Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejarah perjuangan ulama NU banyak yang tidak tercatat dalam buku-buku sejarah yang selama ini beredar dan menjadi dokumen negara. Hal ini disampaikan Khoirul Anam dalam forum bedah buku Ensiklopedia NU yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (21/6).

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Karenanya, kata salah satu penulis Ensiklopedia NU itu, buku yang diluncurkan PBNU Mei lalu ini merupakan upaya minimalis dalam mencatat dan mendokumentasikan sejarah NU dalam membangun bangsa Indonesia.

“Ini adalah upaya minimalis, dan masih banyak cerita-cerita yang belum bisa termuat dalam buku 4 jilid ini,” beber Anam mengawali diskusi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anam mengungkapkan, salah satu sejarah besar perjuangan ulama NU yang tidak tercatat itu adalah perjuangan pendiri NU dalam mengobarkan Resolusi Jihad dalam rangka mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajahan. “Ini karena orang NU tidak terlibat aktif dalam penulisan buku buku sejarah," tuturnya.

Abdul Ghofur Maimoen Zubair yang turut menjadi narasumber bedah buku itu meminta agar sejarah pendidikan di pesantren dan madrasah mendapatkan perhatian untuk ditulis. Menurutnya, metode dan kurikulum madrasah sangat unik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

”Bagaimana kurikulum pesantren dan madrasah bisa seperti itu, dari mana para kiai ulama membuat kurikulum pendidikan madrasah. Karena kurikulum madrasah lebih baik dari kurikulum yang ada sekarang,” ujar putra KH Maimoen Zubair ini.

Gus Ghofur, sapaanya, mengatakan, untuk memperkaya referensi Ensiklopedia NU perlu juga menambahakan karya khas ulama pesantren asli Indonesia yang selama ini belum terpublikasikan.

“Seperti tafsir Al-Quran 30 juz yang telah ditulis ulama pesantren Cirebon, belum lagi hadits dan kitab-kitab lain yang asli karya ulama pesantren Indonesia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PBNU M Imam Azis mengatakan, soal buku 4 jilid ini, pihaknya menginginkan adanya referensi sejarah nasionalisme yang bisa ditanamkan para ulama dan santri di Nusantara ini.

”Nasionalisme santri telah terbangun dan telah dirintis para ulama tidak hanya disini, tetapi jaringan membangun nasionalisme juga sudah terbangun para ulama belajar di Makkah,” tuturnya.

PBNU, lanjut Imam, ingin melacak peradaban santri yang di dalamnya NU menjadi pelopor nasionalisme. ”Peradaban santri Ahlus sunah Waljamaah, baik di Jawa, Sumatera maupun di daerah-daerah lain dan bagaimana ke depannya nanti nasionalisme dibangun,” tandasnya.

Ensiklopedia NU diluncurkan pertama kali di aula PBNU, 16 Mei 2014 atau bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke-91 yang jatuh pada 16 Rajab 1435 H. Ensiklopedia ini mengungkap berbagai peristilahan dalam khazanah pesantren, tradisi keislaman lokal, tokoh, fragmen sejarah, dan keorganisasian. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Sumedang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam rangka mencari dan menyeleksi bakat para qori dan huffaz, Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffaz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Rabu (26/7) menyelenggarakan musabaqoh tilawatil quran (MTQ) se-Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Kegiatan yang dikuti oleh 300 peserta ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.?

Ketua PC JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan bahwa MTQ yang diselenggarakan oleh JQH ini merupakan MTQ yang ke-4. Cabang yang dimusabaqohkan dalam MTQ tahun ini yaitu MTQ golongan anak-anak, MHQ golongan 1 dan 5 juz, serta musabaqah barzanji.?

“Kami menyadari bahwa JQHNU merupakan salah satu ruh yang ada di Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kami sebagai pengurus JQHNU akan terus berjuang memasyarakat Al-Quran agar NU terus hidup dan Indonesia semakin diberkahi dengan bacaan Al-Quran,” kata Ahmad.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Ketua PCNU Sumedang sekaligus pencetus kegiatan MTQ JQH di Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan, MTQ JQH NU dilaksanakan dalam rangka mencari bakat para qori dan huffadz khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang. Hasil dari MTQ ini nanti bisa disumbangkan untuk pemerintah.

Pencarian bakat para qori dan huffaz melalui ajang MTQ JQH ini terbukti maksimal. Sebagai contoh, di tahun 2011 PC JQHNU Kabupaten Sumedang menyelenggarakan MTQ JQH ke-1.?

Para juaranya diikutsertakan dalam MTQ JQH ke tingkat selanjutnya, dan ada satu orang peserta yang menjadi juara di MTQ JQH tingkat nasional golongan 5 juz, yaitu Rifdah Farnidah (22).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lalu Rifdah Farnidah mengikuti MTQ Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada MTQ Nasional 2016 Rifdah menjadi juara pertama cabang MHQ golongan 10 juz, dan di tahun 2017 dalam STQ Nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Utara dapat juara 1 lagi cabang MHQ golongan 30 juz.?

“Ini sebagai bukti bahwa pencarian bakat para qori dan huffadz melalui MTQ JQH NU ini berlangsung maksimal. Oleh karena itu MTQ JQH ini harus terus istiqomah dilaksanakan. Semoga kedepannya bisa berjalan lebih baik lagi dan cabang yang dimusabaqohkan semakin banyak,” tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Halaqoh, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Doa, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Kediri, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam pandangan Kepala Lembaga Pendidikan Karakter dan Agama Universitas Islam Kadiri (Uniska), keberadaan buku Khazanah Aswaja adalah referensi yang memang ditunggu khalayak. ? "Inilah buku yang kami tunggu," ? kata Dr H Imam Baehaki, Selasa (28/2).

Pandangan tersebut disampaikan Imam Baehaki pada kegiatan kajian Aswaja yang diselenggarakan kampus setempat. Apalagi buku tersebut diberi pengantar Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin, sehingga tidak perlu diragukan kandungan dan isinya.

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Sedangkan Pembantu ? Rektor III, Mustain, menyatakan, para mahasiswa butuh buku pintar Aswaja. "Buku Khazanah Aswaja akan disederhanakan agar lebih mudah dipelajari. Ya, semacam buku pintar Aswaja," katanya.?

Selanjutnya para dosen agama Islam di kampus tersebut harus mengajarkan Aswaja an-Nahdliyyah. "Karena memang kampus ini landasan dan bunyi statutanya Aswaja an-Nahdliyyah," jelasnya. ? Karena itu pula, kajian keaswajaan merupakan hal penting untuk diikuti para dosen untuk disampaikan kepada para mahasiswa.

Dan gayung pun bersambut lantaran kampus akan membuat buku ajar Aswaja bagi mahasiswa. "Karenanya, kajian awal ini akan ditindaklanjuti," jelasnya. ? Dan untuk berikutnya, tim penulis buku Khazanah Aswaja dari Aswaja NU Center Jawa Timur akan diundang kembali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan Ustadz Yusuf Suharto yang didaulat menjadi narasumber tunggal pada paparan awal ? menyampaikan ? pengertian Aswaja dan kelompoknya dengan mengutip As-Safarini. Dari pandangan tersebut dijelaskan bahwa kelompok Aswaja ada tiga: al-Atsariyah atau para pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal, Al-Asyairah serta Al-Maturidiyyah, jelas salah seorang penulis buku tersebut.

"Al-Atsariyah yang benar adalah yang konsisten dengan ajaran Imam Ahmad ibn Hanbal, yaitu pada ghalibnya memakai metode tafwidh atau menyerahkan makna ayat mutasyabihat kepada Allah sembari mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk," kata kandidat doktor UIN Maliki tersebut. Jika ada yang mengaku al-Atsariyah tapi melakukan tasybih atau tajsim, atau juga mudah mengafirkan, maka sesungguhnya itu bukan al-Atsariyah, yang berarti bukan Ahlussunnah wal Jamaah, lanjut Direktur PC Aswaja NU Center Jombang tersebut.

Penggagas kajian Aswaja, Kepala Bidang Agama Islam Uniska, yakni Dr H. Shalahuddin Fathurrahman menyatakan bahwa kajian sebagai bekal bagi sejumlah dosen agama Islam di kampus tersebut. "Agar menyelaraskan diri dalam Aswaja an-Nahdliyyah," harapnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Meme Islam, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejumlah partai politik (partai) di Jawa Timur menyatakan akan mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Setidaknya ada empat parpol yakni PPP, PKB, Gerindra dan PKS yang telah mengeluarkan pernyataan itu.

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

“Mereka telah menyatakan dalam Pilgub Jatim akan mengikuti PWNU. Maksudnya kader yang didukung NU mereka akan mendukungnya. Walaupun terakhir PKS sudah kembali mundukung  Pakde Karwo,” kata Humas PWNU Jatim Norhadi dalam rilis pers yang diterima Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Selasa (1/1) kemarin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun menurut Norhadi, PWNU telah mengingatkan bahwa dalam pemilihan kepada daerah NU bukanlah di atas parpol dan bukan juga kordinator parpol, serta perannya pun berbeda parpol. 

“Memang NU tidak bisa dilepaskan dari politik. Berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Namun setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak hak politiknya dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak politik inilah yang dapat menumbuhkan sikap warga NU hidup demokratis, konstitusional, taat hukum, tambahnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013 mendatang. Selain itu, tahun ini juga akan ada empat Pemilihan Kepala Daerah di Jatim yakni, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

Menurut Norhadi, PWNU tetap menghimbau warga NU agar tidak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat dihubungi, Ahad (6/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tegal, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Problem sosial menyusul pemulangan ribuan eks kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih terus menyita konsentrasi pemerintah. Ketiadaan harta benda, kehilangan lahan pekerjaan, ditambah dengan sejumlah kasus penolakan dari pihak keluarga, membuat beban penanganan ribuan eks pengikut aliran ekslusif ini makin kompleks.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat bahwa bagaimanapun akar persoalannya, penyelesaian masalah kemanusiaan tetap harus didahulukan. Tugas Pemerintah Daerah bukan hanya selesai di fase pemulangan dan penampungan sementara. Sebagai representasi negara, Pemerintah Daerah juga harus dapat menjamin kelanjutan kehidupan sosial-ekonomi mereka bisa kembali berjalan seperti sedia kala.

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Terkait hal ini, PBNU telah berkoordinasi dengan para pimpinan Pondok Pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) NU untuk menyiagakan 100 Asrama Pondok Pesantren yang tersebar di beberapa daerah lokasi pemulangan eks gafatar. Pondok-Pondok Pesantren ini disiapkan dalam upaya membantu mulai dari menampung, memulihkan, hingga meluruskan paham keagamaan eks anggota Gafatar. Melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), NU juga siap mendampingi, apabila eks kelompok Gafatar yang sebelumnya berprofesi sebagai petani yang ingin kembali bercocok tanam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menyikapi Insiden Pembakaran Pemukiman Gafatar

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana penjelasan Polri, kelompok Gafatar merupakan perwajahan baru dari Komunitas Millah Abraham, sedangkan Komunitas Millah Abraham adalah reinkarnasi dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah bentukan Ahmad Musadeq yang pernah mendeklarasikan diri sebagai nabi pada 2006.

Merujuk pada hasil investigasi Polri dan bukti-bukti kesesatan Ahmad Musadeq, secara paham dan ajaran, ketiga nama kelompok yang sebenarnya sama ini jelas menyebarkan aliran yang eksklusif, ekstrem, dan telah terbukti menyimpang dari ajaran Islam. Ajarannya tentang qital, fath, dan khilafah, jelas bertentangan dengan prinsip Islam rahmatan lil’alamin dan falsafah Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Terlepas dari pro-kontra mengenai insiden pengusiran anggota Gafatar oleh warga di Mempawah, Kalaimantan Barat, PBNU tetap menegaskan bahwa organisasi Gafatar dengan segala aktivitasnya harus dibubarkan. Negara tidak boleh lagi memberikan tempat bagi mereka-mereka yang anti kebhinnekaan, yang nyata-nyata merongrong NKRI dari dalam. Oleh karena itu PBNU mendesak agar aparat penegak hukum tegas dalam menindak para pimpinan dan penggerak Gafatar.

Aparat penegak hukum, dalam hal ini juga harus tegas pada pelaku perusakan dan pembakaran kampung anggota Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat. Tindakan main hakim sendiri dengan cara mengusir dan membakar juga merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan oleh hukum.

Jakarta, 27 Januari 2016

Ketua Umum PBNU? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekjen PBNU

KH Said Aqil Siroj? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H Helmy Faishal Zaini

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Warta, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

Karanganyar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial sebagai salah satu rangkaian acara “Ansor Bershalawat” yang diselenggarakan di Masjid Darul Muttaqin, Pulosari, Kaliboto, Mojogedang, Ahad (28/9).

Acara bakti sosial tersebut diisi dengan kegiatan donor darah. Ketua PAC Ansor Kecamatan Mojogedang Danang Warsito menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud pengabdian dan kepedulian GP Ansor terhadap masyarakat setempat.

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

“Donor darah merupakan proses sirkulasi yang mudah, praktis namun sangat besar manfaatnya baik bagi kesehatan si pendonor maupun bagi orang yang membutuhkan donor,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aksi donor darah GP Ansor ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar. “Bagi mereka yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, langsung menuju dalam Bus Tranfusi Darah milik PMI dan masing-masing orang diambil darahnya rata-rata sebanyak 250 cc,” tambah Danang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya bagi pendonor yang telah selesai mendonorkan darah diberikan multivitamin, susu dan makanan ringan agar kondisi badannya pulih kembali. Bakti sosial donor darah ini merupakan kegiatan yang pertama kali di perkampungan oleh GP Ansor Mojogedang, dan diharapkan bisa menjadi kalender rutin tahunan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tegal, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Majelis Talim Baitul Quran Sidoarjo Jaring Bibit Qori Cilik

Sidoarjo,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Majelis Talim Baitul Quran, Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo melakukan evaluasi pembelajaran Qiroatul Quran bit Tagonni dengan tujuan mencari bibit-bibit Qori cilik. Seleksi MTQ bagi santriwan-santriwati yang digelar di Musholla Baitul Quran Desa Pagerwojo, RT 10 RW 3, Buduran, Sidoarjo ini diikuti sekitar 20 peserta.

Majelis Talim Baitul Quran Sidoarjo Jaring Bibit Qori Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Talim Baitul Quran Sidoarjo Jaring Bibit Qori Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Talim Baitul Quran Sidoarjo Jaring Bibit Qori Cilik

Panitia Majlis Talim Baitul Quran, Khilmi Nasrullah menjelaskan, sekitar 20 santri mengikuti seleksi tersebut dengan ketentuan, Maqro atau surat yang dibaca bebas (sesuai dengan kemampuan santri).

"Peserta dibagi dua kategori kelas pra/TK sampai 4 SD/MI, kelas V dan VI SD/MI sampai dengan 9 SMP/MTs, penilaian meliputi tajwid, lagu, fashohah, juara diambil satu, dua dan tiga dari masing-masing kategori. Pemenang akan mendapatkan tropi," jelasnya, Ahad (5/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khilmi menambahkan, evaluasi pembelajaran Qiroatul Quran bit Tagonni ini tujuannya adalah untuk mengevaluasi kegiatan pembinaan yang telah berlangsung setiap Senin dan Jumat bada Maghrib.

"Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali dengan tujuan dan harapan disamping sebagai evaluasi pembinaan, juga bermaksud mencari bibit-bibit Qori cilik," tutupnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Menjual Tanah Masjid Untuk Membangun Masjid

Assalamu’alaikum wr. wb

Pertanyaan ini adalah sebuah kenyataan yang terjadi di sekeliling saya mohon penjelasannya. Di DKM kami memiliki tanah wakaf berupa sawah yang cukup luas. Suatu ketika karena masjid sudah tua sehingga dibongkar dan dibangun lagi yang baru.

Tetapi karena keterbatasan dana, sehingga panitia pembangunan dan DKM bermusyawarah yang hasilnya adalah kesepakatan menjual sebagian tanah wakaf berupa sawah tersebut untuk membiayai pembangunan masjid, sampai saat ini tinggal sebagian tanah wakaf yang masih ada. ?

Menjual Tanah Masjid Untuk Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjual Tanah Masjid Untuk Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjual Tanah Masjid Untuk Membangun Masjid

Pertanyaannya, bagaimana hukum menjual tanah wakaf masjid tersebut yang digunakan untuk membiayai pembangunan masjid? Apakah panitia dan DKM harus mengganti tanah wakaf yang telah dijual tersebut sesuai luas yang telah dijual? Harga ketika dijual 350,000/bata sedangkan harga sekarang 1.200,000.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seorang ibu menyerahkan tanah miliknya dari bagian warisan suaminya yang telah meninggal dunia ke masjid sebagai wakaf, tetapi beberapa bulan kemudian anak tunggal dari ibu tersebut menemui DKM dan meminta kembali tanah wakaf yang telah diberikan oleh ibunya. Bagaimana hukumnya? Mohon penjelasannya. Wassalamu’alaikum wr. wb (Wahidin/Pangandaran-Jawa Barat).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setidaknya ada dua pertanyaan yang diajukan kepada kami. Pertama mengenai hukum menjual tanah masjid beruapa sawah untuk merenovasi masjid itu sendiri.

Kedua tentang penarikan tanah yang telah diwakafkan seorang ibu, yang dilakukan anaknya. Dan karena keterbatasan waktu maka dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu. Sedang pertanyaan kedua insya Allah jawabannya akan segera menyusul.

Kasus penjualan tanah yang dimiliki masjid untuk merenovasi atau membangun kembali masjid itu sendiri memang terkesan dilematis. Di satu sisi masjid yang ada sudah tua dan rusak sehingga bisa membahayakan jamaah yang menjalankan ibadah di dalamnya.

Sedang di sisi lain, merenovasi masjid juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan bantuan dari masyarakat setempat. Namun sepanjang pengalaman kami, mencari bantuan untuk pembangun masjid lebih mudah dari pada mencari bantuan atau wakaf untuk menghidupi masjid.

Sebelum kami menjawab pertanyaan di atas, maka pertama-pertama yang harus dipahami adalah tentang pengertian wakaf. Wakaf secara bahasa adalah menahan (al-habs). Sedang menurut syara` wakaf adalah menahan harta-benda tertentu yang bisa diambil manfaatnya untuk hal-hal yang diperbolehkan (mubah) sembari tetap utuhnya dzat atau materinya, dengan larangan mentasharufkan dzatnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? . “Bab tentang wakaf. Secara bahasa wakaf artinya menahan (al-habs), sedang menurut syara` wakaf adalah menahan harta-benda yang bisa diambil manfaatnya untuk hal yang diperbolehkan berserta tetap utuhnya harta-benda itu sediri dengan cara tidak mentasharufkan dzatnya. (Zakariya al-Anshari, Fath al-Wahhab bi Syarhi Manhaj ath-Thullab, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1418 H, juz, I, h. 440)

Adapun di antara dalil yang menjadi dasar wakaf salah satunya adalah hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa: “Ketika anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga yaitu sedekah jariyah (sedekah yang selalu mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendo’akan orang tuanya”. Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud sedekah jariyah di dalam hadits tersebut adalah wakaf. Hal ini sebagaimana dikemukakan Zakariya al-Anshari.

? ? ? ? { ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } .? ? ? ? ? ? ?. Adapun dasar tentang wakaf adalah hadits riwayat Muslim: ‘Ketika anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga yaitu sedekah jariyah (sedekah yang selalu mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendo’akan orang tuanya’. Menurut para ulama sedekah jariyah ditafsirkan atau mengandung pengertian wakaf,” (Zakariya al-Anshari, Fath al-Wahhab bi Syarhi Manhaj ath-Thullab, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1418 H, juz, I, h. 440).

Penjelasan tentang wakaf di atas mengandaikan bahwa harta benda wakaf tidak boleh dijual-belikan. Menurut madzhab syafi’i, imam Malik, imam Ahmad dan para ulama berpendapat bahwa jual-beli harta-benda wakaf adalah batal, baik hakim (pihak pemerintah) menetapkan kesahannya maupun tidak. Hanya imam Abu Hanifah yang memperbolehkan jual-beli harta-benda wakaf tetapi dengan catatan belum disahkan oleh hakim.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . “Pandangan para ulama mengenai hukum jual-beli benda yang diwakafkan. Kami telah menyebutkan bahwa madzhab kami (madzhab syafi’i) berpendapat bahwa jual-beli harta-benda wakaf adalah batal baik kesahannya telah ditetapkan oleh pihak pemerintah (hakim) atau belum. Inilah pandangan yang dipegangi imam Malik, imam Ahmad dan seluruh ulama kecuali imam Abu Hanifah dimana beliau berpendapat bolehnya jual-beli herta-benda wakaf selama belum ditetapkan kesahannya oleh hakim” (Lihat Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, IX, h. 246)

Kendati demikian dalam kasus tertentu dimana harta-benda wakaf tersebut sama sekali tidak bisa dimanfaatkan lagi maka ada pendapat yang memperbolehkannya. Misalnya menjual tikar atau karpet masjid yang sudah rusak dan tidak layak untuk dipakai. ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Pendapat yang lebih sahih menyatakan bahwa boleh menjual tikar (atau karpet, pent) apabila sudah rusak atau tiangnya jika sudah rapuh dan tidak sudah tidak layak dipakai kecuali dibakar”. (Muhyiddin Syarf, Minhaj ath-Thalibin wa ‘Umdatul Muftiyin, Bairut-Dar al-Ma’rifah, h. 81)

Kebolehan dalam konteks ini harus dibaca dalam kerangka untuk menghindari adanya penyia-nyian terhadap harta-benda tersebut, sehingga menjualnya diperbolehkan. Sedangkan hasil penjualannya diperuntukkan bagi kepentingan wakaf itu sendiri, yang dalam hal ini adalah untuk kemaslahatan masjid. ?

Dengan mengacu pada penjelasan di atas maka menjual tanah sawah masjid di mana tanah tersebut masih produktif adalah tidak diperbolehkan, dan jual-beli tersebut adalah batal sebab harta-benda wakaf hanya boleh diambil manfaatnya tanpa harus menghilangkan materinya. Sedang pihak-pihak yang terkait dengan jual-beli sawah masjid tersebut harus bertanggungjawab dengan mengembalikannya.?

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Berhati-hatilah dengan harta-benda wakaf dan gunakan hasil dari harta-benda wakaf sesuai dengan peruntukannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu satu strategi para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam adalah dengan tulisan. Karya-karya mereka dalam bentuk kitab kuning, dibaca dan dikaji generasi Islam di zaman berikutnya, sehingga ajaran tetap hidup sampai sekarang.

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Hal itulah yang mendasari kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat sejak 19 tahun yang lalu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencetak generasi santri Islam yang produktif dalam menulis.

“Syiar Islam bisa dilakukan lewat tulisan Anda,” kata salah seorang pemateri GSM, A Zaini Bisri, di Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu (16/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senada dengan Zaini, KH Mohammad Dian Nafi, pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan, mengaku beruntung para santrinya mendapatkan pelatihan jurnalistik ini. “Pelatihan ini bisa mewujudkan spirit iqro’ dan meningkatkan kemampuan keilmuan santri,” ungkapnya.

Di dalam acara pelatihan ini, santri mendapat banyak ilmu jurnalistik. Mulai dari motivasi menulis hingga teknik menulis berita semua dijelaskan oleh para ahlinya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau kau ingin dikenang, jadilah penulis!” kata Kiai Dian di hadapan para peserta.

Peserta yang terdiri dari para santri dan mahasiswa di Solo dan sekitarnya itu mengikuti acara dengan antusias. Salah satunya Eko Rohmadi (22). Santri yang tengah kuliah di IAIN Surakarta itu mengaku tertantang untuk mulai berani menulis di media massa. Misalnya menulis artikel.

“Kalau kepikiran untuk menjadi jurnalis belum. Tapi saya tertantang menulis artikel,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Aina Alyya (16) mengatakan, dia tidak sabar untuk mempraktikkan teori jurnalistik yang didapatkan pertama kalinya. Meski sempat sulit mencerna, tapi secara perlahan siswa Kelas XI IPA SMA Al-Muayyad Surakarta itu memahaminya.?

“Kalau tulis menulis ya sering. Tapi menulis berita atau artikel belum. Dari pelatihan ini, saya mengerti dan tertantang,” katanya.

Selama bulan Ramadhan, rencananya panitia akan mengadakan kegiatan Santri Menulis ini selama 10 hari di 10 Kota se-Jawa Tengah. Di Solo Raya, diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Sukoharjo dan Pesantren Sunan Gunung Jati, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Nahdlatul, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tasikmalaya menyambut pergantian tahun dengan gelaran Tasyakur Akhir Tahun. Kegiatan bertema “Tafakur Diri untuk Negeri” ini menyajikan berbagai pentas mulai dari pembacaan puisi, nadhaman, pencak silat, musik angklung, dan nyanyian shalawat dari Grup Band Aswaja Fi’il Harmony.

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/12) pukul 20.00 WIB di Jalan Dr. Soekardjo No. 47 tepatnya di depan Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pentas seni tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Hujan deras yang sempat mengguyur Kota Tasikmalaya tidak menurunkan antusiasme mereka untuk hadir menyaksikan pergelaran itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Ketua Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya Aan Ahmad Farhan, pihaknya mempersembahkan berbagai pentas seni yang merupakan ciri khas budaya di Tanah Air. “Mari kita tasyakur sekaligus tafakur,” Kata Aan.

Ia juga menambahkan, penampilan Aswaja Fi’il Harmony, grup musik milik Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya, menjadi warna baru dalam perhelatan ditengah hiruk pikuk perayaan tahun baru. “Karena band ini menyanyinyakn lagu-lagu shalawatan yang merupakan kekhasan orang-orang NU,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Harapannaya semoga di tahun 2017 ini Aswaja Fi’il Harmony dapat roadshow ke setiap sekolah dan pesantren terwujud dengan baik dan lancar, guna mensyiarkan shalawat lewat musik,” tambah Aan. (Agum Gumilar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Sunnah, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan

Oleh KH Abdul Ghofur Maimoen

Saya sangat beruntung berguru dan mengenal sosok-sosok yang punya cita rasa tinggi akan keragaman. Di kampus al-Azhar, saya dikenalkan dengan Profesor Abdul Mu’thi al-Bayyoumi, sosok Azhari yang Rusydian di tengah kentalnya Asy’arian di kampus. Ia mengajar mata kuliah filsafat Islam kepada kami. Pada pertemua awal, dia bercerita kepada kami tentang Abu Hanifah.

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan

Abu Hanifah, katanya, adalah guru yang pedagang sukses. Dia banyak membiayai murid-muridnya. Dalam satu masalah fiqhiyah dia biasa memberi sejumlah jawaban yang berbeda lengkap dengan dalil-dalilnya. Dengan ini, dia mengajak kepada murid-muridnya agar berpikiran terbuka.

“Saya mengajari kalian, juga membiayai pendidikan kalian! Saya baru merasa berhasil jika kalian sudah mampu berpikir yang mandiri dari saya. Jika kalian masih mengikuti saya, saya merasa gagal!” demikian Bayyoumi menirukan Abu Hanifah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Saya tidak tahu persis rujukan Bayyoumi dalam hikayah ini, tapi itu sungguh sangat mengesankan.

***

Semasa sekolah di Mesir, dua kali saya sowan kepada Prof. Ramadhan al-Bouthi di Damaskus Syria. Dia menyelesaikan S1, S2, dan S3 di kampus yang sama denganku, al-Azhar. Dia adalah seniornya Gus Mus (KH Mustofa Bisir, Mustasyar PBNU) dan Quraish Shihab (penulis Tafsir Al-Misbah). Sejak kecil diajarkan kepadanya dasar-dasar tasawuf dan akidah Asy’ariyah sehinga tidak mengherankan jika dia kemudian menjadi tokoh sufi kenamaan. Namun begitu, dia tetap memberi ruang kepada mereka yang tak sejalan keislamannya dengan keislaman sufistik dirinya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada suatu kesempatan khutbah Jum’ah, dia menjelaskan mengenai perayaan Maulid Nabi. Bagi dia, maulid adalah sebentuk ungkapan rasa cinta kepada Baginda Nabi. Dalam khutbah itu, dia menjelaskan sejumlah argumentasi pemberlakuannya sehingga keabsahannya tak perlu diragukan. Namun begitu, jika ada kelompok yang tak menyetujui, dia tak mempersoalkannya sama sekali.

“Keduanya,” kata dia, “adalah hasil dari ijtihad! Anggaplah merayakan maulid yang saya lakukan adalah salah, dan kalian berada di pihak yang benar dengan tidak merayakannya; bukankah itu berarti saya memperolah satu pahala dan kalian memperoleh dua pahala seperti janji Nabi kita? Kenapa kita terus-menerus meributkannya?”

Al-Bouthi hendak mengajarkan kepada kita semua bahwa umat Islam tidak mungkin dipersatukan dalam kesamaan, tapi justru oleh sikap menghormati terhadap perbedaan-perbedaan. Dia bahkan tidak mengatakan “andaikan dia benar dan pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab salah”, dia justru mengatakan sebaliknya, “andaikan dia salah dan mereka benar”. Sikap seorang Azhari yang inspiratif!

Sangat menyedihkan, dia justru menjadi korban dari bom yang dirancang untuk membunuh spirit penghormatan itu sendiri.

***

Saya tidak mengenal secara langsung dengan Syaikhul Azhar ke 40, Prof. Syekh Abdul Halim Mahmud. Ia wafat pada tahun 1978, tapi buku-bukunya tersebar di trotoar dan emperan oleh penjaja buku, di perpustakaan-perpustakaan, dan di toko-toko buku besar. Ia telah menulis lebih dari enam puluh judul buku yang salah satu tema besarnya adalah tasawuf. Ada sekitar tiga puluh lima judul buku tentang tasawuf. Dia adalah sufi kenamaan pengagum Syadziliyah -di lain kesempatan saya ingin menuliskan satu pengalaman sepiritualnya dengan tokoh Syadziliyah.

Bercerita tentang munculnya kecenderungan kehidupan sufistik tokoh besar sufi, Harits al-Muhasiby, Abdul Halim berbicara tentang situasi keagamaan abad II Hijriyah yang melingkupi kehidupan Sang Sufi. Ada dua aliran besar yang saling bertikai tidak saja di ruang-ruang intelektual, tapi juga pada panggung politik yang secara natural berhasrat menjatuhkan lawan. Al-Ma’mun, Sang Khalifah, di ruang intelektual ikut membangun argumentasi-argumentasi untuk menguatkan pondasi teologi Mu’tazilah, namun di ruang politik dia menjebloskan lawan-lawannya ke dalam penjara.

Menurut Abdul Halim, munculnya dua kelompok ini adalah natural. Perbedaan antara keduanya mengikuti perbedaan karakter para pengikutnya. Mereka yang memiliki kecenderungan falsafi dan kerumitan berpikir dalam menjalani kehidupannya secara natural akan mengasosiasikan diri pada Mu’tazilah, dan mereka yang konservatif dan teramat menghormati nash akan mudah mengelompokkan diri dalam Ahlul Hadis.

Abdul Halim seperti memberi pesan bahwa selama karakter-karakter ini ada dalam kehidupan, maka pengelompokan-pengelompokan dan asosiasi-asosiasi tak akan pernah absen. Menariknya pada panggung politik, sangat berbahaya.

KH Abdul Ghofur Maimoen, Katib Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 06 Desember 2017

Pesantren Tebuireng Masih Buka Operasi Gratis Katarak

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) mengadakan operasi gratis katarak sebagai wujud bakti sosial dalam bidang kesehatan. Kegiatan sosial yang dipusatkan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang ini, berlangsung selama lima hari sejak Jumat-Selasa (23-27/1).

Pesantren Tebuireng Masih Buka Operasi Gratis Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tebuireng Masih Buka Operasi Gratis Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tebuireng Masih Buka Operasi Gratis Katarak

Aksi sosial LSPT ini kembali hadir di tengah masyarakat setelah beberapa waktu lalu membagikan paket sembako kepada 300 warga sekitar pesantren Tebuireng dalam rangka Haul ke-5 Gus Dur.

Bakti sosial ini terselenggara atas kerja sama LSPT, lembaga kesehatan mata asal Singapura A New Vision, dan Perhimpunan INTI (Indonesia Tonghoa).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita kerja sama dengan A New Vision dan INTI bahkan banyak dokter yang dari asing,” kata Direktur LSPT Muhammad As’ad.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dokter yang menangani operasi adalah para dokter spesialis mata dari empat negara. Lima dokter dari A New Vision. Dua di antaranya warga negara Vietnam dan Nepal. Selebihnya berasal dari Singapura. Sedangkan tiga dokter lainnya adalah dokter spesialis mata asli Indonesia yang bertugas di RSNU Jombang.

“Untuk hari ini ada 150 pasien yang dioperasi,” kata sekretaris panitia Luthfia yang sedang bertugas di RSNU. Ia menambahkan bahwa jumlah pasien kemungkinan masih akan bertambah hingga pendaftaran ditutup pada 25 Januari ini.

Dari 150 pasien kemarin ditemukan sebanyak 50 pasien yang didiagnosa positif mengidap penyakit katarak. “Jadi kita adakan screening untuk menyaring mana pasien yang benar-benar positif katarak, baru dapat dioperasi,” ujar Luthfia ketika dihubungi via media sosial. (Abror/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelatihan menulis kreatif dan ramah IT yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Mataram mendapat respon positif dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menurutnya, kegiatan tersebut patut dilanjutkan untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda.

"Teruskan, kami akan support. Ini sejalan dengan program pemuda," katanya melalui surat elektronik, Senin (1/11).

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Apresiasi Program Kepemudaan NU Mataram

?

Kegiatan yang berlangsung dua hari di Warung Sawah Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu diikuti oleh sejumlah pemuda dan remaja Kota Mataram. "Kegiatan ini sejalan dengan arahan PBNU dan program? Pemerintah Kota Mataram agar pemuda makin ramah dengan teknologi informasi dan beginilah cara NU Mataram meningkatkan pengetahuan warga," jelas Ketua PCNU Mataram Fairuz Abadi.

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

NU Kota Mataram mempercayakan kepada Komunitas Bintang Sembilan (Kombinasi) untuk melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan ini merupakan upaya menjawab tantangan globalisasi masa kini dan masa datang.

?

"Menulis itu berdakwah dengan tangan, sedangkan pengenalan internet itu agar tak gaptek (gagap teknologi) menghadapi tantangan masa depan," tegas Fairuz saat menutup acara pelatihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kegiatan pelatihan yang digelar 29-30 November ini ditargetkan akan menghasilkan berbagai tulisan yang rencaanya akan dikumpulkan menjadi buku. "Bahkan tulislah sesuatu yang tak ingin ditulis, kalian akan terlatih untuk menulis," demikian Fairuz memotivasi.

Selain pelatihan menulis kreatif, NU Kota Mataram dalam beberapa waktu ke depan juga akan mengadakan pelatihan ekonomi kreatif berbasis IT. Ini juga sebagai upaya agar teknologi bisa dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi.

"Ya, kami akan memberi motivasi warga melalui pelatihan ekonomi kreatif untuk memanfaatkan IT ke arah lebih positif dan bermakna," katanya

Menurut Koordinator Kombinasi Baharuddin Al Ghazali, pelatihan ekonomi kreatif mendatang akan menghadirkan inspirator muda kreatif bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah berpengalaman dari Kota Mataram.

"Kita banyak punya pemuda yang potensial di Mataram, mereka itulah yang akan menjadi instrukturnya. Agar lebih jelas contohnya," jelas Baharuddin. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 15 November 2017

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 08 November 2017

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak

Majalengka, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Kekerasan terhadap anak kian mengkhawatirkan. Karena itu, perlu gerakan masif dari seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan sosial, budaya, keluarga dan pendidikan yang ramah bagi anak.?

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq pada Sosialisasi Perundangan Perlindungan Anak bersma Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPA) pada AHad (17/9) di aula Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.?

Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi VIII itu meminta agar pemerintah serius menyikapi kasus kekerasan anak ini antara lain dengan menciptakan desa-desa yang ramah anak.

"Kasus kekerasan anak ini jangan hanya ditanggapi reaksional dan emosional. Itu tdk menyelesaikan masalah," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena itu, pengasuh Pontren Al-Mizan Jatiwangi ini menyebut pentingnya gerakan kultural, sosial dan budaya untuk mendorong upaya pencegahan kekerasan anak ini.?

Gerakan pencegahan kultural dan sosial ini, menurutnya, bisa dimulai dari desa-desa yang kita tahu masyarakatnya penuh dengan tradisi kesantunan dan kearifan lokal.

"Desa sangat strategis untuk mencegah dan menyelamatkan anak-anak kita. Sebab banyak kasus justru yang terjadi di di bawah tapi tidak tersentuh," lanjutnya.?

Pada kesempatan itu, seluruh elemen masyarakat yang hadir sepakat berkomitmen untuk melindungi dan menjaga anak-anak dari segala tindak kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi. Di samping itu juga mendorong pemenuhan hak-hak anak agar ? tumbuh kembangnya berjalan baik dan optimal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mari bersama-sama mendorong Gerakan Desa Ramah Anak untuk melindungi anak-anak kita. Dari Desa untuk ? Masa depan generasi bangsa", pesan Kiai Maman.?

Sosialisasi tampak meriah dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pesantren, Fatayat dan Muslimat NU, MWCNU, penggiat cinta anak, tokoh pemuda, remaja mesjid dan lain-lain.

Acara juga dimeriahkan dengan lomba kreativitas anak yakni lomba melukis, menggambar serta lomba ungkapan kasih sayang kepada ayah bunda. (Ahmad Duryawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Dalam rangka memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo menggelar istighotsah dan gebyar sholawat bersama jajaran PCNU, MWCNU hingga PRNU baik lembaga maupun badan otonom, Jum’at (14/4) sore.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 140 orang ini dihadiri pengurus harian PCNU mulai dari Rais KH Jamaluddin Al-Hariri, Katib KH Masrur Nashor, Ketua KH Abdul Hadi Saifullah, Sekretaris Khairul Ishaq serta segenap ketua dan pengurus lembaga dan badan tonom (banom) se-PCNU Kabupaten Probolinggo.

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, PCNU Probolinggo Gelar Istighotsah dan Gebyar Sholawat

Tawassul oleh Rais Syuriyah KH Jamaluddin Al-Hariri mengawali istighotsah yang dipimpin oleh KH Ghozali. Dilanjutkan dengan Orasi Ilmiyah oleh Ketua PCNU KH Abdul Hadi Saifullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam orasinya Kiai Abdul Hadi mengajak semua pengurus NU untuk merenung dan berpikir, para pengurus NU sebenarnya sedang memikul amanah dari para ulama NU.

“Apa yang telah kita perbuat untuk NU, sudahkah kita memberikan manfaat kepada NU, atau jangan-jangan kita telah mengorbankan dan memanfaatkan NU untuk kepentingan diri sendiri,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sudahkah pengurus berkorban untuk NU atau mungkin pengurus telah mengorbankan NU untuk kepentingannya. Sudah pantaskah pengurus ini menjadi santrinya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari dan tidak memalukan Hadratus Syaikh sehingga kelak akan dikumpulkan dalam rombongannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Menjadi pengurus NU sebenarnya adalah pesuruh NU yang senantiasa mengharap berkah. Untuk itu melalui kegiatan Harlah NU Ke-94 ini kita terus berupaya introspeksi diri sebagai upaya untuk memperbaiki diri,” jelasnya.

Sebagai jam’iyah NU jelas Kiai Abdul Hadi, pengurus harus terus memacu dan menata diri, meraih prestasi yang diridhoi Ilahi. “Kibarkanlah panji-panji Nahdlatul Ulama agar terus bersinar, sebagai pengawal keutuhan dan tegaknya NKRI,” tutupnya.

Sementara Sekretaris PCNU Khairul Ishaq melaporkan bahwa untuk demi semaraknya harlah NU tahun ini, PCNU Kabupaten Probolinggo selain turut serta menyukseskan Istighotsah Kubro yang di Gelora Delta Sidoarjo juga menyelanggarakan serangkaian kegiatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya festival minat dan bakat di SD Unggulan Rohmatul Ummah Bantaran oleh Muslimat NU, Sarasehan Polemik Tradisi NU dan Politik Kebangsaan di Era Modern oleh IPNU-IPPNU di SMA Wali Songo Sumberasih, lomba diniyah dan sholawat nahdliyah di Kantor PCNU oleh Fatayat NU, Musabaqah Hifdzil Qur’an oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Kantor PCNU.

Selanjutnya, Festival Hadrah Al-Banjari oleh Lesbumi di Kantor PCNU, tasyakkuran Harlah NU dengan tumpengan, istighotsah dan Gebyar Sholawat Nabi di Kantor PCNU dan terakhir Gebyar Sholawat dengan Radad Ishari di Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu pada 21 April mendatang. “Semoga acara demi acara lancar dan memberikan barokah bagi semua,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Nahdlatul, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 22 Oktober 2017

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 18 Oktober 2017

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Kabar gembira datang dari berakhirnya seleksi mahasiswa berprestasi (mapres) Universitas Negeri Semarang tahun 2017 yang digelar pada tanggal 26 April 2017. Dani Puspitasari, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi berhasil meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi I tingkat Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dani, mahasiswi kelahiran Demak berhasil menyisihkan 15 kandidat lain dari berbagai fakultas di Unnes. Kemampuan berbahasa Inggris, penilaian prestasi, kemampuan unggulan di hadapan pakar, presentasi karya ilmiah dan tes kepribadian menjadi pertimbangan kriteria penilaian juri dalam memilih juara mahasiswa berprestasi (mapres) tingkat universitas tahun ini.?

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes

Sosok Dani yang pernah menyelesaikan pendidikan (alumni) di MA NU Banat Kudus ini ternyata merupakan aktivis IPPNU PKPT Universitas Negeri Semarang sebagai Kepala Departemen Keterampilan dan Keilmiahan sekaligus juga santriwati di Ponpes Assabila, Gunungpati. Bakat keilmiahannya juga terekam dalam kiprahnya di KIME (Kelompok Ilmiah Mahasiswa Ekonomi) Unnes. Setelah menyelesaikan langkah ini, Dani sebagai mapres peringkat I, akan bersiap untuk mewakili Unnes dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Umi Nur Avivah, selaku Ketua IPPNU Komisariat Unnes yang mengetahui informasi ini mengatakan bahwa prestasi dan etos belajar dari rekanita Dani dapat menjadi contoh bagi kader-kader NU untuk terus meningkatkan diri dan berprestasi di berbagai bidang. Pengejawantahan trilogi IPNU-IPPNU yaitu belajar, berjuang, dan bertaqwa merupakan dasar yang kuat dan menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas kader-kader IPNU-IPPNU ke depan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock