Jumat, 23 April 2010

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi

Temanggung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di tengah kesadaran masyarakat Indonesia akan kebhinnekaan, masih ada kelompok-kelompok yang belum menyadari tentang ke-ika-an. Tentu ini tantangan serius bagi keberlangsungan kehidupan bernegara sebuah bangsa yang pluralistik ini.

Untuk itu, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) STAINU Temanggung, Rabu (15/2) menggadakan bedah buku Fikih Toleransi. Dengan menghadirkan penulis buku; Ahmad Syarif Yahya (Gus Yahya).?

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi

Acara bedah buku ini berlangsung menyenangkan karena pemateri menyampaikan gagasannya dengan joke-joke segar tapi tetap padat berisi dan dengan tanpa kengelanturan. Selain pemateri dan 300 perserta dari Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Salatiga, turut hadir dan memberi sambutan pula, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyoadi, Kapolres Wahyu Wim, Ketua III STAINU Abdul Munjid, dan PCNU Temanggung.

Menurutnya, Fiqih pesantren itu unik, sebab materi pembelajarannya menggunakan kitab kuning yang sarat term-term umum Islam seperti: jihad, kisas, rajam, amar makruf nahi mungkar, pengkelasan kafir: dzimmi, harb, dan lain-lain.?

“Yang ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan materi pengajaran kaum fundamentalis. Tetapi mengapa kemudian kaum pesantren bisa menjadi toleran dan moderat,” ujar Gus Yahya yang didampingi dua panelis, Sumardjoko dan M. Syafiq.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut penulis yang almuni pesantren Al-Anwar Sarang Rembang ini, kelompok santri selalu mengawal kebhinnekaan ini dengan keseimbangan antara agama dan negara dengan tidak mempertentangkannya.?

Maksud tidak mempertentangkan adalah dengan selalu beragama dan bernegara dengan seimbang. Tidak seperti kelompok kanan yang beragama dengan cara melawan negara, atau kelompok kiri yang bernegara dengan cara mengikis ajaran agama.

Diskusi menjadi menarik karena penulis memaparkan pengalaman tinggal di kampung halamannya yang sangat plural, di mana di sana sering terjadi hal semisal seorang muslim yang bapaknya non muslim kemudian bapaknya meninggal, anaknya biasanya meminta agar bapaknya yang non muslim disalati dan ditahlilkan tujuh hari, 40 hari, dan seterusnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ini membutuhkan trik fiqih khusus, agar tidak menyinggung tetangga tapi juga tidak melanggar agama,” jelas Gus Yahya yang juga pemenang lomba esai nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sebagai juara 1, seminggu lalu.

Acara rampung pada pukul 15:40, ditutup dengan penjelasan makna Bhineka Tunggal Ika oleh Wakil Bupati Temanggung. (Haidar/Fathoni) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock