Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Minum obat kencing manis harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dalam waktu lama, bahkan seumur hidup. Hal ini, menurut dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani, untuk melindungi kerusakan organ yang permanen karena kencing manis, tentu saja atas petunjuk dari dokter.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menegaskan, pemberian obat kencing manis dilakukan dengan cara titrasi, artinya dimulai dengan dosis kecil yang dinaikkan secara bertahap. Apabila perlu dikombinasikan dengan beberapa obat lain, harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien untuk mencapai kadar gula darah yang diinginkan.

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

"Seringkali kita mendengar pertanyaan minum obat kencing manis sampai kapan? kalau tidak ada keluhan apakah obat harus terus diminum? kalau minum obat terus menerus apakah tidak merusak ginjal?. Sebelum menjawab beberapa pertanyaan tersebut, perlu kita pahami bahwasanya, pada penderita kencing manis (diabetes mellitus) ? terjadi penumpukan gula darah (glukosa) di dalam pembuluh darah yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah pada pemeriksaan laboratorium," kata dr Atik, Kamis (21/7).

Atik memaparkan, penumpukan gula darah terjadi akibat kegagalan tubuh dalam pemanfaatan glukosa, kurangnya hormon insulin efektif yang lazim terjadi pada penderita kencing manis. Kadar gula yang tinggi inilah yang akan mengganggu banyak organ apabila tidak dikendalikan dengan baik.

"Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan cara pengaturan diit dan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien. Apabila dengan pengaturan diit dan latihan fisik tidak berhasil, maka pada penderita kencing manis harus mulai diberikan obat-obatan kencing manis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, dan pada beberapa pasien dapat diberikan suntikan insulin," paparnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, gula darah puasa antara 95-126 mg/dl, dan gula darah setelah makan antara 150-180 mg/dl. Dengan bahasa sederhana, gula darah manusia ada di kisaran antara 100 dan 200. Apabila target gula darah telah tercapai, maka dosis tersebut akan dipertahankan, dan akan terus dievaluasi, dimonitor dan akan dilakukan penyesuaian. Meskipun kadar gula darah sudah dalam batas normal, dan pasien sudah merasa nyaman, tetap dilakukan monitoring serta evaluasi oleh dokter yang merawat secara rutin.

Kadar gula darah yang teregulasi dengan baik, dapat mencegah terjadinya komplikasi lanjut, penyakit kencing manis seperti, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, kebutaan akibat gangguan saraf mata, stroke dan lain-lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Biasanya kita baru bertekad untuk berobat dengan rutin ke dokter pada saat komplikasi lanjut itu telah terjadi. Padahal, pada kondisi tersebut regulasi gula darah yang baik pun tidak dapat mengembalikan fungsi organ yang telah terganggu karena kerusakan organ tersebut bersifat permanen atau menetap," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Olahraga Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 01 Februari 2018

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ada yang berbeda di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) pada Rabu pekan lalu. Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut kedatangan dua tokoh sekaligus ulama besar, yaitu Prof M. Quraish Shihab dan Anregurutta Sanusi Baco.?

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama

Quraish Shihab merupakan Direktur Pusat Studi al-Quran yang juga pakar tafsir Al-Quran, sedangkan Gurutta Sanusi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel dan Mustasyar PBNU.

Keduanya dipertemukan dalam kegiatan Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat di UIM. Quraish Shihab dan Gurutta Sanusi merupakan sahabat sejak dulu, keduanya bersama-sama menimba ilmu di negeri Piramida Mesir.

Pada kegiatan tersebut, keduanya banyak bernostalgia ketika masa mudanya. Gurutta Sanusi memulai pembicaraannya dengan bercerita tentang peran Quraish Shihab dalam pembangunan Universitas Islam Makassar (UIM).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir tersebut menjelaskan bahwa Quraish Shihab banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Gazali yang merupakan cikal bakal dari UIM. Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau ketika menjabat sebagai Wakil Rektor di Institut Agama Islam Negeri Makassar.

Quraish Shihab pun bercerita, sejak dulu beliau bersahabat dengan Gurutta Sanusi, mereka berdua sama-sama belajar di Universitas Al-Azhar. Bahkan setelah pulang dari Mesir pun keduanya bersama-sama keliling berdakwah di Sulawesi Selatan.

Selain itu, penulis Tafsir Al-Misbah tersebut kagum dan memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Gazali. Menurut Quraish, perkembangan pesat UIM yang dicapai saat ini tidak lepas dari keikhlasan para pendirinya, termasuk Gurutta Sanusi Baco.

Berbicara tentang Islam Moderat, keduanya pun punya pandangan yang sama. Gurutta Sanusi beranggapan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Prof Quraish pun megungkapkan bahwa radikalisme adalah buah dari ekstremisme, sedangkan akarnya adalah kurangnya pengetahuan seseorang dan juga karena emosi yang berebihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua tokoh tersebut memang dikenal sebagai tokoh yang moderat dan mencerahkan. Nasihat-nasihatnya pun banyak menjadi rujukan saat ini. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kitab Ihya Ulumiddin dibaca tidak berurutan dari jilid awal sebagaimana lazimnya membaca kitab. Kalau kitab Ihya ini dibaca berurutan, maka konsekuensinya pembacaan kitab tidak tamat atau pembacanya mengalami peristiwa-peristiwa ghaib.

Demikian disampaikan Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar di kediamannya, Pengaleman Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/6).

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

"Saya juga mengalami hal serupa saat saya mengajarkan kitab Ihya sampai pada Bab Sakaratul Maut, Istri saya dipanggil oleh Allah SWT," katanya dengan raut muka sedih menceritakan kisah hidupnya.

Selain itu, seseorang yang hanya belajar beberapa bagian saja dari kitab ini bisa-bisa mengalami kebingungan dan tidak bisa memahaminya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dalam kitab ini ada bab di mana kita kebingungan dalam memahami maksudnya. Tetapi, kebingungan ini akan terobati pada bab selanjutnya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, kiai yang berpenampilan sangat sederhana ini juga menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang meragukan kandungan Kitab Ihya Ulumuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Orang ini kemudian bermimpi bertemu dengan Imam Ghazali yang menyampaikan keraguannya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu Nabi memberikan kayu kepada Imam Ghazali untuk memukul orang yang tidak percaya ini," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini.

Ia mengatakan bahwa setelah orang itu bangun terlihat sekujur tubuhnya membiru dan sakit seperti habis dipukul dengan kayu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pada 1-3 Juni 2016, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) XX yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Konbes XX diikuti oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah Ansor se-Indonesia. ?

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

“Konbes akan membahas dan mengesahkan beberapa Peraturan Organisasi sebagai langkah untuk memperkuat kelembagaan organisasi dan beberapa rekomendasi sebagai respons terhadap berbagai isu dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan mutakhir,” ujar Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis persnya.

Kegiatan Konbes ini dirangkai dengan Apel Kesetiaan Pancasila dan Ansor Bersholawat. Apel Kesetiaan Pancasila digelar sore tadi di Alun-alun Palimanan Cirebon. Sedangkan Ansor Bersholawat dan Pembukaan Konbes dilaksanakan Rabu, 1 Juni 2016 malam di halaman Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Persidangan Konbes akan berlangsung sampai Jumat, 3 Juni 2016 dan diakhiri dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Apel Kesetiaaan Pancasila melibatkan 3.000 pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dari semua kesatuan dan unit dan diikuti juga oleh unsur TNI dan Polri serta delegasi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Dalam apel ini juga telah dilakukan penandatanganan Ikrar Kesetiaan Pancasila oleh semua elemen pemuda.

Apel yang diselenggarakan di Cirebon ini merupakan representasi dari Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar oleh GP Ansor di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat GP Ansor telah menginstruksikan kepada semua Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia untuk menggelar Apel Kesetiaan Pancasila pada 1 Juni 2016.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Jadi, selain di Cirebon yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat dan Satkornas Banser, juga digelar apel yang sama di seluruh daerah mulai dari Sabang sampe Merauke yang dilaksanakan oleh GP Ansor dan Banser secara serentak pada tanggal 1 Juni 2016,” jelas Gus Tutut.

Sebagaimana kita ketahui, imbuhnya, saat ini banyak bermunculan kelompok dan gerakan anti-Pancasila, baik akstrem kanan ataupun ekstrem kiri. Bagi Ansor, ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sikap GP Ansor, sebagaimana juga sikap NU, sangat tegas. Siapa saja dan organisasi apa saja ? yang terang-terangan bertentangan, apalagi melawan ideologi Pancasila, haruslah ditetapkan sebagai organisasi subversif yang tidak boleh leluasa hidup mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. GP Ansor berada di setiap jengkal NKRI dan akan memberikan yang terbaik untuk tanah air ini, termasuk darah dan nyawa,” tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Maraknya berita bohong yang bersebaran di berbagai media sosial, membuat Nahdliyin perlu waspada. Kabar tidak benar tersebut, apabila tidak disikapi dengan sikap hati-hati dapat menimbulkan perpecahan dan fitnah.

“Hati-hati denagn medsos, berita hoax yang mengarah ke fitnah seliweran. NU difitnah dan dibentur-benturkan. Untuk itu, mari kita rekatkan barisan, sesama NU jangan mudah salah paham,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Inshof Plesungan KH Abdullah Saad, pada acara pelantikan Pengurus Ranting Jetis, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Senin (20/2) malam.

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Untuk itu, pengurus JATMAN Idarah Aliyah itu mengimbau, Nahdliyin di daerah agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Jagalah persatun dan kesatuan, agar negara aman tentram, serta tetap mengikuti komando dari PBNU,” kata dia.

Ditambahkan Gus Dullah, para pengurus NU juga perlu untuk member pemahaman kepada masyarakat serta anggota, tentang paham Aswaja, sebagaimana yang telah diperjuangkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama NU lainnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam acara itu, prosesi pelantikan Pengurus Ranting NU Jetis berjalan dengan penuh khdimat. Amanah Rais Syuriyah diemban Kiai Sulaiman, sedangkan Ketua Tanfidziyah dipegang Giman.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Oleh Munandar Harits Wicaksono

Islam sebagai agama, dianggap penting karena memiliki dua rujukan yang dengan keduanya manusia diatur sedemikian rupa. Al-Qur’an, sebagai rujukan yang pertama merupakan sebutan untuk lafadh yang Tuhan turunkan kepada Nabi Muhammad di mana bacaannya mengandung sisi ijaz (melemahkan; mukjizat) bagi penentangnya dan bernilai ibadah dengan membacanya. Sementara hadits, sebagai rujukan kedua adalah ucapan Nabi Muhammad pasca ia diangkat Tuhan menjadi utusannya.

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Keduanya merupakan wasilah Tuhan memperkenalkan diri-Nya, mengingatkan manusia mengenai hakikat hidup, dan tak luput mengatur segala aspek mulai dari skala mayor dan urgen seperti perkara ketuhanan, konsep interaksi dengan sesama manusia, hingga perkara kecil nan sepele seperti halnya berpakaian dan lain-lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di masa awal pembentukan syariat, keberadaan Nabi Muhammad sebagai penyambung lidah Tuhan sangat dibutuhkan. Hadits sebagai ucapannya punya kedudukan tidak hanya sebagai penjelas, tapi dalam berbagai masalah menjadi pijakan hukum atas hukum yang belum tersebut dalam Al-Qur’an. Maka ketika muncul suatu masalah yang belum diketahui hukumnya, mudah saja orang di masa itu akan segera bertanya kepada beliau. Kemudian dalam beberapa kasus Tuhan akan mengklarifikasi maupun memperkuat jawaban Rasulullah tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Meskipun demikian, Islam di masa itu tidak serta-merta menetapkan hukum sepihak semacam diktator. Dalam berbagai kesempatan Nabi Muhammad mengatakan, "Permudahlah, jangan mempersulit!" Bahkan ucapan itu diulang-ulang sampai tiga kali, menunjukkan betapa kuatnya anjuran tersebut.

Hal ini jelas kontradiktif dengan apa yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini. Kita dihadapkan pada fenomena merebaknya pemikiran-pemikiran kaku yang sangat enggan berinovasi dalam beragama. Menggunakan dalih hadits "Setiap perbuatan bidah atau yang tidak dicontohkan Muhammad adalah sesat" mereka seenaknya sendiri menyalah-nyalahkan golongan lain.

Padahal, hadits yang diucapkan ini sejatinya masih sangat global. Dalam redaksi bahasa Arab lafadh kullun yang memiliki makna setiap (seperti dalam hadits di atas) memiliki 2 padanan makna. Terkadang lafadh kullun ini digunakan untuk makna jam , yang berarti ia tidak menerima pengecualian. Kadang pula ia bermakna jami dimana ia menerima pengecualian.

Berkaca pada hal tersebut, para cendikiawan muslim moderat memberikan definisi yang relevan dengan makna bidah yang dikehendaki Nabi. Salah satu definisi yang adil menyebutkan bidah adalah sebuah ajaran baru yang dibuat-buat untuk menandingi syariat.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah semisal acara 40 hari memperingati kematian yang di dalamnya terdapat kandungan silaturahim, membaca Al-Qur’an bersama dan segala perbuatan baik lainnya dibuat untuk menandingi syariat? Tentu tidak.

Seperti inilah yang kami maksudkan sebagai fenomena pemikiran kaku dan enggan berinovasi di atas. Hal ini diperparah dengan masyarakat kita yang cenderung hanya melihat cover dan mengabaikan substansi sebenarnya. Padahal, sejatinya sudah menjadi maklum bersama, mengingat Wali Songo di masa penyebaran Islam di Tanah Jawa juga membungkus ajaran-ajarannya dengan budaya.

Satu yang menarik terkait inovasi dalam beragama adalah sebuah riwayat hadits yang disebutkan dalam kumpulan hadits Imam Nawawi dalam kitab Riyadlush Shalihin. Disebutkan suatu ketika seorang Baduwi melakukan tawaf mengelilingi kabah menyebutkan kata-kata yâ karîm (yang tentu tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad) berulang kali. Heran akan hal tersebut, Nabi Muhammad menghampirinya bersamaan dengan turunnya Jibril. Lalu terjadilah percakapan yang sejatinya melibatkan 4 subjek. Tuhan, Jibril, Muhammad dan orang Baduwi tadi.

Singkat cerita, Tuhan melalui Jibril, disampaikan oleh Muhammad, bertanya pada Baduwi tersebut, "Apakah kau kira dengan mengucapkan yâ karîm (wahai Yang Maha Mulia), Tuhan akan mengampuni dosa dan memperingan timbangan burukmu?" Secara spontan baduwi itu menjawab "Kalau Tuhan berani menimbang amalanku, akan kutimbang balik Ia!" Mendengar jawaban tersebut Nabi Muhammad kaget bukan kepalang. Lantas ia bertanya, "Bagaimana bisa?" Baduwi segera menjawab "kalau Tuhan menimbang amalan burukku, akan kutimbang pula rahmat dan kasih sayangNya. Saya yakin rahmat-Nya jauh lebih besar daripada dosa saya." Lalu apa kata Tuhan? Tuhan justru berkata "Muhammad, sampaikan pada Baduwi itu, aku tidak akan menimbang-nimbang amal buruknya."

Menarik. Ada dua poin utama dalam hadits tersebut yang bisa kita ambil kesimpulan. Yang pertama adalah bagaimana baduwi tersebut melakukan sebuah perbuatan yang tidak pernah diajarkan Nabi Muhanmad. Ia berinovasi dengan melakukan perbuatan yang membuat Rasulullah terheran-heran, namun secara substansial ia menyetujuinya.

Poin kedua adalah terkait pola pikir inovatif Baduwi tersebut. Bagaimana ia dengan cerdas justru hendak menggugat Tuhan. Pola pikir seperti inilah yang mati suri dalam masyarakat kita dewasa ini. Kita terlampau asyik dalam pola pikir jumud yang tidak kunjung usai. Padahal, justru dengan pola pikir inovatif dan sedikit “nakal” seperti inilah Islam bisa maju dan berkembang. Selama, ia tidak keluar dari batas koridor kewajaran.[]

Penulis adalah Alumnus MAPK Surakarta tahun 2013/2014. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Al Ahqoff, Tarim, Hadramaut, Yaman. Menyukai puisi, sastra dan sedikit kopi. Bisa dihubungi lewat akun twiter @munandarharits1



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu satu strategi para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam adalah dengan tulisan. Karya-karya mereka dalam bentuk kitab kuning, dibaca dan dikaji generasi Islam di zaman berikutnya, sehingga ajaran tetap hidup sampai sekarang.

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Hal itulah yang mendasari kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat sejak 19 tahun yang lalu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencetak generasi santri Islam yang produktif dalam menulis.

“Syiar Islam bisa dilakukan lewat tulisan Anda,” kata salah seorang pemateri GSM, A Zaini Bisri, di Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu (16/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senada dengan Zaini, KH Mohammad Dian Nafi, pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan, mengaku beruntung para santrinya mendapatkan pelatihan jurnalistik ini. “Pelatihan ini bisa mewujudkan spirit iqro’ dan meningkatkan kemampuan keilmuan santri,” ungkapnya.

Di dalam acara pelatihan ini, santri mendapat banyak ilmu jurnalistik. Mulai dari motivasi menulis hingga teknik menulis berita semua dijelaskan oleh para ahlinya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau kau ingin dikenang, jadilah penulis!” kata Kiai Dian di hadapan para peserta.

Peserta yang terdiri dari para santri dan mahasiswa di Solo dan sekitarnya itu mengikuti acara dengan antusias. Salah satunya Eko Rohmadi (22). Santri yang tengah kuliah di IAIN Surakarta itu mengaku tertantang untuk mulai berani menulis di media massa. Misalnya menulis artikel.

“Kalau kepikiran untuk menjadi jurnalis belum. Tapi saya tertantang menulis artikel,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Aina Alyya (16) mengatakan, dia tidak sabar untuk mempraktikkan teori jurnalistik yang didapatkan pertama kalinya. Meski sempat sulit mencerna, tapi secara perlahan siswa Kelas XI IPA SMA Al-Muayyad Surakarta itu memahaminya.?

“Kalau tulis menulis ya sering. Tapi menulis berita atau artikel belum. Dari pelatihan ini, saya mengerti dan tertantang,” katanya.

Selama bulan Ramadhan, rencananya panitia akan mengadakan kegiatan Santri Menulis ini selama 10 hari di 10 Kota se-Jawa Tengah. Di Solo Raya, diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Sukoharjo dan Pesantren Sunan Gunung Jati, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Nahdlatul, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta

Tangerang Selatan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, agar manusia bisa mengamalkan apa yang disampaikan Nabi Muhammad, yaitu menyempurnakan akhlak, maka harus bersikap adil. Menurutnya, Al-Qur’an banyak sekali menyebut tentang sikap adil.

“Di Surat Al-Maidah ayat delapan ada itu. Di surat Annisa ayat seratus tiga puluh lima. Awalnya hampir sama (antara Al-Maidah delapan dan Annisa seratus tiga puluh lima), ‘Ya ayyuhalladzina kunu qowwamina bukan lillah, bis qisthi syuhada’a lillah’,” kata Gus Mus di Masjid Bayt Al-Qur’an Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (11/5) malam.

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta

Surat Annisa tersebut, kata kiai akrab disapa Gus Mus, menjelaskan bahwa kalau seseorang tidak adil berarti tidak karena Allah. Kalau seseorang melakukan sesuatu karena Allah maka ia akan berlaku adil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Manusia sulit berlaku adil karena mereka memiliki emosi yang condong ke arah benci maupun ke arah cinta terhadap suatu hal ataupun seseorang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad mengajarkan untuk bersikap moderat ataupun tengah-tengah. Karena adil tidak bisa dilakukan oleh orang yang terlalu cinta maupun orang yang terlalu benci.

“Anda kalau terlalu benci, Anda tidak bisa adil. Anda terlalu cinta, tidak bisa adil. Karena adil itu di tengah,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana yang tertera dalam surat Al-Maidah ayat delapan tersebut, Gus Mus menyatakan, jika seseorang ingin melaksanakan kebenaran maka sikap adil harus menjadi landasannya. Menurutnya, seseorang harus adil meskipun di dalam menegakkan kebenaran.

“Kalau kita terlalu semangat, lalu kita lupa bahwa kita harus adil meskipun di dalam menegakkan kebenaran,” urainya.

Bahkan, jangan sampai kebencian seseorang terhadap suatu hal ataupun orang lain menyebabkannya untuk tidak berbuat adil.

“Jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeretmu, mendorongmu untuk tidak adil,” terangnya.

Kata kaum di dalam Surat Al-Maidah itu, imbuh Gus Mus, merujuk kepada orang-orang kafir. Maka dari itu, ia berpendapat, berbuat tidak adil kepada orang kafir saja dilarang, apalagi kepada sesama umat Islam.

“Kalau kepada orang kafir saja kita tidak boleh tidak adil, apalagi kepada sesama kaum yang beriman,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Bahtsul Masail, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 08 Desember 2017

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. NU didirikan berdasarkan tiga pilar yang meliputi kebangsaan (Nahdlatul Wathon), pemikiran (Taswirul Afkar), dan pemberdayaan ekonomi (Nahdlatut Tujjar). Dari ketiga aspek tersebut, saat ini yang memerlukan perhatian lebih adalah masalah pemberdayaan ekonomi.

Salah satu cara untuk meningkatkan taraf ekonomi warga NU adalah melalui pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Kemajuan sebuah negara, menurut Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, sangat ditentukan seberapa banyak entrepreneur yang dimiliki oleh negara tersebut.?

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren

“Negara maju seperti Amerika Serikat entrepreneurnya 12 persen, Inggris 10 persen, Singapura 7 persen, Malaysia 6 persen, Thailand 3 persen, Indonesia baru 1.6 persen,” katanya di gedung PBNU baru-baru ini. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Marsudi yang juga salah satu komisaris PT ? Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini, potensi pasar Indonesia sangat besar karena penduduknya berjumlah 240 juta. “Siapa saja yang jadi entrepreneur, pasarnya jelas. Malaysia pasarnya cuma 30 juta. Dengan menjadi entrepreneur maka akan menguasai kekuatan ekonomi,” tandasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan, Rasulullah merupakan entrepreneur yang sukses. Pada usia 12 tahun ia sudah diajak berdagang dan ketika dewasa sudah melakukan join dengan Siti Khatijah sehingga pada usia 25 tahun sudah menjadi orang kaya raya sampai akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri.?

“Kiai NU harus membumikan sepertiga kitabnya, tidak hanya membaca atau menghukumi saja, tetapi dipraktekkan,” imbuhnya.?

Karena itu, ia sendiri membangun pesantren entrepreneur di kawasan Kedoya, Jakarta barat untuk mendorong lingkungan santri berwirausaha.

Seperti juga negara, organisasi yang kuat adalah organisasi yang punya banyak entrepreneur karena Qur’an menyeru untuk membayar pajak atau zakat. Kalau bisa jadi pembayar zakat, bukan pencari zakat. “Disini kiai NU ditantang untuk membumikan agar masyarakat NU bisa menjadi pembayar zakat, bukan penerima zakat.”?

Ia menjelaskan, untuk belajar entrepreneurship banyak cara yang bisa dilakukan, tak harus di bangku kuliah. “Bisa diajak langsung berbisnis atau ditraining seperti zaman Rasulullah,” ujarnya.

Sejauh ini, PBNU telah menyelenggarakan sejumlah upaya pengembangan ekonomi seperti pelatihan Baitul Mal wat Tamwil (BMT), pendirian koperasi, pendirian Himpunan Pengusaha NU (HPN) dan lainnya. Ia berharap agar keputusan tentang pengembangan sektor ekonomi ini diperkuat dalam muktamar ke-33 NU mendatang.?

Dosen ekonomi syariah universitas Trisakti ini menjelaskan, dari sejak PBNU dipimpin oleh Gus Dur, ia sudah terlibat dalam pendirian Induk Koperasi Pesantren (Inkopontren) yang sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya karena sudah terdapat sekitar 3 ribu koperasi di lingkungan pesantren.

“Dulu ketika para kiai ditanya, jawabnya, ‘saya kan ngak ngurusi bisnis’ karena anggapannya dunia bisnis itu gelap sekali. Tipu menipu, sekarang sudah mulai jadi,” ucapnya dengan nada optimis. ? (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pondok Pesantren, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 25 November 2017

Thariqat dan Doa-doa Gus Dur 2 (Habis)

PADA AWALNYA, shalawat atas Nabi dianggap sebagai doa bagi Nabi, karena kecintaan kepadanya. Akan tetapi dalam perjalanannya ia kemudian dipandang sebagai puji-pujian dan penghormatan untuk Nabi yang hidup di samping Tuhan. Praktik ini memperoleh legitimasi dari kitab suci Al-Qur’an.

Tuhan mengatakan, “Jika engkau mencintai Tuhan, maka ikutilah Nabi. Maka Tuhan akan mencintaimu," Dan bukan hanya manusia yang dianjurkan Tuhan untuk membaca salawat (penghormatan) untuknya, melainkan juga Tuhan sendiri dan para Malaikat. Tuhan mengatakan :

Thariqat dan Doa-doa Gus Dur 2 (Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqat dan Doa-doa Gus Dur 2 (Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqat dan Doa-doa Gus Dur 2 (Habis)

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّو عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab [33]:56).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Shalawat dianggap syarat penting agar doa dikabulkan. “Permohonan (doa) akan dianggap berada di luar pintu langit sampai orang yang berdoa itu mengucapkan shalawat untuk Nabi.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penyair Turki abad pertengahan, Asyiq Pasha, mengingatkan orang-orang senegerinya tentang eksistensi primordial Nabi Muhammad saw, yang menjadi suatu segi yang begitu penting dalam profetologi mistikal:

Adam masih berupa debu dan lempungMuhammad telah menjadi NabiDia telah dipilih TuhanUcapkan shalawat untuknya(Annemarie, Dan Muhammad adalah Utusan Tuhan, hlm. 145).

Kaum sufi di manapun berada selalu membaca shalawat berkali-kali baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dalam jama’ah (kumpulan/kelompok), untuk mengantarkan permohonannya kepada Tuhan. Mereka gemar sekali menyenandungkan do’a shalawat itu dalam bentuk puisi-puisi yang indah. Annemarie Schimmel, pakar mistisisme Islam, pengagum berat Ibn Arabi dan Rumi, menginformasikan bahwa di beberapa kalangan Afrika Utara orang bisa  mendatangi pertemuan-pertemuan shalawat di mana orang itu ikut serta dalam doa bersama untuk Nabi dan berharap agar permintaan yang diucapkan dalam pertemuan semacam itu akan segera dikabulkan. Salah satu do’a shalawat yang popular di sana adalah Doa Pelipur Cordova. (Annemarie, hlm. 143).

“Wahai Allah, berkahilah dengan berkah yang istimewa tuan kami, Muhammad, yang olehnya segala kesulitan terpecahkan, segala kesedihan terhiburkan, segala masalah terselesaikan, yang melaluinya hal yang diinginkan dapat dicapai dan yang dari air mukanya yang mulia awan meminta hujan, dan berkahilah keluarganya dan sahabat-sahabatnya”.

Betapa pentingnya shalawat atas Nabi saw untuk mengawali do’a kepada Tuhan, mengingatkan saya pada Qasidah Burdah, karya sufi penyair Imam Bushairi. Bushiri, sastrawan sufi legendaries abad ke 13, menulis kasidah ini ketika dia mengalami sakit berkepanjangan, stroke. 

Sepanjang hari sepanjang malam dia berdoa sampai begitu lelah dan tertidur. Suatu malam ia bermimpi bertemu nabi. Nabi yang mulia mengusapkan tangannya ke wajah Bushairi lalu menyerahkan selendangnya (burdah). Bushairi terjaga dari mimpinya dan melihat dirinya tak lagi sakit.  Semula kumpulan Nazham (puisi-sajak) dengan akhir huruf mim (karena itu biasa disebut ;  Al-Mimiyah) diberi judul panjang: Al-Kawakib al-Durriyyah fi Mad-hi Khairi al-Bariyyah (Bintang-Gemintang berpendar gemerlap yang memuji Manusia Paripurna). Akan tetapi karena terlalu panjang hingga menyulitkan orang menyebut dan mengingatkannya, maka diambillah kata “Al-Burdah al-Bushiri” (selimut atau selendang). 

Ketika saya di ke Iskandariyah, Mesir, tahun 1982, saya menyempatkan diri ziarah dan berdo’a di pusara penyair sufi besar ini, tidak jauh dari makam sufi besar; Said Mursi. Di pesantren, saya sempat menghapalnya meski serba sedikit. Tetapi banyak santri yang hapal di luar kepala. Di Universitas Kairo, kasidah ini diajarkan pada setiap hari Kamis dan Jum’at. 

Di bawah ini adalah beberapa saja dari bait puisi Bushairi yang seluruhnya berisi 160 bait, yang masih saya hapal. Sebuah Puisi yang memperlihatkan kerinduan Bushairi kepada Nabi Saw. Kasidah ini didendangkan dengan bahar(nada dan ritme) Basith : Mustaf’ilun fa’ilun.

أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِى سَــــلَمٍ    Ù…َزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ

أَمْ هبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَـــةٍ    ÙˆØ£ÙŽÙˆÙ’مَضَ الْبَرْقُ فِي الظَّلْمَاءِ مِنْ إِضَـمِ

فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَــا    ÙˆÙŽÙ…َا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِــــمِ

أَيَحْسَبُ الصَّبُّ أنَّ الْحُبَّ مُنْكَتِـــمٌ    Ù…َا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمُضْطَّــــــرمِ

لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعاً عَلَى طَـلَلٍ    ÙˆÙŽÙ„َا أرقْتَ لِذِكْرِ البَانِ والعَلــــمِ

فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبّاً بَعْدَ مَا شَــهِدتْ    Ø¨ÙÙ‡Ù عَلَيْكَ عَدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّــــقَمِ

وَأَثْبَتَ الوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرةٍ وَضَــنىً    Ù…ِثْلَ البَهَارِ عَلى خَدَّيْكَ وَالْعَنَــــمِ

نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَـنِي    ÙˆÙŽØ§Ù„ْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتَ بِالْأَلَــــمِ

يَا لَائِمِي فِي الْهَوَى الْعُذرٍيِّ مَعْذِرَةً    Ù…ِنِّي إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُــــمِ

Aduhai, apakah karena kau rindu

pada tetangga di kampung Dzi Salam 

Air bening menetes satu-satu

Dari sudut matamu 

Bercampur darah 

Ataukah karena semilir angin 

yang berhembus

dari Kadhimah

Dan kilatan cahaya 

dalam pekat malam

Apakah kekasih mengira

Api cinta yang membara di dada

Dapat dipadamkan air mata?

Andai bukan karena cinta

Puing-puing tak mungkin basah airmata

Andai bukan karena cinta

Matamu tak mungkin jaga sepanjang malam

Membayangkan keindahan gunung gemunung

Dan semerbak pohon kesturi 

Dan tinggi semampai pohon pinus

Mana mungkin kau ingkari cintamu

Padahal ada saksi menyertaimu

Ketika air matamu berderai-derai

Dan kau jatuh sakit begitu memelas

Dukamu menggoreskan 

Tetes air mata dan luka

Bagai mawar kuning dan merah

Pada dua pipimu yang ranum

Ya, aku melihat kekasihku

Berjalan ketika malam muram 

Hingga mataku selalu terjaga

Cinta telah mengganti riang jadi nestapa

Seluruh do’a, dzikir dan shalawat atas Nabi ditujukan kepada Allah, hanya kepada Dia, tidak kepada yang lain, termasuk tidak kepada Nabi Muhammad Saw. Karena hanya Dialah Pemilik segala, hanya Dialah Penguasa atas semesta raya dan hanya Dialah Yang mengabulkan segala permohonan hamba-hamba-Nya. 

Dialah Titik Pusat dari segala. Pengaduan kepada manusia, siapapun dia, akan kegundahan dan curahan hati karena kemelut hidup yang acap kali datang menghempaskan jiwa dan pikiran, seringkali mengecewakan. Mereka tak mampu memberi jalan terang, dan tak bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan yang terus dan terus mengalir bagai air yang sangat deras. Mereka acapkali juga sibuk dengan urusan dan kegalauannya sendiri-sendiri. Mereka juga membutuhkan kepentingan hidup yang juga terus mengejar mereka siang dan malam. Tetapi tidak bagi Tuhan. Dia tidak membutuhkan apa-apa dan siapa-siapa. Sebaliknya Dialah Yang selalu Memberi. Dia bahkan amat senang jika hamba-hamba-Nya meminta.

Gus Dur pastilah sangat mengenal bait-bait puisi Burdah al-Bushiri di atas, bahkan sebagian atau semuanya mungkin dihapal dengan baik. Saya meyakini hal itu pada Gus Dur, karena kedua Qasidah Burdah di atas amat popular di kalangan para santri. 

Mereka menghapalnya lalu mendendangkannya dengan nada-nada lagu yang indah dalam acara-acara yang relevan. Hal yang sama juga dilakukan mereka dalam Burdah Madaih atau Na’tiyah, karya Ka’ab bin Zuhair. Burdah ini berisi penghormatan dan pujian kepada Nabi. Ia dikenal dengan Qasidah “Banat Su’ad” (putri-putri Su’ad). Ini karena Qasidah Burdah yang terdiri dari 58 bait ini diawali dengan kalimat :

بانتْ سُعادُ  ÙÙ‚لبي اليومَ متبولُ ...      Ù…ُتيمٌ إثرها، لْم يُفدَ مكبُولُ

Kaab Bin Zuhair, adalah seorang penyair terkenal pada masanya. Ia suka sekali mencacimaki Nabi. Sikap itu membuat hidupnya jadi galau. Ia lalu menemui Nabi dan menyanyikan kasidah tersebut di hadapan beliau. Nabi begitu senang mendengarnya, lalu memberinya selendang (burdah) yang sedang dikenakannya. Kiai Sa’id Aqil Siraj, ketua umum PBNU, sering menyanyikan puisi-puisi ini manakala memberikan pengajian umum di berbagai pesantren dan pada komunitas warganya: Nahdlatul Ulama. Ia hapal di luar kepala kedua qasidah burdah itu.  

Sebagian orang, sebut saja antara lain kelompok Wahabi di Saudi Arabia, menyebut “tawassul” dengan salawat seperti ini sebagai praktik kemusyrikan (menyekutukan Tuhan). Tawassul, menurut mereka berarti meminta kepada manusia, meskipun ia seorang Nabi dan kekasih-Nya, bukan kepada Tuhan. Kita telah maklum Wahabi adalah kelompok tekstualis. Mereka memaknai segala teks secara harfiyah, dan tidak setuju dengan pemaknaan metaforis (majaz) dan aforisme-aforisme sufistik. Biarkan saja, tak mengapa. Itu hak mereka. Dan itu menunjukkan batas pengetahuan mereka. Tetapi kita tentu amat menyesalkan bila kemudian mereka memaksakan pandangannya kepada orang lain, melalui cara-cara kekerasan, “hate speech” atau bahkan dengan menghunuskan pedang atau meledakkan bom. 

Tawassul dan do’a-do’a Gus Dur itu kini telah menyebar di mana-mana, dikasetkan , di CD kan, di Youtube kan, atau disimpan di HP, diputar berulang-ulang, didengarkan dengan penuh khusyu’ di kendaraan-kendaraan pribadi, dan dilantunkan para pengagumnya di berbagai kesempatan menghormat atau mendiskusikan Gus Dur. Beliau menyanyikannya dengan nada-nada elegi dini yang sendu, bagai sembilu yang menyayat-nyayat qalbu. Bait-bait do’a, salawat dan tawasul yang disenandungkan Gus Dur itu sesungguhnya tidaklah asing bagi para santri. Ia telah berabad ditembangkan di pesantren-pesantren dan surau-surau. Suara Gus Dur memang tak semerdu suara Hadad Alwi atau Abdul Halim Hafiz, penyanyi kondang dari Mesir atau lainnya. Tetapi lantunan Gus Dur, meski  bersahaja, terasa memiliki makna keindahan mitis dan magis yang menghunjam qalbu dan menyimpan rindu-rindu. Ini tentu karena Gus Dur melantunkannya dengan suara hatinya yang bening dan ketulusan cintanya yang penuh.

Di bawah ini adalah doa-doa yang selalu dibaca Gus Dur di samping do’a-do’a yang lain. Semua orang pesantren dan kaum Nahdliyyin mungkin sudah tahu atau bahkan hapal doa-doa itu. Doa-doa ini seluruhnya mengandung permohonan ampunan Tuhan. Do’a pertobatan yang secara literal berarti kembali kepada Tuhan. Ada juga di dalamnya yang memohon petunjuk ke arah jalan lurus (amal saleh) dan anugerah ilmu yang bermanfaat. Sebagian ada yang diawali dengan tawassul melalui Al-Musthafa, Nabi Muhammad Saw. Doa yang terakhir konon ditulis oleh Abu Nawas, sang cendikiawan dan sastrawan terkemuka yang jenaka tetapi amat cerdas itu. Hampir semua orang mengenal cerita-cerita jenaka orang ini dan mendongengkannya kepada anak-anak mereka, terutama menjelang tidur. Ia, ketika muda, konon, pernah menjalani kehidupan glamor, mabuk dan urakan, tetapi cara itu kemudian disadarinya akan mencelakakannya kelak. Tahun-tahun terakhir hidupnya Abu Nawas bertobat dan menjalani hidupnya sebagai seorang zahid, asketik.  

Dengan doa-doa itu, kita tentu paham bahwa Gus Dur selalu mohon ampunan kepada Tuhan. Para Nabi, orang-orang arif, kaum sufi dan orang-orang yang rendah hati setiap hari mohon ampunan-Nya, ratusan dan ribuan kali. 

Doa Pertobatan 1

مَوْلاَىَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا

عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرَ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا

وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ اْلكَرَمِ

هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِى تُرْجَى شَفَاعَتْهُ

لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْاَهْوَالِ مُقْتَحِمِ

Wahai Tuhanku,

Anugerahi kedamaian dan keselamatan

Selama-lamanya

Pada sang kekasih-Mu : Ahmad

Ciptaan-Mu yang  terbaik dari semuanya

Berkat al Musthafa, sampaikan maksud-maksudku

Ampunilah dosa-dosa yang lewat

Wahai Yang Maha Mulia

Al-Musthafa, dialah sang kekasih

Pertolongannya diharap-harap

Bagi setiap kegelisahan yang memuncak

Do’a Pertobatan 2 

إِلَهِى لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً

وَلَا أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ

فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى

فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ اْلعَظِيْمِ

ذُنُوْبِى مِثْلُ عْدَادِ الرَّمَالِ

فَهَبْ لِى تَوْبَةً يَا ذَالْجَلاَ لِ

وَعُمْرِى نَاقِصٌ فِى كُلِّ يَوْمٍ

وَذَنْبِى زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِى

إِلَهِى عَبْدُ كَ اْلعَاصِىِى أَتَاكَ

مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَا كَ

وَاِنْ تَغْفِرْ فَأَ نْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ

وَاِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

Wahai Tuhanku

Aku bukan orang yang pantas tinggal di surga-Mu 

Tetapi aku juga tak sanggup di neraka-Mu 

Anugerahi aku kemampuan kembali pada-Mu

Dan ampuni dosa-dosaku

Karena hanya Engkaulah 

Satu-satunya yang bisa memberi ampun

dosa-dosa besar

Dosa-dosaku bak jumlah butir pasir di bumi

Anugerahi aku kemampuan kembali pada-Mu

Wahai Yang Maha Agung

Umurku berkurang setiap hari

Tetapi dosaku bertambah-tambah saja

Bagaimana aku sanggup menanggungnya

Wahai Tuhanku,

Hamba-Mu yang berdosa

Telah datang, telah datang

Mengakui begitu banyak dosa

Dan ia telah sungguh-sungguh meminta-Mu

Bila Engkau mengampuniku

Karena hanya Engkaulah yang bisa mengampuni

Tetapi bila Engkau menolakku

Kepada siapa lagi aku bisa berharap

Do’a (3) 

Pertobatan, Amal saleh dan Ilmu Yang bermanfaat

أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا    Ø£ÙŽØ³Ù’تَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَ

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا        ÙˆÙŽÙˆÙŽÙÙÙ‘قْنِي عَمَلاً صَالِحَا

Aku mohon ampunan Tuhan

Dari segala kesalahan

Aku mohon ampunan Tuhan

Tuhan seluruh ciptaan-Nya

Tunjuki aku kerja yang baik

Tuhanku,

Tambahi aku pengetahuan yang berguna

Dalam berbagai kesempatan bersama Gus Dur, manakala diminta berdoa, beliau seringkali berdoa ini :

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً . إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Wahai Tuhan kami! Anugerahilah kami rahmat dari sisi-Mu dan tuntunlah kami pada jalan keselamatan.” (Q.S. al-Kahfi, [18]:10) dan diakhiri dengan do’a paling popular:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Tuhan, anugerahi kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka”.(Q.S. Al-Baqarah, [2]:201).

 

Oleh: Husein Muhammad, Pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, Jawa Barat

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 20 November 2017

Pemutaran Lewat Djam Malam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lesbumi akan memutar filma klasik Lewat Djam Malam (LDM) karya Usmar Ismail, di Teater Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, besok Kamis (3/5), pukul satu siang.

Pemutaran film dalam rangka 50 tahun Lesbumi ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah film Nasional pertengahan April lalu di PBNU. 

Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Lewat Djam Malam

“Selain Lewat Djam Malam, kami akan memutar enam film lainnya di PBNU, The Wahid Institute, dan sebuah pesantren di Jakarta Timur. Lewat pemutaran ini, kami ingin menghargai sesepuh sineas yang juga aktivis-aktivis NU,” kata Hasyim Zen, salah seorang panitia, tadi sore.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, pemutaran film juga bertujuan untuk melakukan proses pendidikan kebudayaan dalam artian luas yang hari ini tidak banyak diperhatikan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sendiri. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Melalui film yang bermutu, kita bisa berkaca tentang banyak hal, tema bangsa, agama, masyarakat, seni, budaya, dan sebagainya. Silakan datang, ini acara kita semua, disiapakan secara berjamaah oleh Lesbumi, Kopri Ciputat, IPPNU Jaktim, Wahid Institute, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, dan Piramida Circle, ” jelasnya.

Lewat Djam Malam karya aktivis Lesbumi Usmar Ismail ini terpilih sebagai film klasik yang akan diputar di Cannes Festival 2012, Perancis, akhir Mei nanti. 

LDM diproduksi oleh oleh Persatuan film Nasional Indonesia (Perfini), tahun 1954. Film ini berhasil diselamatkan dari kerusakan. Lembaga yang telah menyelamatkan dengan merestorasi LDM adalah  Museum Nasional Singapura, bekerja sama dengan Mereka menggandeng Yayasan Konfiden dan Sinematek Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tujuan restorasi mengembalikan film ke kondisi semula. Bukan menambah apapun. Film jaman dulu dari hitam putih ke berwarna, itu bukan restorasi lagi. Kalau prosesnya ada yang lebih dulu, Tiga Dara. Prosesnya di Belanda. Kemarin gara-gara Eropa krisis, belum bisa dilanjutkan sampai sekarang. Mungkin ini jadi film yang selesai direstorasi yang pertama,” jelas Lintang Gitomartoyo dari Yayasan Konfiden, seperti dikutip KBR.8H.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Bagi Anda yang penasaran dengan nama Kiai Slamet, Anda dapat menyaksikannya langsung di acara Kirab malam 1 Suro yang digelar Keraton Surakarta, Senin (4/11) malam ini. Kiai Slamet ini bukanlah nama seorang kiai atau ulama top di Solo, melainkan nama kerbau milik Keraton Surakarta.

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab

Menurut Wakil Pengageng Sasana Prabu Keraton Solo, K.R.M.H. Suryo Kusumo Wibowo, Kerbau Kiai Slamet, rencananya akan dikirab mulai pukul 00.00 WIB, berangkat dari Kori Kamandungan menuju Brojonolo. Kemudian dilanjutkan menuju arah Pasar Klewer.

“Sebelum kirab, akan ada wilujengan atau doa bersama di bangsal Maligi pada pukul 21.00 WIB. Pukul 23.30 WIB, Pengageng Sentono Dalem, K.G.P.H Puger akan memanggil para pembawa pusaka hingga menjelang kirab berlangsung,” jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Pasar Klewer, selanjutnya rombongan akan menuju ke arah Alun-alun Utara dilanjutkan ke arah Jl. Jenderal Sudirman, dan seterusnya ke rute yang lain, hingga kembali lagi menuju ke Kori Kamandungan melalui jalan Alun-alun Utara yang diperkirakan sampai pada pukul 04.00 WIB.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada saat prosesi kirab nanti, warga yang ikut menyaksikan, biasanya akan berebut untuk mendapatkan kotoran kerbau. Mereka percaya kotoran tersebut mendapatkan berkah.

Terkait hal tersebut, ulama muda Solo, Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi mengatakan tradisi kirab tersebut, selama tidak bertentangan dengan syari’at maka diperbolehkan. “Tapi kalau ngalap berkah dari kerbau itu yang saya kurang setuju, masyarakat menganggap kerbau bawa berkah, tapi ikut ulama tidak pernah,” terangnya.

Oleh karena itu, kita juga perlu bersikap bijak mengenai tradisi semacam ini. Di satu sisi, perlu kita lestarikan karena ini merupakan kekayaan khazanah tradisi yang perlu kita lestarikan. Namun, di sisi lain semestinya kita mesti tepat di dalam mengambil wasilah untuk mendapat keberkahan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Anti Hoax, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI

Grobogan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-71 di lapangan komplek pesantren setempat, Rabu (17/8).

Menurut Pengurus pesantren, Muhammad Mudrik, dari sekitar 2.200 santri, upacara yang dilaksanakan di dalam pesantren ini diikuti sekitar 150 santri salaf dan huffadz.?

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Santri Ramai-ramai Kenakan Sarung di Upacara HUT RI

"Di sini hanya diikuti oleh santri salaf dan huffadz. Kalau yang santri sekolah formal upacaranya di lapangan desa Brabo bersama masyarakat sekitar," tandasnya.?

Ada yang menarik dalam kegiatan kali ini, semua petugas dan peserta upacara memakai sarung dan baju panjang selayaknya pakaian santri setiap harinya.?

Kiai Humaidi Ali selaku pembina upacara mengungkapkan bahwa hal ini merupakan bentuk kebanggaan santri dan manifestasi jiwa nasionalis santri yang tidak patut diragukan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya lihat santri pesantren salaf tidak kalah jiwa nasionalismenya dibanding santri atau siswa yang sekolah di madrasah formal, jujur saya merasa terenyuh melihat ini," tandasnya.?

Upacara ini merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan pitulasan? (tujuh belasan) dengan berbagai macam kegiatan sebelumnya. Di antaranya lomba sepak bola, balap karung, nontong film sejarah secara bersama-sama, serta aneka macam kegiatan yang lain.



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Mengenakan sarung juga dilakukan oleh para santri di seluruh pelosok negeri dalam melaksanakan upacara Hari Kemerdekaan RI ke-71 ini. Bahkan, kiainya masing-masing yang menjadi pembina upacara untuk memberikan amanat bahwa mencintai tanah air merupakan warisan para pahlawan yang digelorakan oleh kiai-kiai pesantren dan santri itu sendiri.? (Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 09 November 2017

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai?

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Usman Ismail berpendapat, kitab kuning dan kiai adalah dua hal yang bersifat integral. Penguasaan terhadap kitab kuning membuat seseorang sah disebut kiai meski ia tak mendirikan lembaga pesantren.

Pandangan ini ia lontarkan saat menjadi narasumber bedah buku “Kiai Tanpa Pesantren” karya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama Prof Abdurrahman Mas’ud di Jakarta, Selasa (19/11).

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai?

Buku tersebut mengulas biografi 10 kiai kharismatik di Kudus, Jawa Tengah, yang secara kelembagaan tidak mendirikan pesantren, seperti KH R Asnawi (salah satu pendiri NU), KH Turaichan Adjhuri as-Syarofi (ahli Ilmu Falak), dan KH Sya’roni Ahmadi al-hafidz (pakar Qiraat Sab’ah).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Asep, kitab kuning merupakan khazanah keilmuan yang memiiki ketersambungan silsilah kepada ulama-ulama terdahulu. “Kenapa saya bisa merasakan suasana pesantren di Kudus padahal saya orang Sukabumi? Karena kita kitab kuning. Jadi kitab kuning itu bukan tradisi kecil, tapi tradisi besar yang ‘menyamakan’ kiai di daerah satu dengan daerah lainnya,” ujarrya.

Faktor identifikasi kiai dengan pesantren, kata Asep, antara lain karena mengacu salah satu fungsi kiai yang ingin mengader murid-muridnya untuk menjadi para ahli agama di masa mendatang; dan tempat kaderisasi tersebut tak lain adalah pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dia menambahkan, kiai terkadang merasa cukup mengajar dan berjuang untuk masyarakat secara luas tanpa mengharuskan dirinya mendirikan pesantren. Pilihan ini, katanya, adalah bagian dari kearifan masing-masing kiai.

Kasubdit Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Imam Syafi’i, pada kesempatan yang sama, mengatakan, meskipun tak memiliki lembaga pesantren, hampir semua kiai memiliki hubungan yang dekat dengan pesantren.

“Minimal gurunya adalah orang pesantren atau ia pernah belajar di pesantren,” katanya.

Imam menilai, kriteria penyematan gelar “kiai” yang berkembang di masyarakat belakangan ini kian longgar. Keunggulan ilmu dan kematangan rohani seringkali tak menjadi ukuran.

"Ada kiai rekomendasi/pengakuan masyarakat, seperti Kiai Maemoen Zubair; ada kiai rekomendasi pemerintah, yakni MUI; ada kiai rekomendasi media massa; ada kiai dukungan dunia maya; ada kiai artis," ujarnya mengutip pernyataan KH A Mustofa Bisri. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Dalam rangka memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo menggelar istighotsah dan gebyar sholawat bersama jajaran PCNU, MWCNU hingga PRNU baik lembaga maupun badan otonom, Jum’at (14/4) sore.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 140 orang ini dihadiri pengurus harian PCNU mulai dari Rais KH Jamaluddin Al-Hariri, Katib KH Masrur Nashor, Ketua KH Abdul Hadi Saifullah, Sekretaris Khairul Ishaq serta segenap ketua dan pengurus lembaga dan badan tonom (banom) se-PCNU Kabupaten Probolinggo.

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat

Tawassul oleh Rais Syuriyah KH Jamaluddin Al-Hariri mengawali istighotsah yang dipimpin oleh KH Ghozali. Dilanjutkan dengan Orasi Ilmiyah oleh Ketua PCNU KH Abdul Hadi Saifullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam orasinya Kiai Abdul Hadi mengajak semua pengurus NU untuk merenung dan berpikir, para pengurus NU sebenarnya sedang memikul amanah dari para ulama NU.

“Apa yang telah kita perbuat untuk NU, sudahkah kita memberikan manfaat kepada NU, atau jangan-jangan kita telah mengorbankan dan memanfaatkan NU untuk kepentingan diri sendiri,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sudahkah pengurus berkorban untuk NU atau mungkin pengurus telah mengorbankan NU untuk kepentingannya. Sudah pantaskah pengurus ini menjadi santrinya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari dan tidak memalukan Hadratus Syaikh sehingga kelak akan dikumpulkan dalam rombongannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Menjadi pengurus NU sebenarnya adalah pesuruh NU yang senantiasa mengharap berkah. Untuk itu melalui kegiatan Harlah NU Ke-94 ini kita terus berupaya introspeksi diri sebagai upaya untuk memperbaiki diri,” jelasnya.

Sebagai jam’iyah NU jelas Kiai Abdul Hadi, pengurus harus terus memacu dan menata diri, meraih prestasi yang diridhoi Ilahi. “Kibarkanlah panji-panji Nahdlatul Ulama agar terus bersinar, sebagai pengawal keutuhan dan tegaknya NKRI,” tutupnya.

Sementara Sekretaris PCNU Khairul Ishaq melaporkan bahwa untuk demi semaraknya harlah NU tahun ini, PCNU Kabupaten Probolinggo selain turut serta menyukseskan Istighotsah Kubro yang di Gelora Delta Sidoarjo juga menyelanggarakan serangkaian kegiatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya festival minat dan bakat di SD Unggulan Rohmatul Ummah Bantaran oleh Muslimat NU, Sarasehan Polemik Tradisi NU dan Politik Kebangsaan di Era Modern oleh IPNU-IPPNU di SMA Wali Songo Sumberasih, lomba diniyah dan sholawat nahdliyah di Kantor PCNU oleh Fatayat NU, Musabaqah Hifdzil Qur’an oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Kantor PCNU.

Selanjutnya, Festival Hadrah Al-Banjari oleh Lesbumi di Kantor PCNU, tasyakkuran Harlah NU dengan tumpengan, istighotsah dan Gebyar Sholawat Nabi di Kantor PCNU dan terakhir Gebyar Sholawat dengan Radad Ishari di Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu pada 21 April mendatang. “Semoga acara demi acara lancar dan memberikan barokah bagi semua,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Nahdlatul, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 September 2017

MTs Aswaja Pontianak Raih Juara Umum dalam LTUB 2016

Pontianak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Aswaja yang beralamat di jalan Husein Hamzah Pal Lima Pontianak Barat, Kalimantan Barat ini seakan tidak pernah sepi dengan mendulang prestasi dan membawa piala saat lomba. Kali ini, dalam kegiatan Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) yang dilaksanakan di SMPN 2 Sui, Pontianak.

MTs Aswaja Pontianak Raih Juara Umum dalam LTUB 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Pontianak Raih Juara Umum dalam LTUB 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Pontianak Raih Juara Umum dalam LTUB 2016

MTs ASWAJA membawa dua piala kemenangan yakni sebagai juara umum III dan Ananda Sinta AP kelas VIII dianugerahkan sebagai pemimpin upacara terbaik III untuk peserta tingkat SMP/MTs.?

Kegiatan yang mencakup semua jenjang mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA ini dipusatkan di halaman SMPN 2 tanggal 3-4 September 2016. Khusus untuk jenjang SMP/MTs, diikuti oleh 13 SMP/MTs yang pesertanya berasal dari wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya.?

Sebagaimana pada umumnya lomba upacara, yang menjadi aspek penilaian adalah kekompakan dalam satu tim lomba, kekompakan saat penaikan bendera, kelantangan dan kesigapan para petugas upacara.?

Menurut Pembina Lomba MTs Aswaja, Yeri Deswanto bahwa ada lima kategori dalam lomba ini yaitu kategori MC Terbaik, Pemimpin Terbaik, Dirigen Terbaik, Formasi Terbaik dan Juara Umum. MTs Aswaja dikategorikan sebagai Pemimpin Terbaik III bersama dengan SMP/MTs lainnya. (Sholihin/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 September 2017

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan menyatakan komitmen untuk zikir dan pikir sebagai titik tolak gerakannya. Mereka meyakini keduanya dapat mengantarkan gerakan mereka pada kesalehan individu dan kesalehan sosial.

Demikian disampaikan Ketua PMII Bangkalan Mufti Shohib dalam peringatan Harlah Ke-56 dan Isra Mi’raj di altar Stadion Gelora Bangkalan, Senin (25/4) malam.

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan

“Dengan semangat dzikir sebagai maifestasi penghambaan kader, dengan semangat berpikir sebagai manifestasi tanggung jawab intelektualitas kader, dan dengan semangat amal sholih sebagai manifestasi PMII selaku insan pergerakan, PMII Bangkalan berkomitmen mengawal realisasi nilai zikir, pikir dan amal saleh di kalangan mahasiswa, birokrasi, kalangan politisi, akademi, dan masyarakat secara umum,” kata Mufti Shohib di hadapan ratusan kader PMII Bangkalan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada peringatan harlah ini mereka mengangkat tema Meneguhkan Semangat Jihad PMII dengan Zikir, Pikir, dan Amal Sholeh. Mereka membaca shalawat bersama. Mereka juga menggelar tabligh akbar yang diisi da’i alumnus PMII KH Farmadi Hasyim. Peringatan ini  dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Nasyid Islami Bangkalan.

Mufti Shohib meyakini tema yang diusung ini dapat menggerakan aktivis PMII Bangkalan menuju arah yang lebih baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peringatan ini merupakan acara puncak dari sejumlah rentetan acara yang diselenggarakan PMII Bangkalan dalam rangka peringatan Harlah Ke-56 PMII. Sebelumnya mereka mengadakan lomba karya ilmiah, lomba debat, pembinaan jurnalistik, publik speacking, dan temu alumni PMII Bangkalan.

Wakil Bupati Bangkalan Ir KH Mondir Rofii menyampaikan apresiasinya atas peringatan ini. “Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat bagus oleh PMII Bangkalan. Mudah-mudahan PMII Bangkalan semakin berjaya dan mampu menjadi jawaban atas maraknya persoalan kebangsaan kita,” kata Ir KH Mondir Rofii. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 29 Agustus 2017

LAZISNU dan LP Maarif Luncurkan Gerakan Jombang Bersedekah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Jombang menggelar peluncuran Gerakan Jombang Bersedekah, Jumat (24/2). Kegiatan yang diadakan bersama LP Maarif NU Jombang itu berlangsung di Aula Kantor PCNU setempat.

Selain itu, dalam kesempatan ini juga dilangsungkan penyerahan Surat Keputusan (SK) terkait pembentukan Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah (JPZIS) kepada 64 madrasah di bawah naungan Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS) LP Maarif NU Kabupaten Jombang.

LAZISNU dan LP Maarif Luncurkan Gerakan Jombang Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan LP Maarif Luncurkan Gerakan Jombang Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan LP Maarif Luncurkan Gerakan Jombang Bersedekah

Ketua LP Maarif NU Kabupaten Jombang KH Salmanudin mengatakan, pembentukan JPZIS di madrasah-madrasah sangat penting dalam upaya mendukung kemandirian lembaga. Tak hanya itu, pemberdayaan madrasah juga akan lebih mudah jika ZIS dikelola dengan baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita harus menyadari bahwa potensi ZIS yang ada di madrasah selama ini masih belum dikelola dengan baik. Padahal itu menjadi sumber kemandirian bagi madrasah itu sendiri. Untuk itulah, melalui kerja sama dengan LAZISNU ini kita perlu memaksimalkan potensi ZIS di madrasah," kata Gus Salman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Apresiasi atas kegiatan ini disampaikan PCNU Jombang melalui Wakil Sekretaris PCNU Jombang Ahmad Symasul Rijal. Menurutnya, langkah baik yang dilakukan LAZISNU dan LP Maarif perlu diteruskan untuk kemajuan NU kedepan. "Poin penting yang perlu dijaga untuk masa depan NU kedepan adalah prinsip kemandirian. Salah satunya dengan pengelolaan potensi ZIS yang ada di nahdliyin," katanya.

Sementara itu, Ketua LAZISNU Jombang Didin Akhmad Sholahudin memaparkan tujuan pembentukan JPZIS di depan guru-guru madrasah yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, proses pendidikan tentang sedekah paling efektif dilakukan di madrasah atau sekolah dengan penananaman komitmen berbagi sejak dini kepada siswa.

"LP Maarif dengan jaringan guru dan madrasah di semua kecamatan dan desa se-Kabupaten Jombang dirasa mampu untuk melakukan proses gerakan berjenjang dan simultan untuk mempercepat lahirnya umat dermawan yang sadar bersedekah," ulasnya.

Gus Didin juga menjelaskan lebih teknis tentang Gerakan Jombang Bersedekah. Baginya, perlu kesadaran semua elemen untuk mendukung suksesi gerakan tersebut. Salah satu caranya dengan mengajak siapapun untuk bersedekah melalui LAZISNU maupun jaringan UPZIS dan JPZIS.

"Silakan daftar ke NU CARE LAZISNU maupun ke UPZIS dan JPZIS yang sudah terbentuk. Sangat sederhana untuk memulai bersedekah itu, cukup sisihkan uang koin Rp 500, 1.000, 2.000 setiap hari. Masukkan uang tersebut ke dalam kaleng sedekah. Jika belum memiliki kalengnya, kami sudah sediakan. Untuk penyalurannya, bisa melalui kami atau langsung disalurkan sendiri tidak masalah. Yang terpenting pelaporannya tetap profesional disampaikan kepada LAZISNU," jelas Gus Didin.

Terkait target Gerakan Jombang Bersedekah, ia bersama tim di LAZISNU pada tahun 2017 ini akan menjangkau 10.000 orang dari jumlah total warga Jombang sebanyak 1.354.231 jiwa. Asumsinya, jika setiap orang bersedekah Rp 500 setiap hari di kaleng, maka dalam satu bulan akan terkumpul uang Rp 15.000 (500x30 hari). Ketika dijumlahkan dengan 10.000 orang, maka menjadi Rp 150 juta (15.000x10.000 orang atau kaleng) setiap bulannya.

"Angka nominal sedekah yang luar biasa apabila dikelola dengan baik. Tentu kemadirian nahdliyin akan semakin mudah dicapai ketika dana sebesar itu diperoleh setiap bulan dan diberdayakan untuk kepentingan semua warga NU," tandasnya.

Sebelum acara ditutup, perwakilan 64 madrasah JPZIS kemudian menerima SK yang dikeluarkan LAZISNU Jombang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PCNU Jombang, Muslimin Abdillah, pengurus LAZISNU Jombang serta sejumlah pengurus LP Maarif NU Jombang. (Rom/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 16 Agustus 2017

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Produk pemutih wajah agar terlihat cantik dengan cara instan bisa dipastikan terdiri dari bahan berbahaya. Untuk mengetahui keamanan produk pemutih yang dipakai, Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy menganjurkan konsumen untuk mengecek komposisi atau bahan yang digunakan tersebut.

Yang perlu dihindari adalah merkuri atau hydroquinon. Karena bahan yang mengandung merkuri bisa menimbulkan kanker kulit.

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

"Cantik, penilaian yang hampir setiap wanita mendambakannya. Cantik luar, cantik dalam, dan sekarang, ‘maju mundur’-pun harus tetap cantik. Namun, jika produk yang digunakan bisa memutihkan dalam hitungan 2 hingga 4 pekan. sudah memberikan dampak yang berarti, artinya bahan tersebut perlu dicek komposisinya," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

Menurutnya, hydroquinon ini biasanya digunakan dalam produk penghilang flek-flek hitam pada kulit wajah. Namun, untuk hydroquinon ini juga sebaiknya dihentikan pemakaian bila hasil yang diinginkan sudah dicapai. Sebab, batas maksimum hydroquinon yakni 2 persen. Bila lebih dari itu sebaiknya dihindari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Silvy menyatakan, pemutih yang banyak beredar di pasaran umumnya bekerja dengan menghambat atau membatasi produksi melanin (pigmen penggelap warna kulit). Padahal, zat melanin mempunyai peran penting dalam menghalangi perusakan kulit oleh sinar UV matahari. Perusakan kulit oleh sinar UV matahari bisa membentuk sel kanker. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock