Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan agar prinsip tabayun (kejelasan) terhadap informasi yang diperoleh di dunia maya harus dikedepankan. Ia menekankan prinsip tersebut di tengah fenomena informasi yang lebih cenderung mementingkan kecepatan daripada ketepatan.

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

"Saat ini pengguna medsos banyak ingin menjadi yang pertama memberikan informasi yang belum tentu valid. (Lakukan) nomor 1 tabayun, nomor 2 tabayun, nomor 3 tabayun. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari pikiran kita. Dicerna dulu informasi yang didapat," katanya pada Silaturahmi Nasional I yang dilaksanakan oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Rudiantara menjelaskan, teknologi adalah sesuatu yang netral. (Hal) yang membuat teknologi menjadi hal positif ataupun negatif adalah penggunanya. Ia mengumpamakan teknologi seperti pisau yang bila digunakan di dapur untuk memasak maka akan bermanfaat. Dan sebaliknya jika digunakan untuk kejahatan maka akan membawa hal negatif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perkembangannya saat ini, pemerintah tidak menutup mata terhadap efek-efek negatif yang muncul dari perkembangan teknologi khususnya internet. Pemerintah terus berupaya meminimalisir konten-konten negatif dengan beberapa strategi diantaranya melalui pemblokiran media sosial ataupun website yang mengandung konten negatif.

"Delapan ratus ribu situs sudah diblok oleh pemerintah berdasarkan laporan masyarakat," terangnya di depan para stakeholders konten keislaman dari seluruh Indonesia.

Dalam mengambil kebijakan pemblokiran, lanjut Rudiantara, pihaknya selalu menggandeng stakeholders terkait termasuk para kiai dan ulama. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan gejolak yang dapat melahirkan efek-efek negatif.

Peran ulama dinilai sangat penting dalam memberikan pedoman sekaligus mengarahkan umat dalam beraktivitas di dunia maya khususnya medsos. Sehingga muncullah fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang terus disosialisasikan oleh Kemenkominfo. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan sejumlah tokoh nasional lainnya ikut membaca doa dimulainya pemancangan pertama pembangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (27/7) petang.

Salah satu perguruan tinggi baru milik Nahdlatul Ulama di kota Surabaya ini diharapkan keberadaannya mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia berkualitas dengan tetap menjaga integritas sebagai kader NU. Universitas ini nanti berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya di Jalan Jemur Sari.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan

"Bismillahirramanirahim, pemancangan pertama pembangunan kampus Unusa hari ini kita mulai," ucap Muhammad Nuh dalam peresmian yang dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf, dan pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Pengetokan tiang pancang pertama pembangunan kampus itu sebelumnya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Muhammad Nuh. Ia berpesan agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut mendukung terselenggaranya proses pendidikan di Jawa Timur.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dia menerangkan, disiplin ilmu yang diselenggarakan, selain perawat dan kebidanan, juga ada teknik, pendidikan, ekonomi dan dalam tahap pengajuan jurusan kedokteran. "Jurusan kedokteran surat pengajuannya sudah dilakukan," ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di sela sambutannya, Muhammad Nuh mengingatkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, untuk ikut berperan aktif mengawal keberadaan kampus.

"Di Jawa Timur, Gus Ipul punya tiga peran. Yang pertama sebagai pengurus PBNU, kemudian Pembina Yarsis (Yayasan Rumah Sakit Islam), dan, ketiga sebagai Wakil Gubernur. Sangat tidak elok kalau tidak ikut membesarkan Unusa. Makanya saya minta beliau ikut mengambil peran guna kemajuan Unusa demi kemaslahatan umat," pintanya.

KH Said Aqil Siroj berharap keberadaan Unusa Surabaya, bisa memberikan cakupan lebih luas terhadap kemajuan pendidikan. "Itu cita-citanya. Kita ingin memberikan layanan kepada masyarakat, selain untuk pendidikan perawat juga kedokteran," katanya.

Chairul Tanjung (CT) yang menghadiri peresmian Unusa dan Ground Breaking Unusa Tower RSI Jemursari di Surabaya menuturkan, kualitas sumber daya manusia khususnya umat Islam harus terus diperbaiki.

"Harus kita sadari, kualitas SDM Islam harus terus diperbaiki. Maka saya sangat mendukung inisiatif NU untuk mendirikan kampus ini," kata Chairul Tanjung di halaman RS Islam Jemursari, Surabaya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan pelajar dan santri di Lasem kabupaten Rembang mengadakan apel akbar di halaman SMK NU Lasem, Ahad (27/9) pagi. Mereka menyatakan keberatan atas rencana kebijakan Gubernur Jateng terkait pemberlakuan sekolah 5 hari dalam sepekan. Mereka menilai rencana kebijakan itu akan menganggu aktivitas belajar diniyah para pelajar di sore hari.

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Salah seorang anggota komisi II DPR RI Arwani Thomafi yang mendampingi aksi pelajar-santri Lasem ini meminta Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan ini merugikan aktivitas belajar informal yaitu di madrasah diniyah (madin) yang notabene masuk pada sore hari.

"Mungkin maksud Gubernur itu baik. Tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di madarasah diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pria yang akrap disapa Gus Aang menyebut banyak dampak yang ditimbulkan atas kebijakan Gubernur. Menurutnya, ritme pembelajaran tidak lagi kondusif karena siswa dipaksa menerima pelajaran sampai sore. Padahal, setelah lewat siang hari, para siswa dipastikan kelelahan.

"Jika kebijakan Gubernur dipaksakan untuk dijalankan, maka akan mengganggu proses pembelajaran, kemungkinan berdampak tidak kondusif,” kata Gus Aang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Sunnah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 10 Februari 2018

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur

Jombang,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin berziarah ke makam Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (20/8). Didampingi, Gus Irfan Yusuf (putra Alm Yusuf? Hasyim), KH Fahmi Hadzik, ia terlihat khusuk berdoa.

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur

"Memang saya datang untuk melakukan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke 4. Beliau merupakan tokoh panutan," ujarnya usai melakukan ziarah.

Mahyudin mengatakan, jika ingin belajar terkait pluralisme, maka sosok Gus Durlah yang pantas dan sangat layak untuk ditiru.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tidak usah jauh-jauh, di sini tokoh pluralisme sejati. Beliau banyak mengajarkan bagaimana menghargai perbedaan," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kunjungan di Pesantren Pimpinan KH Salahudin Wahid, politisi asal Kalimantan Timur ini menyempatkan berdialog dengan keluarga pesantren.

Selain ke makam Gus Dur, ia juga menabur bunga di makam pendiri NU, KH Hasyim Asyari dan makam mantan Menteri Agama, KH Wahid Hasyim.

Salah seorang ustadz Tebuireng, KH? Fahmi, menyebutkan tidak ada agenda khusus terkait kunjungan Wakil Ketua MPR RI ini. "Beliau hanya berkunjung ke pesantren dan ingin melakukan ziarah ke makam Gus Dur," ujarnya. (Muslim abdurrahman/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Olahraga, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak melantik pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2014/2015. Pelantikan diikuti seluruh santri dan dewan asatidz. Sebagai kepala terpilih; Aida Qonitatul Muna menggatikan Nur Aeni.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany, KH. Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban.

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Menurut dia, kewjiban pertama adalah belajar atau mengaji dan  kewajiban untuk berkhidmah atau mengabdi, baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

KH. Helmi Wafa Mahsuni memprosentase waktu bagi santri sebagai berikut; untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.

Selanjutnya pengasuh berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah nanti pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat.

Khidmah bisa dilakukan melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, “tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas,” tegasnya. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Pertandingan, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Oleh Suwendi

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 11 April 2017 dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan akhirnya ditunda. Dalam sidang itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Paripurna menjelaskan perlunya mensinkronisasi mengenai buku-buku agama yang belum melibatkan Kementerian Agama (Parlementaria.com/11 April 2017). Menurut hemat penulis, keputusan penundaan atas pengesahan ini patut diberikan apresiasi dan “acung jempol” sebagai tanda pilihan yang terbaik. Mengapa demikian?

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Ada sejumlah alasan persetujuan penulis terhadap penundaan ini. Pertama, jika melihat draft RUU Sistem Perbukuan itu maka sama sekali dapat dilihat secara kasat nyata bahwa tidak ada kewenangan atau keterlibatan apapun bagi Kementerian Agama dalam persoalan perbukuan ini. Draft RUU yang terdiri atas XII Bab dan 72 pasal ini sama sekali tidak menyebutkan buku pendidikan agama dan pendidikan kegamaan, terlebih lagi Kementerian Agama.?

Padahal, persoalan buku bukan hanya didasarkan atas ketersediaan buku yang bermutu, murah, dan merata an sich, namun juga buku yang mampu mengantisipasi bangkitnya gerakan radikalisasi agama yang justeru belakangan banyak dilakukan melalui buku-buku agama. Oleh karenanya, persoalan buku bukan hanya mengenai keterjangkauan secara harga atau pemerataan akses, namun juga memuat antisipasi maraknya ideologi radikal yang dilakukan melalui dunia perbukuan.?

Kini telah jamak ditemui di lapangan buku ajar pendidikan agama di sekolah dan perguruan tinggi umum yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Bahkan, sejumlah buku-buku keagamaan dan kitab yang biasa dikaji di pesantren pun telah dilakukan tahrif al-kutub (penyelewengan kitab) baik dengan media cetak lebih-lebih dengan media digital. Tahrif al-kutub dilakukan oleh kelompok tertentu demi untuk disesuaikan dengan ideologi radikalnya. Oleh karenanya, konsentrasi mengenai buku-buku pendidikan agama dan pendidikan keagamaan semacam ini patut untuk dilakukan, tentunya itu menjadi domainnya Kementerian Agama. Selain Kementerian Agama, tidak ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan fungsi di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu.

Kedua, secara regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahkan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, secara terang benderang persoalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Wujud dari pendidikan agama ini adalah mata pelajaran dan mata kuliah pendidikan agama pada layanan sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Umum). Mulai penentuan kurikulum hingga menggandakan serta menyebarkannya sesunguhnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, menjadi otoritasnya Kementerian Agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demikian juga halnya dengan pendidikan keagamaan, ia bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis. Dalam konteks pendidikan keagamaan Islam, misalnya, pendidikan ini diarahkan untuk menghasilkan kyai atau pimpinan keagamaan yang memiliki pemikiran dan wawasan keagamaan yang luas yang dihasilkan melalui kajian kitab kuning dan literatur keagamaan lainnya dan diselenggarakan melalui pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, pendidikan Alquran dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Lagi-lagi, yang menangani ini semua adalah Kementerian Agama.

Atas dasar sejumlah regulasi itu, Kementerian Agama memiliki kewenangan yang begitu kuat dalam hal penyelenggaraan perbukuan ini. Jika Kementerian Agama absen atau diabsenkan melalui draft RUU Sistem Perbukuan ini sangat dimungkinkan ”malapetaka” akan menimpa pada bangsa ini, yakni setidaknya sejumlah mata pelajaran dan/atau mata kuliah pendidikan agama dan literatur pada lembaga pendidikan keagamaan akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, secara faktual, Kementerian Agama melakukan layanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui 5 (lima) unit eselon 1 (satu), yakni Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha. Kementerian Agama telah memberikan kontribusinya yang tidak sedikit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ini.?

Jika dilakukan perbandingan, Kementerian Agama itu menyelenggarakan layanan pendidikan sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditambah dengan layanan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenristek-Dikti. Kementerian Agama tidak hanya melayani satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melalui jalur formal, nonformal dan informal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melayani perguruan tinggi, sebagaimana Kemenristek-Dikti.?

Khusus untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, berdasarkan data EMIS Kementerian Agama, Direktorat Jenderal ini mengelola, membina, dan memfasilitasi sejumlah nomenklatur pendidikan yang secara akumulatif berjumlah 533.264 lembaga, dengan 2.844.149 pendidik dan 61.905.936 peserta didik. Secara terinci, data-data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.?

Pertama, jenis pendidikan umum yang berciri khas Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, berupa RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016, secara keseluruhan keempat lembaga ini berjumlah 77.336lembaga, dengan jumlah guru sebanyak 820.835jiwa, dan jumlah siswa sebanyak 9.252.437 anak.?

Kedua, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenis pendidikan ini terdiri atas SPM (Satuan Pendidikan Muadalah) dan PDF (Pendidikan Diniyah Formal). Berdasarkan data sementara, jumlah lembaga ini secara keseluruhan berjumlah 112 lembaga dengan jumlah ustad sebanyak 2.240 dan santri sebanyak 48.913jiwa.?

Ketiga, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan tinggi, yakni Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Ma’had Aly. Berdasarkan data EMIS, secara keseluruhan jumlah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 712 lembaga, dosen setidaknya berjumlah 440,142 orang dan mahasiswa sebanyak 747,686 jiwa.

Keempat, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur non-formal yang terdiri atas MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah), pendidikan Alquran dan pondok pesantren. Dari ketiga lembaga ini, secara total jumlah lembaga berjumlah 240.387 lembaga, dengan ustad berjumlah 1.386.426 orang, dan santri berjumlah 17.385.552 jiwa.

Kelima, pendidikan agama Islam pada sekolah, dengan jumlah guru dan pengawas PAI berjumlah 185.636 dengan rincian guru PAI 180.040 orang dan pengawas PAI sebanyak 5.596 serta jumlah sasaran siswa yang beragama Islam pada sekolah sebanyak 34.371.621 jiwa. Adapun jumlah sekolah secara keseluruhan berjumlah 213.256 lembaga yang terdiri atas SD/SDLB sebanyak 149.310 ? lembaga, SMP/SMPLB sebanyak 37.439 dan SMA/SMALB/SMK/SMKLB sebanyak 26.507 lembaga.

Data di atas belum menghitung layanan pendidikan agama dan pendidikan keagaman di luar Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha, semuanya juga melakukan hal yang sama, sebagaimana Ditjen Pendidikan Islam.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, menurut hemat penulis, kita dapat memahami bahkan mengharuskan jika kemudian Kementerian Agama terlibat dalam urusan perbukuan ini. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, bukan hanya pengetahuan untuk layanan pendidikan sekolah dengan sejumlah mata-mata pelajaran umum yang diajarkan, juga bukan hanya untuk membekali pengetahuan pada layanan perguruan tinggi umum dengan mata-mata kuliah umum yang diajarkannya.?

Tetapi juga semua pengetahuan untuk pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, yang menjadi domainnya Kementerian Agama. Jika kemudian RUU Sistem Perbukuan ini ditunda untuk disahkan, hal itu sungguh jauh lebih baik daripada segera disahkan namun dengan sejumlah kealfaan, di antaranya meniadakan peran Kementerian Agama. Tegasnya, ”Better Late Than Never”, terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Penulis adalah Doktor Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja

Blitar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. PCNU Kabupaten Blitar, terbitkan buku Amaliyah Yaumiyah Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah. Buku setebal 174 halaman disusun dan disunting oleh para Kiai dan pengurus NU Kabupaten Blitar. 

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Terbitkan Buku Amaliyah Aswaja

Untuk tahap awal, PCNU telah mencetak sekitar 2500  buku. Buku tersebut dibagikan kepada seluruh pengurus ranting NU dan MWC NU se Kabupaten Blitar.

“Buku ini sebagai pegangan pengurus NU dalam melaksanakan amaliyah sehari-hari," ujar KH Noer Hidayatulloh Dawami kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, tadi pagi (11/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, isi buku tersebut merakum semua aturan dan tatacara amaliyah yang selama ini dilaksanakan oleh warga NU. Mulai dari masalah mensolati jenazah, ziarah kubur, Tahlil. Masalah salat jum’at. Puasa, Lebaran dan lain sebagainya. 

“Selama ini orang luar kan selalu mempersoalkan masalah-masalah khilafiyah tersebut. Ya.. rata-rata warga NU itu sudah tahu. Namun demikian perlu buku panduan," tandas Kiai Noer.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penerbitan buku tersebut disambut luar biasa oleh para warga NU Kabupaten Blitar. Khususnya, yang selama ini berada ditingkat ranting dan anak ranting. 

“Selama ini amaliyah ini sudah dilaksanakan oleh warga dan anggota. Namun, kalau ada persoalan dari orang luar terkadang warga kita tidak tahu dasarnya. Dengan adanya buku panduan dan tuntunan ini sangat memudahkan sekali bagi anggota,’’ ujar Mohammad Makrus, asal ranting Bakung Udanawu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jarianto, salah seorang anggota NU dari Kedung Bunder, Sutojayan. Menurutnya, buku tersebut sangat bermanfaat sekali bagi warga NU. Karena,dengan begitu, warga NU tahu secara mendetail, dalil dan anjuran amaliyah yang selama ini dilaksanakan. 

“Ini sangat bagus untuk penguatan Ahlussunah wal Jamaah di tingkat bawah. Saya piker ini bisa jadi buku saku pertahanan keyakinan warga NU," tandasnya.

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Sumedang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam rangka mencari dan menyeleksi bakat para qori dan huffaz, Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffaz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Rabu (26/7) menyelenggarakan musabaqoh tilawatil quran (MTQ) se-Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Kegiatan yang dikuti oleh 300 peserta ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.?

Ketua PC JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan bahwa MTQ yang diselenggarakan oleh JQH ini merupakan MTQ yang ke-4. Cabang yang dimusabaqohkan dalam MTQ tahun ini yaitu MTQ golongan anak-anak, MHQ golongan 1 dan 5 juz, serta musabaqah barzanji.?

“Kami menyadari bahwa JQHNU merupakan salah satu ruh yang ada di Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kami sebagai pengurus JQHNU akan terus berjuang memasyarakat Al-Quran agar NU terus hidup dan Indonesia semakin diberkahi dengan bacaan Al-Quran,” kata Ahmad.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Ketua PCNU Sumedang sekaligus pencetus kegiatan MTQ JQH di Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan, MTQ JQH NU dilaksanakan dalam rangka mencari bakat para qori dan huffadz khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang. Hasil dari MTQ ini nanti bisa disumbangkan untuk pemerintah.

Pencarian bakat para qori dan huffaz melalui ajang MTQ JQH ini terbukti maksimal. Sebagai contoh, di tahun 2011 PC JQHNU Kabupaten Sumedang menyelenggarakan MTQ JQH ke-1.?

Para juaranya diikutsertakan dalam MTQ JQH ke tingkat selanjutnya, dan ada satu orang peserta yang menjadi juara di MTQ JQH tingkat nasional golongan 5 juz, yaitu Rifdah Farnidah (22).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lalu Rifdah Farnidah mengikuti MTQ Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada MTQ Nasional 2016 Rifdah menjadi juara pertama cabang MHQ golongan 10 juz, dan di tahun 2017 dalam STQ Nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Utara dapat juara 1 lagi cabang MHQ golongan 30 juz.?

“Ini sebagai bukti bahwa pencarian bakat para qori dan huffadz melalui MTQ JQH NU ini berlangsung maksimal. Oleh karena itu MTQ JQH ini harus terus istiqomah dilaksanakan. Semoga kedepannya bisa berjalan lebih baik lagi dan cabang yang dimusabaqohkan semakin banyak,” tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Halaqoh, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Aksi PMII Tolak Kenaikan BBM Berlangsung di Sejumlah Daerah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berlangsung di sejumlah daerah.

Di Yogyakarta, PMII Komisariat UIN Sunan Kalijaga, sejak Sabtu (15/6) kemarin menggelar aksi di Jl. Laksda Adi Sucipto Yogyakarta. Puluhan mahasiswa membentangkan poster-poster bertuliskan kata-kata penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Aksi PMII Tolak Kenaikan BBM Berlangsung di Sejumlah Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi PMII Tolak Kenaikan BBM Berlangsung di Sejumlah Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi PMII Tolak Kenaikan BBM Berlangsung di Sejumlah Daerah

Sucipto, seorang koordinator aksi mengatakan, aksi akan terus bergulir sampai pemerintah membatalkan rencana kenaikan BBM. “Aksi ini bukan yang terakhir dan masih akan terus bergulir. Sampai kapanpun,” tandasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain menolak kenaikan BBM, para demonstran menuntut empat hal. Pertama, nasionalisasi aset-aset bangsa. Kedua, tolak investor asing. Ketiga, maksimalkan pengelolaan SDA, dan terakhir, rekonstruksi sistem Negara.

Di Pamekasan Madura, dalam orasinya Ketua PC PMII Pamekasan, Ahmad Siddik mengatakan, semua program pengurangan subsidi, termasuk pengurangan subsidi energi (BBM dan listrik) tertuang dalam program USAID, Title And Number, Energy Sector Governance Starengthened.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dalam nomor 497-013 menyebutkan, tujuan strategis ini akan menguatkan pengaturan sektor energi untuk membantu dan membuat sektor energi lebih efesien dan transparan dengan jalan meminimalkan peran pemerintah sebagai regulator, mengurangi subsidi dan mempromosikan keterlibatan sektor swasta," terangnya.

“Pemerintah berdalih bahwa (kenaikan BBM -red) akibat dari harga minyak mentah yang terus meningkat. Sementara harga eceran tertinggi (HET) BBM bersubsidi membengkak. Ini hanya akal-akalan pemerintah,” tambah Ketua PMII Guluk-Guluk Sumenep, Achmad Taufiqil Aziz.

Aksi menolak kenaikan BBM juga dilakukan aktivis PMII di Kudus yang tergabung dalam Gepuk (gerakan Perubahan Untuk Kudus). Mereka melakukan aksi serupa di Alun-Alun kota setempat, Senin (17/6) siang ini.

Dengan membawa spanduk bertuliskan tolak kenaikan harga BBM dan hentikan neoliberalisme, mereka berorasi menentang kebijakan pemerintah yang tidak populis tersebut. Para aktivis Gepuk yang merupakan aliansi dari PMII, GMNI, LPH Yaphi, IMM,Mahupa, BEM FKIP UMK, PMII Pati, PRD, BEM Stikes Muhammadiyah, KAMMI, DPM STAIN, IMM STAIN ini juga membagi-membagikan selebaran pernyataan sikap kepada pengguna jalan yang melintas di di Alun-alun Kudus.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menilai Kenaikan harga BBM sesungguhnya hanyalah sarana bagi rezim pemerintah untuk meliberalkan sektor hilir atau penjuaalan BBM di Indonesia. Dari krisis eniergi yang terjadi pada bangsa ini, disebabkan oleh tata kelola migas yang sangat pro –korporasi asing.

“Sebagian besar ladang-ladang migas dikuasai asing sehingga banyak hasil produksi dan keuntungannya mengalir keluar,”kata aktivis PMII jamaludin Malik.

Para aktivis menolak dengan tegas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Pemerintah didesak melaksanakan UUD 1945 pasal 33 sebagai dasar kedaulatan ekonomi bangsa, nasionalisasi perusahaan tambang untuk membangun kedaulatan energi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Dwi Khoirotun Nisa’, Qomarul Adib, Diana Manzila, Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Halaqoh, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 11 Januari 2018

Qanun "Potong Tangan" Diharapkan Selesai Tahun Ini

Banda Aceh, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rancangan Qanun (peraturan daerah/Perda) tentang pencurian atau lebih dikenal Qanun potong tangan diharapkan selesai pada 2007 sehingga menghilangkan segala bentuk pencurian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

"Saat ini sedang dilakukan finalisasi rancangannya. Sebelumnya tim penyusun telah mensosialisasikan melalui media massa serta instansi yang dianggap dapat memberikan masukan," kata Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi NAD, Al Yasa` Abubakar di Banda Aceh, Rabu (28/2) kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, rancangan tersebut diharapkan selesai pada Maret 2007 dan segera diserahkan kepada eksekutif sehingga segera dibahas setelah diserahkan ke DPRD NAD.

Qanun Potong Tangan Diharapkan Selesai Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Qanun Potong Tangan Diharapkan Selesai Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Qanun "Potong Tangan" Diharapkan Selesai Tahun Ini

Dalam rancangan Qanun, hukuman potong tangan hanya dikenakan bagi pencuri yang melakukan kejahatan yang memenuhi syarat berupa pencurian terhadap harta sebanyak yang kena zakat.

Kedua, harta dicuri betul-betul dari tempat penyimpanan yang layak. Karena itu seperti pencopet, tidak dianggap mencuri yang dapat dikenakan hukuman potong tangan. Kemudian perbuatan tersebut melawan hukum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Misalnya dua pihak berkongsi, kemudian salah satu mengambi harta milik bersama tersebut, ini tidak bisa dikategorikan melawan hukum karena sebenarnya dia punya hak atas harta itu," katanya.

Setelah disosialisasikan Dinas Syariat Islam menerima 100 SMS, belasan telepon dan surat, yang intinya mendukung qanun tersebut.

"Ada juga yang meminta Qanun itu jangan hanya berlaku pada orang kecil. Beberapa ada yang menghendaki jangan hanya memenuhi tiga syarat baru dapat dihukum," jelasnya.

Syarat tambahan tersebut menyangkut hukuman potong tangan hanya dijatuhkan karena pernah dihukum akibat perbuatan serupa sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kemudian pencuri benar-benar terbebas dari subhat, betul-betul meyakinkan bahwa dia melakukan pencurian itu bukan karena terdesak dengan alasan kemanusiaan dan harta itu betul-betul bukan milik dia yaitu sudah lepas dari hak publik.

Namun Qanun tersebut masih diperdebatkan oleh sejumlah aktivis di Banda Aceh karena dinilai akan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Direktur Aceh Judicial Monitoring Institut (AJMI) Hendra Budian mengatakan qanun itu tidak melanggar HAM. Menurut dia, dikatakan melanggar HAM ketika ada orang yang melakukan pencurian karena negara tidak dapat memenuhi kesejahteraan warganya.

Safriadi Utama dari Koalisi NGO HAM menyatakan tidak ada yang perlu dipertentangkan antara HAM dan syariat Islam karena keduanya sejalan. Namun yang diperlukan yaitu adanya hukum acara tersendiri sehingga benar-benar ditegakkan syariat Islam. (ant/and)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Aswaja, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah

Pekalongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan pegiat media sosial (medsos) NU Jawa Tengah menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Tengah di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (8/1).?

Selain pengarahan dan diskusi bersama Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faisal Zaini dan tokoh-tokoh muda NU, dalam acara yang bertajuk Membangun Masyarakat Medsos Yang Edukatif dan Berakhlaqul Karimah itu juga digelar Deklarasi Netizen NU Jateng dengan dipimpin oleh Pengurus Anshor Jawa Tengah, Sholahuddin Al-Ahmadi.?

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah

Adapun bunyi deklarasi tersebut adalah sebagai berikut:?

Bismillahirrahmanirrahim



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Kami, Netizen NU Jawa Tengah, siap memposting dawuh-dawuh para kiai Nahdlatul Ulama dan memproduksi karya di media sosial baik berupa video, meme dan artikel untuk dakwah yang inspiratif dan berakhlaqul karimah ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah.





Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.





Pekalongan, 8 Januari 2017 M / 9 Rabiul Akhir 1438 H?

(Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Aktifis senior NU Amsar Dulmanan mempertanyakan wacana peninjauan ulang sistem pemilihan langsung yang selama ini sudah berjalan karena hal ini akan membuat NU menjadi eksklusif dan tertutup. Ia lebih setuju sistem pemilihan langsung yang selama ini berjalan dengan sejumlah perbaikan.

“Pendidikan warga NU justru dalam proses demokratisasi ini,” kata kandidat doktor di Universitas Indonesia ini.

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup

Ia menegaskan, NU harus menciptakan tradisi peubah pada watak demokratisasi langsung, tapi tentunya dengan prinsip ala NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“NU sudah membangun perspektif terbuka. NU mewariskan satu nilai, satu prinsip kepemimpinan yang dari NU dibawa menjadi kepemimpinan nasional. Jangan balik ke tradisi yang hanya menciptakan karakteristik yang menguntungkan para elit,” tegas Amsar yang juga Mabinas PB PMII ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Yang harus diperbaiki dari yang sudah berjalan selama ini adalah bagaimana sistem dan mekanisme ini berbasis pada transparansi dan kejujuran, seperti SK cabang yang masih bermasalah atau kriteria kepemimpinan NU yang sekarang semakin longgar.

“Pemimpin harus benar-benar kader NU, bisa ngaji dan punya pesantren. Dulu orang seperti Kiai Ali Yafi’e saja susah karena tidak punya pesantren,” paparnya.

Ia mengusulkan, sebelum dipilih di tingkat nasional, para calon pemimpin NU dipilih di tingkat regional sebagaimana konvensi dalam penjaringan calon presiden Amerika Serikat. Disini, para kiai sepuh bisa mengajukan beberapa nama calon yang dianggap layak, lalu setelah itu, mereka berkompetisi di tingkat nasional. Memang akan membutuhkan biaya besar, tetapi ini konsekuensi dari pendidikan politik dan upaya memperoleh calon pemimpin terbaik.?

“NU tidak boleh tertarik dengan perubahan yang sekuler dan pragmatis, tetap konsistensi dengan rekrutmen yang cukup ketat bahwa kader NU di situ minimal orang yang sudah berjibaku, paham kultur dan tradisi. Ini banyak di daerah,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika NU menggunakan sistem pemilihan tertutup, harus menerima konsekuensi bahwa hal tersebut tidak akan menjadi pola kepemimpinan di tingkat nasional.

“Jangan bermimpi ini akan menjadi mainstream pola regulasi pemimpin di tingkat nasional. Tapi kalau NU ingin menjadi mainstream, ya harus matching pada upaya rasionalitas konformistik dalam upaya perubahan,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Karim Raslan, kolumnis Malaysia, melakukan syuting film dokumenter tentang Indonesia. Jumat kemarin (17/1) pengambilan gambar dilakukan di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur Kegiatan ini melibatkan KH Khoiron Syuaib, dai yang aktif membina Pekerja Seks Komersial atau PSK.

Ya, semenjak berkenalan sekitar 10 tahun silam, Karim Raslan mengagumi kiprah KH Khoiron Syuaib yang mengentaskan para PSK di Surabaya dengan cara lembut. Bagi Karim, cara lembut nan elegan akan membuat orang terkesan dan terpikat hatinya.

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kolumnis Malaysia Dokumentasikan Islam Indonesia

Tentang pesantren, ia menilai lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini adalah sentral pengajaran metode dakwah dan memperdalam kajian agama. Menurutnya, pesantren merupakan miniatur NU, dan NU adalah gambaran sikap elegan muslim Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya memahami keislaman dan keIndonesiaan dari diskusi dengan Gus Dur," kata Karim  di tengah-tengah pengambilan gambar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alumnus Universitas Cambridge ini menilai jika proses liputan di Pesantren Tebuireng merupakan bagian dari episode "Islam sebagai Rahmat" dalam serial "Ceritalah Indonesia", sebuah film dokumenter tentang Indonesia.

"Mengapa syuting di Tebuireng, karena Kiai Khoiron Syuaib alumni pondok ini, dan Tebuireng juga salah satu pesantren besar yang punya pengaruh signifikan dalam kehidupan berbangsa dan beragama," kata kolumnis ini.

Dalam babakan episode yang pengambilan gambarnya dilakukan di perpustakaan pondok dan komplek makam Gus Dur. Di hadapan kamera, Karim memberikan narasi singkat mengenai pesantren, Wali Songo, NU, dan Islam Indonesia.

Pesantren Tebuireng merupakan tempat pengkaderan Kiai Khoiron dan lokalisasi Bangunsari, Surabaya, menjadi medan dakwahnya. Dia juga menjelaskan bahwa Tanjung Perak, Surabaya, merupakan pelabuhan kuno dan menjadi titik temu peradaban dunia sejak ratusan tahun silam. Sosok Sunan Ampel dinilai sebagai penyebar agama Islam secara damai.

"Nilai-nilai Islam yang menyebarkan kasih sayang merupakan kunci mewujudkan Islam sebagai Rahmat," katanya.

Usai syuting di Tebuireng, pengambilan dokumentasi dilanjutkan ke bekas lokalisasi Bangunsari Pelabuhan Tanjung Perak, dan Makam Sunan Ampel. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 01 Desember 2017

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali mengatakan, PBNU akan terus berjuang mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar.

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

"Marilah dari Surabaya ini kita berjihad mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar," katanya dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad di Jalan Bubutan Surabaya, Ahad (24/11) kemarin.

“Selama ini kita sudah berjuang dan sangat bersemangat. Dengan ditambah suntikan semangat dari arek-arek Suroboyo ini PBNU menjadi lebih semangat,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelumnya, penggagas Napak Tilas Resolusi Jihad, Choirul Anam, membacakan naskah semacam petisi dari warga NU mengenai kondisi bangsa Indonesia pasca reformasi. Naskah itu dirumuskan dalam peringatan Resolusi Jihad beberapa waktu lalu di Surabaya yang selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

Mantan wakil presiden Jendral (purn.) Tri Sutrisno yang dalam Napak Tilas itu disebut-sebut sebagai “bapak arek Suroboyo” juga mengusulkan untuk dilakukan kajian ulang atas perubahan UUD 1945 yang menyebabkan rusaknya tatanan Negara Indonesia yang didirikan oleh para ulama dan pejuang kemerdekaan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

As’ad Said Ali mengatakan, tatatan negara Indonesia pasca reformasi, teutama ditandai perubahan UUD 1945 yang dilakukan empat kali, menyebabkan Indonesia terjerumus dalam sistem ekonomi pasar bebas. Menurutnya, para ulama dalam Munas ALim Ulama NU di Cirebon beberapa waktu lalu telah menegaskan perlunya gerakan kembali ke Khittah Indonesia 1945.

“Musuh kita saat ini adalah fundamentalisme pasar bebas. Negara-negara barat ingin menghegemoni kita. Yang kita tolak adalah keinginan untuk menguasai itu yang jelas-jelas melanggar kedaulatan negara,” katanya.

“Kita tiidak boleh diam. Kita akan dituntut oleh anak cucu kita nanti jika jika diam saja. PBNU akan terus berjuang. Kami tidak akan berhenti sebelum semua tercapai,” katanya.

Selain Tri Sutrisno, hadir dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad itu antara lain putra pahlawan nasional Bung Tomo Bambang Sulistomo, Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, sesepuh NU KH Sholeh Qosim, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Berita, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 30 November 2017

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Pemerintah diminta melakukan pemboikotan produk-produk Shell dan turunannya, karena perusahaan minyak milik Inggris dan Belanda ini di duga sebagai "biang kerok" terjadinya krisis antara Indonesia dengan Malaysia, melalui konsesi eksploitasi minyak di kawasan blok Ambalat oleh Petronas kepada Shell.

"Mereka jelas jelas hendak mengganggu kedaulatan negara kita dan berusaha mengadu domba kita dengan negara tetangga," ungkap anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), Idham Chalid yang dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham melalui telpon selularnya, Senin (21/3).

Hal ini tentunya, kata Idham sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia, karena selain penetapan batas perairan Malaysia itu diklaim secara sepihak, juga yang diberi konsesi untuk mengeksploitasi minyak di Ambalat oleh Indonesia pada awal sebenarnya adalah Shell, tetapi ketika tahap eksplorasi mereka gagal dan tidak mendapatkan apa-apa, sehingga kemudian mereka mengalihkan hak-hanya pada ENI Italy dimana mereka kemudian beruntung karena menemukan cadangan minyak sebesar 1 Miliar barel dan cadangan gas sebsar 40 Trilyun kubik kaki. Karena alasan itulah Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia.

Menurut mantan ketua DPRD Wonosobo ini, Penemuan ini membuat Shell ingin masuk kembali tapi terbentur akibat Indonesia memberikan blok lainnya di East Ambalat  pada Unocal. Sehingga akhirnya Shell pun memamfaatkan Malaysia yang kebetulan sedang merasa percaya diri baik dalam hal ekonomi , politik maupun militer.Selain itu juga mereka memerlukan sumber energy baru untuk negaranya mengingat terbatasnya sumber minyak dan gas di Malaysia dan ini juga yang mendasari Malaysia ikut mengklaim  kepulauan spartly dan paracel termasuk sebagian Natuna yang dimiliki Indonesia.

Karena itu, lanjut Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta kepada pemerintah supaya tegas dengan secepatnya melayangkan teguran kepada perwakilan Shell di Indonesia, dan jika tidak digubris juga, mari kita boikot produk Shell bersama-sama. "Ini untuk menjaga kedaulatan dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia dan dalam posisi ini kita harus tegas," katanya bersemangat.

Sekadar di ketahui Petronas memberikan konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 di Laut Sulawesi kepada PT Shell, 16 Februari 2005. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau, Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Senin, 27 November 2017

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat atau UNU NTB telah diresmikan pada Sabtu (6/12) kemarin. UNU NTB menjadi salah satu dari 23 UNU di Indonesia didirikan pada periode ini di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. pada peresmian kampus UNU NTB di Mataram.

Peresmian dilaksanakan di halaman kantor pusat UNU NTB, di jalan Pendidikan No 6. Mataram, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum, didampingi Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur dan Mustasyar PBNU TGH LM Turmudzi Badaraudin, serta Wakil Gubernur NTB Muh. Amin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sepanjang sejarah berdirinya NU, baru 23 UNU yang didirikan langsung di bawah naungan NU. Berdirinya UNU atas kemudahan yang diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat periode kepemimpinanya yang kedua," kata? Said Aqil dalam sambutannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“SBY berpesan melalui Muh. Nuh pada saat itu agar UNU harus berdiri di seluruh Indonesia,” ungkapnya,

Sebelumnya dalam pengantar singkat Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur mengatakan, NU merupakan bagian penting masyarakat NTB, karena kiprahnya nyata di tengah masyarakat. Karena itu PWNU NTB dengan dibina PBNU berfikir bersama untuk mengembangkan UNU di wilayah NTB. "Semoga bisa berkembang lebih besar lagi," ujarnya.

Wagub NTB H Muh Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar NU karena dari bapaknya sampai dirinya pun bernah berkipran di organisasi NU.

“Saya merupakan keluarga besar NU karena saya pernah jadi ketua PC GP Ansor Kab. Sumbawa dan bapak saya pernah jadi komandan Banser di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya Muh. Amin .

“Kami mengharapkan dengan lahirnya kelahiran UNU NTB sebagai bentuk pengabdian NU bagi bangsa dan khususnya daerah NTB untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” harapnya.

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh TGH LM? Turmudzi Badaruddin, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kakanwil Kemenag Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Ketua BMPS DR. Fatoni dan sekitar 500 masyarakat umum termasuk pengurus badan otonom dan Lajnah NU yang ada di NTB.

Di tempat terpisah, Reto Sernopati, menjelaskan, proses pendrian UNU NTB sebenarnya sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2012. “Perdebatan nama juga cukup alot karena sering terjadi peubahan mulai dari naungan apa dan nama yang tepat apa,” urainya.

“Semula UNU ini akan diberikan nama Universitas Nahdlatul Ulama TGH. Moh. Saleh Hambali, nama itu dicantukkan sebagai pengakuan bahwa nama tokoh lokal harus dinaikkan. Tak lama itu ada tawaran menjadi nama Universitas Nahdaltul Ulama (UNU Mataram) yang detik-detik terakhir sebelum pengesahan dari Kementrian Pendidikan diminta menjadi Universitas Nahdaltul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB),” urainya

Ia menambahkan, UNU NTB semula akan berada di bawah naungan Yayasan Khitah 1926 yang di ketua oleh Ir. H. L. Winengan M Yunus, MM dan Bq. Muliahan, S.Ag, M.Pd.I sebagai sekretaris yayasan. Pada akhirnya juga NU NTB berada di bawah naungan PBNU,” tutupnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Olahraga, Khutbah, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Sehebat Apapun Jurus, Tiada Arti Tanpa Pertolongan Allah!

Klaten, NU Online

Ratusan anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa Klaten Jawa Tengah mengikuti kegiatan ujian kenaikan tingkat pertama (UKT). Kegiatan tersebut dipusatkan di Kompleks Pesantren Al-Muttaqien? Pancasila Sakti Klaten, Ahad (20/9).

Peserta yang lulus dalam ujian pertama ini, ditandai dengan pergantian badge, dari polos ke warna kuning. Usai digembleng dengan berbagai latihan fisik, jurus, serta tenaga dalam mereka diberi ijazah berupa wirid-wirid.

Salah satu Majelis Pendekar Pagar Nusa Klaten, Iman Widodo berpesan kepada para peserta untuk senantiasa mengingat tulisan yang terdapat pada logo Pagar Nusa: Laa Ghaliba illa Billah (artinya: tak ada kemenangan tanpa pertolongan Allah).

Sehebat Apapun Jurus, Tiada Arti Tanpa Pertolongan Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sehebat Apapun Jurus, Tiada Arti Tanpa Pertolongan Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sehebat Apapun Jurus, Tiada Arti Tanpa Pertolongan Allah!

“Pemberian Wirid ini untuk apa? untuk menyadarkan kalian bahwa sekuat apapun fisik kalian, sesempurna apapun jurus, kalian hanyalah nol! tak ada artinya apa-apa tanpa pertolongan Allah swt! tegas Iman.

Iman melanjutkan semua aurod dan hizib yang diajarkan, hanya menjadi sarana untuk mendekat dan meminta pertolongan kepada-Nya. “Karena hal itu juga, di badge kalian itu tertulis: Laa Gholiba illa Billah!” tutur Iman.

Pendekar sejati, lanjut Iman, tidak menggunakan jurusnya dengan sembarangan. “itu artinya, kalau ia tahu pukulannya bisa berakibat fatal bagi orang lain maka sebisa mungkin ia tidak akan memukul sembarangan. Mesti bisa melihat kemaslahatan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan menjaga sikap yang demikan, para pendekar Pagar Nusa akan menjadi individu yang seperti diharapkan Mbah Liem, sebagaimana tertulis di salah satu sudut pondok Al-Muttaqien : Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia! (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pembangunan Gedung Nahdlatul Ulama Cabang Brebes terus berlanjut. Sejak peletakan Batu Pertama Ahad (31/1) tak pernah berhenti. Hingga mencapai triwulan pertama ini, tiada kendala yang cukup berarti karena dana terus mengalir.

“Insya Allah, dua minggu lagi membuat dak (pengecoran, red) untuk pondasi lantai kedua,” terang Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes H Athoillah SE saat memimpin rapat antar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU DAN Panitia Pembangunan di Gedung NU Kamis (13/5).

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Menurut Athoillah, karena pembangunan Gedung ini semakin mendekati penyelesaian lantai pertama, maka diharapkan dukungan semua pihak. “Gedung Nahdliyin (Warga NU, red) ini, perlu mendapat dukungan semua pihak untuk menyelesaikannya,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Termasuk, lanjutnya, dari para simpatisan NU dan para aghnia. “Karena ini gedung milik bersama maka harus dibangun bersama-sama,” ajaknya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, selain penghimpunan dana dari Nahdliyin juga datang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Seperti Pengusaha, Anggota Dewan, Pejabat dan dermawan lainnya. Untuk warga NU penghimpunan dana dilakukan oleh pengurus MWC hingga ranting dan badan otonom NU.

“Bila sudah terkumpul, lalu disetorkan ke pihak panitia,” ujar Athoillah yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan H Sodikin Rachman

Pembaungunan gedung NU, berada di lokasi yang sama di gedung NU lama. gedung baru ini terletak didepannya, tetapi gedung baru akan lebih representatif. Berbagai fasilitas akan dilengkapi, diantaranya home stay, aula dan ruang rapat.

 

Lebih lanjut kang Atho, demikian sapaan akrabnya, memaparkan luas bangunan 33 x 15 meter atau sekitar 500 meter persegi. Bangunan lama akan dipertahankan dan gedung baru mengambil posisi depan yang merupakan halaman dari gedung lama.

“Bangunan lama akan diperuntukan bagi badan otonom, lajnah dan 5 lokal untuk MTs Maarif NU 01 Brebes,” paparnya.

Gedung berlantai dua itu, lanjutnya, diperkirakan akan menelan dana lebih kurang 1,7 milyar rupiah. “Biaya sepenuhnya ditanggung secara gotong royong oleh warga nahdliyin dan simpatisan NU,” jelasnya.

Adapun pemanfaatan gedung tersebut antara lain untuk kantor sekretariat PCNU, badan otonom, dan lajnah-lembaga. Disamping itu tersedia juga fasilitas aula, ruang istirahat dengan 5 kamar VIP dan kamar los dengan 20 tempat tidur. “Minimal, gedung NU nanti bisa digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepada peserta rapat Athoillah menyampaikan hasil-hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar. Hasil-hasil tersebut selanjutnya di gandakan dan diserahkan kepada para Ketua MWC untuk disebarluaskan kepada para pimpinan ranting.

Hadir dalam rapat Pengurus PCNU, MWC NU dan Panitia Pembangunan antara lain Rois Syuriyah PC NU KH Aminudin Masduki, Para Ketua MWC se Kab. Brebes dan Ketua Panitia Pembangunan beserta jajaran Panitia lainnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Nasional, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 22 November 2017

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah

Bojonegoro, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberangkatkan 20 jamaah umrah selama 10 hari sejak 2 Januari kemarin melalui program Biro Umrah NU Bojonegoro. Program pelayanan umrah ini diluncurkan pada 11 Desember 2015 dengan menghadirkan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Bojonegoro.

Di Makkah kini jamaah sedang melaksanakan prosesi ibadah umrah dan sudah melewati serangkaian ibadah seperti doa bersama di Hijir Ismail, Ziarah Jabal Tsur, kunjungan ke Jabal Rahmah, dan pengambilan miqat untuk umrah kedua di Jironah.

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah

Rabu ini kegiatan umrah ketiga dimulai dengan mengambil miqat Tanim, dan Kamis direncanakan ke Madinah untuk melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Agus Sholahuddin selaku Direktur Biro Umrah NU Bojonegoro berharap semua jamaah umrah yang mendaftar sejak 7 November 2015 ini selalu dalam kondisi baik sehingga ibadah berjalan dengan lancar. Ia juga mengimbau keluarga jamaah umrah di rumah selalu berdoa dan tidak khawatir.

Embrio program pelayanan Umrah NU Cabang Bojonegoro berawal dari menjamurnya payanan umrah di Bojonegoro yang disinyalir banyak dikelola oleh kelompok non-NU. Ketua PCNU Bojonegoro dr Kholid Ubed pun mengambil sikap mendirikan biro umrah sebagai syiar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Agus Sholahuddin, banyak kejadian para jamaah pasca umrah menganut pandangan dan amaliah yang menyimpang dari sebelumnya. “Hal ini tidak boleh terjadi pada masyarakat NU Bojonegoro,” imbuh pria menjabat sebagai Pengurus Aswaja NU Center Bojonegoro ini.

Agus mengawal langsung keberangakatan umrah tersebut Sabtu (2/1) kemarin dari kantor PCNU Bojonegoro, pukul 12.00 WIB, lalu perjalanan ke Bandara Juanda selama 3 jam, kemudian pukul 19.00 WIB terbang ke Jeddah transit di Kuala Lumpur. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, Halaqoh, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock