu masyarakat," kata Agus Subekti, anggota Banser dari Satkoryon Belik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami siap membuka layanan selama H-7 sampai dengan H+5," tambah Aupeiyadi dari Balalin setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Posko Banser ini ditempatkan terutama di daerah yang padat dan ramai serta tempat yang rawan. "Kami tempatkan Banser di daerah alternatif Karangreja yang banyak tanjakan dan tikungan untuk menunjukkan arah di jalur alternatif setelah jembatan Comal belum normal 100%. Penempatan ini diharapkan berdampak positif sera mengurangi risiko kecelakaan pemudik," kata Kasatkorcab Banser Purbalingga, Musalim.

Satkorwil Banser Jateng mengapresiasi kesigapan Banser cabang. "Kami menaruh respek yang tinggi kepada sahabat Banser yang tanpa kenal waktu, tenaga, dan pikiran 24 jam nonstop seharian untuk membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Satkorwil Jateng Faizin Maryadi yang sempat mengontrol anggotanya di sejumlah posko.

Didampingi Ketua GP Ansor Jateng Ikhwanudin, Faizin berharap kerja sosial ini menimbulkan empati dan rasa tanggung jawab moral di tiap-tiap cabang. (Herry Budhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Kajian, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Desember 2017

Pelajar NU Kembangan Ramai-Ramai Sembahyang Dhuha

Jakarta Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan pelajar setingkat SMP dan SMA mengikuti kampanye sembahyang sunah Dhuha yang digagas PAC IPNU-IPPNU Kembangan di masjid Al-Muhajirin jalan kompleks Unilever Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (3/4) pagi.

Pelajar NU Kembangan Ramai-Ramai Sembahyang Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kembangan Ramai-Ramai Sembahyang Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kembangan Ramai-Ramai Sembahyang Dhuha

Pembacaan selawat yang diiringi grup hadroh Hidayatus Salikin, sembahyang sunah Dhuha, tahlil, dan zikir, mengawali acara yang juga diikuti remaja masjid, mahasiswa, dan warga Kembangan dan sekitarnya.

“Acara ini bertujuan membudayakan sembahyang Dhuha di lingkungan pelajar khususnya di Kembangan,’’ ujar Ketua PAC IPPNU Kembangan Shara Savitri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kampenye sembahyang Dhuha ini merupakan langkah awal membangun generasi muda yang bagus dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang kerohanian. Di samping berupaya giat belajar, mereka juga diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui sembahyang sunah dan zikir, kata Shara.

Tampak hadir dalam acara yang dinamakan Yuk Kita Sholat (YKS) Dhuha ini Ketua MWCNU Kembangan KH A’at Abdul Qodir dan Ketua PC IPNU Jakbar Nahraji Zen.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut secara istiqomah. Kegiatan positif ini pun telah dilakukan PC Jakarta Barat, PAC Kebon Jeruk, anak cabang IPNU-IPPNU di Jakbar,” kata Nahraji.

Penceramah dalam pertemuan ini ialah ustadz Koko Hwa yang kini bernama Rahmat Hidayat. Ia menerangkan keutamaan sembahyang Dhuha sebagai pembuka rezeki, pelindung keberkahan dalam aktivitas keseharian.

Kecuali itu, para pelajar juga mengisi pertemuan ini dengan kegiatan positif seperti permainan senam otak dan penceritaan tokoh-tokoh inspiratif bangsa sebelum akhirnya ditutup dengan do’a bersama untuk sukses UAS dan UN. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 30 November 2017

Silaturahmi Lebaran, GP Ansor Kracak Gelar Jalan Sehat

Banyumas, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas menggelar acara silaturahmi lebaran. Mereka mengemas pertemuan ini dengan acara jalan sehat dengan titik acara di lapangan Desa Kracak, Ahad (2/7).

Tampak hadir anggota DPR dan DPRD Banyumas, Ketua GP Ansor Ajibarang Safingi, aparat desa setempat serta ribuan masyarakat yang hadir mengikuti acara tersebut.

Silaturahmi Lebaran, GP Ansor Kracak Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi Lebaran, GP Ansor Kracak Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi Lebaran, GP Ansor Kracak Gelar Jalan Sehat

Sarwono, salah satu panitia kegiatan mengatakan, selain untuk menjaga budaya silaturahmi pasca-Idul Fitri yang biasa dilakukan oleh warga NU, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota Ansor dan Banser Desa Kracak. "Jalan sehat hanya media, intinya silaturahmi," katanya.

"Budaya silaturahmi itu jangan sampai pudar, apalagi hilang, makanya harus kita jaga dan merawatnya," lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara silaturahmi yang dibungkus dengan jalan sehat ini berjalan dengan meriah. Panitia berbagi hadiah untuk peserta jalan sehat. "Ada kulkas, mesin cuci, HP Android, payung, jam, tas, dan masih banyak lagi," kata ketua panita kegiatan Darmanto.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Semua doorprize ini berasal dari para donatur serta ada beberapa yang dari panitia," lanjut Darmanto ketika ditemui di sela-sela acara.

Ketua GP Ansor Ajibarang Safingi mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, silaturahmi dengan jalan ini sangat tepat karena jika hanya diadakan biasa saja mungkin peserta akan cepat bosan dan jenuh, serta respon dari masyarakat tidak seramai ini.

"Ini sangat baik, karena bisa mengenalkan Ansor dan Banser kepada masyarakat," jelas Safingi. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock