Minggu, 14 Mei 2017

Pasukan AS tewas di Irak

Jakarta, NU.Online
Seorang prajurit Amerika tewas dan dua lainnya terluka ketika mereka berada dalam konvoi di sebelah barat Baghdad. Para prajurit yang berada di lokasi mengatakan bahwa bom itu meledak ketika konvoi 20 kendaraan ini sedang melewati rongsokan sebuah mobil di pinggir jalan.

Mereka yakin bom itu disembunyikan di dalam rongsokan mobil itu. Ledakan terjadi pada pukul 09.00 waktu Baghdad atau pukul 13 WIB. Lebih dari 30 orang pasukan Amerika tewas sejak Presiden George Bush mengumumkan berakhirnya pertempuran besar pada tanggal 1 Mei.Specialist(Spc) Jose Colon, yang berada di mobil yang terletak di belakang truk yang meledak, mengatakan prajurit yang tewas, terpental dari dalam mobil.

Terlalu lama

"Konvoi sedang berjalan ketika ledakan itu terjadi," Colon mengatakan seperti diberitakan kantor berita Associated Press. "Ledakan itu hebat sekali." Setelah terjadi ledakan, seorang prajurit menyapu daerah itu dengan rentetan tembakan senapan mesin.

Seorang prajurit lain meratap di pinggir jalan sambil dihibur oleh rekannya. Menurut rekan-rekannya, prajurit yang tewas baru tiba di Irak sesudah ditempatkan di Kuwait. Pasukan yang berada dalam konvoi adalah pasukan cadangan dari satuan perbekalaan di Puerto Rico.

Spc Carlos McKenzie mengatakan konvoi yang sedang menuju pangkalan Amerika di padang pasir dekat perbatasan Irak dengan Yordania itu, kurang mendapat perlindingan dari satuan yang dilengkapi senjata berat.

"Kami harus mendapat perlindungan lebih banyak. Sudah cukup yang kami alami. Sudah terlalu lama kita berada di Irak," kata McKenzie.

Administratur Amerika di Irak, Paul Bremer, mengatakan pasukan Amerika tidak akan berada di Irak lebih lama dari yang diperlukan, tetapi Amerika akan menjalani masa transisi menuju pemerintahan terpilih, yang bisa terjadi tahun depan.

Pada awal perang, pasukan darat Amerika di kawasan Teluk berjumlah 115.000 orang, sedangkan tentara Inggris berjumlah 26.000 jiwa.

Sekarang pasukan Amerika berjumlah 148,000 orang, sedangkan jumlah pasukan Inggris turun menjadi 11,000 jiwa. Pada hari Minggu, seorang tentara Amerika terbunuh dan 10 lainnya terluka ketika konvoi yang mereka ikuti diserang oleh granat yang diluncurkan lewat roket atau RPG. Serangan paling akhir ini terjadi dekat Abu Ghraib, yang merupakan penjara paling menakutkan pada zaman Saddam Hussein. Pelaku serangan tidak diketahui, tetapi milisi yang loyal kepada Presiden Saddam Hussein sering dituduh sebagai pelaku serangan-serangan semacam ini.

Akibat dari peristiwa itu warga Irak yang bekerja untuk Amerika semakin takut dengan resiko yang mereka hadapi. BBC mengatakan para penterjemah takut menjadi sasaran pembalasan dari kaum milisi. (BBC/AP/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pasukan AS tewas di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan AS tewas di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan AS tewas di Irak

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock