Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kegiatan fasilitasi pendidikan kompetensi aplikatif melalui kursus pengolahan ikan di daerah tertinggal, diikuti oleh para perempuan Madura, Selasa (2/12) di SMKN 1 Pamekasan, Jawa Timur. Kursus yang digelar PP Muslimat NU dengan menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI tersebut, memasuki hari kedua dan menitiktekankan pada ragam cara pengolahan hasil laut.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 40 peserta dibekali teori pengolahan ikan jadi abon, kripik, naget, dan bakso.
| PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut (Sumber Gambar : Nu Online) |
PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut
Selain itu, mereka juga diberi wawasan mengenai legalitas dan standarisasi makanan sehat, kebijakan umum tentang fungsi ikan, serta pengenalan pengolahan ikan dan manajemen keuangan. Muaranya, peserta belajar pengemasan, pelabelan, dan pemasaran pengolahan ikan.Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Kursus ini dibuka langsung oleh Bupati Achmad Syafii sehari sebelumnya. Diproyeksikan, penutupannya pada Kamis (4/12) mendatang. Peserta mendapat pendampingan khusus dari pengurus PP Muslimat NU, yaitu Ketua Harian Bidang Pendidikan Dr Srimulyati, Sekretaris VI Bidang Hukum dan Advokasi Dra. Nur Rifah Masykur, dan anggota Bidang Hukum dan Advokasi Rizky Wijayanti, SH.Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Nantinya, peserta akan diberi peralatan supaya pelatihan bisa berlangsung secara berkesinambungan. Peralatan yang diterima masing-masing peserta senilai Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Peralatan tersebut meliputi freezer, kompor gas, tabung gas, dan peralatan olahan makanan. (Hairul Anam/Anam)Dari Nu Online: nu.or.id
Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
