Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus”

Konya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki memperingati haul ke-740 Maulana Jalaluddin Rumi, Selasa (17/12). Acara ini diisi, antara lain, dengan diskusi tentang “Seb-i Arus” dan kirim doa.

Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus”

Dalam bahasa Persia, “Seb” berarti malam dan “Arus” berarti pengantin. Seb-i Arus merupakan momen wafatnya Jalaluddin Rumi pada 17 Desember 1273. Rumi pernah berpesan untuk tidak menangisi kematiannya karena baginya saat-saat itu tak ubahnya “malam pengantin” yang mempertemukan ulama sufi ini dengan kekasih sejatinya, Allah.

Diskusi ini dipimpin Ketua Tanfidziah PCINU Turki Labib Syauqi. Dalam penjelasannya Labib mengatakan bahwa Maulana Jalaludin Rumi tidak takut akan mati.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Matilah, meninggallah, wafatlah, janganlah takut atas kematian ini. Lepaskanlah kamu dari dataran tanah yang rendah ini, dan naiklah ke langit,” kata Labib mengutip kata-kata Rumi.

Kitab karya Rubai Mevlana, Divan-i Kebir, menerangkan makna Seb-i Aruz sebagai "Olmeden once Olunuz" yang artinya "matilah kamu sebelum mati". Pusara kubur bagaikan taman mawar untuk masuk ke dalam pintu menuju Jamalullah atau Keindahan Allah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

PCINU Turki mempunyai agenda diskusi mingguan yang diberi nama “Ngobrol” dan “Ngaji Bareng”. Minggu ini temanya khusus tentang Maulana Jalaludin Rumi karena bertepatan dengan haulnya ke 740. (Hari Pebriantok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Bantuan Madu, Upaya Ansor Way Kanan Dorong Pelajar Masuk PTN

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Lampung bertekad mendorong anak-anak berprestasi namun kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui program Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Sebagai upaya menyukseskan BPUN yang recananya akan berlangsung selama sebulan, PC GP Ansor Way Kanan menggalang donasi melalui Bantuan Madu yang ? hasil penjualanya akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.?

"Kami mengajak dan mengundang pihak-pihak peduli dengan pendidikan, warga Nahdlatul Ulama ikut serta mengulurkan hati dengan membeli madu asli, baik ternak dan hutan kami miliki," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (16/3).

Bantuan Madu, Upaya Ansor Way Kanan Dorong Pelajar Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantuan Madu, Upaya Ansor Way Kanan Dorong Pelajar Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantuan Madu, Upaya Ansor Way Kanan Dorong Pelajar Masuk PTN

"Kami melayani penjualan partai besar dan kecil atau botolan. Untuk partai besar 100 kilogram, tentu harga akan jauh lebih rendah," kata penggiat Gusdurian Lampung itu menjelaskan.

Satu botol atau 600 ml madu asli dihargai Rp150 ribu. "50 ribu dari setiap pembelian satu botol madu dialokasikan untuk pelaksanaan BPUN, itu sebabnya dinamakan Bantuan Madu atau bantuan yang dihasilkan dari penjualan madu untuk memajukan pendidikan," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gatot melanjutkan, biaya untuk mengikuti program BPUN hanya 20 kilogram beras per peserta, dan tidak boleh diuangkan tetapi digunakan untuk konsumsi peserta sendiri. Sementara kebutuhan konsumsi lain seperti sayuran dan lauk pauk untuk 60 peserta terseleksi, 3 kali makan per hari selama 30 hari menjadi tanggungan panitia.

"BPUN bukan program yang ingin mengambil keuntungan dari peserta. BPUN merupakan bentuk pengabdian Ansor bagi daerah, bagi bangsa. BPUN ialah suatu pendampingan, penghormatan dan dorongan Gerakan Pemuda Ansor selaku badan otonom Nahdlatul Ulama kepada pelajar berprestasi namun kurang mampu untuk bisa masuk PTN," tuturnya.

Alumni SMAN 1 Baradatu, ? Lastri Dwi Saputri menyarankan bagi pelajar berprestasi namun kurang mampu tidak perlu risau dan bingung jika ingin masuk PTN.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sebelum mengetahui adanya BPUN saya bingung harus bagaimana, mau kuliah di mana dan mau ambil jurusan apa. Mau ikut bimbingan belajar di luar sangat mahal sekali, sedangkan saya tidak ada biaya. Dan akhirnya kepala sekolah menyarankan untuk ikut BPUN. Alhamdulillah saya lolos SBMPTN dengan mengikuti BPUN," kata mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Biologi Murni Universitas Bangka Belitung.?

Bagi yang ingin berdonasi melalui pembelian madu, bisa menghubungi Ketua Alumni BPUN Way Kanan 2015 Saidi Fatah di nomor 082377505585, untuk korespondensi lewat email gpansorwaykanan@gmail.com. Pengiriman madu akan dilakukan setelah ada kesepakatan transaksi dan transfer ke rekening bank yang ditentukan. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mendung duka menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Jember (UIJ). Pasalnya, mantan rektor perguruan tinggi milik NU itu, KH Imam Baidlawi? pergi untuk selamanya.? Ia wafat di rumah sakit Jember klinik, Selasa (14/6) di usia 74 tahun. Jenazah langsung dikubur di tanah leluhurnya, kompleks Yayasan Pendidikan Islam “Yasinat”, Wuluhan.

Menurut salah seorang rekan kerjanya, Sugiono, dalam beberapa hari terakhir, gula darah almarhum naik sehingga keluarganya dibawa ke rumah sakit. “Cuma semalam di rumah sakit, beliau wafat,” tukasnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham via ponsel.

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Kiai Imam dikenal sebagai sosok yang sederhana dan teguh pendirian. Sebelum menjabat sebagai rektor ketiga UIJ, ia pernah menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus yang terletak di Jl. Kiai Mojo tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kesederhanaan almarhum juga diakui oleh rektor UIJ saat ini, H. Abdul Hadi. Menurutnya, selain sederhana, Kiai Imam juga rendah hati dan mengayomi terhadap juniornya. “Saya tahu bagaimana beliau. Ketika beliau jadi rektor, saya adalah Sekretaris Dekan FISIP. Beliau adalah sosok yang patut diteladani,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun sudah tidak menjadi rektor, namun Kiai Imam tetap mendarmabakktikan tenaga dan pikirannya untuk UIJ. Selain masih aktif sebagai dosen UIJ, sehari-hari ia mengelola pesantren Ta’limun Nisa’ di Kelurahan Gebang, Jember. Di situlah ia tinggal bersama keluarganya sampai ajal menjelang. Ia dikaruniai 4 orang anak dari seorang istri .

Bagi Kiai Imam, pengabdian terhadap lembaga dan agama adalah sebuah keniscayaan. Itulah sebabnya, meski usianya sudah senja, tapi ia seolah tak pernah mengenal kata jeda untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Jabatannya sebagai? Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (yang membawahi UIJ) akhirnya lepas bersamaan dengan perginya sang kiai ke alam baqa. Oh, selamat jalan wahai jiwa yang tenang. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, IMNU, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 31 Januari 2018

Shinta Nuriyah: Didik Anak untuk Cintai Negerinya

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi perhatian bersama para orang tua agar mendidik anak untuk mencintai negerinya, yaitu Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Pimpinan Pusat Muslimat NU, Sabtu (23/7) di Gedung Pusdiklat Kemensos, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Shinta Nuriyah: Didik Anak untuk Cintai Negerinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah: Didik Anak untuk Cintai Negerinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah: Didik Anak untuk Cintai Negerinya

Persoalan ini disampaikan oleh istri almarhum Gus Dur tersebut mengingat anak-anak juga menjadi sasaran doktrin paham-paham yang tidak sesuai dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Masalah tersebut krusial apalagi wajah Indonesia nanti sangat tergantung dengan warna anak-anak saat ini.

“Orang tua harus mendidik anak sebaik-baiknya. Semoga mereka bisa mencintai negerinya,” ujar Shinta Nuriyah di hadapan 200 anak dan 300 ibu-ibu Muslimat yang hadir dalam acara tersebut.

Sebagai tunas-tunas penjaga bangsa, tambah Dewan Penasihat PP Muslimat NU ini, mereka juga harus dididik untuk saling tolong menolong antar-sesama sebab negara Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang harus dijaga kerukunan, kesatuan, dan kebersamaannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ibu dari 4 putri ini kemudian mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu berjudul “Satu Nusa Satu Bangsa” yang terlihat lancar dan fasih dinyanyikan oleh seluruh anak-anak. Selain lagu tersebut, ratusan anak itu juga lancar dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.?

“Kami sebagai orang tua titip Indonesia kepada anak-anak dan pemuda. Sebab itu, hindarkan mereka dari perilaku yang tidak baik sehingga terbiasa dengan hal-hal baik,” tandas Nuriyah.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat PP Muslimat NU Hj Aisyah Hamid Baidlowi yang juga memberikan sambutan dalam acara tersebut menegaskan bahwa anak-anak adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Mendidik mereka dengan benar saat ini akan memberikan kebaikan, baik untuk orang tua maupun Indonesia ke depan.

“Hasil didikan kepada anak akan kita petik 20-30 tahun nanti, bukan sekarang. Sebab itu, belajarlah sebanyal-banyaknya karena ilmu tidak terbatas,” tukas Ketua Umum PP Muslimat NU periode 1995-2000 ini. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan haul cikal-bakal desa Kaliwungu, Mbah Rogo Moyo kembali diadakan selama lima hari 1 – 5 Nofember mendatang. Pembukaan seluruh rangkaian kegiatan haul ditandai dengan selametan bubur syuro dan dan santunan anak yatim di Masjid jami Al Aziz Prokowinong Kaliwungu Kudus, Ahad malam (2/11)

Dalam acara yang dibuka Camat Kaliwungu Budi Utomo, sebanyak 67 yatim yang berasal dari desa itu menerima santunan masing-masing berupa uang tunai Rp 80.000 per anak dan bingkisan jajan.

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Ketua panitia Noor Yadi menjelaskan sosok Mbah Rogo Moyo merupakan tokoh yang menyebarkan dan mengembangkan dakwah agama Islam di dukuh Prokowinong Kaliwungu. Selain itu, Mbah Rogo Moyo adalah seorang ahli pertukangan yang dikenal sebagai penemu rumah adat Kudus.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Beliau juga dikenal sebagai salah satu tukang berpengaruh dalam pendopo-pendopo kabupaten pada era Bupati Kudus ketiga Raden Condronegoro," tuturnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Yadi menjelaskan peringatan haul mbah Rogo Moyo diadakan berdasarkan tahun Hijriyah tepatnya 13 Muharram. Pada tahun ini, ragam kegiatan telah dipersiapkan diantaranya bersih-bersih makam (1/11), Festival Rebana Klasik (2/11), lomba rebana modern (3/11), khotmul Quran Bin-Nadlor dan bil ghoib (5/11), kirab budaya dan buka luwur dilanjutkan pengajian bersama KH Adnan Kasogi (Kudus).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Disamping mengenang, meneladai, melestarikan nilai ketokohonya yang sederhana, mendorong dan memupuk semangat gotong-royong dan persatuan kesatuan masyarakat," terangnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kudus Sunardi, Kabid Pariwisata Dwi Sancaka, Camat Kaliwungu Budi Utomo, pengurus NU dan badan otonomnya, tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan serta ratusan warga desa Kaliwungu.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Pemurnian Aqidah, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja

Blitar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. PCNU Kabupaten Blitar, terbitkan buku Amaliyah Yaumiyah Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah. Buku setebal 174 halaman disusun dan disunting oleh para Kiai dan pengurus NU Kabupaten Blitar. 

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja

Untuk tahap awal, PCNU telah mencetak sekitar 2500  buku. Buku tersebut dibagikan kepada seluruh pengurus ranting NU dan MWC NU se Kabupaten Blitar.

“Buku ini sebagai pegangan pengurus NU dalam melaksanakan amaliyah sehari-hari," ujar KH Noer Hidayatulloh Dawami kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, tadi pagi (11/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, isi buku tersebut merakum semua aturan dan tatacara amaliyah yang selama ini dilaksanakan oleh warga NU. Mulai dari masalah mensolati jenazah, ziarah kubur, Tahlil. Masalah salat jum’at. Puasa, Lebaran dan lain sebagainya. 

“Selama ini orang luar kan selalu mempersoalkan masalah-masalah khilafiyah tersebut. Ya.. rata-rata warga NU itu sudah tahu. Namun demikian perlu buku panduan," tandas Kiai Noer.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penerbitan buku tersebut disambut luar biasa oleh para warga NU Kabupaten Blitar. Khususnya, yang selama ini berada ditingkat ranting dan anak ranting. 

“Selama ini amaliyah ini sudah dilaksanakan oleh warga dan anggota. Namun, kalau ada persoalan dari orang luar terkadang warga kita tidak tahu dasarnya. Dengan adanya buku panduan dan tuntunan ini sangat memudahkan sekali bagi anggota,’’ ujar Mohammad Makrus, asal ranting Bakung Udanawu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jarianto, salah seorang anggota NU dari Kedung Bunder, Sutojayan. Menurutnya, buku tersebut sangat bermanfaat sekali bagi warga NU. Karena,dengan begitu, warga NU tahu secara mendetail, dalil dan anjuran amaliyah yang selama ini dilaksanakan. 

“Ini sangat bagus untuk penguatan Ahlussunah wal Jamaah di tingkat bawah. Saya piker ini bisa jadi buku saku pertahanan keyakinan warga NU," tandasnya.

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Medan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Pusat GP Ansor berharap, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar di 101 daerah di Indonesia pada 15 Februari mendatang tetap mampu mengikat masyarakat dan elemen bangsa dalam satu kepentingan bersama, pembangunan dan masa depan Indonesia.

"Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak, hendaknya tidak ada prasangka terhadap pemerintahan dan penyelenggara pilkada. Berikan amanah dan dukungan seluas-luasnya kepada mereka untuk kesuksesan pilkada serentak mendatang," kata pengurus Lembaga Hubungan Kelembagaan Ormas Kepemudaan dan Lintas Agama PP GP Ansor Ahmad Jabidi Ritonga, di Medan, Ahad (12/2).

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Ia mengatakan, GP Ansor mendukung Polri untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba membuat suasana negara atau pilkada tidak kondusif atau usaha mencederai proses pilkada.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami juga meminta Panwas dan KPU sebagai penyelenggara pilkada harus menindak para pelaku kecurangan proses vote politik tesebut, agar tidak merusak pilihan nurani rakyat Indonesia," kata Jabidi.

GP Ansor mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakan hak pilih dengan asas langsung, sesuai dengan kehendak hati nurani. Hak pilih yang dilindungi undang-undang jangan sampai tercederai atau terpengaruh oleh satu kepentingan atau intervensi dari manapun.

"Menyalurkan hak pilih bagi masyarakat dilindungi undang-undang. Karenanya, tidak seorang pun yang dapat menghalangi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Jabidi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, dinamika politik dan hukum belakangan ini menyita perhatian banyak orang, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia. Ada kelompok-kelompok yang terus melakukan manuver politik dengan berbagai cara guna mempengaruhi pemilih secara nasional.

Namun diyakini, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas dan dewasa. Masyarakat yang cerdas itu bertindak secara konstitusional, bukan emosional, dan tidak mudah terprovokasi.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat itu adalah mencerdaskan, memberikan kesejukan dan pemahaman yang luas, bukan berkobar-kobar menyebarkan kebencian serta kemarahan, dengan berbagai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Waspada benalu politik yang numpang dan coba mengambil keuntungan dalam situasi saat ini," kata Jabidi. (Hamdani Nasution/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kulit, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI Muhdori mengungkapkan tradisi bersarung yang dilakukan warga NU dan pondok pesantren, memiliki potensi dan peluang positif dilihat dari pemberdayaan ekonomi pesantren. ?

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional “Sarung Nusantara” yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdltaul Ulama (LTMNU) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

“Industri tekstil, di dalamnya termasuk industri sarung, menempati urutan ketiga penghasil devisa negara. Nilai ekspor tahun 2016 sebesar US$ 11,78 miliar (8,22 persen ekspor nasional), dengan surplus USD 4,73 miliar; berkontribusi 1,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2016. Industri tekstil juga merupakan satu dari sepuluh industri prioritas dan industri andalan Indonesia 2015-2035,” urai Muhdori.

Muhdori menyebut, pada tahun 2015, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 2,69 juta orang. Angka ini setara dengan 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur yang bersifat padat karya.

Oleh karena itu ia mendorong pesantren memanfaatkan peluang tersebut. “Contohnya bila di Cirebon saja ada 27 pesantren dengan rata-rata 200 santri per pesantren. Lalu koperasi pesantren membeli sarung dengan harga dasar 45 ribu dijual 50 ribu, itu akan ada keuntungan untuk pesantren. Jelas ini upaya pemberdayaan umat lewat sarung,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Belum lagi, kata Mudhori bila pesantren bisa memproduksi sarung sendiri, tentu optimalisasi pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan.

Ia juga mengatakan pengembangan tekstil tidak terbatas hanya sarung. “Ketika musim haji, kiai dan satri pondok pesantren minimal kalau tidak berangkat haji bisa bertindak sebagai pemandu manasik. Sekaligus ini bisa dipersiapkan dengan mengenalkan produk pendukung ibadah haji dan umrah,” lanjut Muhdori.

Bicara tentang bisnis, kata Muhdori, tidak akan ada habisnya ketika dikaitkan dengan pondok pesantren. “Karena itu pondok pesantren dan NU harus memanfaatkan betul peluang ini, selagi masih terbuka,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Januari 2018

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya menegaskan bahwa kadar bobot cinta seseorang kepada bangsanya tergantung kecintaannya kepada tanah airnya. Dan sebaliknya kadar bobot cinta seseorang terhadap tanah airnya tergantung kecintaannya terhadap bangsanya.

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Hal ini disampaikan Habib Luthfi saat menyampaikan mauidzatul Hasanah yang bertemakan Harmoni Al Quran dalam Kebhinekaan pada Peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di Istana Negara di Jakarta, Senin (12/6) malam.

"Semoga kita tidak mudah terprovokasi segala bentuk yang akan memecah belah umat dan bangsa," harapnya pada Acara yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Habib Luthfi juga berharap Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya tidak akan menjadi bangsa dan umat yang mengecewakan serta memalukan para leluhur, ulama dan para pejuang yang ikut andil besar dalam memerdekaan bangsa Indonesia dihadapan Allah SWT.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ulama kharismatik ini mengatakan juga bahwa ia kadang bertanya kepada diri sendiri tentang sejauh mana pernah ikut andil dalam memerdekakan atau mengisi kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia ini.

"Seharusnya kita mensyukuri apa yang diberi Allah SWT didalam menjaga keutuhan dan melestarikan sehingga melahirkan regenerasi siap untuk menjawab tantangan ummat dan bangsa yang telah dicontohi oleh terutama Wali Sembilan yang ada di Indonesia ini," tegasnya.

Walaupun para Wali Songo telah meninggal dunia, lanjut Habib Luthfi, namun ada hal yang tidak bisa dipungkiri sampai sekarang bahwa mereka masih mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga ukhuwah umat.

"Yang datang, yang kumpul bisa diajak dekat dengan Allah SWT membaca Al Quran, tahlil dan bisa membuat ekonomi kerakyatan di lingkungannya. Padahal beliau sudah meninggal 500 tahun yang lalu," katanya.

Menurutnya, semua itu merupakan perjuangan para Wali Songo yang telah meninggalkan tapak tilas dan jejak yang mempunyai kandungan-kandungan mutiara yang tiada tara harganya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada para pemimpin kita, ulama kita, tokoh kita dalam mengemban amanat bangsa ini untuk menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur sehingga dijauhkan cobaan dari Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

Padang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU), baik dari PMII, IPNU, Fatayat dan GP Ansor di Sumatera Barat harus mampu menjadi pemipinan NU di masa yang akan datang. Karena itu program kaderisasi mutlak harus terus dilaksanakan.

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Drs H Maswar dalam acara penutupan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan I se-Sumbar yang digelar oleh PWNU Sumbar dari 12-13 Desember 2014 di Gedung Pramuka Padang.

“Keberadaan kader muda NU perlu dipersiapkan oleh PWNU Sumatera Barat sehingga mampu menerima tampuk kepemimpinan NU. Tidak mungkin orang yang tidak dikader di NU kemudian malah memimpin NU,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PWNU yang juga Kabid Penais Kemenag Sumbar ini mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk melatih, memperkuat pemahaman Aswaja dan ke-NU-an bagi kader muda NU di Sumatera Barat. Alhamdulillah kader-kader muda yang hadir bersemangat mengikuti kegiatan terutama kader-kader dari PMII. InsyaAllah kegiatan ini akan dilakukan secara rutin oleh PWNU sumbar.

Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan ini antara lain sejarah perjuangan Aswaja, NU dan NKRI, NU dan dinamika kebangsaan, analisis gerakan, memperkuat jaringan kader muda NU dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya, serta materi penting lainnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hadir sebagai pemateri dalam PKPNU Se-Sumbar Angkatan I ini adalah Ketua PBNU Prof. Dr. H. Maidir Harun, MA, Buya Drs.H M. Letter, Buya Drs. H. Zamhar Baheram, Drs. H. Maswar,MA, Drs. H. Tamrin dan tokoh NU lainnya. (Afriendi Sikumbang/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 16 Desember 2017

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Kalimat penutup pidato dan surat-menyurat khas warga NU sebelum salam penutupan. Arti harfiahnya: “Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.” Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah Billahit taufiq wal-hidayah. Namun karena Billahit taufiq wal hidayah kemudian digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam, maka ia merasa kekhasan untuk orang NU tidak ada lagi. 

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq (Sumber Gambar : Nu Online)
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq (Sumber Gambar : Nu Online)

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Untuk itu ia menciptakan istilah baru, Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq yang dirasakan cukup sulit ditirukan oleh orang non-NU.

KH Ahmad Abdul Hamid adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohannya, masyarakat Kendal menyebutnya sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiprah Kiai Ahmad, demikian panggilannya sehari-hari, di lingkungan NU dimulai dari tingkat daerah sampai PBNU. Beberapa posisi penting di NU yang pernah didudukinya adalah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH Sahal Mahfudz), dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU. Ia juga tercatat sebagai distributor majalah Berita NO, yang terbit tahun 1930an. Dalam sebuah tulisan, Kiai Sahal Mahfudz menyebutkan bahwa Kiai Ahmad menyimpan dokumen-dokumen majalah NU seperti Buletin LINO (Lailatul Ijtima Nadhlatoel Oelama)

Kiai Ahmad termasuk sangat produktif menulis dan menerjemahkan kitab-kitab. Kitab-kitabnya umumnya ditulis dalam bahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon. Salah satu tulisannya yang cukup fenomenal adalah terjemahan Qanun Asasi Hadlratus Syech KH Hasyim Asy’ari yang ia terjemahkan atas permintaan Sekretaris Jenderal PBNU Prof. KH Saifudin Zuhri. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Terjemahan tersebut telah dimulai oleh KH Mahfud Sidiq, tetapi tidak selesai sehingga PBNU meminta Kiai Ahmad untuk menyelesaikannya. Terjemahan itu oleh Kiai Ahmad dinamakan Ihyau Amalil Fudlala’ Fi Tarjamati Muqaddimatil Qanunil Asasi li-Jam’iyati Nahdlatil Ulama. 

KH Ahmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H. (Sumber: Ensiklopedi NU)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Ubudiyah, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 13 Desember 2017

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelatihan Kader Penggerak Aswaja yang Berwawasan Kebangsaan yang dihelat Pimpinan Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta, Senin dan Selasa, 14-15 Agustus 2017 ? di Hotel Bintang, Jakarta Pusat berlangsung sukses. Sedikitnya 150 orang mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka adalah perwakilan PP Muslimat NU, PW Muslimat NU DKI Jakarta, PW Muslimat NU Lampung, PC Muslimat NU se-DKI Jakarta, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan GP Ansor.

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Peserta Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Muslimat NU DKI Jakarta

Maghfiroh, aktivis Muslimat NU dari Kecamatan Matraman Jakarta Timur, mengungkapkan ada pengalaman-pengalaman baru yang ia dapatkan dari kegiatan tersebut.

“Paling menarik tentang keaswajaan, itu sangat penting bagaimana kita sebagai aktivis Muslimat NU mengenalkan keaswajaan kepada anak-anak muda,” katanya.

Menurutnya anak-anak muda sekarang banyak yang jauh dari pengenalan keaswajaan ala NU karena lebih terpukau dengan penampilan yang mereka lihat dari kelompok di luar NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita sebagai orang NU harus memberikan contoh sebagai anutan. Kalau kita contohkan yang baik tentu mereka akan suka,” katanya saat ditanya bagaimana mengenalkan keaswajaan yang ia dapatkan dari pelatihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peserta lainnya, Kholifah, aktivis Muslimat NU Jakarta Barat, mengungkapkan materi dalam pelatihan semakin memantapkan dan menambahkan wawasan.

“Terutama pengetahuan bahaya terorisme dan adanya paham-paham radikal. Penting kita ketahui dan kenalkan kepada masyarakat agar waspada,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan KH Musthofa Aqil Siroj dari Syuriyah PBNU, perwakilan BNPT, Kemenag, dan Pemda DKI Jakarta. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Habib, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 04 Desember 2017

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Pacitan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Innalilahi wa inna lilahi rojiun, kabar duka datang dari Pacitan, Jawa Timur, KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, wafat pada Rabu malam (4/1), pukul 22.55 di RSUD Pacitan.

Kiai yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu tersebut wafat dalam usia 114 tahun. Ia merupakan ulama sepuh yang menjadi teladan bagi warga nahdliyin, khususnya di Pacitan.

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Insyallah beliau merupakan salah satu santri sepuh (yang masih ada) dari muridnya Mbah Dimyathi," kata Gus Muadz Harits Dimyathi, salah satu Pengasuh pesantren Tremas kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (5/1) dini hari.

Mbah Umar dikenal sebagai figur kiai yang yang dermawan, lemah lembut dan menjadi azimat bagi masyarakat Pacitan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mbah Kiai Umar, itu termasuk minal muqorrobin ilallah (orang yang dekat dengan Allah) dan menjadi Azimatnya warga Pacitan dan kaum Muslim Indonesia pada umumnya," tutur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bersilaturahmi di kediaman beliau di Pacitan, tahun 2010 silam.

Kecintaanya pada NU dibuktikan dengan istiqamahnya yang selalu hadir dalam tiap acara pengajian atau acara keagamaan yang digelar oleh NU atau pesantren. Dan selalu menunggui hingga acara selesai.

Tiap hari, kediamannya tidak pernah sepi dari para tamu yang sowan meminta nasehat atau doa darinya. Karena itulah ia dikenal sebagai kiai pelayan umat.

Dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu karena ketika remaja berprofesi sebagai penjual tumbu (wadah dari anyaman bambu) dengan berjalan kaki sembari berdakwah kepada masyarakat. Dakwahnya dilakukan selama puluhan tahun. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 26 November 2017

Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam tindakan aparat keamanan yang membubarkan secara paksa aksi? massa? puluhan ibu yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang, Kamis kemarin. Apalagi tindakan pembubaran tersebut disertai aksi kekerasan dan perampasan terhadap alat aksi.

Komunitas penerus dan pengembang perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menuntut pengusutan tuntas terhadap pelaku kekerasan dan menindaknya sesuai hukum yang berlaku.

Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang

“Kami juga mengimbau aparat keamanan dan para pihak untuk mengedepankan dialog dalam mencari penyelesaian masalah konflik di Rembang,” kata Alissa Wahid, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia dalam rilisnya, Jumat (28/11) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut dia, aksi massa yang dilakukan para ibu petani di Rembang ini merupakan rangkaian aksi panjang selama berbulan-bulan. Mereka menuntut agar PT Semen Indonesia? menghentikan aktvitas pembangunan pabrik hingga ada putusan peradilan tetap atas gugatan warga di PTUN Semarang.

Sebelumnya Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi agar? aktivitas pembangunan pabrik di Kecamatan Gunem dihentikan sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun ternyata aktivitas pembangunan pabrik tetap terus dilakukan, hal inilah yang membuat para ibu petani di Rembang tersebut terus melakukan aksi massa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jaringan Gusdurian juga meminnta Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Rembang agar memerintahkan kepada PT Semen Indonesia untuk menghentikan aktivitas pembangunan? Pabrik Semen sampai ada keputusan hukum tetap atas gugatan warga di PTUN. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 21 November 2017

Fase Kehidupan Dunia yang Sementara

Al-Qur'an telah menerangkan bahwa kehidupan di dunia ini adalah bagaikan sebatang pohon yang tumbuh, berkembang, berbuah, layu dan akhirnya mati musnah di telan bumi. Ada fase dalam kehidpan yang harus dilalui meskipun fase itu terkesan lama, sesungguhnya hanya amun-amun belaka .

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Fase Kehidupan Dunia yang Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)
Fase Kehidupan Dunia yang Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)

Fase Kehidupan Dunia yang Sementara

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan mementingkan segala perintah-Nya dan mengalahkan urusan dunia. Sungguh urusan dunia itu hanyalah bersifat sementara.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Imam Najmuddin an-Nasafi menafsirkan bahwa setiap fase kehidupan tersebut akan dilalui oleh manusia selama delapan tahun.

Pertama La'ibun secara bahasa berarti sebuah permainan. Permainan merupakan kata yang menunjuk pada tidak adanya keseriusan. Dalam bahasa Indonesia keseharian 'mainan' adalah anonim dari 'beneran'. Dengan kata lain, bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah sesuatu yang beneran, tapi hanya bohongan. Rumah di dunia adalah rumah-rumahan, kawin di dunia adalah kawin-kawinan dan begitulah seterusnya.

Jika diterapkan penafsiran Imam Najmuddin dalam ayat ini, maka fase la'ibun ada fase pertama dari kehidupan manusia selama berumur 1-8 tahun yang berisikan permainan. Lihat saja anak-anak kita yang tidak terlalu banyak berpikir dalam usia tersebut. Bahkan begitu pentingnya permainan hingga diciptakanlah berbagai macam kelompok bermain (playgroup). Hal ini persis dengan apa yang dikatakan oleh Imam ar-Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghaib, bahwa la'ibun merupakan karakter anak-anak yang tidak pernah memikirkan manfaat dari apa yang dilakukannya, karena semua itu hanya sekedar permainan.

Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah

Kedua lahwun adalah sifat lalai yang terdapat dalam diri manusia, lalai karena tidak terbiasa berpikir panjang atau sengaja tidak mau berpikir panjang. Apa yang dilakukan selalu menurut tuntutan hawa nafsu. Tawuran, kebut-kebutan semua dilakukan tanpa ada pertimbangan, asal hati senang maka kakipun melangkah. Inilah sifat yang melanda anak manusia dalam fase kedua kehidupannya, ketika remaja berumur 9-16 tahun.

Ketiga zinatun, bahwa dunia ini adalah perhiasan semata. Dunia seisinya tidak lebih dari asesoris kehidupan. Imam ar-Razi mengatakan bahwa fase ini banyak menerpa kaum hawa. Ketika umur telah mulai menginjak tujuh belas tahu, maka mulailah perempuan itu menyadari akan keperempuanannya. Mulailah apa yang disebut dengan masa kedewasaan. Diantara tanda-tandanya adalah berlama-lama di depan kaca. Mematut muka, merias diri, memperbesar apa yang sekiranya masih kecil dan berusaha memperbesarkannya.

Begitu juga dengan masalah penampilan, fase kehidupan ini (17-24 tahun), anak manusia selalu ingin tampil mengagumkan. Motor harus ada, HP harus seri terbaru, kuliah harus diperguruan tinggi. Padahal jika dipikir lebih dalam, semua tuntutan itu hanya semakin menjauh dari subtansi kehidupan. Tidak peduli pengetahuan yang didapat, yang penting universitas yang terkenal. Tidak peduli dengan pantas atau tidak yang penting tampil keren dan mempesona. Sungguh semua itu adalah dalil betapa kehidupan dunia ini adalah asesoris belaka.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Keempat, tafakhurun baynakum artinya dunia menjadi tempat untuk saling bermegah-megahan, dunia menjadi media saling menyombongkan diri, atau dalam bahasa jawa disebut 'anggak-anggakan'. Baik saling menyombongan kepunyaan maupun ke'turunan'. Biasanya dalam fase ini antara umur 25-32 tahun anak manusia mulai mencari jati dirinya. Dalam pencarian itulah ada kalanya dia membanggakan nasabnya, atau membanggakan milik ayahnya hanya sekedar ingin terlihat lebih di antara sesama.

Kelima takatsurun fil amwal, bahwa dunia ini adalah tempat memperbanyak harta dan keturunan. Inilah puncak dari fase kehidupan manusia ketika berumur 33 tahun dan seterusnya. Pada saat-saat inilah kita melihat semangat yang menggebu dalam diri manusia untuk berbisnis menumpuk harta Bahkan juga masa memanjakan anak dan keluarga. Maka janganlah heran jika para koruptor itu didominasi oleh orang orang muda yang ingin menumpuk harta.

Keenam takatsurun fil aulad, fase ini merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya. Jika menuruti pendapat Iman Najmuddin an-Nasafi, maka umur empat puluh ke atas adalah masa yang wajar seseorag mulai memperhatikan kepentingan anak dan cucu-cucunya. Memabanggakan dan terlalu memikirkan kehidupan mereka. Seolah tidak tega jika melihat anak dan cucu itu terlantar hidupnya, maka diteruskanlah fase sebelumnya, sehingga para berkorupsi demi anak cucu dan bernepotisme menjalin jejaring yang kuat untuk mempertahankan kekayaan dan kehidupannya.

Maka menjadi tidak aneh, ketika kesempatan berkumpul dengan sesama dalam reoni keluarga atau reoni kawan lama yang akan dipertanyakan adalah berapa jumlah anak dan cucunya.

Inilah, keadaan hidup di dunia. Jikalau kita tidak sekedar sadar diri niscaya kita akan terhanyut dalam arus yang makin menjauhkan hidup ini dari subtansinya. Semakin tersibukkanlah kita dengan remeh temeh keduniawian yang tidak ada putusnya, dunia bakagikan candu yang tidak mudah dihentikan.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Maka, begitulah remeh temeh perjalanan hidup di dunia dan betapa sebenatarnya kehidupan ini, sehingga ditamsilkan dalam ayat ini bagaikan umur tumbuhan yang tersiram , tumbuh, berbuah lalu hancur tak berbekas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Oleh karena itulah sungguh beruntung mereka yang mengerti dan menyadarinya, lalu membenahi langkah dalam kehidupannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 20 November 2017

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo membuat terobosan baru dengan melakukan penunjukan langsung ketua 5 (lima) Pimpinan Anak Cabang (PAC). Hal ini dilakukan dalam rangka mendisiplinkan PAC di sejumlah kecamatan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq. Menurutnya, dari 13 PAC yang ada di bawah naungan PC GP Ansor Kota Kraksaan, dipastikan ada 5 PAC yang ketuanya ditunjuk langsung.

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC

"Kami akan melakukan penunjukan langsung 5 ketua PAC. Diantaranya PAC Kecamatan Pajarakan, Gading, Krejengan, Tiris Timur dan Gending," katanya, Jum’at (16/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Taufiq, sebelum melakukan penunjukan langsung pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat pleno dengan pengurus harian. Penunjukan langsung dilakukan dengan tujuan supaya organisasi GP Ansor bekerja lebih efektif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Lima PAC yang kami tunjuk langsung selama ini konstribusi dan gerakannya di tengah masyarakat sangat kecil. Sehingga dengan adanya penunjukan langsung diharapkan pergantian kepengurusan berjalan lebih baik dan efektif,” jelasnya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Pajarakan H. Jamal sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PC GP Ansor Kota Kraksaan. Menurutnya, selama ini GP Ansor di wilayahnya terbilang kurang berjalan secara keorganisasian.

“Padahal saya mengharapkan melalui GP Ansor, pemuda NU bisa berkiprah lebih banyak di tengah masyarakat. Saya sangat mendukung penunjukan langsung ini. Selama tujuannya untuk menjadikan organisasi lebih baik, saya kira tidak ada masalah,” pungkasnya (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berlangsung, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang, Sidorejo Kecamatan Sayung Demak telah memilih dan menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum sebagai rois syuriyah dan KH Muhammad Aminuddin sebagai ketua Tanfidziyah PCNU kabupaten Demak masa khidmat 2017-2022.

Sidang pleno yang dipimpin pengurus Wilayah NU Jateng H Najhan Musyafak dan didampingi H Amiq Muhlisin tersebut terlebih didahului dengan demisioner pengurus periode sebelumnya.

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

 

Selanjutnya forum konferensi sebelum melakukan pemilihan ketua tanfidziyah terlebih dulu memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari 5 ulama yakni KH Zaenal Arifin Ma’shum, KH Zaini Mawardi, KH Misbahul Munir, KH Alawi Mas’udi dan KH Zaainal Muhtarom yang menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum (Gus Zen) sebagai Rais NU Demak.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Usai ditetapkan sebagai rois syuriyah Gus Zen meminta doa dan dukungan peserta konferensi. “Saya telah di amanati oleh para kiai untuk memimpin NU Demak ke depan, maka mohon untuk di do’akan agar kuat dan mampu memegang amanah ini,” tutur Gus Zen.

Sementara itu KH Aminuddin setelah terpilih sebagai ketua secara aklamasi menyampaikan akan mengakomodir kader yang bisa diajak berjuang dalam memajukan organisasi bersama formatur yang berjumlah 9 orang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami akan menyusun dan memilih pengurus bersama formaturyang tentunya berdasarkan masukan dari pengurus lama dan MWCNU,” tandasnya.

Konferensi tersebut selain dihadiri pengurus cabang, MWCNU, Banom dan ranting se-Kabupaten Demak juga dihadiri rois syuriyah NU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Bupati Demak HM Natsir, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, dan pimpinan ormas Kabupaten Demak. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Halaqoh, Pahlawan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 12 November 2017

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Ahmad Basyir Abdullah Sajjad memunyai kebiasaan unik. Pengasuh sepuh pondok pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep ini secara istiqomah setiap tahun mengundang makan bersama santri-santri kecilnya.

Ritual tahun ini berlangsung Jumat (29/10) pagi. Dengan wajah sumringah, para santri cilik masuk ke kediaman Kiai Basyir secara tertib. Kiai Basyir menyambutnya dengan wajah berseri-seri. Selanjutnya, para santri cilik ini menuju dapur. Di sanalah mereka sarapan pagi.

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Selama ini, putra pejuang kemerdekaan KH Abdullah Sajjad itu memang dikenal penyayang kepada siapa pun, terutama terhadap anak kecil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di samping itu, kiai yang berumur lebih 80 tahun itu dikenal istiqomah dalam beribadah dan mendidik masyarakat. Sering ia mengalami kurang sehat, tetapi tetap semangat mengimami santrinya sholat lima waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain tetap menggelar kajian kitab kuning yang diikuti santri, ia juga semangat hadir ke undangan kajian kitab kuning yang digelar alumni maupun masyarakat di luar pesantren.

"Subhaanallah. luar biasa pola asuh KH A Basyir AS. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan panjang umur. Amin," ujar cendekiawan muda Sumenep yang alumnus Annuqayah Mohammad Khalili Ken. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 04 November 2017

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kudus mencanangkan program beasiswa kepada pelajar teladan di lingkungan madrasah NU. Hal ini merupakan prioritas program NU Smart yang digalakkan Lazisnu Kudus.

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan

Ketua Lazisnu Kudus Syaroni Suyanto menjelaskan program beasiswa pelajar teladan kali pertama telah diberikan kepada tiga siswa-siswi kelas VII, VIII dan kelas IX MTs NU Marifatul Ulum Desa Mijen Kaliwungu Kudus, Sabtu (21/3) lalu. Masing-masing anak menerima beasiswa sebesar Rp 200.000,-.

"Di awali di madrasah ini dan akan berlanjut pada pelajar madrasah lainnya," ujarnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di kantor Lazisnu Jl Pramuka 20 Kudus, Selasa (24/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syaroni menjelaskan, program beasiswa ini menjadi motivasi yang ditawarkan pada madrasah dan pelajar NU agar lebih semangat belajar dan berlomba-lomba meraih prestasi akademik.

"Untuk sementara, kita merencanakan satu tahun sekali memberikan beasiswa untuk tiga madrasah," terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mengenai kriteria pelajar teladan, Lazisnu Kudus memberi batasan dan ketentuan berdasarkan prestasi rapor, wawasan, dan pengetahuan. Kemudian, pelajar akan diseleksi oleh tim yang terdiri dari LP Maarif dan pihak madrasah sendiri.

"Untuk tingkat MTs dan MA syarat mutlaknya harus bisa baca al-Quran, memiliki dasar-dasar baca kitab dan berakhlakul karimah. Kita tidak ingin pelajar teladan mengajinya jelek," tandas Syaroni.

Ia menambahkan seleksi ini nantinya tidak hanya terbatas di kalangan pelajar madrasah di wilayah perkotaan saja, melainkan merata sampai pelajar madrasah di kecamatan maupun desa.

"Karenanya, demi sukses program ini Lazisnu akan bersinergi dengan MWCNU, LP Maarif dan banom di berbagai tingkatan untuk menyeleksi siswa-siswi yang memenuhi kriteria dan layak menerima beasiswa," tegas Syaroni. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Nasional, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ribuan jamaah dari pelbagai daerah menghadiri acara haul KH Baedlowi bin Abdul Aziz yang Ke-42, Ahad sore (2/9).?

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Baedlowi Lasem

Haul yang digelar di pelataran Pondok Pesantren Al-Wahdah, Sumbergirang, Lasem-Rembang, Jawa Tengah, itu juga dihadiri sejumlah kiai. Diantaranya Mustasyar PBNU, KH Maemoen Zuber Sarang. Hadir pula Wakil Bupati Rembang, H Abdul Hafidz.

Dalam tausiyahnya, KH Maemoen Zuber mengatakan, bahwa KH Baedlowi merupakan penyebar tarekat Syattariyyah.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tarekat ini merupakan salah satu tarekat terpenting dalam proses islamisasi di Indonesia. Dzikir yang diajarkan oleh tarekat ini sangat cocok untuk orang awam," kata Mbah Maemun.

”Mbah Baedlowi, ikut mengembangkan tarekat syattariyyah,” lanjut Mbah Maemoen, yang juga menantu KH Baedlowi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada bagian lain, Mbah Maemoen menjelaskan hubungan antara orang yang hidup dengan orang yang sudah meninggal ibarat hubungan antara pengikal benang dengan layang-layang. "Dimana, orang hidup itu ibarat pengikal benang, sedangkan orang yang sudah meninggal ibarat layang-layang."

"Layang-layang bisa dinaikkan dengan mengendorkan benang dari pengikal benangnya. Sebaliknya, layang-layang bisa diturunkan atau dijatuhkan dengan menarik benang dari pengikal benangnya," jelasnya.

Orang yang masih hidup di dunia, lanjut Mbah Moen, bisa menaikkan arwah orang yang sudah meninggal. Sebaliknya, orang yang masih hidup juga bisa menurunkan arwah orang yang sudah meninggal.

”Jadi, meski sudah meninggal, masih ada hubungan dengan orang yang masih hidup,” tambahnya. ? ? ? ?

Dalam sejarah, KH Baedlowi memiliki peran yang cukup besar khususnya dalam upaya mempertahankan keutuhan NKRI. Salah satunya, beliau mengusulkan agar Presiden RI saat itu, Ir Soekarno diberikan gelar waliyyul al-amri ad-dharuri bi as-asyukah.?

Usulan KH Baedlowi itu terkait dengan munculnya persoalan politik di tanah air yang mempertanyakan sah tidaknya posisi Ir Soekarno sebagai presiden di Indonesia.

Akhirnya, usulan KH Baedlowi dibawa ke forum muktamar NU pada tahun 1947 di Madiun yang memutuskan bahwa Ir Soekarno adalah Kepala Negara Republik Indonesia sebagai waliyyu al-amri ad-dharuri bi as-syaukah. Artinya, pemegang pemerintahan yang bersifat darurat dengan kekuatan dan kekuasaan.

Selain KH Baedlowi bin Abdul Aziz, sejumlah masyayikh juga ikut dihauli. Antara lain Ny Hj Halimah bin Shiddiq, Ny Hj Hamdanah binti Ahmad Ke-31, KH Cholil bin Abdullah Umar Ke-13, dan Ny Hj Shofiyatun binti Abdubullah Sajjad Ke-13.

Selain itu, ada Ny Hj Roudloh binti Baedlowi, Kiai Abdul Bar bin Baedlowi, Ny Hj Afwah binti Baedlowi, Kiai Abdul Quddus bin Baedlowi, KH Abdul Halim bin Baedlowi Ny Hj Saudah binti Baedlowi, Ny Hj Fahimah binti Baedlowi, dan segenap sesepuh dan keluarga besar Pesantren Al-Wahdah, Lasem-Rembang.

Redaktur : Hamzah Sahal

Pengirim ? : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock