Minggu, 22 Maret 2015

Pasar Mangunreja Dihapus, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Pertanyakan Pemkab Tasikmalaya

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Aliansi Muda Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya kembali melakukan pendampingan terkait status penghilangan status Pasar Mangunreja di Kabupaten Tasikmalaya. Aliansi yang tergabung dalam Forum Pembela Ekonomi Kerakyatan Kabupaten Tasikmalaya (FPER) ini mempersoalkan penghilangan status pasar tradisional karena kehadiran minimarket yang berjarak kurang lebih 100 meter dari pasar.

FPER terdiri atas unsur IPNU, IPPNU, GUSDURian, GP Ansor, PMII, KNPI. Mereka sebelumnya telah tiga kali melakukan pertemuan dengan pemerintah setempat. Mereka melakukan pendampingan sejak 2013 yang bersamaan dengan maraknya minimarket yang tidak berizin dan tidak sesuai dengan Perda setempat.

Pasar Mangunreja Dihapus, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Pertanyakan Pemkab Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Mangunreja Dihapus, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Pertanyakan Pemkab Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Mangunreja Dihapus, Aliansi Muda NU Tasikmalaya Pertanyakan Pemkab Tasikmalaya

Ketua FPER Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofieq mengatakan, dirinya bersama Aliansi Muda NU Tasikmalaya akan mendatangi DPRD dan SKPD untuk mempertanyakan penghapusan status pasar Mangunreja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kamis ini Kamis (18/02) kita mengadakan audiensi kembali,” kata Asep di Sekretariat FPER Jalan Raya Timur Nomor 103 Singaparna, Tasikmlaya, Rabu (17/02).

Asep yang kini diamanahkan sebagai Wakil Sekretaris GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, jika pemerintah tidak menganggap Pasar Mangunreja sebagai pasar tradisional, lalu status pasar ini sebagai apa?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat Tasikmalaya dan FPER menilai bahwa pasar tradisional di Kabupaten Tasikmalaya terancam dihapus. Yang lebih tragis lagi pasar tradisional di Kecamatan Salawu ini kini hanya tersisa puing-puing bekar pasar yang ditinggal para pedagang.

Menurut pengakuan tokoh setempat, Pasar Mangunreja didirikan pada tahun 1980 dan dikelola langsung oleh Pemda melalui UPTD Kecamatan Salawu.

Menurut pengakuan mantan pedagang pasar tradisional Salwu, pasar ini sepi dan ditinggalkan pedagang karena berdirinya tiga minimarket yang berdekatan dengan pasar  pada tahun 2014-2015.

“Terkait kejadian ini kita dari FPER telah mengonfirmasikannya ke Kemendes RI melalui email agar menjadi bahan kajian pemerintah pusat yang dalam hal ini Kemendes supaya pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tasikmalaya khususnya, umumnya di seluruh Indonesia mendapat perlindungan dari pemerintah pusat,” ujar Asep.

Pihaknya mengharapkan pemerintah pusat peduli terhadap keberlangsungan ekonomi rakyat kecil dan melindungi mereka dari kebijakan oknum-oknum Pemkab yang merugikan rakyat dan lebih berpihak pada pengusaha kakap. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, AlaSantri, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock