Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sikap Nahdlatul Ulama yang tidak memusyrikan atau mengkafirkan minoritas berbeda paham bukan berarti menyetujuinya. Hal ini merupakan penerapan dari keteguhan iman yang tidak dilepaskan dari akhlak keseharian.?
Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Machasin dalam Pengajian Ramadhan bertema “Ilmu Kalam dan Dinamikanya” di Ruang Redaksi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Gedung PBNU Lt 5, Jakarta Pusat, Kamis (2/8) sore. “Ada semacam policy yang tidak tertulis bahwa NU lebih mengedepankan merangkul orang daripada membuang orang,” tuturnya.
| Minoritas Juga Hamba Allah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Minoritas Juga Hamba Allah
Dasar dari sikap ini adalah pemahaman bahwa tujuan pokok dan misi hidup di dunia tak lain menghamba kepada Allah. Setiap manusia dengan beragam karakter dan pendapatnya adalah hamba Allah. “Minoritas atau manusia lain itu hamba Allah juga, meskipun mereka tidak menyadari atau menganggap sebagai hamba Allah,” imbuhnya.Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga mengutip sebuah Hadits yang menerangkan “kesamaan” Allah dengan tetangga yang sedang dilanda kesusahan. Ini bukti bahwa kecintaan hamba kepada Tuhan harus sejalan dengan kecintaan manusia kepada makhluk lainnya.“Di situ nggak dijelaskan tetangga yang muslim, tetangga yang NU, tetangga yang dari Cirebon. Tidak. Tetapi tetanggamu. Nah, orang minoritas itu adalah tetangga kita. Yang kalau merujuk pada Hadits tadi, kalau kita kunjungi akan menemukan Allah juga,” ujarnya.
Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Sejumlah “ayat perang” menghadapi orang kafir mesti dilihat secara kontekstual. Menurutnya, peperangan dibatasi konteks pembelaan atas hak hidup akibat kezaliman dan permusuhan. “Tapi memerangi orang hanya karena berbeda keyakinan, apalagi beda mazhab, itu tidak ada.”Machasin juga mengajak dunia pesantren untuk meningkatkan kajian ilmu kalam dengan tidak menghilangkan relasinya dengan perbuatan sehari-hari. Keberanian berpikir kritis dan toleran adalah wujud keteguhan bahwa agama terlalu suci untuk dikotori pendapat orang lain.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis ? : Mahbib Khoiron
Dari Nu Online: nu.or.id
Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
