Rabu, 30 Juni 2010

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham 

Berbeda dengan yang lain, Pondok Pesantren Kaliopak mengisi  Ramadhan dengan mengkaji lakon wayang tiap seminggu dua kali. Disamping itu diaji pula tafsir berbahasa Jawa karangan KH Bisri Musthofa, Al-Ibriz, tiap hari.

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kaliopak Ngaji Wayang dan Al-Ibriz

“Wayang adalah bayang-bayang kita sendiri. Dengan mengkaji lakon wayang kita dapat introspeksi dan mengukur diri kita dalam menjalankan perjalanan sebagai hamba Allah. Mengaji wayang juga mengaji kitab kuning. Itu merupakan tafsir sufisme Jawa,” ungkap M Jadul Maula, Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak Yogyakarta, Rabu (17/7).

Selain mengaji atau diskusi lakon wayang, di Kaliopak juga mengkaji Tafsir Ibriz. “Al-Ibriz merupakan tafsir dalam bahasa Jawa. Itu merupakan bagian dari kontekstualisasi. Itu merupakan kekayaan khazanah Islam Nusantara,” tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mengkaji Tafsir Al-Ibriz menurut Jadul Maula, adalah upaya mengakrabkan kembali mahasiswa dengan huruf pegon. Itu merupakan peninggalan ulama Nusantara. Ulama Islam Nusantara mempunyai kapasitas bisa mencapai derajat keagamaan yang diakui. Dengan pegon kita, ulama kita dapat berkarya yang sederajat dengan ilmu di Persia, Timur Tengah dan wilayah lain.

“Dengan mengkaji lakon wayang, kami ingin mengubah status wayang bukan lagi hanya liburan tapi ngaji. Dahulu masyarakat mendatangi pagelaran wayang dengan memakai pakaian Isalam,” tandas M Jadul Maula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adegan keseluruhan pagelaran wayang dibagi tiga adegan. Adegan pertama, menerangkan manusia mulai lahir. Anak-anak remaja menghadapi masalah, tapi tidak mempunyai arah. Sedangkan adegan yang kedua menceritakan menjelang dewasa, anak sudah bisa memilih apa yang benar dan apa yang salah. Dan adegan yang ketiga adalah berani melawan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Menurut M Jadul Maula, wayang adalah sebagai titik tolak proses meditasi seseorang. Selain itu, jalan pertama masuknya Islam ke jawa adalah dengan wayang. Kalau ada orang yang menolak wayang maka sama halnya dengan menolak ibunya.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Sholikhin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock