Kamis, 19 April 2012

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali menegaskan, gerakan radikalisme atau paham garis keras jauh lebih berbahaya ketimbang terorisme. Jika radikalisme berkurang, katanya, maka dengan sendirinya aksi terorisme melemah.

Hal itu dikatakan As’ad saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda bertempat di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (15/6).

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme

Atas hal itu, penulis buku “Al-Qaeda” ini sangat mendukung ulama muda NU yang berkhidmah di dunia jurnalistik, untuk terus melangkah dalam membangun jaringan komunikasi umat. Jaringan komunikasi, terangnya, harus terus menerus dikembangkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“jaringan komunikasi harus sambung-menyambung guna mengakomodasi NU dan spirit kebangsaan. Jika NU hancur, maka NKRI juga hancur. Begitu pula sebaliknya, tatkala NKRI hancur, maka NU ikut hancur. Di sinilah penting diketengahkan semangat wathaniyah (kebangsaan),” urainya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketika gerakan radikalisme kian merebak melalui jaringan media online, maka warga NU tidak boleh tinggal diam. Perang pikiran atau ide dan perang data mesti diperkuat.

“Melalui ide yang diperkuat dengan data, maka kita bisa kokoh. Kita harus berdebat dengan ilmu. Dan ilmu berpangkal pada perpaduan ide dengan keberadaan data,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai As’ad juga menerangkan, Indonesia mesti dipelihara secara berkesinambungan. Sebab, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang bukan sekuler dan tidak pula negara agama.

“Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mampu mengawinkan spirit negara agama dengan negara modern. Indonesia kita sudah wathaniyah, menjunjung kebangsaan yang nilai kemanusiaannya cukup kuat,” pungkasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Doa, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock